6 Metode Perawatan untuk Meredakan Gatal dan Perih di Kulit Akibat Dermatitis Kontak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Munculnya ruam kemerahan yang disertai rasa gatal dan perih pada kulit setelah terpapar iritan atau alergen tertentu dapat menjadi tanda dermatitis kontak. Masalah kulit tersebut menandakan terjadinya peradangan pada lapisan kulit terluar. Dermatitis kontak alergi maupun dermatitis kontak iritan tidak bisa sembuh sepenuhnya. Kendati demikian, gejala dermatitis kontak secara umum dapat dikendalikan lewat perawatan yang tepat guna.

Berbagai cara perawatan dermatitis kontak

Kulit yang terdampak dermatitis kontak bisa kembali normal dan sehat, asalkan dirawat secara rutin sesuai anjuran dokter.

Berikut ini adalah beberapa metode perawatan dermatitis kontak yang dapat Anda lakukan sehari-hari, maupun yang dianjurkan oleh dokter:

1. Menghindari iritan dan alergen

Perawatan dermatitis kontak apa pun tidak akan efektif jika Anda tidak berusaha menghindari kontak dengan zat-zat yang diketahui sebagai iritan atau alergen.

Untuk mengetahui apa saja jenis iritan dan alergen yang menjadi pemicu reaksi peradangan pada kulit Anda, dokter biasanya akan melaksanakan tes untuk dermatitis kontak atau patch testing (uji tempel).

Selama melakukan tes tempel, kulit Anda akan diteteskan beberapa substansi untuk melihat reaksi alergi yang ditimbulkannya. Biasanya zat ini dibiarkan menempel pada tubuh selama 2 hati. Jika terdapat gejala seperti ruam kemerahan dan rasa gatal maka hasil tes adalah positif.

Menurut American Academy of Dermatology, beberapa jenis alergen yang perlu dihindari selama masa perawatan dermatitis kontak adalah:

  • Poison ivy
  • Nikel (digunakan pada alat elektronik, perhiasan, dan bingkai kacamata)
  • Kosmetik untuk kuku
  • Parfum
  • Lateks
  • Semen

Sedangkan, beberapa iritan yang sebaiknya dihindari paparannya selama perawatan gejala di antaranya:

  • Pengharum
  • Zat kimia pembersih
  • Zat pewarna rambut
  • Kerosen
  • Spray rambut
  • Detergen

2. Gunakan sarung tangan dan pelindung lainnya

Selama masa perawatan gejala dermatitis kontak, rasanya sulit untuk benar-benar menghindari paparan terhadap beberapa iritan karena kegunaannya sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai solusinya, Anda bisa menggunakan sarung tangan atau kaki selama Anda mencuci menggunakan detergen atau saat melakukan pekerjaan yang memungkinkan Anda terpapar nikel secara menerus. Karena terdapat alergen yang berasal dari bahan karet, Anda perlu memilih sarung tangan dengan bahan yang tepat.

Setelah selesai, perawatan dermatitis kontak bisa dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan air hangat dan sabun tanpa pengharum. Saat tangan sudah kering, Anda bisa mengoleskan pelembap kulit atau emolien.

Meskipun gejala telah menghilang, cobalah untuk terus menerapkan cara perawatan dermatitis kontak ini. Dilansir dari National Eczema Society, resistensi kulit terhadap iritan dan alergen akan berkurang setidaknya selama 4 hingga 5 bulan setelah gejala hilang.

3. Pemakaian emolien secara rutin

Emolien merupakan jenis pelembap kulit nonkosmetik untuk memperbaiki hidrasi pada kulit yang terdampak gejala, dan melembapkannya kembali.

Tidak seperti pelembab pada umumnya, emolien tidak mengandung pewangi atau pengawet yang bersifat mengiritasi kulit.

Perawatan dermatitis kontak dengan emolien bisa dilakukan dengan:

  • Mengoleskannya dengan halus pada bagian kulit yang kemerahan, kering, atau bersisik sebanyak 2 hingga 4 kali dalam sehari, tergantung aturan dokter.
  • Aplikasikan pada tubuh setelah mandi dalam keadaan kulit setengah kering atau masih terhidrasi.
  • Menggunakan emolien untuk membersihkan tubuh atau sebagai pengganti sabun mandi.

4. Menggunakan obat-obatan

Perawatan rutin dengan emolien seharusnya bisa meredakan gejala dengan efektif. Namun, bisa terdapat kondisi di mana gejala tidak kunjung mereda atau emolien malah menyebabkan kulit iritasi.

Apabila ini terjadi, maka Anda membutuhkan perawatan dermatitis kontak secara medis dengan obat-obatan yang diresepkan dokter. Dengan perawatan dermatitis kontak dari obat-obatan, gejala bisa sembuh secara perlahan dan kesehatan kulit pun bisa kembali.

Dokter spesialis kulit akan memberikan obat sesuai dengan seberapa parah gejala dermatitis kontak yang Anda alami. Berikut ini adalah beberapa obat-obatan yang biasa diberikan dokter untuk mengatasi dermatitis kontak:

  • Antihistamin: Pil antihistamin mengontrol reaksi sistem kekebalan tubuh sehingga dapat menghentikan peradangan. Obat akan diberikan ketika gejala masih bersifat ringan hingga sedang.
  • Salep kortikosteroid: Obat topikal atau obat oles kortikosteroid yang membantu meredakan ruam kemerahan beserta rasa gatal dan perih dalam perawatan ini biasanya dianjurkan dokter dioleskan setiap dua kali sehari pada bagian kulit yang terkena dermatitis kontak.
  • Prednisone: Untuk mengatasi reaksi peradangan atau gejala yang lebih parah, maka dibutuhkan obat dengan potensi steroid yang lebih kuat seperti prednisone.
  • Pil steroid: Obat ini biasanya dibutuhkan ketika gejala sudah menyebar secara luas ke setiap bagian tubuh. Namun obat ini memiliki risiko efek samping seperti hipertensi.
  • Antibiotik: Jika diketahui terdapat infeksi bakteri pada bagian kulit yang mengalami peradangan, dokter akan memberikan antibiotik.

5. Fototerapi

Cara perawatan dermatitis kontak lainnya bisa dilakukan melalui terapi sinar UV atau fototerapi. Perawatan dermatitis kontak ini efektif dilakukan pada kondisi gejala dermatitis yang sulit dikendalikan dengan perawatan melalui emolien dan salep steroid. 

Motede perawatan ini dilakukan dengan menembakan sinar narrowband ultraviolet atau UV-B dan UV-A pada tubuh untuk meningkatkan produksi vitamin D dan sistem perlawanan bakteri pada kulit.

6. Mandi oatmeal

Untuk mengendalikan gejalanya, Anda perlu menerapkan cara mandi yang tepat. Salah satu cara adalah mandi menggunakan oatmeal.

Oatmeal mempunyai banyak manfaat bagi kulit Anda karena kandungan lemak dan gula yang ada di dalamnya. Lemak dapat menjadi pelumas yang dapat membantu mengatasi kulit kering.

Caranya adalah dengan memasukkan bubuk oatmeal ke dalam air yang digunakan untuk mandi dan digosokan secara lembut pada bagian kulit yang terdampak.

Kenapa kulit yang terdampak dermatitis kontak perlu dirawat?

Gejala dermatitis kontak rata-rata bisa hilang sendiri begitu kulit tidak lagi terpapar iritan maupun pemicu alergi. Namun, tidak menutup kemungkinan gejalanya membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

Apabila tidak ditangani dengan perawatan yang tepat, gejala dermatitis kontak bisa benar-benar merusak kulit. Peradangan yang berlangsung semakin parah dapat menyebabkan kulit menjadi sangat kering.

Kulit yang kering sangat rentan mengalami iritasi dan mengarah pada infeksi eksim yang disebabkan oleh bakteri, virus, tungau, dan jamur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Pilihan Obat Dermatitis Seboroik yang Efektif Atasi Kulit Kepala Gatal Bersisik

Anda bisa obat oles seperti salep atau shampo untuk mengatasi gejala dermatitis seboroik yang menganggu. Namun, harus mencari produk yang seperti apa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dermatologi, Health Centers 12 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat dan Terapi untuk Mengatasi Eksim yang Kambuh

Peradangan oleh eksim bisa menyebabkan kulit menjadi kering atau luka terbuka yang basah. Apa saja jenis obat yang tepat untuk eksim kering dan basah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dermatologi, Health Centers 7 April 2020 . Waktu baca 8 menit

6 Rekomendasi Obat Tradisional untuk Atasi Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik bisa diobati menggunakan sampo antijamur atau obat steroid, tapi terdapat obat tradisional yang bisa membantu meredakan gejala.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dermatologi, Health Centers 7 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Macam-macam Dermatitis Menurut Penyebab dan Gejalanya

Peradangan kulit akibat dermatitis muncul dalam berbagai jenis. Bagaimana perbedaan gejala, penyebab, dan pengobatan macam-macam dermatitis?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dermatologi, Health Centers 7 April 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping salep obat kortikosteroid

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 28 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
Ciri-ciri dan gejala eksim

Kenali dan Waspadai Ciri-Ciri Eksim Berdasarkan Tahapan Penyakitnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 13 April 2020 . Waktu baca 7 menit
Sampo untuk dermatitis seboroik

Jenis Sampo dan Perawatan Kulit Kepala yang Tepat untuk Dermatitis Seboroik

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 13 April 2020 . Waktu baca 6 menit
Dermatitis pada bayi

Penyebab Dermatitis pada Bayi dan Gejala yang Paling Umum Muncul

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 12 April 2020 . Waktu baca 7 menit