Cara Menghilangkan Panu dengan 6 Bahan Alami

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Panu memang membuat warna kulit tidak indah dipandang. Selain diindikasikan sebagai kulit yang jorok dan kotor, panu juga akan menimbulkan rasa gatal pada penderitanya. Simak pembahasan di bawah ini mengenai cara menghilangkan panu dengan bahan alami yang bisa Anda ramu sendiri di rumah.

Beberapa cara menghilangkan panu dengan bahan alami

1. Minyak pohon teh (tea tree oil)

Minyak pohon teh bisa jadi salah satu cara menghilangkan panu, karena ia memiliki sifat anti jamur dalam kandungannya. Minyak pohon teh berfungsi menghambat penyebaran infeksi dan mencegah gatal kambuh.

Caranya, tambahkan 5-7 tetes minyak pohon teh dan 1 sendok makan minyak zaitun atau kelapa. Oleskan minyak ini pada daerah yang terdapat panu dengan menggunakan bola kapas. Biarkan hingga mengering, kemudian bilas dengan air hangat dan keringkan. Lakukan pengobatan ini dua kali sehari selama beberapa minggu.

2. Minyak kelapa dan minyak kayu manis

Minyak kelapa merupakan salah satu obat yang efektif untuk membasmi jenis infeksi jamur, termasuk panu. Minyak kelapa didapuk sebagai fungisida alami, yang berarti bisa membantu menghentikan pertumbuhan jamur.

Berikut cara menghilangkan panu dengan minyak kelapa: cukup campurkan 1 sendok minyak kelapa dan 6 tetes minyak kayu manis. Oleskan pada kulit yang terkena dan tunggulah 15 sampai 20 menit sebelum dibilas dengan air hangat.

3. Lidah buaya

Lidah buaya memiliki protein 14 kDa yang berguna memiliki  sifat anti jamur dan anti inflamasi. Kedua kandungan tersebut, nyatanya efektif dalam mengobati pertumbuhan jamur panu. Selain itu, sifat dari lidah buaya juga baik untuk penyembuhan infeksi kulit yang rusak.

Begini cara menghilangkan panu dengan lidah buaya. Sediakan daun lidah buaya, ambil ekstrak gel segarnya. Oleskan gel lidah buaya langsung pada daerah kulit yang terkena, 2 atau 3 kali sehari selama beberapa minggu. Pilihan lainnya bisa mencampur dengan beberapa tetes minyak lavender dalam 1 sendok teh gel lidah buaya. Lakukan secara telaten.

4. Yoghurt

Yoghurt yang dimaksud di sini adalah yoghurt polos tanpa rasa dan tanpa gula. Yoghurt asli tanpa campuran apapun, adalah obat alami untuk infeksi jamur seperti panu. Kandungan probiotik pada yoghurt alami dapat menghambat pertumbuhan jamur.

Cara penyembuhannya dilakukan dengan mengoleskan yoghurt pada kulit yang terinfeksi jamur panu. Biarkan selama setidaknya 20 sampai 30 menit, lalu bilas dengan air hangat. Jangan lupa juga, konsumsi 2 sampai 3 cangkir yoghurt tanpa campuran apapun setiap hari untuk membantu memerangi ragi dari dalam tubuh.

5. Bawang putih

Bawang putih sudah tidak asing lagi dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi infeksi kulit. Bawang putih sejatinya memiliki sifat anti jamur pada kandungannya. Anda bisa menggunakan bawah putih dengan memotongnya menjadi dua. Lalu, oleskan pada bagian yang terdapat panu. Tunggu hingga mengering, dan mandilah sesudahnya. Lakukan hal ini selama beberapa minggu hingga ada perubahan pada warna panu.

Cara menghilangkan panu juga bisa dibasmi dari dalam tubuh. Caranya dengan mengonsumsi 2 sampai 3 siung bawang putih mentah dan minum air hangat saat perut kosong setiap hari untuk mengobati dan mencegah kambuhnya panu.

6. Kunyit dan cuka apel

Kunyit dan cuka apel merupakan obat tradisional yang ampuh untuk mengobati panu. Pada kunyit, terdapat kandungan antiseptik, antibiotik dan antijamur. Sedangkan pada kandungan cuka apel terdapat zat antimikroba. Jika keduanya dipersatukan, ini akan menjadi ramuan alami yang ampuh untuk membunuh infeksi jamur berkat kandungan berkhasiat tadi.

Caranya mudah, campurkan 2 sendok makan kunyit bubuk dan 2 sendok cuka apel. Oleskan ke kulit yang terinfeksi panu, lalu gosok. Gosok di area panu saja, usahakan jangan menyebar ke daerah lain yang tidak terinfeksi. Keringkan selama beberapa saat, lalu Anda bisa membilasnya dengan air hangat. Anda juga bisa meminum sari cuka apel setiap hari untuk mencegah pertumbuhan jamur dari dalam tubuh.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca