Memahami Prosedur Kemoterapi untuk Pasien Kanker Serviks

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 11, 2020
Bagikan sekarang

Kemoterapi menjadi salah satu pengobatan utama yang dianjurkan oleh dokter untuk melawan kanker, termasuk juga kanker serviks. Namun, tahukah Anda bagaimana prosedur ini dilakukan? Apa saja obat-obatan yang digunakan selama kemoterapi? Berikut penjelasannya lebih lanjut.

Apa itu kanker serviks?

Kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi di leher rahim, yang merupakan pintu masuk rahim dari vagina. Kanker serviks pada tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala.

Apabila sudah muncul gejala, yang paling sering dialami wanita adalah perdarahan vagina yang tidak lazim, bisa terjadi setelah berhubungan seks, di antara jeda haid, atau setelah menopause.

Apa itu kemoterapi?

Kemoterapi adalah pengobatan kanker menggunakan obat-obatan antikanker yang dirancang untuk membunuh atau memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker yang membelah diri dengan cepat dalam tubuh.

Tujuan pengobatan ini adalah menghancurkan sel-sel kanker, meredakan gejala-gejala, sembari menghasilkan kemungkinan kerusakan terkecil bagi sel-sel yang sehat.

Kemoterapi juga bisa dilakukan untuk mengecilkan ukuran kanker dan mengurangi mengurangi pertumbuhan tumor. Kemoterapi bisa digunakan sebagai pengobatan tunggal atau bersamaan dengan terapi radiasi. Kombinasi keduanya disebut sebagai kemoradiasi.

Tak hanya itu, kemoterapi juga bisa digunakan utnuk mengobati kanker yang telah menyebar sampai ke luar leher rahim.

Kapan harus kemoterapi?

Kemoterapi biasanya digunakan sebagai pengobatan utama untuk menghancurkan sel-sel kanker, atau sebelum metode pengobatan lainnya untuk meminimalisasi tumor.

Tidak hanya menjadi pengobatan utama, kemoterapi juga bisa jadi pendamping pengobatan utama kanker serviks lainnya, misalnya prosedur operasi atau histerektomi. Caranya pun tidak berbeda jauh, yaitu untuk menghancurkan sel-sel kanker yang tersisa atau untuk meredakan gejala kanker tingkat lanjut.

Bagaimana prosedur kemoterapi kanker serviks dilakukan?

Selama menjalani kemoterapi, dokter akan menyuntikkan obat-obatan antikanker ke dalam pembuluh darah atau diminum.  Jika Anda perlu menggunakan obat kemoterapi lewat infus, dokter dapat meminta Anda untuk bermalam di rumah sakit atau rawat jalan.

Jumlah sesi kemoterapi yang Anda jalani akan bergantung pada jenis kanker leher rahim yang Anda miliki dan pengobatan lain yang mungkin Anda terima.

Obat yang Anda gunakan akan masuk ke dalam aliran darah dan mencapai seluruh area tubuh, membuat metode ini bermanfaat untuk membunuh sel-sel kanker di sebagian besar bagian tubuh.

Dokter sering kali akan memberikan Anda obat-obatan dalam siklus. Setiap siklusnya akan terdiri atas periode pengobatan, diikuti periode pemulihan. Dalam tahapan awal kanker serviks, menggunakan obat-obatan kemoterapi bisa meningkatkan kelangsungan hidup Anda.

Dalam beberapa situasi, Anda bisa dianjurkan untuk menjalankan radiasi dan kemoterapi bersamaan. yang diberikan bersamaan. Menggabungkan kemoterapi dengan radiasi akan membuat radiasi bekerja dengan lebih baik.

Ada beberapa pilihan untuk kemoradiasi bersamaan seperti cisplatin yang diberikan setiap minggu saat radiasi. Obat ini dimasukkan ke dalam vena sekitar 4 jam sebelum jadwal radiasi, cisplatin ditambah 5-fluorouracil (5-PU) diberikan setiap 4 minggu saat radiasi. Selain itu, obat-obatan juga diberikan tanpa radiasi sebelum dan/atau setelah kemoradiasi.

Selain itu, kemoterapi bisa dipilih untuk mengobati kanker serviks yang kambuh kembali pasca pengobatan atau telah menyebar. 

Menurut situs American Cancer Society, obat-obatan kemoterapi yang paling sering digunakan untuk mengobati kanker serviks tingkat lanjut meliputi:

Pada kebanyakan kasus, kombinasi dari obat-obatan inilah yang digunakan untuk kemoterapi kanker serviks. Beberapa obat kemoterapi lainnya juga dapat digunakan untuk mengatasi kanker serviks, seperti:

  • Ocetaxel (Taxotere®)
  • Ifosfamide (Ifex®)
  • 5-fluorouracil (5-FU)
  • Irinotecan (Camptosar®, CPT-11)
  • Mitomycin

Apa saja efek samping dari kemoterapi kanker serviks?

Meski bisa menyembuhkan, kemoterapi kanker serviks juga memiliki efek samping. Efek samping kemoterapi bisa berbeda pada masing-masing pasien, tergantung obat yang diberikan, seberapa sering Anda menjalani pengobatan, dan kesehatan serta kebugaran Anda secara umum.

Efek samping umum yang bisa Anda alami akibat obat-obatan adalah mual atau muntah, merasa lelah, dan kerontokan rambut di tubuh atau kepala. Kemoterapi juga bisa menyebabkan menopause yang bersifat sementara atau permanen.

Jumlah sel darah dalam tubuh bisa berkurang karena kemoterapi yang dijalani. Beberapa jenis sel bisa membuat Anda merasa sangat kelelahan dan menjadi lebih rentan terhadap infeksi, seperti pilek. Itulah mengapa Anda harus menjalani tes darah rutin selama pengobatan untuk memeriksa hitung darah lengkap Anda.

Namun, penting untuk mengetahui bahwa sebagian besar efek samping kemoterapi kanker serviks yang bisa Anda alami sifatnya sementara. Jika Anda terlalu mengkhawatirkan efek sampingnya, ini bisa berdampak negatif dan mengurangi pemulihan Anda. Tim dokter Anda akan membantu mencegah atau menguranginya.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan April 27, 2020

7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan April 24, 2020

Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Keharusan minum obat secara rutin bisa disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Hari Raya, Ramadan April 19, 2020

Apa Penyebab Hidung Tersumbat dan Bagaimana Mengatasinya?

Umumnya orang berpikir kelebihan lendir adalah penyebab utama hidung tersumbat. Sebenarnya saat hidung tersumbat terjadi pembengkakan di lapisan hidung.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tips Sehat April 15, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal tayang Mei 7, 2020
4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal tayang Mei 7, 2020
5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal tayang Mei 4, 2020
Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal tayang Mei 2, 2020