Batuk Makin Parah? Hindari 4 Makanan yang Dilarang Saat Batuk Ini

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/05/2020
Bagikan sekarang

Ketika batuk selain minum obat, Anda biasanya dianjurkan untuk tidak sering keluar malam, banyak beristirahat hingga menghindari stres. Tujuannya tentu untuk segera meredakan gejala batuk menerus ataupun penyakit penyebabnya. Di samping itu, pastikan juga Anda menghindari beberapa pantangan makanan dan minuman yang ternyata dilarang saat batuk karena bisa semakin memperparah kondisi Anda.

Apa saja makanan dan minuman yang harus dilarang saat batuk?

Secara umum batuk adalah salah satu gejala penyakit pilek. Meskipun batuk yang disebabkan oleh pilek biasanya ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya, sebaiknya jangan pernah menyepelekan kondisi tersebut. Selain membuat tubuh tidak nyaman, batuk akibat pilek yang berkepanjangan bisa memicu infeksi saluran pernapasan lainnya sehingga kondisi batuk semakin serius.

Pengobatan batuk baik melalui obat over-the-counter maupun obat batuk alami tidak akan efektif apabila Anda tidak menaati beberapa pantangan batuk, salah satunya dengan terus mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat memperparah kondisi batuk.

Mulai sekarang, coba hindari berbagai makanan dan minuman yang dilarang saat batuk ini guna mempercepat penyembuhan penyakit penyebab batuk yang Anda alami.

1. Makanan yang digoreng

makanan yang digoreng dilarang saat batuk

Mungkin Anda sering kali mendengar anjuran untuk menghindari makanan yang digoreng saat sedang batuk. Ternyata hal ini memang benar adanya. Sebenarnya bukan makanannya yang memperparah batuk, melainkan minyak yang digunakan untuk menggoreng.

Minyak, terutama minyak jelantah yang telah dipakai berulang kali, menghasilkan senyawa akrolein yang akan memicu rasa gatal menyiksa di tenggorokan. Semakin sering dan banyak jumlah minyak yang digunakan, maka akan semakin buruk kualitas minyak dan berbahaya untuk kesehatan. Tidak hanya itu, tekstur kasar dari gorengan juga bisa membuat dinding tenggorokan iritasi.

Selain itu, gorengan bukan hanya memicu batuk secara langsung. Alasan lain kenapa gorengan menjadi makanan yang perlu dihindari saat batuk karena dapat menyebabkan naiknya asam lambung dan alergi makanan. Refluks asam lambung yang naik dapat memicu terjadinya penyempitan saluran napas kemudian menyebabkan batuk.

Jadi, selama kondisi batuk belum juga membai, sebaiknya hindarilah konsumsi makanan yang dilarang saat batuk ini.

2. Minuman yang mengandung kafein

perut perih setelah minum kopi jadi makanan yang dihindari saat batuk

Selain makanan, terdapat juga jenis minuman yang perlu dihindari konsumsinya secara berlebihan saat batuk, beberapa di antaranya adalah minuman yang mengandung kafein. Pasalnya, kafein akan memicu gas asam dari lambung naik kembali ke tenggorokan. Kondisi ini yang kemudian mengakibatkan tenggorokan gatal akibat batuk Anda semakin memburuk dan tidak kunjung sembuh.

Kafein sendiri terdapat dalam kopi, teh, dan soda perlu dihindari konsumsinya selama batuk berlangsung. Untuk meredakan batuk, anda tidak harus berhenti mengonsumsi minuman kafein, tapi penting untuk mengendalikan konsumsinya. Oleh karena itu, konsumsi minuman berkafein secukupnya saja, misalnya satu gelas kopi per harinya.

3. Makanan olahan

makanan olahan yang dilarang saat batuk

Anda bisa membantu proses penyembuhan batuk dengan menjauhi makanan olahan, meliputi makanan kemasan, fast food, keripik, dan lain sebagainya. Bukan tanpa alasan, sebuah studi yang diterbitkan oleh British Journal of Nutrition, menyatakan bahwa nutrisi punya peran penting untuk mendukung kerja sistem kekebalan tubuh yang akan melawan infeksi.

Dengan kata lain, asupan nutrisi yang optimal dalam tubuh akan membantu meredam batuk dengan cara memperkuat sistem kekebalan dan mendukung berbagai fungsi tubuh lainnya. Jika ingin batuk cepat sembuh, sebaiknya makanan olahan dihindari konsumsinya dan diganti dengan makanan yang padat gizi untuk mengoptimalkan fungsi tubuh saat sakit.

Konsumsi makanan yang dilarang saat batuk ini bisa diganti dengan makanan yang kaya kandungan nabati seperti kacang kedelai dan sayuran. Makanan ini dapat membantu melawan infeksi virus penyebab batuk.

4. Makanan pemicu alergi

Berbagai masalah kesehatan dapat menyebabkan batuk. Selain infeksi virus, batuk menjadi salah satu gejala dari reaksi alergi. Kondisi alergi terjadi ketika terjadi reaksi berlebihan dari sistem imun terhadap zat di dalam makanan.

Ada beberapa makanan penyebab alergi sehingga memperburuk kondisi batuk Anda. Makanan tersebut dapat berupa makanan laut, telur, kacang, dan lainnya. Mengenali makanan yang bisa memicu alergi dalam tubuh sekaligus menghindarinya, adalah salah satu cara tepat untuk meredakan batuk yang mengganggu.

Selain menyebabkan batuk, terus mengonsumsi makanan penyebab alergi juga dapat memicu reaksi alergi yang lebih serius seperti kejang dan sesak napas. Makanan pemicu alergi dengan bahan dasar susu juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan pada anak-anak dan balita.

Jenis makanan yang membantu mengatasi batuk

Selain perlu menghindari konsumsi makanan yang dilarang saat batuk, Anda sebaiknya juga menambah konsumsi makanan lain sehingga batuk cepat teratasi, seperti:

  • Memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan sehari-hari.
  • Minum obat batuk alami dari campuran madu, teh herbal, dan lemon secara rutin. Jika terlalu banyak mengonsumsi teh, Anda bisa mengganti teh herbal dengan air hangat.
  • Mengonsumsi makanan berkuah hangat dan kaya protein, seperti sup ayam. Makanan berkuah membantu mengencerkan dahak yang menyumbat saluran pernapasan. Selain itu, kombinasi sayuran dan kaldu dapat menjadi bahan ampuh yang membantu meredakan inflamasi di salauran napas.
  • Memperbanyak cairan agar terhindar dari dehidrasi sehingga proses penyembuhan bisa berlangsung lebih cepat.

Penting untuk diingat, menerapkan pola makan sehat dengan menu makanan bernutrisi tidak lantas menghentikan batuk berkepanjangan yang Anda alami. Tidak mengonsumsi makanan yang dihindari saat batuk dan mengonsumsi makanan sehat berguna untuk membatu meningkatkan kerja sistem imum melawan infeksi.

Minum obat untuk meredakan gejala batuk

obat batuk berdahak

Nah, selain dengan menaati pantangan makanan dan minuman yang dilarang saat batuk karena bisa memperparah kondisi. Anda juga bisa mempercepat penyembuhan dengan minum obat batuk yang mengandung dextrometorfan  atau chlorphenamine.

Dextrometorfan akan bekerja sebagai antitusif untuk melawan batuk dari pusatnya, sementara chlorphenamine berperan sebagai antihistamin yang akan meredakan reaksi alergi penyebab batuk. Kedua kandungan ini bekerjasama guna meredakan batuk kering dan menjaga agar aktivitas Anda tetap lancar seharian.

Pilihan jenis obat batuk kering lainnya, yakni obat batuk yang tidak hanya menyembuhkan batuk kering, tapi juga membantu istirahat lebih nyenyak. Ini berkat kandungan dextrometorfan yang bertugas sebagai antitusif untuk meredam batuk di pusatnya, sekaligus obat batuk diphenhydramine yang bertindak sebagai antialergi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Infografik: Gangguan Kesehatan yang Sering Menyerang Pejuang KRL

Anda sering naik KRL untuk pergi ke kantor, kampus, atau sekolah? Waspadai berbagai gangguan kesehatan berikut dan cari tahu solusinya di sini!

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Infografik 03/05/2019

Infografik: Bedanya Batuk Berdahak dan Batuk Kering

Meskipun batuk sering dialami oleh siapa saja, Anda mungkin belum paham betul sebetulnya apa beda batuk berdahak dan batuk kering. Yuk, pelajari di sini!

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Infografik 02/05/2019

Apa Benar Batuk Terus-menerus Itu Gejala Gagal Jantung?

Batuk bukan hanyabagian dari gejala flu, asma, atau bronkitis. Namun, juga menandakan gejala gagal jantung. Benarkah demikian?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Incidal OD

Incidal OD adalah obat untuk meredakan gejala alergi seperti gatal, pilek, mata berair, dan hidung tersumbat. Kandungan Incidal OD adalah cetirizine.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
Bahan-bahan obat batuk alami

Efektif Menghentikan Batuk, Coba 13 Ragam Obat Batuk Alami Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/10/2019
Ibu hamil minum obat batuk alami untuk ibu hamil

Hindari Risiko Efek Samping Obat, Pilihlah Obat Batuk Alami untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 04/10/2019
batuk berdahak

Batuk Berdahak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 10/09/2019