Mengenal Alat Cek Gula Darah, Teman Penderita Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Bagi Anda yang memiliki diabetes, alat cek gula darah tentu bukanlah barang baru. Bisa jadi, benda ini menjadi benda terfavorit yang kerap kali Anda sentuh setelah ponsel, misalnya. Hal itu tentu dilakukan bukan tanpa alasan. Para penderita diabetes atau disebut juga diabetesi yang memiliki kewajiban melakukan pemantauan gula darah dapat sangat terbantu dengan adanya alat cek gula darah ini.

Dengan adanya alat ini, Anda tak perlu lagi bolak-balik ke rumah sakit dan melihat alat suntik beserta selang yang mengalirkan darah hanya untuk mengetahui kadar gula darah. Tentu Anda akan merasa kerepotan jika harus menjalani prosedur seperti itu, bukan? Apalagi, sebenarnya, tak dibutuhkan begitu banyak darah jika hanya untuk mengecek kadar gula darah Anda dalam rangka melakukan pemantauan.

Lantas, sudahkah kita benar-benar paham mengenai alat cek gula darah dan cara menggunakannya?

Apa itu alat cek gula darah?

Alat pengukur gula darah, sesuai namanya, merupakan sebuah perangkat digital yang berfungsi untuk mengukur kadar gula dalam darah seseorang. Bentuknya yang kecil dan mudah dibawa memungkinkan penderita diabetes untuk dapat menyimpannya bersama mereka ke mana pun mereka pergi sehingga pemantauan gula darah dapat tetap berjalan. Kemudahan penggunaannya pun membuat para diabetesi dapat melakukan pengecekan secara mandiri tanpa bantuan tenaga medis.

Bagi orang dengan diabetes, mengontrol gula darah dapat membantu Anda dan dokter Anda dalam merencanakan pengobatan. Ketika hal ini dijalankan dengan disiplin, mereka yang memiliki diabetes dapat mencegah dirinya terkena berbagai komplikasi yang biasanya menyertai penyakit diabetes.

Komponen alat cek gula darah

Alat cek gula darah atau disebut juga dengan glukometer yang biasa dijual biasanya terdiri atas jarum lancet dan alat lancet serta strip pengukur dan alat ukur itu sendiri. Jadi, Anda akan mendapatkan tiga komponen ketika Anda membeli glukometer yang biasa dijual.

Glukometer terdiri atas dua bagian utama, yaitu strip pengukur dan alat pengukur. Kedua hal inilah yang berperan langsung dalam pengukuran kadar gula secara mandiri, sementara lancet dan alat penyuntiknya merupakan pendukung agar tes gula darah mandiri dapat dilakukan.

Strip pengukur ini digunakan untuk mengambil sampel darah dari orang yang memiliki diabetes. Strip pengukur biasanya bersifat sekali pakai. Begitu juga dengan jarum yang digunakan untuk mengambil sampel darah (lancet). Jangan menggunakannya berulang kali.

Yang harus Anda perhatikan ketika hendak melakukan pengecekan gula darah adalah bersihkan terlebih dulu jari yang akan Anda gunakan untuk mengambil sampel darah. Gunakanlah kapas beralkohol untuk membersihkannya. Sebaiknya Anda menunggu jari Anda kering sebelum menusuk jarum lancet untuk meminimalisir rasa tersengat saat menusukkannya.

Setelah menusukkan jarum lancet, ambil darah menggunakan strip pengukur dan masukkan ke dalam alat baca/perangkat glukometer. Setelahnya Anda tinggal menunggu hingga muncul angka dari layar alat pengukur Anda.

Jenis cek gula darah

Mengukur kadar gula darah dapat dilakukan dalam beberapa waktu. Perbedaan pengecekan gula darah ini dapat membantu menjelaskan sebaik apa diabetes Anda terkontrol dengan baik melalui serangkaian pengobatan dan perubahan gaya hidup yang Anda jalani. Karena terdapat perbedaan metode, maka kadar normal untuk setiap metodenya juga berbeda. Berikut adalah metode pemeriksaan kadar gula darah yang dilakukan oleh diabetes.

Gula darah puasa

Sesuai dengan namanya, metode pengecekan gula darah ini dilakukan dengan melakukan puasa terlebih dahulu sebelumnya. Setidaknya, sebelum melakukan tes ini Anda diwajibkan untuk berpuasa selama delapan jam. Tes gula darah puasa biasanya dilakukan pada pagi hari. Hal ini dilakukan untuk mempermudah diabetesi karena pada malam hari tak banyak aktivitas yang dilakukan selain tidur.

Ketika memasuki masa puasa, Anda diminta untuk tidak makan dan minum agar pengukuran yang dilakukan pada pagi hari dapat memperlihatkan hasil yang maksimal. Selama puasa ini, jika memang mendesak, Anda masih diperkenankan untuk meminum air putih.

Kadar gula darah puasa yang dianggap normal adalah di bawah 100 mg/dl. Jika Anda berada di angka 100-125 mg/dl, sebaiknya Anda memulai perubahan pola hidup menjadi lebih sehat karena hal tersebut mengindikasikan adanya prediabetes dalam diri Anda. Prediabetes kerap membawa Anda pada kondisi diabetes. Seseorang dinyatakan diabetes apabila hasil pemeriksaan kadar gula darah puasanya melebihi atau sama dengan 126 mg/dl.

Gula darah 2 jam postprandial

Tes ini juga dikenal dengan tes gula darah dua jam setelah makan. Biasanya tes ini dilakukan berdekatan dengan tes gula darah puasa. Setelah Anda melakukan pengecekan gula darah puasa, konsumsilah makanan. Setelah dua jam, lakukan kembali pemeriksaan gula darah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah tubuh Anda dapat menyerap glukosa dengan baik.

Normalnya, kadar gula darah akan naik pada saat setelah Anda makan. Hal ini wajar mengingat makanan yang Anda konsumsi akan dipecah menjadi glukosa. Ketika sudah dua jam dari Anda makan, seharusnya glukosa sudah terserap ke dalam tubuh. Hal ini terjadi pada orang yang tidak memiliki diabetes. Itu sebabnya, penting bagi Anda yang memiliki diabetes untuk melakukan pengecekan ini untuk melihat apakah pengobatan yang diberikan sudah sesuai atau belum, Kadar gula darah dua jam setelah makan yang dikatakan normal apabila angkanya berada di bawah 140 mg/dl.

Gula darah sewaktu

Cek gula darah ini dapat dilakukan kapan saja dan tidak memiliki aturan tertentu. Pada tes ini, gula darah Anda dikatakan berada dalam batas normal apabila kadarnya berada di bawah 140 mg/dl.

Akuratkah hasil tes gula darah?

Sejauh ini, alat cek gula darah dapat memberikan hasil yang cukup akurat dalam membaca gula darah. Meski begitu, hasil yang ditampilkan pada layar bisa saja salah dikarenakan beberapa alasan. Di bawah ini adalah beberapa hal yang dapat memengaruhi pembacaan hasil cek gula darah.

Kesalahan pengguna

Kesalahan pengguna dalam mengoperasikan alat tes dapat menjadi penyebab utama dalam kekeliruan membaca hasil alat tes. Pastikan Anda memahami dengan benar mengenai penggunaan alat tes ini. Berdiskusilah dengan dokter Anda mengenai cara yang tepat membaca serta menggunakan alat tes gula darah Anda.

Pengambilan sampel darah dari jari yang kotor

Pengambilan sampel darah untuk pengecekan kadar gula darah biasanya dilakukan di ujung jari. Jari yang tidak steril, seperti tertinggalnya sisa makanan, minuman, atau pelembap dapat memengaruhi hasil pemeriksaan kadar gula darah yang tertera pada layar. Pastikan Anda membersihkan menggunakan tisu beralkohol dan membiarkannya kering sebelum mengambil sampel darah ke strip pengukur.

Keadaan lingkungan

Kelembapan dan suhu sekitar dapat memengaruhi pembacaan kadar gula darah Anda. Tubuh Anda atau mungkin strip yang Anda gunakan dapat terpengaruh akibat keadaan lingkungan. Beberapa glukometer menyediakan instruksi mengenai bagaimana cara penggunaan alat tes tersebut pada situasi tertentu

Strip yang tidak sesuai dengan alat ukur

Harga strip pengukur bisa jadi mahal, sehingga Anda mungkin mencari strip lain yang lebih murah. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua strip sesuai dan dapat digunakan dengan alat ukurnya, selain strip bawaan glukometer itu sendiri. Hal ini tentu dapat memengaruhi pembacaan hasil pemeriksaan gula darah. Pastikan pula strip yang Anda gunakan belum habis masa berlakunya.

Apa yang harus dipertimbangkan dalam memilih alat cek gula darah?

Sekarang ini, banyak alat pengukur gula darah yang dijual bebas di pasaran. Saking banyaknya, hal tersebut kadang membuat Anda bingung bagaimana cara memilih alat cek gula darah yang tepat. Berikut ini adalah beberapa tips dalam memilih alat cek gula darah.

  • Kemudahan penggunaan dan perawatan. Banyaknya jenis alat pemeriksaan gula darah membuat masing-masing perangkat tersebut memiliki perbedaan dalam pengoperasiannya. Pastikan untuk memilih alat tes yang mudah digunakan dan mudah dirawat. Indikatornya adalah hasil tes dapat terlihat dengan jelas pada layar, ukurannya yang mudah dibawa, kemudahan mendapatkan strip pengukuran, dan seberapa banyak darah yang dibutuhkan untuk melakukan pengecekan
  • Fitur khusus. Terdapat beberapa alat ukur yang memiliki fitur-fitur khusus, seperti misalnya tombol yang lebih besar atau layar yang dapat menyala sehingga memudahkan Anda untuk melihatnya dalam keadaan gelap sekalipun. Sesuaikan dengan kebutuhan Anda ketika memutuskan hendak membeli alat cek gula darah
  • Penyimpanan data. Pelajari bagaimana alat cek gula darah Anda menyimpan data. Apakah dapat tersimpan secara digital atau Anda harus mencatatnya secara manual? Data ini penting untuk didiskusikan dengan dokter Anda untuk mengetahui apakah manajemen diabetes yang Anda lakukan telah berjalan dengan baik
  • Multifungsi. Saat ini, beberapa alat tes darah yang dijual di Indonesia tidak hanya digunakan untuk alat ukur gula darah. Beberapa produsen alat kesehatan telah membuat satu alat ukur yang, selain mengukur gula darah, dapat juga digunakan untuk mengukur kadar kolesterol dan asam urat sebagai pemeriksaan penunjang diabetes. Anda hanya membutuhkan strip pengukurnya saja, karena biasanya dibutuhkan strip pengukur yang berbeda untuk ketiga jenis tes darah tersebut. Pertimbangkanlah apa Anda membutuhkan alat dengan fitur semacam ini
  • Harga. Harga menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan orang ketika hendak membeli suatu barang, termasuk alat cek gula darah. Ingatlah bahwa Anda harus membeli strip pengukurnya secara berkala mengingat diabetesi akan melakukan pengecekan gula darah mandiri secara rutin

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kesalahan Makan Sarapan yang Harus Dihindari Diabetesi

Sarapan memang menyehatkan. Tapi, ada beberapa kekeliruan yang sering dilakukan. Apa saja kesalahan saat sarapan yang sering dilakukan penderita diabetes?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata

Flu Bisa Jadi Berbahaya bagi Penderita Diabetes, Begini Penjelasannya

Untuk orang normal, flu hanyalah penyakit ringan, tapi tidak bagi diabetesi. Apa saja bahaya flu bagi penderita diabetes?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata

Sebenarnya Oatmeal Itu Bagus atau Tidak, Sih, untuk Diabetes?

Oatmeal dikenal sebagai makanan sehat. Lantas, apakah oatmeal untuk penderita diabetes juga merupakan pilihan yang baik tanpa efek samping sama sekali?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata

Dehidrasi Dapat Memperparah Diabetes? Kok Bisa?

Makanan manis diamini banyak orang dapat menyebakan kadar gula darah tinggi. Namun, tahukah Anda bahwa dehidrasi juga menyebabkan gula darah makin tinggi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengontrol diabetes

Diabetes Tidak Bisa Disembuhkan, Lalu Bagaimana Cara Mengontrolnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13/11/2019
takut suntik insulin

Takut Suntik Insulin Karena Anggapan Berikut? Yuk, Ketahui Kebenarannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 27/11/2018
jadi gemuk setelah suntik insulin

Badan Jadi Gemuk Setelah Suntik Insulin, Bahaya atau Tidak, Ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 27/11/2018
kadar gula darah rendah hipoglikemia

Hati-hati, Hipoglikemia Bisa Sebabkan Kematian

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 02/11/2018