Masker Alami Buatan Sendiri, Benarkah Lebih Ampuh Perbaiki Masalah Kulit Daripada Produk Komersil?

Oleh

Ada berbagai cara murah meriah untuk merawat kulit di rumah. Salah satunya menggunakan masker wajah DIY (do-it-yourself) yang diracik dengan bahan-bahan alami. Selain diklaim ampuh meredakan berbagai masalah kulit mengganggu, racikan masker alami wajah juga dinilai lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya. Namun, benarkah anggapan ini?

Masker alami ampuh belum tentu manjur untuk semua orang

memilih masker wajah

Saya rasa itu mitos, ya. Cuma sebatas nasehat nenek moyang yang masih dipercaya orang Indonesia hingga kini. Sampai sejauh ini, bukti manfaat masker alami hanya sebatas cerita pengalaman saja alias anekdotal atau sugesti.

Dari sisi ilmu medis, belum ada studi ilmiah yang benar-benar dapat membuktikan tentang cara kerja, keamanan, manfaat, serta kemanjuran masker alami untuk mengatasi berbagai masalah kulit. Pasalnya, resep-resep masker alami yang banyak beredar di masyarakat rata-rata tidak diketahui dari mana sumbernya. Resep-resep ini juga sangat bervariasi takarannya, mengikuti siapa yang membuatnya.

Terlebih, manfaat setiap bahan-bahan alami yang dijadikan masker perawatan kulit juga sampai saat ini belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

Pada sebagian orang yang memiliki kulit normal atau keluhan ringan, masker-masker ini mungkin saja berguna. Akan tetapi, pada orang lain yang mungkin masalah kulitnya lebih berat atau kompleks, pemakaian masker alami dapat mengiritasi kulitnya sehingga memperparah kondisi yang dimiliki.

Apakah aman?

membuat masker wajah alami

Sekali lagi, keamanan dan keefektivitasan masker alami belum dapat dibuktikan secara sahih oleh ilmu sains.

Yang perlu Anda perhatikan, beberapa bahan alami sebenarnya ada yang tidak disarankan untuk dioleskan langsung ke kulit. Terutama sekali yang bersifat asam seperti jeruk nipis dan lemon.

Meski keduanya memiliki sifat antiseptik dan antiradang yang baik untuk kesehatan kulit, keluarga jeruk yang mengandung asam cukup tinggi (pH 2) ini dapat menyebabkan iritasi kulit apabila dioles langsung ke kulit, bahkan hingga menimbulkan ruam dan mungkin luka bakar kimia. Terlebih jika kulit Anda sensitif.

Selain lemon, beberapa bahan alami yang sebaiknya tidak digunakan langsung ke kulit adalah cuka apel, bawang putih, baking soda, dan kunyit.

Cara yang benar jika ingin menggunakan masker alami wajah

masker anti aging

Saya tidak membenarkan atau mendukung pemakaian masker alami wajah, karena belum ada bukti mengenai kemanjurannya. Namun bila Anda ingin mencoba, saya anjurkan untuk memakai bahan-bahan yang tidak bersifat iritatif.

Prinsipnya adalah trial and error, alias coba-coba. Bila dengan pemakaian masker alami ternyata justru memperparah kondisi kulit Anda, silakan segera dihentikan tidak usah dipakai lagi. Jangan bersikeras tetap memakai masker alami, padahal kondisi kulit makin memburuk.

Selain itu, jangan gunakan masker wajah terlalu sering. Sebaiknya cukup 1 minggu sekali. Pemakaian masker wajah yang terlalu sering justru dapat menyebabkan kulit Anda semakin kering dan rentan terkelupas.

Baiknya, konsultasi dulu ke dokter kulit

Pada dasarnya, cara terbaik untuk mengatasi berbagai masalah kulit adalah dengan menggunakan perawatan yang memang sudah terbukti ampuh khasiatnya.

Jika Anda memiliki masalah kulit yang tidak wajar atau bahkan mengganggu Anda, jangan sungkan untuk berkonsultasilah ke dokter spesialis kulit. Dokter spesialis kulit akan menentukan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.  

Ingat, meski masker yang Anda buat menggunakan bahan-bahan alami, belum tentu benar aman untuk kulit Anda.

dr. Listya Paramita, Sp.KK Kulit & Kelamin
dr. Listya Paramita, Sp.KK menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan pendidikan dokter spesialis Kulit dan Kelamin di ...
Selengkapnya
dr. Listya Paramita, Sp.KK Kulit & Kelamin

dr. Listya Paramita, Sp.KK menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan pendidikan dokter spesialis Kulit dan Kelamin di Universitas yang sama. Meraih gelar Sp.KK dalam waktu 3,5 tahun, dokter yang akrab dipanggil dengan dr. Mita ini adalah salah satu lulusan tercepat dalam menempuh pendidikan spesialis.

Kecintaan yang tinggi dalam dunia dermatologi diwujudkan dengan memberikan pelayanan yang profesional dan maksimal kepada pasien, meliputi semua keluhan mengenai kulit, mukosa, rambut dan kelamin, serta tindakan-tindakan medis dalam bidang dermatologi seperti bedah kulit hingga laser, filler, botox dan threadlift.

dr. Mita peduli akan pentingnya pengetahuan untuk pencegahan timbulnya gangguan pada kulit dan kelamin sehingga sering memberikan edukasi secara berkala mengenai kesehatan.

 

Selengkapnya