Tes Darah yang Sebaiknya Dilakukan Ketika Anda Punya Tekanan Darah Tinggi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tekanan darah tinggi (hipertensi) sering kali tidak menimbulkan gejala apapun, sehingga satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda terkena hipertensi adalah dengan memeriksa tekanan darah Anda. Tak hanya itu saja, dokter juga mungkin akan merekomendasikan Anda untuk melakukan tes darah untuk memantau tekanan darah Anda.

Mengapa perlu melakukan tes darah untuk hipertensi?

Jika Anda telah didiagnosis memiliki tekanan darah tinggi, atau jika Anda diberi tahu berisiko terkena tekanan darah tinggi, maka terdapat tes darah penting yang akan diberitahukan oleh dokter untuk membantu memantau tekanan darah tinggi Anda.

Tes akan membantu dokter mengetahui apa penyebab dari tekanan darah tinggi yang dialami, dari kekurangan nutrisi hingga penumpukan lemak.

Kedua faktor ini tidak hanya meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi, tetapi juga menjadi alasan mengapa tekanan darah Anda sangat sulit untuk diobati. Tes ini juga penting untuk mengevaluasi organ lain dalam tubuh yang dapat dipengaruhi tekanan darah.

Tes darah apa yang harus saya lakukan?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tes darah biasanya dilakukan untuk membantu memantau tekanan darah Anda. Ada beberapa indikator tes darah yang dibutuhkan dokter guna memastikan tekanan darah Anda terkontrol dengan baik. Beberapa indikator ini meliputi:

Profil lipid (kadar lemak darah)

Kolesterol bergerak melalui darah dan melekat pada protein. Kolesterol dan protein ini disebut dengan lipoprotein. Analisis lipoprotein (profil lipoprotein atau profil lipid) bertujuan untuk mengukur kadar darah dari jumlah kolesterol, LDL kolesterol, HDL kolesterol, dan trigliserida.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat risiko terbentuknya aterosklerosis (penumpukan lemak pada pembuluh darah) yang bisa membuat pembuluh darah semakin kaku sehingga tekanan darah semakin tinggi. Tingginya profil lipid juga dapat menunjukkan risiko adanya sindrom metabolik.

Tingkat magnesium

Magnesium adalah salah satu jenis mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Magnesium berperan dalam lebih dari 300 proses biologis yang terjadi di dalam tubuh, termasuk pencernaan, komunikasi antar sel saraf, gerakan otot-otot, hingga membantu menjaga pembuluh darah agar tetap lentur. Cobalah untuk menjaga tingkat magnesium darah setidaknya 2,2-2,3 dalam kisaran mg / dL.

Tingkat asam urat

Tingkat asam urat tinggi (hyperuricemia) tidak hanya dapat menyebabkan gout alias encok. Pasalnya kadar asam urat yang tinggi berhubungan dengan resistensi insulin dan sindrom metabolik yang secara langsung meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi.

Hyperuricemia juga terkait dengan risiko gagal jantung kongestif, yang merupakan komplikasi dari tekanan darah tinggi yang tidak diobati. Secara umum, tingkat asam urat memberikan panduan umum untuk kesehatan sel-sel Anda.

Tingkat protein urin (albumin)

Banyak dokter, termasuk dokter ahli jantung akan melakukan tes urine ini. Jika Anda terkena diabetes, Anda mungkin sudah biasa melakukan pemeriksaan kadar protein dalam urin. Dokter akan melakukan tes ini pada setiap penderita tekanan darah tinggi walaupun tidak memiliki diabetes.

Alasannya adalah bahwa peningkatan kadar protein dalam urin merupakan cara tidak langsung memeriksa pembuluh darah atau kesehatan darah. Adanya protein dalam urin merupakan faktor risiko terkena disfungsi endotel dan tekanan darah tinggi.

Tingkat kalium

Kalium adalah mineral penting yang disebut sebagai elektrolit. Sebagai elektrolit, kalium memiliki peran untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mengendalikan tekanan darah. Kalium juga penting untuk menjaga fungsi otot dan saraf yang mengendalikan jantung. Dalam kondisi normal, kadar kalium di dalam darah berkisar antara 3,5 sampai 5  mEq/L.

Tingkat kreatinin

Tingkat kreatinin dalam darah mencerminkan seberapa baik ginjal Anda bekerja. Tekanan darah tinggi adalah penyebab kedua terjadinya penyakit ginjal, sedangkan diabetes adalah penyebab utama.

Tingkat glukosa

Tingkat glukosa darah normal adalah 70-100 g/L. Tes ini penting karena dua alasan. Pertama, tingkat glukosa darah yang lebih dari 126 mg/dL pada dua kali pemeriksaan adalah salah satu tanda seseorang terkena diabetes. Kedua, tingkat glukosa antara 100-126 adalah kriteria untuk kondisi yang disebut impaired fasting glucose (IFG).

IFG dikaitkan dengan resistensi insulin, sindrom metabolik (lebih tinggi dari kadar asam urat normal) yang mana semuanya meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi.

Memeriksa peradangan

Dua tes umum yang dapat menentukan peradangan adalah tingkat sedimentasi eritrosit (ESR juga disebut tingkat sed) dan protein C-reaktif (CRP). CRP juga telah digunakan untuk menentukan risiko Anda terkena penyakit jantung. Tingkat CRP yang tinggi meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca