4 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Tentu rasanya sangat mengkhawatirkan melihat bayi terkena diare di rumah. Namun, Anda tidak perlu panik. Jika usianya masih di bawah atau sekitar 6 bulan, langkah yang paling tepat untuk mengatasi diare pada bayi adalah dengan tetap menyusuinya dengan kadang diselingi pemberian oralit. Kendati demikian, ibu menyusui perlu lebih memerhatikan asupan makanannya karena ditakutkan malah akan memperparah kondisi si kecil. Lantas, makanan apa saja yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare? Cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare

berhenti minum susu

ASI merupakan sumber makanan dan cairan utama bagi bayi di bawah usia 6 bulan. Manfaatnya pun nyatanya tidak hanya itu. ASI mengandung antibodi yang bisa meningkatkan sistem imun bayi agar ia lebih kebal dan cepat sembuh dari penyakit.

Air susu ibu memiliki semua kehebatan itu dari apa yang Anda makan setiap hari. Setiap nutrisi atau zat yang ada dalam makanan sang ibu terserap ke dalam ASI dan akhirnya masuk ke tubuh bayi. Nah, itu kenapa tidak semua makanan sebetulnya baik untuk dikonsumsi ibu menyusui saat bayi masih diare.

Beberapa zat atau nutrisi tertentu yang masuk lewat ASI dan belum dapat dicerna baik oleh perut bayi dikhawatirkan dapat memperburuk diare yang dialami bayi. Apalagi jika makanan tersebut dikenal rentan memicu gejala alergi atau intoleransi.

Alergi makanan menandakan bahwa sistem imun bereaksi secara berlebihan pada suatu zat dari makanan. Sementara itu, intoleransi laktosa terjadi akibat tubuh tidak memiliki enzim yang bertugas untuk mencerna suatu zat dari makanan. Jenis makanan ini idealnya sangat harus dihindari oleh ibu saat menyusui, baik selama bayi diare tapi juga ketika ia sehat.

Umumnya makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare, antara lain:

1. Produk susu

Susu sapi atau kambing dapat diolah menjadi susu kemasan, keju, atau yogurt. Jenis makanan ini sangat umum memicu alergi atau intoleransi pada bayi. Jadi saat bayi diare, makanan yang terbuat dari susu sapi atau kambing harus dihindari ibu menyusui sampai kondisinya membaik.

Intoleransi pada produk susu disebabkan oleh kandungan laktosa di dalamnya. Laktosa adalah gula alami pada susu sapi. Sementara alergi susu disebabkan oleh tubuh yang memproduksi antibodi non IgE yang akhirnya menimbulkan masalah pencernaan, seperti muntah atau diare.

2. Kacang kedelai

Selain produk susu, makanan yang umumnya harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare adalah kacang kedelai. Tidak cuma dalam bentuk kacang kedelai tuh, tapi juga bentuk olahannya seperti susu kedelai, tempe, tahu, atau makanan olahan lainnya. Sama seperti alergi susu, beberapa bayi juga memproduksi antibodi non IgE bila di tubuhnya ada protein kacang kedelai.

3. Makanan mentah

Studi dalam Korean Journal of Pediatrics tahun 2017 menyebutkan bahwa makanan mentah masuk dalam deretan makanan yang harus dihindari ibu menyusui, terlebih saat bayi diare.

Makanan mentah bisa saja masih mengandung sedikit kuman yang dapat menjadi sumber infeksi dan penyebab diare. Ini dapat meningkatkan risiko sang ibu mengalami keracunan makanan yang kemudian bisa memengaruhi proses pemberian ASI pada bayi.

Pada kasus langka, keracunan makanan pada bayi menyebabkan septikemia (keracunan darah akibat bakteri masuk ke dalam aliran darah). Bakteri ini bisa mencapai ASI dan membahayakan kondisi bayi yang sedang diare. Contoh makanan mentah yang harus dihindari saat menyusui bayi yang masih diare adalah karedok, trancam, asinan sayur, hingga sushi dan sashimi.

4. Minuman berkafein dan alkohol

Minuman yang mengandung kafein juga harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare. Pada studi yang sama dengan di atas dijelaskan bahwa kafein dalam minuman seperti kopi, teh, dan minuman bersoda dapat mengalir ke dalam ASI sebanyak 1% dari jumlah kafein total.

Efek buruk pada bayi mungkin terjadi, bila kopi diminum lebih dari 2 hingga 3 cangkir sehari dan teh 3 hingga 4 cangkir sehari.

Kebiasaan minum alkohol selama menyusui si kecil pun harus diperhatikan. Pasalnya, alkohol juga bisa mengalir ke dalam ASI dan mungkin memperburuk gejala diare. Kandungan alkohol dalam ASI dapat bertahan selama

Tips menemukan makanan yang harus dihindari

menulis tangan vs mengetik

Dari daftar di atas, mungkin ada makanan atau minuman lain yang ternyata harus juga dihindari ibu menyusui saat bayi diare. Untuk menemukan makanan tersebut, Anda perlu mengamati kondisi bayi di rumah dengan beberapa langkah sederhana ini.

Kenali dan amati gejala diare pada bayi

Anda perlu mengamati bagaimana gejala diare bayi setelah menyusu dan jenis makanan apa yang Anda dikonsumsi sebelumnya. Menurut Kids Health, bayi merespons setiap makanan yang dikonsumsi ibunya dengan cara yang berbeda-beda.

Beberapa ibu mendapati diare bayi semakin parah setelah mereka mengonsumsi sayuran yang mengandung banyak gas, seperti kembang kol atau brokoli. Di sisi lain, bayi yang lain bisa-bisa saja menerimanya.

Diare dapat menyebabkan bayi terus buang air dengan feses yang encer, disertai dengan gejala muntah dan perut mulas. Kondisi ini bisa membuat bayi rewel, susah tidur nyenyak, dan perutnya sering berbunyi. Ini adalah ciri yang sangat mudah dilihat oleh Anda.

Ingat dan catat makanan yang dicurigai memicu diare pada bayi

Setelah mengamati gejala, selanjutnya ingat-ingat lagi apa makanan yang dikonsumsi beberapa jam sebelum menyusui.

Bila Anda mencurigai beberapa makanan tertentu, buat catatan supaya tidak lupa. Catatan ini bisa membantu menemukan makanan yang harus dihindari sekaligus menjadi laporan jika Anda berencana konsultasi ke dokter.

Konsultasikan ke dokter

Menemukan makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare memang tidak selalu mudah. Apalagi, ada banyak jenis makanan yang bisa membuat bayi alergi selain produk susu, contohnya alergi telur.

Konsultasi ke dokter tidak hanya membantu Anda menemukan makanan pemicu diare, tapi membantu Anda mencukupi nutrisi tertentu akibat pilihan makanan yang terbatas. Khususnya, asupan kalsium karena Anda sementara waktu tidak minum susu atau makan kacang kedelai.

Cek Arti Warna Feses Bayi

Kebanyakan orangtua baru mungkin akan bingung apakah feses bayi mereka normal atau tidak. Wajar, sebab terdapat beragam warna dan tekstur yang mungkin belum pernah dilihat sebelumya.

Cari Tahu di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Manfaat ASI dan Pentingnya Kolostrum untuk Mendukung Kesehatan Ibu dan Bayi

    Manfaat pemberian ASI, termasuk ASI eksklusif, penting bagi ibu dan bayi. Ini 11 manfaat ASI yang penting bagi tumbuh kembang bayi.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Bayi, Parenting, Menyusui 5 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

    Jangan Sembarang Minum, Ini Daftar Pilihan Obat yang Aman untuk Ibu Menyusui

    Ketika sakit saat menyusui, obat tentu jadi solusi cepat. Namun ternyata, Ibu tidak boleh minum sembarang obat. Apa saja obat yang aman untuk ibu menyusui?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Bayi, Parenting, Menyusui 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

    Berbagai Jenis Obat Penambah Darah yang Umum Diresepkan Dokter

    Meski umumnya bersifat ringan, pada beberapa kasus Anda mungkin butuh obat anemia. Tak hanya zat besi, dokter mungkin meresepkan obat kurang darah lainnya.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Cara menyusui bayi prematur

    Ini Cara Menyusui Bayi Prematur Agar Pertumbuhannya Optimal

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 13 November 2020 . Waktu baca 7 menit
    Konten Bersponsor
    diet ibu menyusui

    Sebelum Ibu Menyusui Diet Menurunkan Berat Badan, Ketahui Dulu 7 Aturan Pentingnya

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 9 November 2020 . Waktu baca 8 menit
    bra kawat

    Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    masalah ibu menyusui

    10 Masalah Ibu Menyusui Beserta Cara Mengatasinya yang Tepat

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 16 menit