Awas, Menahan Buang Air Besar Bisa Berakibat Fatal

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Setiap orang perlu buang air besar (BAB) setiap hari. Kegiatan umum ini tentu berlaku bagi semua orang dari setiap latar belakang usia, jenis kelamin, bahkan kelas sosial. Tapi apa jadinya kalau kita tidak buang air besar selama berhari-hari?

Salah satu kasus yang berkaitan dengan masalah BAB terjadi pada awal 2013 lalu. Dilansir Kompas.com dari WomensHealthMag.com, kasus menahan buang air besar secara ekstrem tersebut terjadi pada seorang remaja bernama Emily Titterington (16 tahun) yang berasal dari Cornwall, Inggris. Ia meninggal 8 Februari 2013 karena tidak BAB selama 8 minggu!

Remaja yang menderita autisme ringan ini, sepanjang usianya telah mengalami masalah BAB. Ia juga takut untuk masuk ke toilet, sehingga ia memilih untuk menahan BAB. Hasil pemeriksaan medis atas kematiannya menyebutkan bahwa Emily menderita serangan jantung fatal, yang diakibatkan oleh pembesaran usus yang menekan beberapa organ tubuh bagian dalam lainnya.

Ahli patologi Amanda Jeffery, menjelaskan bahwa Emily menderita pembesaran usus yang sangat masif. Di rumah sakit tempat Emily dirawat, perawat yang bertugas, Lee Taylor, juga mengatakan perut Emily terlihat membesar.

Lee melihat Emily dua kali pada malam kematiannya. Ia juga mengatakan, “Perutnya benar-benar membesar. Tulang rusuk bawah Emily telah terdorong melebihi tulang kelaminnya.”

Dokter yang merawat Emily, Alistair James, mengatakan sebenarnya Emily tidak perlu sampai menderita seperti itu. “Kematiannya bisa dicegah dengan perawatan dan waktu yang tepat,” ujarnya.

Sayangnya, masih kata James, obat pencahar yang diresepkan untuk Emily ditolak untuk digunakan, karena ia juga takut diperiksa di rumah sakit.

Kasus kematian akibat tidak bisa BAB atau menahan BAB sangat jarang sekali terjadi. Akan tetapi, orang yang menderita tinja atau pup yang mengeras sehingga sulit dikeluarkan umum terjadi, meskipun jarang dialami pada orang dewasa dan lebih sering diderita oleh anak-anak, kata psikolog anak Carin Cunningham.

“Biasanya lebih dialami anak-anak. Hal itu merupakan respon dari rasa sakit akibat sembelit, sehingga anak-anak takut untuk mengejan,” ujar Carin.

Kesulitan untuk BAB pada anak, mungkin lebih sering dialami pada anak-anak yang menderita autisme. “Karena ambang sakitnya lebih rendah dan mereka tidak bisa berhubungan dengan apa yang dialami tubuh mereka,” papar Carin.

Kasus sembelit sebenarnya lebih jarang terjadi ketika anak menginjak usia remaja, karena biasanya remaja sudah sadar ada sesuatu yang salah ketika mereka menahan BAB atau sulit BAB.

Frekuensi BAB pada setiap orang sangat bervariasi. Umumnya sehari sekali, bahkan ada yang sampai tiga kali sehari, ada juga yang sekali dalam 4 hari. Bila terjadi perubahan kebiasaan pada BAB Anda, segera konsultasikan dan periksakan diri ke dokter. Apalagi bila dibarengi adanya darah pada tinja, demam cukup lama, dan berat badan turun tanpa penyebab yang jelas.

Sebaiknya juga jangan menahan kentut

Umumnya, buang angin alias kentut adalah salah satu tanda atau sinyal bagi Anda kalau sudah waktunya untuk BAB. Buang angin bisa terjadi kapan dan di mana saja, dan banyak orang malu untuk melakukannya di tempat umum. Namun, para peneliti yang meneliti masalah kentut, menyarankan untuk tidak menahan kentut, sekalipun saat berada di pesawat, karena bisa membahayakan kesehatan kita.

Kepada Travelbook.de, pakar gastroentrologi Mathias Strowski mengatakan, kentut adalah proses biologis yang normal. Setiap orang bisa memproduksi 1,5 liter gas di dalam tubuh setiap hari.

“Sebagian besar masuk melalui dinding usus ke darah, diurai di hati, dan dihembuskan keluar melalui paru-paru,” ujar Strowski.

Strowski juga memaparkan bahwa kentut mengandung beberapa zat, seperti nitrogen, oksigen, metan, karbondioksida, dan hidrogen. Yang menyebabkan kentut bisa berbau adalah karena ada campuran hidrosulfida.

Lalu, kalau sedang berada di tempat umum dan ramai orang, baiknya ditahan atau tidak? Sejumlah peneliti yang mempublikasikan hasil penelitiannya di New Zealand Medical Journal menjawab, “Just let it go,” alias jangan ditahan. Kentut yang ditahan akan mengganggu pencernaan, mengakibatkan sakit perut, dan juga kembung.

Sama dengan menahan BAB, menahan kentut bisa membuat usus kram dan udara terjepit di dalam lambung.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . 5 menit baca

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

    Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

    Waktu kecil atau bahkan saat dewasa, Anda mungkin pernah mengalami mimpi buruk saat demam atau sakit. Pasti sangat mengganggu, kan? Nah, ini dia alasannya!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 14/06/2020 . 5 menit baca

    Ini Penyebab Kulit Kita Bisa Merinding

    Saat nonton film horor atau berada di tempat yang sangat tinggi, kulit bisa merinding ketakutan. Nah, ini dia penjelasan kenapa tubuh bereaksi seperti itu.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 13/06/2020 . 4 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    mual karena gugup

    Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca
    mata plus pada anak

    Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca
    frozen yogurt vs es krim sehat mana

    Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca
    penyebab vagina bau

    Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca