5 Kiat Menjaga Hati Tetap Sehat Bagi Pengidap Hepatitis C

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Hati adalah organ penting yang berfungsi untuk menetralisasi racun dan membantu mencerna lemak. Salah satu penyakit yang menyerang hati adalah hepatitis C (HCV). Orang dengan penyakit ini, perlu melindungi kesehatan organ hati. Namun, bagaimana cara menjaga kesehatan hati pengidap hepatitis C? Simak beberapa caranya berikut ini.

Pentingnya menjaga kesehatan hati bagi pengidap HCV

Bukan hanya peradangan, penyakit hepatitis C juga bisa menyebabkan kerusakan hati serius jika infeksinya menyebar melalui darah.

Dalam jangka panjang dan tanpa perawatan yang tepat, penyakit ini juga bisa menyebabkan komplikasi. Inilah alasannya pengidap hepatitis C perlu melindungi kesehatan organ hati.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat terinfeksi hepatitis C, di antaranya:

  • Sirosis. Ini menandakan adanya jaringan parut pada hati yang bisa mengganggu fungsi normal hati.
  • Kanker hati. Kinerja hati yang tidak normal bisa memicu pertumbuhan sel abnormal di hati pada sebagian kecil orang dengan hepatitis C.
  • Gagal hati. Kondisi ini menandakan bahwa hati berhenti berfungsi.

Bila seseorang sudah terinfeksi virus hepatitis C, langkah tepat yang harus dilakukan adalah mendapatkan pengobatan dari dokter.

Selain itu, pengidap hepatitis C juga perlu menerapkan gaya hidup sehat sebagai cara untuk menjaga kesehatan hati.

Cara menjaga kesehatan hati bagi pengidap hepatitis C

transplantasi hati

Meski terkena penyakit hepatitis C, pasien tetap bisa mencegah dan memperlambat terjadinya kerusakan dan komplikasi pada hati. Bagaimana caranya?

1. Ikuti pengobatan dokter dengan benar

Infeksi hepatitis C bukan seperti flu atau pilek yang bisa sembuh dengan sendirinya. Pasien sangat membutuhkan perawatan langsung dari dokter.

Ini merupakan cara paling utama untuk menjaga kesehatan hati pasien. Jadi, ikuti pengobatan yang dianjurkan oleh dokter.

Obat-obatan yang diresepkan mampu menghentikan kerusakan hati, mengurangi gejala yang ditimbulkan, dan menurunkan risiko komplikasi yang lebih serius.

Selain mengikuti pengobatan secara rutin, pasien juga perlu mengevaluasi obat-obatan yang digunakan. Jika kurang efektif atau menimbulkan efek samping yang cukup mengganggu, jangan ragu untuk konsultasi pada dokter.

2. Berhenti minum alkohol

Cara menjaga kesehatan hati bagi penderita hepatitis C selanjutnya adalah menghentikan kebiasaan minum alkohol.

Alkohol dapat menyebabkan pembengkakan dan memperparah iritasi yang terjadi pada hati. Jika kebiasaan minum ini terus berlanjut, risiko terjadinya sirosis akan semakin tinggi.

3. Hati-hati dengan penggunaan obat-obatan tertentu

Orang dengan hepatitis C tidak boleh sembarangan menggunakan obat. Misalnya saja, jika terserang flu, obat yang direkomendasikan untuk pasien yang memiliki penyakit ini adalah acetaminophen.

Namun, harus diingat bahwa dosisnya tidak boleh lebih dari 2.000 mg dalam 24 jam. Obat ibuprofen biasanya tidak dianjurkan untuk diberikan pada pasien dengan sirosis.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pasien harus mendapat lampu hijau dari dokter apabila hendak mengonsumsi obat selain untuk hepatitis C.

Selain itu, hindari juga penggunaan obat herbal dan suplemen zat besi tanpa izin dokter. Pasalnya, suplemen penambah zat besi diketahui bisa mempercepat terjadinya jaringan parut di hati pada orang dengan hepatitis C.

4.  Segera lakukan tes hepatitis A dan B

Selain hepatitis C, ada pula jenis hepatitis lain, yaitu hepatitis A dan B. Jika Anda memiliki hepatitis C dan terinfeksi hepatitis A dan B, kondisi tubuh akan semakin bertambah buruk.

Untuk melindungi kesehatan hati, pasien harus menjalani tes darah apakah tubuh kebal dengan virus hepatitis A atau hepatitis B.

5. Jaga pola makan, tidur cukup, dan olahraga rutin

Sama seperti penyakit lainnya, pasien hepatitis C harus menjaga kualitas tidurnya. Kurang tidur bisa membuat sistem imun melemah sehingga meningkatkan risiko terkena infeksi bakteri atau virus yang bisa mengganggu fungsi hati.

Selain itu, pola makan dan aktivitas fisik harus diperhatikan. Pasien harus menghindari makanan kemasan yang mengandung tinggi garam, makanan yang digoreng, dan yang tinggi lemak jenuh.

Makan tersebut bisa meningkatkan berat badan yang berpotensi menyebabkan terjadinya penumpukan lemak di hati.

Sebaliknya, pasien harus meningkatkan asupan makanan kaya vitamin, protein, serat, dan mineral seperti sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Namun, porsinya juga tidak boleh berlebihan.

Selain itu, rutin berolahraga juga menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan oleh penderita hepatitis C untuk menjaga organ hatinya. Aktivitas fisik membantu pasien untuk mengendalikan berat badan sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh.

Buat jadwal bertemu dengan dokter untuk merencanakan diet sehat dan olahraga terbaik bagi pengidap hepatitis C.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Makanan Sehat yang Dianjurkan untuk Pasien Hepatitis

Berbagai jenis makanan ini dapat membantu meringankan kerja organ hati untuk pasien yang memiliki kondisi hepatitis. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Gangguan Pencernaan, Health Centers 18 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Obat Herbal yang Efek Sampingnya Meningkatkan Risiko Penyakit Hati

Obat herbal digunakan sebagai alternatif untuk mengobati suatu penyakit. Namun, ada beberapa daftar obat herbal yang bisa meningkatkan penyakit hati.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 11 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit

Kenali HBcAg, Tes untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B

Hepatitis B bisa merusak liver. Untuk mendeteksinya, orang yang berisiko perlu menjalani tes HBcAg. Apa itu HBcAg? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Setelah Didiagnosis Mengalami Gagal Hati, Apa Pengobatan yang Harus Dilakukan?

Adanya masalah bisa membuat fungsi organ hati terganggu, bahkan menyebabkan gagal hati. Sebelum memburuk, cari tahu seputar pengobatan gagal hati di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 11 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin hepatitis A

Vaksin Hepatitis A pada Anak, Ini Manfaat dan Jadwalnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 26 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit
mitos hepatitis C

Kenali Mitos Seputar Hepatitis C yang Perlu Diketahui Kebenarannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
temulawak obat hepatitis

Benarkah Temulawak Bisa Dijadikan Obat Hepatitis?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 15 April 2020 . Waktu baca 3 menit
pantangan bagi penderita hepatitis

7 Pantangan Penderita Hepatitis yang Penting Dihindari

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 3 April 2020 . Waktu baca 4 menit