Aturan Makan Penderita Kanker Usus Besar Usai Berobat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Bagi penderita kanker usus besar yang baru saja selesai menjalani pengobatan, ada aturan makan bagi penderita kanker usus besar yang harus diikuti agar pengobatan yang baru dijalani berjalan maksimal. Apa saja?

Apa pentingnya memperhatikan aturan makan bagi penderita kanker usus besar?

Rasa-rasanya, semua orang sepakat bahwa makanan yang sehat dapat membantu seseorang menjadi lebih sehat. Gula darah terjaga, berat badan stabil, kadar lemak normal, tekanan darah baik, semua mungkin saja bisa didapatkan karena menerapkan pola hidup sehat seperti berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat dengan gizi seimbang.

Apabila bagi orang sehat saja menjaga pola makan menjadi sangat penting, apalagi bagi orang yang pernah memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti kanker usus besar. Kanker usus besar merupakan penyakit yang menyerang salah satu organ pencernaan. Itu sebabnya menjaga jenis makanan yang masuk sangat penting bagi orang yang baru saja selesai menjalani pengobatan kanker usus besar.

Meski harus menjalani diet sehat, apakah Anda tahu bahwa untuk penderita kanker usus besar yang baru saja menyelesaikan pengobatannya, ada aturan makan bagi penderita kanker usus besar yang perlu diperhatikan.

Makanan tertentu dapat membantu Anda menurunkan risiko kembalinya kanker usus besar usai pengobatan

Saat baru saja menuntaskan pengobatan kanker usus besar, seperti halnya operasi, Anda tidak diizinkan untuk langsung makan makanan padat karena usus Anda masih berada dalam fase pemulihan. Belum lagi kalau Anda masih harus menjalani pengobatan lanjutan, seperti kemoterapi, untuk memastikan sel kanker Anda benar-benar mati. Efek samping kemoterapi seperti hilangnya nafsu makan mungkin saja Anda alami. Padahal, Anda tetap membutuhkan makanan bergizi untuk membantu proses penyembuhan atau bahkan mencegah kanker kembali lagi.

Apa yang Anda makan akan berdampak pada kesehatan, terutama kesehatan usus besar Anda. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dana-Farber Cancer Institute di Boston, Amerika, menunjukkan bagaimana jenis makanan tertentu dapat berkontribusi pada munculnya lagi kanker usus besar alias kanker kolorektal.

Studi tersebut dilakukan terhadap 1.000 pasien kanker usus stadium III yang telah menjalani operasi dan kemoterapi. Kemudian, 1.000 orang tersebut dibagi ke dalam dua kelompok yang menjalani dua jenis diet.

Kelompok pertama adalah mereka yang menjalani diet bergaya barat, sementara kelompok kedua adalah mereka yang menjalani diet dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Hasilnya, kelompok yang menjalani diet gaya barat lebih rentan 3,5 kali terhadap kembalinya kanker usus besar dibandingkan mereka yang menjalankan diet buah dan sayur. Jadi, jika Anda mengubah pola makan, Anda bisa meningkatkan angka harapan hidup Anda.

Aturan makan bagi penderita kanker usus besar yang tepat usai menjalani pengobatan

1. Konsumsi buah-buahan dan sayuran setiap hari secara bertahap

Biasanya setelah tidak mengonsumsi makanan padat pasca-operasi, dokter akan menyarankan untuk mulai mengonsumsi air dan melanjutkan ke diet rendah serat serta lemak secara bertahap dan perlahan. Usus Anda yang masih dalam tahap pemulihan belum mampu mencerna serat dan lemak dalam jumlah banyak. Itu sebabnya Anda hanya akan mengonsumsi sedikit di awal. Anda bisa mulai dengan sayuran matang dan buah-buahan, seperti blewah, melon, semangka, dan pisang.

Saat Anda semakin pulih dan dokter menyatakan bahwa usus Anda sudah cukup kuat, tambahkanlah minimal lima sampai sembilan porsi buah-buahan dan sayuran setiap hari. Penting untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan asam folat dan vitamin B untuk pemulihan usus besar. Sumber asam folat dan vitamin B yang baik bisa berasal dari sayuran hijau, seperti kale dan bayam serta kubis merah.

2. Meningkatkan jumlah serat dengan biji-bijian utuh

Roti gandum utuh, pasta gandum, dan nasi merah bisa memenuhi kebutuhan serat Anda untuk melawan kanker kolorektal. Tambahkanlah minimal satu sampai dua porsi biji-bijian utuh setiap makan. Roti gandum utuh memiliki kandungan serat yang tinggi untuk membuat Anda kenyang lebih lama dan mencegah sembelit. Hindari mengonsumsi roti tinggi lemak, seperti croissant, garlic bread, dan kue kering.

3. Konsumsi produk susu

Kalsium dan vitamin D dapat membantu Anda melawan kanker usus besar. Itu sebabnya mengonsumsi susu dan produk turunannya menjadi penting. Cobalah untuk menargetkan minimal 1.200-1.500 mg kalsium sehari, jumlah ini sama dengan 3-4 porsi produk susu per harinya.

Anda bisa mengonsumsi susu rendah lemak, keju, atau yogurt untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda. Jika karena alasan tertentu Anda tidak bisa mendapatkan jumlah susu yang cukup dari diet, meminum suplemen kalsium dan vitamin D bisa dipertimbangkan. Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

4. Hindari makanan yang berisiko tinggi menyebabkan kanker usus besar

Salah satu aturan makan yang mutlak diikuti oleh penderita kanker usus besar yang baru saja selesai menjalankan pengobatan adalah menghindari makanan yang menjadi faktor pemicu munculnya kanker. Makanan yang berisiko tinggi menyebabkan kanker kolorektal meliputi daging merah dan daging olahan, makanan manis, seperti kue, juga gorengan.

Hindari makanan olahan atau makanan tinggi lemak dan gula. Selalu lebih baik untuk mengonsumsi makanan dari bahan-bahan alami. Masih menjadi perdebatan apakah daging merah benar-benar tidak baik. Namun, jika ingin cara aman, pilihlah daging merah tanpa lemak. Anda juga bisa menambahkan ikan atau makanan laut untuk asupan protein Anda.

5. Batasi konsumsi alkohol dan berhenti merokok

Alkohol dan merokok dapat meningkatkan risiko kambuhnya kanker kolorektal. Konsumsi alkohol sebanyak satu gelas per hari untuk perempuan dan dua gelas untuk laki-laki sudah merupakan batas maksimal yang dianjurkan. Akan lebih baik jika Anda menghentikan kebiasaan tersebut agar usus Anda menjadi lebih sehat.

Merokok juga diketahui sebagai kebiasaan buruk yang sulit dihentikan jika Anda sudah kecanduan. Namun, perlu disadari bahwa dengan berhenti merokok Anda mengurangi faktor risiko penyebab kanker secara keseluruhan, termasuk kanker usus besar.

Mengikuti aturan makan bagi penderita kanker usus besar ini dapat membuat kesehatan usus Anda terjaga dan mencegah kanker kambuh kembali. Ingat bahwa Anda sudah berhasil menang dari kanker yang kemarin menggerogoti Anda. Ini adalah kesempatan untuk memperbaiki dan menikmati hidup kedua dengan lebih sehat dan bebas kanker.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 22, 2018 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca