3 Makanan Sehat untuk Mencegah Kanker Serviks

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27/02/2020
Bagikan sekarang

Kanker serviks atau kanker leher rahim menempati urutan kedua setelah kanker payudara dari total seluruh kasus penyakit kanker. Berangkat dari hal tersebut, diperlukan serangkaian upaya untuk mencegah kanker serviks. Asupan makanan, misalnya, yang turut disebut-sebut dapat berperan sebagai pencegah kanker serviks. Lantas, apa saja pilihan makanan yang bisa dipilih? Simak ulasannya berikut ini.

Beragam makanan pencegah kanker serviks

Sejatinya, makanan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi dan energi tubuh setiap harinya. Menariknya, makanan ternyata turut memiliki andil sebagai pencegah berapa jenis penyakit, salah satunya kanker serviks.

Hal ini karena sejumlah kandungan yang ada dalam makanan tertentu dapat membantu tubuh melawan serangan virus, salah satunya adalah virus yang menyebabkan kanker serviks.

Seperti yang mungkin sudah Anda tahu, penyebab kanker serviks sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun, dalam hal ini, infeksi virus HPV (human papillomavirus) diyakini yang menjadi penyebab kanker serviks.

Nah, beberapa kandungan yang ada di dalam makanan ternyata dapat membantu mencegah serangan infeksi penyebab kanker serviks.

Virus HPV yang bersarang di dalam tubuh bisa mengubah sel normal pada serviks menjadi sel kanker. Dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat gizi yang dibutuhkan, Anda memiliki peluang untuk menurunkan risiko, juga mencegah kanker serviks.

Berikut adalah beberapa makanan pencegah kanker serviks yang bisa menurunkan risiko Anda.

1. Wortel

Sumber: Joyful Healthy Eats

Wortel merupakan salah satu makanan pencegah kanker serviks. Sayuran dengan warna oranye khas ini bukan hanya dikemas dengan segudang zat gizi baik di dalamnya.

Wortel mengandung vitamin dan antioksidan yang dipercaya dapat mencegah kerusakan sel-sel tubuh, sehingga menurunkan risiko kanker serviks. Selain itu, makanan ini juga diyakini dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker, termasuk kanker serviks.

Pernyataan tersebut dibuktikan oleh penelitian yang dimuat dalam Indian Journal of Medical and Paediatric Oncology. Kandungan vitamin A dan karotenoid di dalam wortel diyakini dapat mencegah peluang terjadinya kanker serviks.

Ketika kadar karotenoid di dalam tubuh rendah, akan muncul risiko neoplasia intraepitel serviks. Neoplasia intraepitel serviks adalah pertumbuhan jaringan abnormal (lesi) prakanker yang sangat dini. Itu sebabnya, wortel disebut-sebut mampu mencegah kanker serviks.

Tak hanya itu, wortel juga dilengkapi oleh kandungan falcarinol. Falcarinol merupakan jenis pestisida alami yang memiliki kandungan antiperadangan (antiinflamasi) di dalamnya.

Itu sebabnya, wortel menjadi bahan makanan yang berpotensi efektif sebagai pencegah infeksi virus HPV, yang berpotensi menyebabkan kanker serviks.

Selain dari wortel, Anda juga bisa mendapatkan manfaat karotenoid dari makanan seperti kentang dan labu.

2. Brokoli

Salah satu makanan yang juga mampu menurunkan risiko Anda terhadap kanker serviks adalah jenis sayuran cruciferous. Nama kelompok sayuran tersebut mungkin masih cukup asing dan jarang sekali Anda dengar.

Namun, bagaimana dengan brokoli? Brokoli adalah salah satu sayuran yang tergabung dalam kelompok cruciferous. Selain brokoli, sayuran lain yang masuk ke kelompok ini adalah sawi, kol, kembang kol, selada air, arugula, hingga bok choy.

Selain kaya akan kandungan serat, brokoli juga diperkaya dengan kandungan flavonoid di dalamnya. Mengutip dari jurnal Cancers, flavonoid dalam bahan makanan merupakan antioksidan yang berperan penting sebagai agen antikanker, termasuk pencegah kanker serviks.

Itulah sebabnya senyawa kimia yang satu ini dianggap sebagai sumber perlindungan utama dari serangan kanker. Bukan itu saja, brokoli mengandung zat yang bernama glucosinolates. Zat glucosinolates dalam makanan dipercaya efektif sebagai pencegah kanker serviks.

Usut punya usut, kandungan glucosinolates inilah yang memiliki andil sebagai pencita rasa pahit pada sayuran cruciferous. Berdasarkan National Cancer Institute, saat brokoli ditelan dan masuk ke saluran pencernaan, zat glucosinolates juga akan dipecah menjadi senyawa aktif yang bersifat antikanker.

Selain brokoli dan sayuran yang telah disebutka sebelumnya, alternatif makanan yang juga jadi sumber flavonoid, antraa lain apel, bawang putih, selada, bawang merah, kacang kedelai, serta bayam.

3. Stroberi

manfaat buah stroberi

Stroberi identik warna buahnya yang merah dengan rasa manis dan asam. Buah yang satu ini juga sudah terkenal dengan berbagai kandungan vitaminnya dan karotenoid.

Stroberi juga mengandung folat yang merupakan jenis vitamin B. Melansir dari Indian Journal of Medical and Paediatric Oncology, selain kandungan karotenoid, folat yang ada di dalam makanan juga bisa bertugas sebagai pencegah kanker serviks.

Hal ini dikarenakan folat dalam bahan makanan diduga dapat membantu menghentikan perkembangan infeksi HPV di dalam tubuh, sehingga berpotensi mencegah kanker serviks.

Di samping itu, buah stroberi juga mengandung polifenol. Polifenol merupakan sekelompok zat kimia dengan sifat antikanker yang cukup kuat.

Polifenol bekerja dengan cara menargetkan diri pada onkogen virus, yakni gen yang dapat mengubah sel normal menjadi sel tumor. Alhasil, melansir dari jurnal Moleculs, polifenol bisa membantu menurunkan risiko terjadinya kanker serviks.

Oleh karena itulah, stroberi juga termasuk ke dalam salah satu makanan pencegah kanker serviks.

Tak hanya stroberi, terdapat beberapa makanan lain yang mengandung polifenol sehingga dapat membantu Anda mencegah kanker serviks. Anda bisa mengonsumsi alpukat dan kacang-kacangan.

Tak hanya makanan, hidup sehat juga faktor pencegah kanker serviks

gaya hidup sehat kanker serviks

Meski makanan harian punya andil yang cukup besar untuk mencegah kanker serviks, cara ini tidak bisa berdiri sendiri. Anda juga harus menjalani perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat agar makanan pencegah kanker serviks yang Anda makan bisa bekerja dengan optimal.

Dijelaskan oleh Rachen Reitan, MD, selaku asisten dosen di Tulane University School of Medicine, Amerika Serikat, kanker serviks sebenarnya ada kaitannya dengan gaya hidup. Itu sebabnya, menjalani gaya hidup sehat juga terbilang sebagai cara ampuh untuk meminimalisir risiko kanker serviks.

Selain dengan makanan, melakukan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu menjadi faktor pencegah Anda mengalami kanker serviks.

Perubahan gaya hidup sehat dapat meliputi menghindari rokok, makanan cepat saji, berolahraga, mendapatkan vaksin HPV, serta melakukan deteksi dini kanker serviks.

Pastikan juga Anda melakukan hubungan seksual yang sehat, yakni hanya dengan satu pasangan. Pasalnya, bergonta-ganti pasangan seks bisa membuat Anda berisiko tinggi terserang infeksi menular seksual, termasuk virus HPV.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Cervical Cancer Prevention and Your Diet. https://www.everydayhealth.com/cervical-cancer/prevention.aspx Accessed on October 21st, 2019. 

Cerdik Tanggulangi Kanker. http://www.depkes.go.id/article/view/19082000006/cerdik-tanggulangi-kanker.html Accessed on October 21st, 2019. 

Cruciferous Vegetables and Cancer Prevention. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/diet/cruciferous-vegetables-fact-sheet Accessed on October 21st, 2019. 

Can Cervical Cancer Be Prevented? https://www.cancer.org/cancer/cervical-cancer/prevention-and-early-detection/can-cervical-cancer-be-prevented.html Accessed on October 21st, 2019. 

Prevention Cervical Cancer. https://www.nhs.uk/conditions/cervical-cancer/prevention/ Accessed on October 21st, 2019. 

Seven (Easy to Find) Foods That May Help Prevent Cancer. https://www.webmd.com/cancer/features/seven-easy-to-find-foods-that-may-help-fight-cancer#1 Accessed on October 21st, 2019. 

Marius Alexandru Moga., Oana Gabriela., Cristian Andrei., dkk. (2016). The Role of Natural Polyphenols in the Prevention and Treatment of Cervical Cancer-An Overview. Moleculs. 21(8): 1055. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6274328/ 

Mariam Abotaleb., Samson Mathews., Elizabeth Varghese., dkk. (2019). Flavonoids in Cancer and Apoptosis. Cancers. 11(1): 28. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6357032/ 

Lakshmi Labani., B. Andallu., M. Meera., dkk. (2009). Food Consumption Pattern in Cervical Carcinoma Patients and Controls. Indian Journal of Medical and Paediatric Oncology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2885877/ 

Kendra J. Royston., dan Trygve O. Tollefsbol. (2016). The Epigenetic Impact of Cruciferous Vegetables on Cancer Prevention. Current Pharmacology Reports. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4354933/

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Serviks Stadium 3: Perkembangan, Angka Harapan Hidup, dan Pengobatan

Perkembangan kanker serviks stadium 3 sudah bukan hanya di dalam serviks, tapi sudah sampai ke area tubuh lainnya. Yuk, cari informasinya lebih lanjut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Kanker Serviks Stadium 2: Perkembangan, Peluang Sembuh, dan Pengobatan

Kanker serviks bisa terus berkembang hingga mencapai stadium 2. Seperti apa tahap perkembangan kanker serviks di stadium ini, dan bagaimana perawatannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Segala Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Penyembuhan Kanker Serviks

Setelah pengobatan selesai, Anda akan masuk ke tahap penyembuhan kanker serviks. Apa saja yang perlu diperhatikan selama proses pemulihan kanker serviks?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

6 Pilihan Obat Herbal untuk Kanker Serviks Melihat dari Sisi Medisnya

Selain dengan tindakan medis dari dokter, minum obat herbal juga dinilai berpotensi untuk menghambat perkembangan sel kanker serviks. Apa saja pilihannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020
Bolehkah Tes IVA Saat Hamil untuk Mendeteksi Kanker Serviks?

Bolehkah Tes IVA Saat Hamil untuk Mendeteksi Kanker Serviks?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020
Berbeda dengan Pengangkatan Jaringan, Pahami Lebih Jauh Seputar Biopsi Serviks

Berbeda dengan Pengangkatan Jaringan, Pahami Lebih Jauh Seputar Biopsi Serviks

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 08/03/2020
Memahami Prosedur Tes HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Memahami Prosedur Tes HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 07/03/2020