5 Penyebab Gangguan Saraf Tepi yang Mungkin Tak Anda Duga

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Neuropati atau dikenal juga dengan gangguan saraf tepi bukan hanya mewakili satu jenis kondisi kesehatan saja. Namun, istilah ini untuk menjelaskan berbagai kondisi yang berhubungan dengan penyakit dan kerusakan pada saraf perifer serta gejala yang terjadi dari kondisi tersebut. Sistem saraf periferal mengirimkan sinyal antara sistem saraf pusat (otak dan saraf tulang belakang) dan bagian tubuh lainnya. Gangguan pada saraf tepi ini cukup sering disebabkan akibat komplikasi dari diabetes. Namun selain penyakit tersebut, penyebab neuropati dapat berupa kondisi lain dan sebagian mungkin belum Anda ketahui.

Berbagai penyebab gangguan saraf tepi yang tak banyak orang tahu

Neuropati tidak disebabkan hanya karena satu penyakit saja. Sejumlah kondisi dan kejadian yang terjadi pada tubuh dapat menyebabkan gangguan pada saraf tepi. Oleh karena itu, terdapat lebih dari 100 jenis neuropati. Sebagian penyebab seperti diabetes dan kanker sudah cukup dikenal, tapi sebagian lain mungkin masih belum Anda ketahui. Beberapa penyebab tersebut antara lain:

Kekurangan asupan vitamin B

manfaat vitamin b12

Hal pertama yang dapat menjadi penyebab seseorang mengalami neuropati adalah kekurangan atau defisiensi vitamin yang penting bagi metabolisme sistem saraf, yaitu vitamin B1, B6, B12. Ketika Anda kurang mendapat asupan vitamin ini, saraf dalam tubuh terkena dampaknya dan dapat menyebabkan hilangnya fungsi saraf.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola makan yang seimbang agar mendapat asupan vitamin B yang cukup. Tak hanya makanan, Anda tentu dapat menambah asupan vitamin B melalui suplemen untuk mencegah terjadi gangguan pada sistem saraf.

Kecanduan alkohol

cara mengatasi kecanduan alkohol

Bagi Anda yang mengalami kecanduan terhadap alkohol, risiko untuk mengalami gangguan saraf tepi akan meningkat. Pasalnya, alkohol dapat menyebabkan neuropati dalam dua cara.

Pertama, alkohol secara langsung meracuni saraf. Lalu yang kedua adalah kecanduan alkohol membuat orang cenderung memiliki gaya hidup yang buruk. Hal ini menyebabkan kurangnya asupan nutrisi sehingga mengakibatkan defisiensi vitamin B dan nutrisi lain yang penting bagi fungsi saraf.

Terpapar oleh racun

Secara logika, Anda memang sulit untuk terpapar oleh racun. Namun, secara tidak sadar, Anda mungkin mengonsumsi racun melalui makanan yang dianggap sebagai makanan sehat. 

Norman Latov, MD, PhD, menyatakan bahwa sebagian orang mengonsumsi makanan laut karena mereka pikir baik untuk kesehatan. Padahal makanan laut dapat mengandung merkuri yang tinggi. Dr. Latov menambahkan, nasi merah juga dapat mengandung arsenik (racun yang tidak berasa, berbau, atau berwarna) yang tinggi dan dapat menjadi penyebab neuropati.

Terlalu banyak melakukan gerakan yang repetitif

Berbagai kegiatan atau aktivitas seperti pekerjaan, hobi, atau olahraga terkadang mengharuskan Anda untuk melakukan gerakan yang repetitif atau berulang. Hal ini ternyata juga dapat meningkatkan risiko dan menjadi menjadi penyebab gangguan saraf tepi. 

Efek samping dari obatobat kemoterapi minum

Terdapat berbagai jenis dan bentuk obat untuk mengatasi penyakit. Beberapa di antaranya ternyata bisa memberikan efek samping yang mempengaruhi fungsi saraf. Salah satunya adalah efek samping dari kemoterapi.

Pengidap kanker yang menjalani pengobatan kemoterapi dapat mengalami periferal neuropati dan merasakan gejala seperti:

  • Nyeri 
  • Pergerakan terganggu
  • Perubahan ritme denyut jantung dan tekanan darah
  • Kesulitan menjaga keseimbangan
  • Masalah pernapasan
  • Lumpuh
  • Kegagalan pada fungsi organ

Beberapa obat-obatan untuk mengatasi tekanan darah dan antibiotik tertentu juga dapat menjadi penyebab seseorang mengalami periferal neuropati.

Dari sejumlah penyebab yang telah disebutkan, mungkin Anda tidak akan menyangka bahwa hal tersebut dapat berakibat pada gangguan saraf tepi. Beberapa penyebab di atas berasal dari gaya hidup yang buruk. Untuk itu, jaga dan perbaiki gaya hidup sehingga Anda terhindar dari penyakit yang dapat memicu neuropati.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Gejala Awal Penyakit Tiroid yang Kerap Diabaikan

Banyak yang tidak mengenai gejala penyakit tiroid. Padahal, jika tak segera diobati, gangguan ini bisa menimbulkan masaah kesehatan lain.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Penyakit Tiroid, Health Centers 16 April 2019 . Waktu baca 5 menit

Kenali Gangguan Konversi, Ketika Emosi Mengacaukan Fungsi Saraf Anda

Gangguan konversi adalah penyakit yang menyerang fungsi saraf. Pemicu utamanya adalah gejolak emosi. Pelajari gejala, penyebab, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 8 Maret 2018 . Waktu baca 5 menit

5 Jenis Penyakit yang Dapat Mematikan Gairah Seksual Anda

Gairah seks bisa saja menurun sewaktu-waktu. Ini wajar. Namun jika gairah seksual hilang dalam waktu lama, mungkin ini disebabkan penyakit yang Anda idap.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 4 Januari 2018 . Waktu baca 6 menit

Kenali Allodynia, Kelainan yang Membuat Kulit Sakit Luar Biasa Saat Disentuh

Jika kulit Anda terasa sakit saat disentuh atau menjadi sensitif terhadap sentuhan, mungkin itu adalah allodynia. Apa itu allodynia? Berikut penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Nyeri Kronis, Health Centers 2 November 2017 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat terapi akupuntur

Manfaat Terapi Akupuntur untuk Gangguan Sistem Saraf Tepi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 28 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
neuropati diabetik

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor

5 Gejala Neuropati yang Sering Diabaikan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 17 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
kerusakan saraf tepi

Apakah Anda Berisiko Kena Kerusakan Saraf? Cek di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit