7 Penyebab Mata Kering, dan Cara Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Agar bisa bekerja dengan baik, mata bergantung pada aliran air mata untuk memberikan kelembapan konstan dan pelicin untuk memelihara penglihatan dan kenyamanan. Air mata merupakan kombinasi dari air, sebagai agen pelembap; minyak, agen pelumas; lendir; untuk meratakan penyebaran; dan antibodi dan protein khusus, sebagai perlawanan infeksi. Semua komponen ini dilepaskan dari kelenjar khusus di sekitar mata.

Gejala mata kering

Mata kering terjadi ketika mata tidak menghasilkan air mata seperti seharusnya, atau saat komposisi pendukung air mata tidak pada konsistensi yang tepat dan menguap terlalu cepat. Ketika air mata tidak bisa melumasi mata dengan baik, Anda bisa mengalami:

  • Perih
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Sensasi kesat atau berpasir di dalam mata
  • Sensasi panas, menyengat, atau gatal di dalam mata
  • Seperti ada yang menyangkut di dalam mata
  • Kemerahan
  • Penglihatan kabur
  • Mata lelah dan berair
  • Lendir di dalam atau di sekitar mata

 Jika tidak diobati, kondisi ini akan menyebabkan peradangan, nyeri, bisul, atau bekas luka di kornea. Pada kasus tertentu, mata kering menyebabkan kehilangan penglihatan sebagian. Namun begitu, kehilangan penglihatan total sebagai akibat dari mata kering adalah hal yang sangat langka.

Mata kering mungkin memicu air mata “palsu”

Penderita mata kering akan mengalami produksi air mata berlebih yang turun mengalir di pipi. Hal ini terjadi ketika mata tidak mendapatkan cukup lubrikasi sehingga mata mengirimkan sinyal darurat melalui sistem saraf untuk meminta lebih banyak pelumas. Sistem saraf mata kemudian menanggapi permintaan darurat ini dengan membanjiri mata dengan air mata untuk mencoba mengimbangi kekeringan yang diderita. Tetapi, air mata darurat ini terbuat hanya dari air dan tidak memiliki kualitas pelicin atau komposisi air mata normal. Air mata palsu ini bisa membilas kotoran, namun tidak akan melapisi mata dengan baik.

Mata kering dapat membuat lebih sulit untuk melakukan beberapa kegiatan, seperti menggunakan komputer atau membaca untuk jangka waktu, dan dapat menurunkan toleransi mata untuk lingkungan kering, seperti udara di dalam pesawat terbang.

Apa yang menyebabkan mata kering?

Ada berbagai alasan mengapa Anda bisa mengalami mata kering, meskipun satu penyebab pasti mungkin tidak dapat ditemukan. Beberapa kemungkinan penyebab, di antaranya:

1. Perubahan hormon

Hormon merangsang produksi air mata. Perubahan hormon yang umum dialami oleh wanita bisa meningkatkan risiko mereka terhadap mata kering. Contohnya: selama kehamilan, menopause, atau menggunakan pil KB.

2. Proses penuaan

Mata kering lebih sering dialami oleh orang-orang lanjut usia. Hal ini mungkin diakibatkan oleh produksi air mata yang menurun seiring bertambahnya usia, dan kelopak mata menjadi kurang sensitif untuk meratakan air mata di seluruh permukaan mata.

3. Kondisi medis

Beberapa penyakit bisa berdampak pada kemampuan kelenjar mata untuk memproduksi air mata, misalnya diabetes, arthritis rematoid, lupus, scleroderma, sindrom Sjogren, gangguan tiroid, defisiensi vitamin A, Bell’s palsy, alergi, dermatitis kontak, HIV.

Banyak orang yang mengalami mata kering juga memiliki blepharitis atau meibomian gland dysfunction (MGD). MGD adalah peradangan batas kelopak mata yang bisa menghadang kelenjar air mata untuk memproduksi minyak untuk lapisan air mata. Blepharitis bisa dialami oleh siapapun, dan umumnya diakibatkan oleh infeksi bakteri atau kondisi lain, seperti rosacea

4. Obat-obatan

Mata kering dapat menjadi efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu, seperti antihistamin, dekongestan, terapi pengganti hormon, antidepresan, obat-obatan hipertensi, obat jerawat minum, kontrasepsi oral, obat-obatan Parkinson, beta blocker, dan diuretik.

5. Lingkungan dan aktivitas

Faktor lingkungan bukan menjadi penyebab utama, namun lebih kepada faktor yang bisa memperparah kondisi mata kering. Misalnya: debu, asap, angin, matahari, cuaca kering, tiupan angin panas, berada di tempat tinggi.

Selain itu, saat Anda membaca, bekerja di depan layar komputer, menulis, atau aktivitas yang membutuhkan konsentrasi visual lainnya, mata cenderung akan lebih jarang berkedip. Artinya, lapisan air mata akan lebih cepat menguap daripada proses isi ulangnya.

6. Kosmetik

Beberapa orang yang pernah menjalani operasi mata LASIK melaporkan mengalami mata kering beberapa minggu setelah operasi. Gejala biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan, tapi dalam beberapa kasus dapat berjalan terus.

Lensa kontak juga bisa mengiritasi mata dan menyebabkan mata kering.

7. Masalah pada struktur kelopak mata

Ektropi (pembalikan kelopak mata bagian dalam ke luar) dan entropi (kelopak mata luar yang masuk ke dalam) bisa menyebabkan meta menjadi kering dan teriritasi akibat lapisan air mata yang menguap dengan cepat setelah terkena kontak dengan udara luar terus menerus.

Mata kering juga dapat terjadi akibat keratitis, kondisi di mana kelopak mata tidak menutup sepenuhnya saat tidur.

Bagaimana cara mengobati mata kering?

Pengobatan untuk mata kering hanya membantu untuk mengontrol gejala, tetapi tidak ada obatnya. Beberapa orang mungkin memiliki gejala mata kering berulang selama hidup mereka.

Anda harus mendiskusikan pilihan pengobatan dengan spesialis perawatan mata. Pengobatan untuk mata kering mungkin termasuk:

  • Air mata buatan. Kasus mata kering ringan hingga sedang biasanya dapat ditangani dengan pelumas perawatan mata, misalnya tetes air mata buatan, gel, dan salep. Walaupun begitu, air mata buatan adalah terapi utama bagi keluhan mata kering karena kekentalannya yang sangat mirip dengan air mata alami. Air mata buatan dijual bebas di pasaran tanpa harus menggunakan resep. Obat tetes air mata banyak jenisnya dan satu merek belum tentu cocok bagi Anda. Ada baiknya untuk bereksperimen untuk menemukan obat tetes mana yang paling efektif untuk Anda. Jika Anda memiliki mata kering kronis, direkomendasikan untuk menggunakan air mata buatan bahkan di saat Anda merasa tidak ada masalah. Hindari air mata buatan dengan bahan pengawet jika Anda perlu untuk mengaplikasikannya lebih dari empat kali sehari atau yang diolah dengan bahan kimia yang menyebabkan pembuluh darah mengerut.
  • Obat tetes mata. Beberapa tetes mata mengandung bahan pengawet untuk mencegah bakteri berbahaya tumbuh di dalam botol obat. Jika gejala Anda mengharuskan Anda menggunakan tetes mata lebih dari enam kali sehari, sebaiknya gunakan tetes mata bebas pengawet. Hal ini penting terutama jika dokter telah memberi tahu Anda bahwa Anda memiliki gejala mata kering yang parah. Pengawet yang digunakan dalam jumlah besar atau selama periode waktu lama (bulan atau tahunan) dapat merusak sel-sel halus pada permukaan mata atau menyebabkan peradangan. Jika Anda memakai lensa kontak lunak (softlens), Anda juga mungkin perlu menggunakan pelicin bebas pengawet, karena residu pengawet akan menempel pada lensa kontak dan merusak mata.
  • Pakai kacamata. Pilih kacamata baca atau kacamata hitam yang pas dekat wajah atau yang memiliki perisai samping untuk membantu memperlambat penguapan air mata dari permukaan mata. Dalam ruangan, pembersih udara untuk menyaring debu dan partikel lainnya bisa membantu mencegah mata kering. Humidifier juga dapat membantu menambahkan kelembapan ke udara. Jika Anda pemakai lensa kontak, mengubah jenis lensa atau membatasi seberapa sering Anda menggunakannya biasanya akan membantu meringankan gejala mata kering. Selain itu, Anda dapat mencoba mengganti larutan pembersih lensa atau pelumas tetes yang bebas pengawet.
  • Hindari kondisi kering. Pastikan mata Anda untuk mendapat cukup istirahat saat melakukan kegiatan yang mengharuskan Anda untuk menggunakan mata dalam jangka waktu lama. Aplikasikan obat tetes mata saat melakukan rutinitas ini.
  • Minum air dan cukupi asupan gizi. Minum banyak air akan membantu menjaga selaput lendir mata Anda tetap lembap. Coba untuk makan lebih banyak makanan yang kaya lemak omega-3 — biji rami, kenari, dan ikan berlemak seperti salmon dan cod.
  • Jangan menggosok mata. Usahakan untuk berkedip lebih sering saat Anda membaca, menulis, mengemudi, atau bekerja di depan monitor untuk menyebarkan air mata secara merata ke seluruh permukaan mata. Selain itu, hindari menggosok mata terlalu keras, yang bisa memperburuk gejala Anda.

BACA JUGA:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca