Mengatasi Sesak Napas Akibat Kanker Paru

Oleh

Banyak di antara kita yang baru bersyukur atas nikmatnya udara yang dihirup saat mengalami sesak napas. Sesak napas merupakan gejala yang paling umum dari kanker paru. Menjalani keseharian sebagai seorang penderita kanker paru tentunya tidak mudah, terlebih lagi karena mereka harus berjuang setiap hari untuk bernapas bebas. Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk meringankan sesak napas bagi penderita kanker paru.

Berlatih teknik pernapasan

Latihan pernapasan dapat memperkuat otot paru. Di antara berbagai jenis latihan pernapasan yang dapat mengontrol ritme pernapasan, latihan yang paling populer adalah pursed-lip breathing. Latihan ini dapat dilakukan kapanpun bahkan ketika pasien mengalami sesak napas mendadak. Selain memperlambat ritme napas, latihan ini juga terbukti dapat mengurangi stres. Berikut ini langkah-langkah untuk latihan pursed-lip breathing:

  • Tarik napas melalui hidung dan keluarkan perlahan melalui mulut yang dikerucutkan.
  • Duduk dengan nyaman, lemaskan otot bahu dan leher.
  • Rapatkan kedua bibir, kecuali bagian tengah. Posisi mulut serupa seperti ketika Anda akan bersiul.
  • Tarik napas kembali melalui hidung selama dua detik.
  • Buang napas perlahan melalui mulut hingga hitungan ke empat.
  • Ulangi gerakan tarik dan buang napas selama 10 menit.

Lakukan latihan di atas kapanpun Anda merasa sesak napas. Anda akan merasa lebih baik setelah beberapa menit kemudian.

Ubah kebiasaan pola hidup

Ada segudang alasan mengapa Anda harus berhenti merokok. Salah satu alasan utamanya adalah agar Anda dapat bernapas dengan lebih mudah. Seorang perokok yang menderita kanker paru dianjurkan untuk berhenti merokok demi memulihkan kondisi kesehatannya. Jika Anda bukanlah perokok, Anda dianjurkan untuk menghindari paparan asap rokok dari lingkungan sekitar Anda, baik keluarga atau kerabat yang merokok. Menjadi perokok pasif juga dapat memperburuk kondisi paru Anda.

Karena berperan sangat penting, udara bersih harus tetap dijaga.  Anda dapat menciptakan udara bersih dengan cara menjaga lantai dan rak agar bebas dari debu. Anda juga dapat menggunakan humidifier untuk menjaga kelembaban udara. Hindari pengharum ruangan atau cairan pel yang mengandung pewangi sintetis. Pasalnya, zat kimia tersebut dapat tercampur dengan udara, terhirup oleh pasien, dan memicu sesak napas. Gunakan masker penutup hidung ketika bepergian ke luar rumah untuk menghindari polusi dan debu pemicu sesak napas.

Olahraga teratur

Olahraga teratur dapat meningkatkan aliran darah ke paru sehingga lebih banyak oksigen yang terkandung dalam darah. Namun demi memastikan keselamatan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum Anda memutuskan untuk berolahraga. Mulailah dengan olahraga ringan tiga kali seminggu selama 15 menit, dan secara perlahan tingkatkan frekuensi latihan jika Anda mampu. Ingat! Jangan memaksakan tubuh terlalu keras untuk berolahraga.

Konsumsi jenis makanan yang tepat

Makanan ternyata juga berpengaruh pada pola napas kita. Sebagai contoh, beberapa jenis makanan dapat menyebabkan perut kembung, melebar, dan akhirnya menekan daerah paru. Akibatnya ketika bernapas, paru tidak dapat mengembang secara optimal untuk mendapatkan cukup oksigen. Beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan perut kembung adalah susu, polong-polongan, kubis, dan brokoli. Jangan lupa untuk tetap mengonsumsi cukup air untuk melembabkan aliran udara.

Sesak napas dapat diatasi melalui perubahan pola hidup, nutrisi yang baik, dan beberapa langkah sederhana lainnya yang dapat dilakukan sendiri di rumah. Jika Anda masih mengalami masalah pernapasan, segera periksakan ke dokter untuk perawatan lebih lanjut.

Hello Health Group tidak memberikan anjuran medis, diagnosis, atau perawatan.

Share now :

Direview tanggal: Oktober 26, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 6, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca