Jenis Makanan yang Jadi Pantangan Saat Anak Sakit Cacar Air

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/04/2020
Bagikan sekarang

Cacar air merupakan penyakit yang sering kali terjadi pada anak-anak dan disebabkan oleh virus varicella zoster. Selain dengan obat dari dokter, proses penyembuhan penyakit cacar air juga dapat dibantu oleh perawatan rumahan. Orang yang sakit cacar air mungkin saja mengalami gejala yang lebih parah apabila tidak mematuhi beberapa pantangan yang disebutkan dokter, baik itu berupa larangan makanan atau aktivitas tertentu. Apa saja pantangan yang harus ditaati pasien penyakit cacar air?

Pantangan utama penyakit cacar air

Cacar air adalah penyakit yang mudah menular. Risiko penularan akan lebih tinggi terjadi pada anak kecil dan orang dewasa yang tidak mendapatkan vaksin cacar air. Hampir 90% penderitanya adalah anak-anak yang belum mendapatkan vaksin cacar air. 

Nah agar anak yang sedang sakit cacar air cepat sembuh dan tidak menularkan penyakit pada orang lain, bimbing mereka untuk menaati beberapa pantangan ini:

1. Jangan melakukan kontak fisik dengan orang lain

Wajib bagi orang yang sedang sakit cacar menghindari kontak fisik langsung dengan orang-orang yang belum terinfeksi. Ini termasuk berada dalam satu ruangan yang sama. Maka itu, orang yang sedang sakit cacar seharusnya diisolasi dulu sampai benar-benar sembuh.

Pasalnya, virus cacar air mudah menyebar melalui cipratan air liur ketika seseorang yang sakit baru batuk atau bersin dan orang lain di dekatnya menghirup udara sekitar. Cacar air juga bisa ditularkan dari kontak langsung dengan cairan lenting cacar itu sendiri.

2. Jangan berikan obat aspirin dan ibuprofen untuk anak yang sakit cacar

Cacar air menunjukkan gejala awal seperti kelelahan, demam, dan pusing. Pada umumnya, berbagai gejala ini dapat diatasi dengan obat pereda nyeri seperti ibuprofen, paracetamol, atau aspirin.

Namun, jangan berikan ibuprofen dan aspirin untuk meredakan demam dan sakit kepala pada anak yang sedang sakit cacar.

Penggunaan aspirin pada anak kecil dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit bernama sindrom Reyes yang menyerang hati dan otak. Sementara itu, konsumsi ibuprofen dapat meningkatkan risiko infeksi kulit yang lebih parah.

3. Jangan menggaruk bintil cacar

Pantangan utama lainnya yang harus selalu ditaati saat sakit cacar adalah jangan menggaruk lenting cacar air.

Gatal, memang, tapi menggaruk akan memecahkan bintil dan kemudian menyebarkan virus yang terdapat dalam cairan lenting. Cairan tersebut dapat muncrat ke udara dan terhirup orang sekitar, atau mendarat pada barang-barang yang akan dipegang oleh orang lain.

Menggaruk juga membuat lenting jadi makin menyebar ke bagian tubuh lainnya. Bahkan, bisa menyebabkan bekas cacar sulit menghilang.

Cobalah untuk menahannya, karena rasa gatal akan mulai berkurang dalam tiga atau empat hari. Dalam seminggu lebih, lenting yang sudah pecah dan menjadi koreng sudah tidak terasa gatal lagi.

4. Jangan tidak minum air

Memenuhi kebutuhan nutrisi harian dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi memang penting untuk mempercepat proses pemulihan penyakit.

Namun, cacar air yang menyerang bagian mulut hingga tenggorokan bisa membuat susah makan makanan padat. Salah satu cara menyiasati kurangnya asupan nutrisi ini adalah memperbanyak konsumsi cairan agar menjaga tubuh selalu terhidrasi.

Pilihan minuman bergizi untuk memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi tubuh di antaranya adalah:

  • Air putih
  • Teh herbal
  • Infused water rendah asam
  • Jus buah atau sayuran tanpa pemanis dan rendah asam
  • Minuman elektrolit

Pantangan makanan saat sakit cacar air

Gejala cacar air yang paling khas adalah kemunculkan ruam kulit berupa bintik-bintik merah berisi cairan yang semula muncul pada wajah dan badan. Namun lambat laun, ruam merah akibat cacar air juga bisa muncul pada sekitar mulut dan bagian dalamnya, seperti lidah, pipi dalam, gusi, dan tenggorokan.

Berdasarkan studi dalam Journal of Clinical Pediatric Dentistry, jumlah ruam yang muncul sangat bergantung dari tingkat keparahan penyakit. Bintil tidak selalu muncul di dalam mulut jika cacar air termasuk taraf ringan. Ketika muncul, jumlahnya pun tidak lebih dari 10 bintil. Namun pada kasus yang parah, jumlah yang muncul dalam mulut bisa mencapai 30 bintil.

Semakin banyak ruam di dalam mulut, orang yang sakit cacar akan malas makan karena kesulitan untuk mengunyah dan menelan.

Oleh karena itu, cara terbaik untuk mengatasi rasa sakit di dalam mulut akibat ruam penyakit cacar air adalah dengan menerapkan pantangan makanan tertentu.  Beberapa jenis makanan yang menjadi pantangan saat sakit cacar air dilaporkan dapat memperparah gejalanya. Pada orang yang kondisi sistem imun tubuhnya melemah secara drastis, ruam bisa muncul lebih banyak di dalam mulut.

Pantangan makanan  juga berguna untuk mencegah terjadinya komplikasi dari sakit cacar air yang menyebabkan terjadinya peradangan pada organ tubuh lainnya, seperti organ pencernaan.

Maka itu, hindari makanan-makanan ini

1. Makanan tinggi lemak jenuh

Makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, seperti daging, susu full cream, merupakan makanan pantangan pertama yang sebaiknya dihindari ketika sakit cacar air.

Makanan dengan lemak jenuh yang tinggi dapat meningkatkan peradangan pada tubuh. Hal ini akan menyebabkan ruam yang dialami anak Anda semakin parah dan proses penyembuhannya semakin lama.

Selain mengurangi konsumsi makanan pantangan ini, penderita penyakit cacar air juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang dingin untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.

Jika Anda ingin memberikan es krim atau milkshake pada anak Anda, maka lebih baik memilih es krim dan susu yang rendah lemak atau bahkan tidak mengandung lemak sama sekali.

2. Makanan asam

Ruam cacar air yang muncul pada tenggorokan bisa menyebabkan peradangan sehingga tenggorokan terasa sangat kering dan perih ketika menelan makanan.

Maka dari itu, hindari buah jeruk dan buah lain yang mengandung asam tinggi. Konsumsi makanan dengan asam yang tinggi akan menyebabkan tenggorokan dan mulut teriritasi yang semakin parah dan menimbulkan rasa sakit. Tentunya, kondisi ini semakin memperlambat proses penyembuhan.

Selain menjadikan makanan yang mengandung asam tinggi sebagai pantangan sakit cacar air, perhatikan juga makanan kemasan atau minuman ringan yang akan dikonsumsi oleh anak.

Cobalah untuk menjauhkan makanan tersebut jika mengandung asam sitrat, karena akan mengakibatkan memburuknya gejala cacar air sama seperti ketika mengonsumsi makanan yang kadar asamnya tinggi.

3. Makanan pedas dan asin

Rasa pedas dan asin pada makanan bisa menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan mulut, termasuk kaldu ayam yang memiliki rasa asin. Saat anak sakit cacar air, makanan-makanan yang terlalu pedas atau asin harus dijadikan pantangan. 

Sebagai gantinya, makanlah sup sayuran sehat dengan kaldu sayur yang memiliki kadar natrium lebih rendah dibandingkan dengan kaldu ayam.

4. Makanan sumber ariginin

Arginin adalah sejenis protein yang berpengaruh terhadap proses replikasi virus cacar air di dalam tubuh.

Studi dalam jurnal Antiviral Chemistry & Chemotherapy menjelaskan, asam amino arginin memicu proses sintesis protein yang dimanfaatkan oleh virus untuk berkembang biak.

Maka saat virus penyebab cacar air bereplikasi, jumlah virus yang menginfeksi permukaan kulit menjadi semakin banyak sehingga gejala semakin parah. Kondisi ini menyebabkan orang yang sakit cacar makin lama sembuhnya.

Makanan mengandung arginin yang perlu dijadikan pantangan saat sakit cacar air di antaranya adalah cokelat, kacang tanah, dan kismis. 

Meski begitu, belum banyak bukti ilmiah yang menunjukan pantangan makanan yang mengandung arginin dapat membantu pemulihan cacar air.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Obat Tradisional yang Membantu Penyembuhan Cacar Air Secara Alami

Selain pengobatan medis, obat tradisional yang berasal dari beberapa bahan alami turut membantu proses pemulihan cacar air. Bagaimana cara membuatnya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Apa Saja Perbedaan Cacar Air dan Campak?

Cacar air dan campak sama-sama menimbulkan ruam merah di kulit. Meski tampak mirip, keduanya berbeda. Apa saja perbedaan cacar air dan campak?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila

5 Pilihan Obat untuk Mempercepat Penyembuhan Cacar Air

Dengan minum obat, gejala cacar air yang mengganggu bisa segera diatasi, termasuk lenting lebih cepat mengering tanpa berisiko menyebabkan infeksi bakteri.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

4 Penyakit yang Menimbulkan Bentol Berair pada Kulit Bayi

Bentol berair pada kulit bayi tidak hanya terjadi akibat lecet saja. Namun, pada juga muncul akibat masalah kesehatan tertentu. Apa saja? Baca di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Kulit Bayi, Parenting Maret 14, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin cacar air

Memahami Cara Kerja dan Kegunaan Vaksin Cacar Air

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Salep untuk cacar air

Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 22, 2020
Jenis cacar

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 21, 2020
penyebab cacar air

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 20, 2020