Apa Saja yang Menyebabkan Anak Sering Muntah?

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mendapati bayi mengalami muntah sesudah atau saat makan mungkin sering ditemukan sebagian besar ibu. Penyebab anak sering muntah dapat disebabkan oleh berbagai hal, bahkan muntah dapat terjadi meski si Kecil tidak mengalami masalah kesehatan sama sekali atau yang biasa disebut gumoh.

Perbedaan muntah dan gumoh

Sebelum lebih lanjut membahas penyebab anak sering muntah, Anda perlu mengetahui perbedaan muntah dan gumoh. Keduanya sama-sama menyebabkan si Kecil mengeluarkan kembali makanan atau minuman yang telah dikonsumsi (umumnya susu). Oleh karena itu, mungkin Anda akan sedikit kesulitan untuk membedakannya.

Perbedaan utama muntah dan gumoh adalah proses bagaimana cairan keluar. Gumoh biasanya terjadi sebelum atau sesudah bayi bersendawa dan keluar dengan tanpa paksaan seperti mengalir begitu saja. Gumoh sangat umum terjadi pada bayi berusia di bawah satu tahun.

Sedangkan muntah terjadi karena paksaan. Paksaan ini berasal dari otot-otot di sekitar perut yang mendapat perintah dari otak untuk mengeluarkan isi perut. Muntah pada bayi akan terlihat seperti gumoh yaitu berwarna putih seperti susu, tetapi bercampur cairan bening yang berasal dari perut.

Penyebab anak sering muntah

Berikut beberapa penyebab atau alasan mengapa si Kecil mengalami muntah-muntah:

1. Kesulitan makan

Bayi perlu mempelajari semua hal dari awal termasuk cara makan dan menjaga susu agar tetap berada dalam perut. Setelah diberikan susu, si Kecil mungkin sesekali muntah atau gumoh. Proses ini berlangsung selama bulan pertama setelah bayi dilahirkan.

Penyebab anak sering muntah ini adalah perut si Kecil yang masih belum terbiasa mencerna makanan. Mama dapat membantu memudahkan proses pencernaan pada perut si Kecil dengan memilih susu yang lebih mudah dicerna yaitu susu protein formula hidrolisat parsial.

Selain organ dalam, bayi masih perlu mempelajari bagaimana cara minum susu secara perlahan dan tidak dalam jumlah yang banyak sekaligus.

Namun untuk mendapatkan diagnosis yang lebih tepat, tentu disarankan untuk menemui dokter anak. Anda dapat mengetahui apakah si Kecil hanya gumoh atau mengalami muntah-muntah pertanda kondisi kesehatan lain.

2. Gastroenteritis 

Dikenal juga sebagai “tummy bug” atau “stomach flu” merupakan penyebab anak sering muntah paling umum. Sistem kekebalan tubuh si Kecil masih berkembang sehingga rentan terkena virus. Saat terkena virus, si Kecil mungkin mengalami siklus muntah-muntah yang datang dan pergi selama 24 jam.

Gejala lain yang mungkin dialami bayi yang berlangsung selama 4 hari atau lebih seperti:

  • Diare ringan
  • Mudah menangis
  • Nafsu makan berkurang
  • Nyeri atau kram pada perut

Biasanya, virus tidak akan mengakibatkan kondisi kesehatan yang lebih parah dan Anda hanya perlu merawat si Kecil di rumah. Akan tetapi, jika bayi mengalami demam, gejala dehidrasi, atau gejala lain yang mengkhawatirkan dan tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, hubungi dokter anak segera.

3. Refluks pada bayi

Bayi juga dapat mengalami refluks asam atau GERD seperti halnya orang dewasa. Refluks menyebabkan si Kecil mengalami muntah-muntah di beberapa minggu atau bulan awal kehidupan.

Penyebab anak sering muntah karena refluks asam terjadi ketika otot di bagian atas lambung terlalu rileks. Memicu bayi untuk muntah sesaat setelah makan atau menyusui. Ditambah lagi, perut si Kecil belum sepenuhnya berkembang untuk bisa mencerna beberapa jenis protein. Untuk menghindari terjadinya refluks asam, Anda perlu lebih teliti dalam memilih makanan atau susu yang mudah dicerna seperti protein terhidrolisa parsial karena protein ini telah dipecah menjadi partikel yang lebih kecil.

ASI tentu merupakan sumber nutrisi terbaik untuk si Kecil. Namun, jika si Kecil membutuhkan suplemen berupa susu formula, Anda perlu memilih produk yang mudah untuk dicerna, biasa dikenal dengan formula hidrolisat parsial.

Formula ini (disebut juga PHP) mengandung molekul protein yang lebih kecil, sehingga lebih mudah dicerna dan membantu mencegah si Kecil untuk muntah dikarenakan refluks asam dan sistem pencernaan yang belum sempurna. Usahakan untuk tetap mengikuti anjuran dari dokter dalam memilih susu formula hidrolisat parsial.

Apabila si Kecil hanya gumoh atau muntah tetapi tidak menunjukan gejala lain, Anda tidak perlu khawatir karena hal ini wajar dan normal terjadi. Di sisi lain, apabila si Kecil menunjukan tanda-tanda seperti:

  • Muntah lebih banyak (lebih dari gumoh), sering dan secara terpaksa
  • Muntah berwarna hijau atau sedikit kuning
  • Muntah disertai darah
  • Menunjukan gejala dehidrasi
  • Menolak untuk diberi makan
  • Menunjukan gejala yang janggal

Segera hubungi dokter anak karena muntah yang si Kecil alami sudah tidak normal dan perlu penanganan medis.

Cek Arti Warna Feses Bayi

Kebanyakan orangtua baru mungkin akan bingung apakah feses bayi mereka normal atau tidak. Wajar, sebab terdapat beragam warna dan tekstur yang mungkin belum pernah dilihat sebelumya.

Cari Tahu di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, alergi obat antibiotik juga perlu diperhatikan. Apa itu alergi antibiotik? Cari tahu penjelasan lengkapnya di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Alergi sperma bukan sekadar mitos. Menurut penelitian ada 12% wanita di dunia ini yang mengalami kondisi ini. Apakah bisa disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Alergi, Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Alergi Lateks, Termasuk Karet Gelang dan Kondom

Orang yang mengidap alergi lateks bisa mengalami mulai dari gatal-gatal hingga sesak napas setiap terpapar bahan karet lateks. Bagaimana cara mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi, Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ctm sebagai obat tidur

Bolehkah Menggunakan CTM Sebagai Obat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 3 menit
obat alergi alami

Obat Alergi dari Bahan Alami yang Bisa Ditemukan di Rumah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 November 2020 . Waktu baca 5 menit
alergi binatang kucing dan anjing

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit