Bisakah Stres Mengakibatkan Penyakit Psoriasis?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Stres dan psoriasis ternyata saling berhubungan. Stres menjadi salah satu pemicu terjadinya psoriasis dan psoriasis dapat membuat seseorang jadi stres. Psoriasis membuat orang merasa stres karena peradangan yang terjadi di kulitnya sehingga membuatnya tersiksa bahkan malu untuk beraktivitas. Untuk memahami lebih jauh bagaimana stres mengakibatkan psoriasis, mari kenali lebih dahulu apa itu psoriasis.

Apa itu psoriasis?

Psoriasis adalah kelainan kulit kronis yang membuat kulit kering, pecah-pecah, dan timbul bercak merah disertai dengan adanya sisik. Bagian kulit yang mengalami psoriasis terasa gatal, nyeri, dan panas seperti terbakar, bahkan hingga bisa berdarah. Kulit kepala, wajah, siku, tangan, lutut, kaki, dada, punggung bawah, kuku, dan lipatan bokong biasanya yang paling rentan terkena psoriasis. Psoriasis juga bisa menyebabkan peradangan di seluruh tubuh.

Perlu diingat bahwa psoriasis tidak dapat disembuhkan, tetapi pengobatan dapat membantu mengontrol gejalanya. Penyebab utamanya belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, besar kemungkinan psoriasis disebabkan oleh sistem autoimun di mana sel T yang seharusnya bertugas menyerang infeksi dan bakteri justru menyerang sel-sel kulit sehat seolah-olah ada luka atau infeksi.

Kenapa stres mengakibatkan psoriasis?

Gejala psoriasis bisa datang dan pergi, tapi ada banyak pemicu yang harus dihindari oleh penderita psoriasis. Penelitian menemukan bahwa mereka yang memiliki psoriasis berisiko lebih besar mengalami depresi, memiliki keinginan untuk bunuh diri, dan mengalami kecemasan. Hal tersebut juga memicu psoriasis yang semakin parah. Stres menjadi salah satu faktor risiko yang dapat memicu psoriasis.

Menurut American Academy of Dermatology, meskipun psoriasis adalah kondisi genetik, faktor lingkungan sering jadi pemicu juga. Dr. Vesna Petronic Rosic, spesialis kulit dan profesor kedokteran di University of Chicago Medicine mengatakan, psoriasis sangat bergantung pada stres. Pasien psoriasis sangat mudah mengalami stres dan kondisi kulit mereka cenderung membaik saat sedang rileks dan memburuk ketika sedang stres.

Stres secara psikologis bisa memicu rasa nyeri dan pembengkakan pada kulit. Ketika seseorang mengalami penurunan tingkat stres, kulit mereka cenderung membaik. Sebuah ulasan ilmiah tahun 2013 mencatat bahwa 68 persen orang dewasa yang mengalami psoriasis gejalanya bertambah parah setelah dilanda stres.

Kondisi ini menunjukkan bahwa seseorang yang berada di bawah tekanan psikologis dapat memicu terjadinya peradangan di dalam tubuh. Akhirnya, peradangan bisa membuat gejala psoriasis memburuk. Penelitian lain menunjukkan bahwa peningkatan sel peradangan yang diakibatkan oleh stres mengakibatkan psoriasis yang semakin parah.

Ada beberapa aspek dari stres yang disinyalir menjadi tekanan pada penderita psoriasis, yakni:

  • Stigma. Hidup dengan psoriasis dapat membuat Anda merasa tidak percaya diri dan malu. Segala bentuk sosialisasi dengan orang lain biasanya sering dihindari karena kondisi tubuh yang penuh dengan peradangan membuat Anda tidak percaya diri. Sehingga Anda cenderung menutup diri dari dunia luar.
  • Keuangan. Pengobatan psoriasis memakan banyak biaya. Terlebih, penyakit ini merupakan penyakit yang tidak bisa diobati dan berlangsung seumur hidup. Walaupun gejalanya datang dan pergi, tetap saja psoriasis membutuhkan pengobatan yang berkelanjutan.
  • Rasa sakit. Psoriasis menimbulkan rasa sakit yang dapat menambah tingkat stres. Pasalnya, rasa sakit ini harus dirasakan seumur hidup walaupun gejalanya bisa datang dan pergi. Rasa sakitnya terkadang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Terlebih jika Anda menderita psoriasis arthritis, yakni psoriasis dengan peradangan pada sendi yang dapat membuat rasa sakit semakin tak tertahankan.
  • Pengobatan. Pengobatan yang tidak memberikan pengaruh apapun bisa menimbulkan stres. Terkadang beberapa pengobatan cukup menguras waktu. Misalnya terapi cahaya yang perlu dilakukan tiga kali seminggu yang dilakukan selama satu tahun. Selain itu, efek samping pengobatan juga bisa memicu timbulnya stres.
  • Menyadari hidup dengan kondisi kronis. Orang dengan psoriasis seringkali merasa cemas akan masa depan. Pasalnya psoriasis bersarang seumur hidup di dalam tubuh.

Cara mengatasi stres yang dapat memicu psoriasis

Ketua dari National Psiorasis Foundation, dr. Colby Evans, menyatakan bahwa penyebab stres tidak bisa dihindari. Akan tetapi, reaksi Anda terhadap stres bisa dikendalikan. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi tingkat stres agar tidak berefek negatif pada tubuh dan pikiran. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh penderita psoriasis untuk mengurangi stres:

1. Melakukan latihan dan olahraga ringan

Melakukan latihan dan olahraga ringan seperti berjalan kaki dapat membantu melepaskan hormon endorfin. Endorfin dikenal sebagai hormon penghilang stres dan meningkatkan rasa senang.

2. Yoga, meditasi, dan latihan fokus

Ketiga aktivitas ini dikenal mampu membantu mengurangi stres dan kecemasan. Ketiganya adalah bentuk dari meditasi yang dapat melepaskan hormon endorfin pada prosesnya.

3. Tai chi

Tai chi merupakan latihan fisik yang menggabungkan perhatian penuh. Gerakan ini dilakukan secara lambat dengan pernapasan yang teratur sehingga dapat membantu mengurangi tingkat stres.

4. Pijat

Melakukan pijatan dapat membantu mengurangi stres dan melemaskan ketegangan otot sekaligus meningkatkan rasa aman.

5. Berhenti merokok dan batasi alkohol

Berhenti merokok dan minum terlalu banyak alkohol bermanfaat dalam mengelola stres. Selain itu, menyantap makanan yang menyehatkan juga bisa membantu Anda mengendalikan tekanan psikologis.

Jika stres yang Anda alami terlalu berat dan tidak kunjung hilang, ada baiknya Anda berkonsultasi pada psikolog untuk mendapatkan solusi lebih lanjut. Selain itu, menjaga relasi dengan orang-orang terdekat bisa membantu mengurangi penyebab stres.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Bercinta dengan lampu yang redup sudah biasa. Pernahkah Anda membayangkan seks dengan lampu menyala? Sebelumnya, coba simak artikel berikut.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Banyak yang belum menyadari kalau teh yang biasa Anda minum mengandung kafein. Tapi tenang, ternyata ada banyak teh tanpa kafein yang bisa Anda konsumsi.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Psoriasis Eritroderma (Psoriasis Eritrodermik)

Psoriasis eritroderma adalah jenis psoriasis yang paling berbahaya dan berakibat fatal. Ketahui apa gejala, penyebab, dan obatnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Psoriasis 29 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Psoriasis Pustulosa (Psoriasis Pustular)

Psoriasis pustulosa atau pustular adalah kondisi peradangan kulit yang ditandai dengan kemunculan bintil pustula. Ketahui secara lebih dalam di artikel ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Psoriasis 29 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi patah hati

5 Gangguan Kesehatan Akibat Patah Hati

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
risiko kesehatan akibat terlalu lama menatap layar komputer

Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit