7 Prinsip Utama Pencegahan Scabies (Kudis)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/04/2020
Bagikan sekarang

Diperkirakan ada 300 juta kasus infeksi kudis baru di seluruh dunia setiap tahunnya. Tidak heran, karena kudis (scabies) adalah penyakit kulit yang sangat mudah menular antar manusia. Penularan scabies yang utama adalah dari kontak fisik langsung. Itu kenapa kudis rentan menular di lingkungan tertutup yang padat penghuni, semisal rumah, asrama, dan penjara. Maka sebagai langkah pencegahan awal, Anda harus menghindari kontak dengan penderita scabies. Ada lagikah cara menghindari agar tidak tertular kudis?

Langkah-langkah pencegahan scabies

Pencegahan kontak fisik menjadi langkah yang paling tepat untuk menekan peluang penyebaran scabies semakin meluas di satu area. Sayangnya, menghindari kontak kulit saja tidak cukup.

Berikut adalah pedoman pencegahan scabies yang perlu Anda terapkan:

1. Mengenali gejala scabies

Penyakit kudis atau scabies disebabkan oleh gigitan tungau bernama Sarcoptes scabiei yang berukuran sangat kecil dan tidak kasat mata. Ketika masuk ke kulit manusia, Sarcoptes scabiei akan tinggal dan bertelur di dalam kulit untuk menginfeksi.

Langkah awal pencegahan scabies dilakukan dengan mengenali gejala kudis pada orang yang terinfeksi. Anda bisa mengetahui jika seseorang terkena kudis melalui tanda-tanda berikut ini:

  • Terdapat bintik merah atau lesi  yang menonjol pada kulit (bintil).
  • Sering menggaruk bagian kulit yang terdapat bintil merah.
  • Kesulitan tidur di malam hari karena rasa gatal di bagian bintil merah.
  • Bintil merah muncul pada bagian tangan, siku, ketiak, sela-sela jari, pinggang, atau bokong.

Meskipun begitu, seseorang bisa terinfeksi tungau penyebab scabies dan menularkannya bahkan sebelum menunjukkan gejala yang telah disebutkan. Menurut American Academy of Dermatology, biasanya diperlukan 2-6 minggu untuk penderita menunjukkan gejala scabies.

2. Mewaspadai faktor risiko scabies

Dalam upaya pencegahan kudis, orang dengan faktor risiko scabies sebaiknya lebih mewaspadai penularan penyakit kulit ini.

Tungau bisa berpindah lebih cepat dari satu orang ke orang lainnya dalam tempat tertutup di mana banyak orang yang melakukan kontak fisik yang dekat antara satu sama lain.

Anda bisa lebih berisiko tertular scabies ketika dalam kondisi seperti:

  • Merawat orang yang terinfeksi tungau.
  • Bekerja di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan panti jompo.
  • Tinggal di asrama, penjara, atau lingkungan komunal yang tertutup.

Anak-anak juga menjadi kelompok yang rentan tertular kudis ketika rutin berada dalam lingkup ruang tertutup dengan penderita kudis, seperti saat di tempat penitipan anak atau di sekolah.

3. Segera memeriksakan diri ke dokter

Jika Anda melakukan kontak fisik terus-menerus dengan orang yang mengalami gejala kudis sekaligus termasuk ke dalam kondisi faktor risiko scabies, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Dokter selanjutnya akan mendiagnosis apakah terdapat infeksi tungau pada kulit Anda. Sekalipun belum memunculkan gejala, tapi setelah proses diagnosis menunjukkan Anda positif scabies, dokter tetap akan memberikan pengobatan scabies untuk mencegah berkembangnya infeksi.

Obat yang umumnya diberikan untuk menghilangkan kudis adalah salep yang mengandung 5 persen permethrin. Pengobatan disarankan juga diberikan kepada orang-orang yang dekat dengan pasien.

Langkah pencegahan yang selanjutnya perlu dilakukan ketika Anda positif mengalami scabies adalah dengan memberi tahu orang-orang di sekitar Anda. Tak perlu malu, kudis tak menandakan penderitanya sebagai orang yang jorok karena memang tidak ada kaitan antara scabies dengan kebersihan.

Selain melindungi orang lain yang belum pernah tertular scabies, cara pencegahan ini juga melindungi Anda dari kemungkinan terulangnya infeksi tungau pada Anda sendiri dan orang yang semula menginfeksi Anda.

4. Menghindari kontak fisik

Sarcoptes scabiei menular lewat kontak fisik antar kulit yang sangat dekat dan berkepanjangan, seperti tidur bersama setiap malam atau melakukan hubungan seksual dengan penderita scabies.  

Oleh karena itu sebagai bentuk pencegahan, sebisa mungkin sebaiknya Anda menghindari kontak fisik dengan anggota keluarga atau orang lain yang mengidap scabies.

Anda yang memiliki bayi tentunya akan sering melakukan kontak fisik dengan si kecil. Jika terinfeksi, usahakan untuk meminimalisir kontak dan lakukan pengobatan medis sesegera mungkin.

Sebaiknya Anda juga tidak melakukan hubungan seksual terlebih dahulu dengan pasangan yang terinfeksi. Begitupun dalam kondisi sebaliknya saat Anda mengalami scabies.

Hal ini disebabkan penggunaan alat kontrasepsi belum tentu dapat menghalau perpindahan tungau penyebab kudis. Hubungan seksual baru bisa kembali dilakukan setelah Anda atau pasangan benar-benar telah sembuh dari kudis.

5. Membasmi tungau yang menempel

Prinsip utama dalam pencegahan scabies adalah membunuh tungau yang masih hidup. 

Cuci semua pakaian, sprei, dan selimut yang digunakan oleh penderita menggunakan air panas guna membasmi tungau yang tertinggal. Setelah dicuci, keringkan barang-barang tersebut dalam suhu yang panas dalam waktu lama.

Untuk benda-benda yang tidak dapat dicuci, pencegahan scabies dapat dilakukan dengan memasukkan benda-benda tersebut ke dalam plastik tertutup dan letakkan di tempat yang sulit dijangkau selama beberapa minggu.

Tungau akan mati dalam beberapa hari ketika dibiarkan dalam lingkungan kedap udara. Setelahnya, barang-barang kembali aman digunakan.

6. Menjaga kebersihan rumah

Sementara itu, Anda juga perlu membersihkan perabot rumah dan barang-barang yang berpotensi menjadi tempat tungau berkembang biak, seperti sofa, karpet, atau kasur. Untuk mebersihkannya gunakan mesin penyedot debu (vacuum cleaner).

Setelah selesai menyedot debu, buang kantong penyedot debu (atau cuci wadah dengan tuntas untuk menyedot debu tanpa kantong). Selain itu pencegahan tungau penyebab scabies di rumah juga perlu didukung dengan kelembapan ruangan yang optimal.

Ruangan yang terlalu lembab dan gelap menjadi tempat yang kondusif untuk tungau berkembang biak. Oleh karena itu, pastikan setiap ruangan di rumah mendapatkan pasokan sinar matahari yang cukup dengan sirkulasi udara yang lancar.

7. Tidak menggunakan barang secara bersamaan

Tungau penyebab kudis juga dapat ditularkan lewat barang-barang pribadi yang dipakai secara bergantian seperti pakaian, handuk, atau sprei tempat tidur. Pencegahan bisa dilakukan dengan memisahkan penggunaan barang dengan anggota keluarga yang mengidap scabies.

Orang yang terinfeksi harus memiliki handuk mandi sendiri dan handuk tangan yang tidak digunakan orang lain sampai perawatan selesai. Agar upaya pencegahan scabies lebih maksimal, Anda juga sebaiknya tidak berbagi ruangan yang sama dengan anggota keluarga yang terinfeksi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Obat kudis tradisional dengan bahan-bahan alami dapat melengkapi pengobatan medis yang dilakukan sehingga penyakit kulit ini teratasi lebih cepat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Obat oles seperti salep dapat digunakan untuk membantu mengatasi rasa gatal akibat cacar air. Bagaimana cara penggunaannya yang efektif?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Cara Jitu Menghilangkan Bekas Kudis Agar Kulit Mulus Kembali

Kudis bisa meninggalkan bekas yang lama hilang. Yuk, coba cara menghilangkan bekas kudis yang menghitam seperti di artikel ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

Cacar api pada anak dan bayi

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
Sabun sulfur untuk scabies kudis

Jenis Sabun Scabies dan Perilaku Hidup Bersih untuk Bantu Sembuhkan Penyakit Kudis

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020
Scabies pada bayi

Waspadai Scabies pada Bayi, Begini Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020