home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Penanganan Hipospadia Sebaiknya Dilakukan Sejak Dini

Penanganan Hipospadia Sebaiknya Dilakukan Sejak Dini

Hipospadia merupakan kondisi bawaan di mana pembukaan uretra (saluran urin dari kandung kemih dan keluar dari tubuh) berada di bagian bawah penis, bukan di ujung. Beberapa penelitian memperkirakan terdapat sekitar 1 dari 200 bayi lahir dengan hipospadia di Amerika Serikat. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu kondisi bawaan lahir yang cukup umum ditemukan. Dengan penanganan hipospadia yang berhasil, kebanyakan pria dapat berkemih dan reproduksi normal.

Penanganan hipospadia

operasi penanganan hipospadia

Hipospadia dapat diketahui sejak lahir karena merupakan kondisi bawaan. Saat penis mulai berkembang pada janin, hormon tertentu merangsang pembentukan uretra dan kulup. Hipospadia terjadi ketika terdapat kerusakan dalam kerja hormon-hormon ini sehingga menyebabkan uretra berkembang secara tidak normal.

Pada kebanyakan kasus, penyebab pasti hipospadia tidak diketahui. Namun diperkirakan karena kombinasi antara faktor genetik dan lingkungan.

Pada kondisi hipospadia, pembukaan uretra berada di bagian bawah penis, bukan di ujung. Mayoritas kasus, pembukaan uretra berada di area kepala penis. Kondisi yang lebih jarang, bukaan uretra berada di tengah atau bahkan pangkal penis. Sedangkan pada kasus langka, lubang berada di dalam atau di bawah skrotum (kantong pembungkus testis).

Derajat keparahan hipospadia semakin berat ketika lokasi bukaan uretra berada semakin dekat ke area pangkal penis.

Penanganan Hipospadia Sebaiknya Dilakukan Sejak Dini
Beberapa tipe hipospadia (National Center on Birth Defects and Developmental Disabilities, CDC, AS)

Operasi untuk mengatasi hipospadia

Penanganan atau tatalaksana untuk hipospadia tergantung pada jenis kondisi bawaan yang dimiliki anak laki-laki tersebut. Sebagian besar kasus hipospadia memerlukan pembedahan untuk memperbaiki defek atau kondisi kelainan tersebut.

Beberapa kemungkinan perbaikan dapat dilakukan melalui operasi termasuk menempatkan pembukaan uretra di tempat yang tepat, memperbaiki lekukan di penis, dan memperbaiki kondisi kulit di sekitar pembukaan uretra.

Dalam operasi perbaikan ini dokter mungkin perlu menggunakan kulup (kulit yang menutupi ujung penis) untuk melakukan perbaikan bentuk. Jadi pada bayi laki-laki dengan hipospadia, sebaiknya tidak disunat.

Pada kasus dengan derajat hipospadia berat (lokasi bukaan uretra semakin berada di pangkal dan penis yang bengkok), kemungkinan penanganan pembedahan harus dilakukan beberapa kali secara bertahap.

Penanganan hipospadia biasanya dilakukan saat anak laki-laki berusia antara 3-18 bulan. Dengan penanganan yang tepat sejak dini, penis dapat tumbuh dan berfungsi secara normal.

Sedangkan pada pasien usia dewasa, penanganan hipospadia dilakukan dengan tindakan serupa tapi dengan angka keberhasilan yang berbeda. Hal ini karena penis dewasa sudah rutin mengalami ereksi, sehingga proses penyembuhan dapat terganggu.

Bagaimana mengetahui anak memiliki kondisi hipospadia?

penanganan hipospadia bayi

Sebagian besar bayi dengan hipospadia didiagnosis segera setelah lahir saat masih di rumah sakit. Namun, lokasi bukaan uretra yang sedikit abnormal dari pembukaan normal mungkin tidak kentara dan lebih sulit untuk diidentifikasi. Bicaralah dengan dokter jika Anda memiliki kekhawatiran tentang penampilan penis anak Anda atau jika ada masalah dengan berkemih.

Beberapa tanda dan gejala hipospadia

  • Pembukaan uretra di lokasi selain ujung penis.
  • Bentuk penis yang bengkok ke bawah (chordee).
  • Penampilan penis “berkerudung” karena bagian atas penis yang tertutup kulit kulup.
  • Pancaran tidak normal saat berkemih.

Faktor risiko Hipospadia

Meskipun penyebab hipospadia biasanya tidak diketahui, ada beberapa faktor yang diketahui meningkatkan angka kejadiannya.

  • Riwayat keluarga. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi laki-laki bila anggota keluarga lainnya juga terdiagnosa hipospadia.
  • Genetika.Variasi gen tertentu mungkin berperan dalam gangguan hormon yang merangsang pembentukan alat kelamin pria.
  • Usia ibu di atas 35 tahun. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mungkin ada peningkatan risiko hipospadia pada bayi laki-laki yang lahir dari perempuan berusia di atas 35 tahun (kehamilan beresiko).
  • Paparan zat tertentu selama kehamilan. Ada beberapa spekulasi tentang hubungan antara hipospadia dan paparan ibu terhadap hormon tertentu atau senyawa tertentu seperti pestisida atau bahan kimia industri, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi hal ini.

Tidak semua daerah memiliki dokter spesialis urologi, kondisi ini menjadi salah satu tantangan berat dalam penanganan hipospadia di Indonesia. Terlebih pada kasus hipospadia derajat berat yang harus ditangani oleh dokter spesialis urologi dengan kekhususan penyakit anak (sub spesialis pediatri).

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  • Paulozzi LJ, Erickson JD, Jackson RJ. Hypospadias trends in two US surveillance systems. Pediatrics 1997; 100:831–834.
  • Mai CT, Isenberg J, Langlois PH, Alverson CJ, Gilboa SM, Rickard R, Canfield M, Anjohrin SB, Lupo PJ, Jackson DR, Stallings EB, Scheuerle AE, Kirby RS for the National Birth Defects Prevention Network.
  • Brief report, Population-based birth defects data in the United States, 2008 to 2012: Presentation of state-specific data and descriptive brief on variability of prevalence. Birth Def Res (Part A). 2015; 103:972-994.
  • Baskin LS. Hypospadias. http://www.uptodate.com/home. Accessed Aug. 14, 2016.
    Kliegman RM, et al. Anomalies of the penis and urethra. In: Nelson Textbook of Pediatrics. 20th ed. Philadelphia, Pa.: Elsevier; 2016. http://www.clinicalkey.com. Accessed Aug. 14, 2016.
  • Epispadias and hypospadias. American Urological Association. https://www.auanet.org/education/modules/pathology/penis-defects/epispadias-hypospadias.cfm. Accessed Aug. 14, 2016.
  • Facts about hypospadias. Centers for Disease Control and Prevention. http://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/hypospadias.html. Accessed Aug. 14, 2016.
  • Bouty A, et al. The genetic and environmental factors underlying hypospadias. Sexual Development. 2015;9:239.
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, Sp.U Diperbarui 23/04/2021