Perhatikan! Ini Beragam Gejala Maag Kronis yang Bisa Kambuh Sewaktu-waktu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Penyakit kronis diartikan sebagai suatu kondisi penyakit yang telah berlangsung lama. Hanya saja, penyakit kronis biasanya akan hilang dan kambuh lagi di kemudian hari. Salah satu penyakit yang kerap digolongkan menjadi kronis, yakni maag. Sebelum semakin memburuk, penting untuk mengetahui berbagai gejala yang muncul pada maag kronis.

Apa saja gejala maag kronis?

Selama ini mungkin Anda mengira maag adalah nama suatu penyakit. Padahal nyatanya, maag adalah sebuah “julukan” yang digunakan untuk memudahkan dalam menggambarkan gejala dari berbagai gangguan pencernaan.

Penyebab maag sendiri pun terdiri atas berbagai penyakit berbeda. Mulai dari GERD atau refluks asam lambung, irritable bowel syndrome atau IBS, tukak lambung, hingga radang lambung atau gastritis.

Semua penyakit tersebut umumnya memiliki gejala yang disebut dengan gejala. Nah, seperti dengan istilah maag yang sebenarnya tidak ada, sebutan maag kronis juga demikian.

Akan tetapi, dari beberapa penyakit penyebab maag tersebut hanya gastritis saja yang bisa dibedakan sebagai kronis dan akut. Oleh karena itu, sebutan maag kronis ini bisa dikarenakan adanya gastritis atau radang lambung kronis.

Lantas, bagaimana dengan gejala maag kronis itu sendiri? Gejala ini awalnya muncul karena berbagai penyebab. Mulai dari iritasi pada lapisan lambung, infeksi bakteri H. pylori, konsumsi obat NSAID berlebih, maupun reaksi autoimun yang mengakibatkan kekurangan vitamin B12.

Nah, berikut serangkaian gejala maag kronis yang dipicu oleh gastritis:

1. Sakit di perut bagian atas

obat perut kembung

Salah satu gejala utama yang timbul pada maag kronis yaitu rasa nyeri atau sakit perut. Namun, biasanya nyeri atau ketidaknyamanan pada perut ini hanya terasa tepat di bagian atas saja, dan bukan di seluruh bagian perut.

Ini dikarenakan posisi lambung, yang merupakan sasaran utama pada gastritis atau peradangan lambung, terletak di perut bagian atas. Bahkan, beberapa orang juga kerap mengalami keluhan sakit atau nyeri pada ulu hati.

Pasalnya, nyeri pada lambung yang ada di bagian atas perut ini, seolah dapat mengalir hingga memengaruhi bagian ulu hati.

2. Mual dan muntah

muntah darah saat hamil

Mual dan muntah bukan suatu penyakit sendiri, melainkan gejala yang timbul dari penyakit tertentu, salah satunya maag kronis karena gastritis. Kondisi mual serta muntah biasanya terjadi bersamaan, sebagai pertanda adanya masalah pada sistem pencernaan.

Terutama jika porsi makan Anda terlalu banyak, diiringi dengan makan yang terlalu cepat. Hal ini juga dapat memicu munculnya rasa mual, yang kemudian membuat Anda muntah-muntah.

Selain itu, waktu berlangsungnya mual dan muntah juga bisa mengindikasikan penyebab awalnya. Sebagai satu dari beberapa gejala maag kronis karena gastriris, mual dan muntah biasanya akan muncul setelah perut terisi penuh oleh makanan.

Pada dasarnya, mual dan muntah tidak terlalu berbahaya. Hanya saja, tetap tidak boleh disepelekan karena bisa menjadi tanda adanya penyakit lain yang lebih serius.

3. Mudah merasa kenyang saat makan

menaikkan berat badan

Gejala maag kronis yang timbul akibat gastritis juga bisa membuat Anda gampang merasa kenyang saat makan. Padahal, mungkin saja makanan yang tersedia di hadapan Anda belum habis seluruhnya.

Apalagi karena tak jarang, gejala maag tersebut biasanya disertai dengan kenaikan asam lambung yang semakin membuat Anda terganggu. Semua hal tersebut yang kemudian memicu timbulnya rasa kenyang dan penuh di perut lebih cepat saat makan.

Sampai akhirnya, Anda menjadi malas makan karena merasa sudah cukup kenyang. Meski sebenarnya, jumlah makanan yang masuk ke perut masih terlalu sedikit.

Pada intinya, porsi makan saat maag kronis kambuh umumnya jauh lebih sedikit ketimbang di hari biasanya.

4. Nyeri perut setelah makan

mulas setelah makan pedas

Nyeri perut yang terasa usai makan ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sakit perut di bagian atas. Keluhan ketidaknyamanan pada perut setelah makan ini, biasanya juga terasa di bagian atas perut.

Namun bedanya, rasa nyeri mungkin bisa bertambah parah setelah Anda makan. Kondisi ini umumnya ada kaitannya dengan perasaan mudah kenyang saat makan.

Itu sebabnya, porsi makan yang sedikit saja sudah bisa dengan mudah membuat Anda kenyang. Padahal ketika gejala maag kronis karena gastritis sedang tidak kambuh, porsi sepiring makanan Anda bisa jauh lebih banyak.

Oleh karena itu, rasa kekenyangan seperti penuh pada perut yang nantinya memicu munculnya nyeri di bagian atas perut setelah makan.

5. Perut kembung

sakit perut saat flu

Perut kembung sebagai gejala maag kronis karena gastritis bisa disebabkan oleh penumpukan gas di dalam perut. Seperti yang sempat dijelaskan di awal, maag bisa disebabkan oleh berbagai penyakit berbeda.

Termasuk di dalamnya ada radang lambung atau gastritis, dan GERD atau asam lambung. Nah, kelebihan gas di perut ini sebenarnya bukan semata-mata disebabkan oleh gastritis, melainkan karena peningkatan asam lambung dari GERD.

Akibatnya, rasa kembung pada perut ini dapat membuat Anda cepat kenyang saat makan, bahkan bisa disertai dengan nyeri perut setelahnya. Jadi, bukan hanya makanan dan minuman saja yang memicu cepat kenyang sebagai gejala maag kronis karena gastritis.

Namun, juga karena hadirnya sejumlah gas di dalam perut sehingga dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang menjadi penyebab maag.

6. Sering bersendawa

cara mencegah mulut kering saat puasa

Sendawa yang kerap muncul karena maag kronis akibat gastritis ini merupakan efek samping dari perut kembung. Sebab ketika perut kembung, kelebihan gas di dalamnya tentu harus segera dikeluarkan guna membuat tubuh lebih nyaman.

Salah satu yang bisa membantu mengeluarkan penumpukan gas yang lebih tersebut yakni dengan cara sendawa. Ketika Anda bersendawa, otomatis gas serta udara yang ada di dalam perut pun akan keluar sedikit demi sedikit.

Sebagai satu dari beberapa gejala maag kronis karena gastritis, sendawa biasanya terjadi berkali-kali dalam sehari. Wajar saja, hal ini memang bertujuan untuk meringankan ketidaknyamanan pada perut karena terlalu penuh dengan gas yang berlebih.

7. Nafsu makan menurun

tidak nafsu makan

Merasa kenyang saat makan yang disertai dengan nyeri atau sakit perut setelahnya, kadang membuat Anda menjadi malas makan. Penurunan nafsu makan ini bukan sepenuhnya dikarenakan Anda tidak lapar, tapi lebih karena ketidaknyamanan yang muncul di saat dan setelah makan.

Alhasil, nafsu makan hilang inilang yang turut menjadi salah satu gejala ketika maag kronis akibat gastritis kambuh kembali.

Gejala maag kronis karena reaksi autoimun

cara mengatasi kelelahan

Beberapa gejala maag kronis karena gastritis sebelumnya biasanya timbul akibat adanya iritasi pada lapisan lambung, dan serangan infeksi bakteri H. pylori. Sedangkan untuk kasus gastriris kronis yang disebabkan oleh autoimun, gejala yang timbul akan berbeda.

Kondisi autoimun ini dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan dinding lambung yang sehat, Akibatnya, sel-sel tersebut bisa mengalami kerusakan, contohnya sel parietal. Sel parietal seharusnya berperan dalam proses penyerapan vitamin B12.

Inilah yang membuat reaksi autoimun sebagai penyebab maag kronis karena gastritis, menggangu penyerapan vitamin B12. Anda akhirnya berisiko mengalami anemia pernisiosa.

Dalam hal ini, tubuh akan menunjukkan gejala maag kronis karena gastritis yang disebabkan oleh anemia persiosa, sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Mudah lelah
  • Napas pendek, terutama saat berolahraga
  • Diare
  • Kuku rapuh dan kulit kering
  • Konsentrasi terganggu
  • Tubuh lemah dan lemas

Kapan harus ke dokter?

infeksi jamur vagina

Baik maag kronis maupun akut yang disebabkan oleh gastritis, sebenarnya tidak selalu membahayakan. Dengan perawatan dan pemberian obat maag kronis yang tepat, berbagai keluhan dan gejalanya bisa segera disembuhkan.

Meski begitu, Anda dianjurkan untuk tidak menyepelakan berbagai kemunculan gejala karena dapat berkembang lebih serius. Anda patut curiga ketika gejala ini berlangsung lebih dari seminggu.

Segera periksakan ke dokter jika gejala maag kronis karena gastritis berkembang semakin parah, seperti:

  • Detak jantung lebih cepat
  • Muntah darah
  • Susah bernapas atau menelan
  • Kebingungan
  • Pingsan

Bukan tidak mungkin, gangguan pencernaan ini berisiko mengakibatkan perdarahan pada lambung dan usus kecil. Waspadai jika muntahan berwarna gelap dan terlihat seperti bubuk kopi, atau warna feses menghitam.

Baca Juga:

Sumber