Apa yang Anda pikirkan jika dokter mengatakan bahwa Anda mengidap diabetes? Biasa saja karena merasa diabetes sudah merupakan penyakit umum? Atau tertekan karena terbayang berbagai macam jenis pengobatan yang akan Anda jalani? Belum lagi insulin yang harus Anda suntikkan ke dalam tubuh setiap hari seumur hidup Anda. Membayangkannya saja kadang membuat Anda bergidik ngeri.

Bagi penderita diabetes tipe satu, melakukan suntik insulin bukanlah hal yang dapat ditawar lagi. Suntik insulin adalah satu-satunya cara untuk menjaga agar gula darah tetap normal tanpa melakukan pembedahan. Diabetes tipe satu merupakan penyakit autoimun yang menyerang sel beta di pankreas. Hal itu menyebabkan kerusakan sehingga sel beta tak lagi mampu memproduksi insulin.

Berbeda dengan diabetes tipe satu, diabetes tipe dua terjadi akibat pola hidup yang tidak sehat. Obesitas menambah risiko seseorang terkena diabetes tipe dua. Tak jarang, penderita diabetes tipe dua juga harus menggunakan insulin untuk menjaga kadar gula darahnya tetap normal apabila mereka tak lagi dapat mengontrolnya dengan diet dan olahraga serta obat minum.

Ketika seorang penderita diabetes tipe dua harus menjalani suntik insulin, apakah hal itu akan berlangsung selamanya? Bisakah penderita diabetes memiliki hidup yang bebas suntik insulin suatu saat nanti dan mengontrol diabetesnya hanya dengan menggunakan obat minum alias obat oral?

Penderita diabetes tak harus suntik insulin

Meski insulin menjadi kebutuhan utama bagi para penderita diabetes, nyatanya tak semua pasien diabetes tipe dua membutuhkan suntik insulin. Hanya sekitar 20-30 persen orang dengan diabetes tipe dua yang membutuhkan suntik insulin.

Untuk mengontrol diabetes pada pasien diabetes tipe dua, seorang dokter yang menganjurkan penggunaan suntik insulin sebagai pengobatan biasanya hanya menyarankan hal tersebut untuk sementara waktu. Insulin umumnya hanya akan diberikan apabila pengobatan lain dan perubahan pola hidup sehat tak lagi mampu mengontrol kadar gula dalam darah.

Penggunaan insulin bisa dibilang hanya menjadi salah satu alat bantu untuk menurunkan kadar gula darah dengan cepat dan menjaganya agar tetap stabil di angka normal. Penderita diabetes tipe dua, terutama mereka yang juga disertai obesitas, bahkan dapat meninggalkan suntik insulin apabila berhasil menurunkan berat badannya sampai angka yang dianjurkan serta disiplin melakukan aktivitas fisik dan pengaturan pola makan atau diet.

Banyak orang yang merasa terpuruk ketika mengetahui diri mereka menderita diabetes tipe dya dan harus melakukan suntik insulin setiap hari. Padahal, pengobatan dengan terapi insulin pada masa-masa awal diagnosis diabetes dapat mempermudah Anda mengendalikan gula darah dengan lebih baik dalam jangka panjang hanya dengan mengandalkan diet dan olahraga.

Diabetes tipe dua adalah suatu penyakit yang membutuhkan kedisiplinan penderitanya untuk tetap patuh pada perencanaan makan (diet) dan olahraga untuk mengontrol kadar gula darah. Ketika Anda memiliki diabetes tipe dua, konsumsi karbohidrat yang merupakan sumber utama glukosa tentu perlu dikurangi. Hal ini dilakukan agar asupan makanan tak terlalu membebani pankreas Anda dalam memproduksi insulin. Ditambah lagi, ketika Anda memiliki diabetes tipe dua, tubuh Anda mungkin mengalami penurunan dalam merespons insulin atau biasa disebut dengan resistensi insulin.

Mengonsumsi makanan yang mengandung protein bisa menjadi alternatif pengganti karbohidrat yang Anda kurangi. Namun ingat, sekalipun harus mengurangi asupan karbohidrat, bukan berarti Anda menghilangkannya sama sekali dari daftar menu harian. Bagaimanapun, tubuh Anda tetap membutuhkan karbohidrat sebagai sumber tenaga.

Secara rutin berolahraga juga dapat membantu diri Anda menjaga kadar gula darah tanpa harus melakukan suntik insulin. Malah, berolahraga akan membantu mengembalikan sensitivitas tubuh Anda dalam merespons insulin yang diproduksi. Sehingga hidup yang bebas suntik insulin bukanlah suatu kemustahilan. Menjadi aktif secara fisik melalui olahraga juga dapat membantu Anda membakar lemak. Lakukanlah aktivitas fisik ini setidaknya 30 menit dalam sehari setiap harinya.

Menurut dr. Dipdo Petrus Widjaya, Sp.PD seperti dikutip dari Detik Health, “Seorang diabetesi tidak selalu membutuhkan suntik insulin dan dapat berhenti menggunakan insulin selama jumlah dosis suntik yang biasa dikonsumsi tidak sampai 30 unit per hari dan tidak memiliki komplikasi apa pun.”

Pasien diabetes dengan komplikasi sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkan suntik insulin sebab mereka membutuhkan pemulihan kondisi gula darah dengan lebih cepat. Satu hal yang harus diingat ketika berkeinginan untuk menghentikan injeksi insulin adalah selalu konsultasikan dengan dokter yang merawat.

Harapan baru bagi penderita diabetes demi hidup bebas suntik insulin

Selama ini, insulin dipercaya sebagai elemen kunci dalam mengendalikan diabetes. Bagi para penderita diabetes hidup tanpa insulin adalah hal yang akan membawa mereka pada kondisi yang lebih buruk. Meski begitu, sekelompok peneliti dari University of Geneva yang dipimpin oleh Roberto Coppari menemukan bahwa insulin bukanlah elemen vital untuk seorang diabetesi bertahan hidup. Mereka menemukan bahwa leptin, suatu hormon yang mengatur cadangan lemak dan nafsu makan, dapat membantu penyandang diabetes bebas suntik insulin.

Dengan penggunaan leptin, mereka yang memiliki kekurangan insulin mampu bertahan dengan kadar gula yang juga stabil. Terdapat dua manfaat yang diberikan oleh leptin, yaitu tidak memicu penurunan kadar gula darah sampai di bawah normal sehingga menyebabkan hipoglikemia dan memiliki efek lipolitik alias menghancurkan lemak. Melalui penemuan ini, para penderita diabetes kini memiliki pilihan baru untuk menentukan cara yang nyaman bagi mereka dalam mengontrol diabetes.

Untuk saat ini, penggunaan leptin sebagai cara baru dalam menyembuhkan diabetes masih terbatas pada pengujian di laboratorium saja. Namun, hal ini mengindikasikan bahwa adanya kemungkinan pengobatan yang dapat dipilih oleh para diabetesi ke depannya selain insulin.  Semoga ada kabar baik tentang pengobatan ini di kemudian hari, ya!

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca