6 Penyebab Balanitis yang Membuat Penis Sakit dan Bengkak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Saat penis sakit, pasti menjadi masalah besar bagi semua laki-laki. Ya, kesehatan penis tentu saja menjadi salah satu perhatian utama laki-laki. Bagaimana tidak, organ yang mereka bangga-banggakan ini merupakan organ reproduksi paling penting. Tidak jarang pria memiliki masalah pada penisnya karena tidak menjaga kebersihan penis. Salah satu risiko penyakit yang bisa dialami oleh laki-laki yang tidak menjaga kebersihan penisnya adalah balanitis

Apa itu balanitis?

Balanitis adalah peradangan yang terjadi pada kepala penis, yang sering kali terjadi pada laki-laki yang belum disunat. Penyakit ini menimbulkan gejala seperti penis sakit, memerah, bengkak, mengeluarkan bau tidak sedap, serta terasa nyeri saat buang air kecil.

Walaupun memang balanitis bukanlah penyakit yang serius, tetapi semua laki-laki – khususnya yang belum disunat – bisa mengalami balanitis. Balanitis dapat dialami oleh laki-laki di semua usia, tetapi lebih sering pada anak laki-laki di bawah 4 tahun. Setidaknya balanitis dialami oleh 1 dari 25 anak dan 1 dari 30 laki-laki yang belum disunat.

Apa yang menjadi penyebab balanitis?

Banyak hal yang dapat menyebabkan balanitis dialami oleh laki-laki dan berikut adalah penyebabnya.

1. Kondisi kulit

Balanitis bisa menjadi tanda dan gejala dari kondisi lainnya yang sebenarnya dialami penis, seperti:

  • Lichen planus, yaitu sebuah kondisi di mana kulit menjadi ruam, memerah, permukaan kulit terasa gatal.
  • Eksim, merupakan penyakit kulit kronis yang bisa menyerang permukaan kulit penis. Kondisi ini ditandai juga dengan kulit menjadi kering, gatal, pecah-pecah, dan memerah.
  • Dermatitis adalah peradangan yang terjadi pada permukaan kulit yang diakibatkan karena melakukan kontak langsung dengan hal yang membuat kulit iritasi.
  • Psoriasis, kondisi yang ditandai dengan permukaan kulit kering dan bersisik. Penyakit ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh yang tidak bisa melakukan regenerasi sel kulit dengan normal.

Keempat penyakit kulit tersebut bisa menyebabkan penis sakit, nyeri, memerah, dan radang, sehingga mengakibatkan seseorang mengalami balanitis. Untuk mengatasi balanitis, maka hal yang harus dilakukan adalah mengobati penyakit kulit yang menjadi penyebab dari balanitis tersebut.

2. Peradangan pada penis

Peradangan dan iritasi yang terjadi pada permukaan kulit penis bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  • Menggunakan kondom, lubrikan, dan spermisida (alat kontrasepsi khusus untuk laki-laki) yang mengandung zat kimia dan membuat kulit menjadi alergi.
  • Celana yang dipakai masih menyisakan deterjen yang tidak terbilas dengan bersih. Deterjen memiliki kandungan kimiawi yang bisa membuat kulit iritasi. Jika Anda menggunakan celana yang tidak dibilas bersih, maka zat kimia yang tertinggal di celana Anda dapat menyebabkan penis sakit, nyeri, memerah, dan meradang.
  • Menggunakan sabun mandi yang menyebabkan alergi pada penis.

3. Mengalami infeksi

Salah satu penyebab utama dari balanitis adalah infeksi yang terjadi pada Mr.P. Infeksi ini bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu:

Infeksi candida, yaitu infeksi jamur yang sering kali menyebabkan peradangan di tubuh, contohnya sariawan di mulut. Kondisi infeksi yang diakibatkan oleh candida dapat mengakibatkan penis sakit, bengkak, dan iritasi.

Infeksi bakteri, permukaan kulit manusia penuh dengan bakteri. Ada bakteri yang bersifat jahat dan menimbulkan penyakit, tetapi ada juga yang tidak berbahaya. Membersihkan dan mencuci penis rutin setiap hari serta segera mengeringkan penis dapat menurunkan risiko infeksi bakteri. Tetapi, Anda harus memperhatikan sabun yang dipakai untuk membersihkan Mr.P. Apabila salah memilih sabun mandi, malah membuat penis mengalami balanitis.

4. Diabetes

Balanitis terjadi bukan hanya karena infeksi saja, tetapi juga bisa karena seseorang mengalami diabetes sebelumnya. Laki-laki yang mengalami diabetes berpeluang untuk mengalami infeksi kulit lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memiliki riwayat diabetes. Hal ini diakibatkan karena glukosa yang terdapat di dalam urin dan dikeluarkan melalui penis, memicu tumbuhnya bakteri di sekitar penis.

5. Fimosis

Pada penis yang tidak disunat, kepala penis akan dilapisi oleh lapisan kulit yang disebut kulup. Pada beberapa kasus, kulup ini terlalu ketat sehingga tidak bisa ditarik kembali ke atas kepala penis, sehingga terjadi fimosis. Fimosis umum terjadi pada bayi dan anak laki-laki.

6. Melakukan hubungan seksual yang tidak aman

Balanitis bisa terjadi pada pria dewasa apabila ia melakukan hubungan seksual yang tidak aman dan tidak sehat. Apabila pasangan wanitanya sedang mengalami infeksi atau luka pada vagina, maka laki-laki tersebut bisa tertular dan berisiko mengalami balanitis. Selain itu penyakit seks menular seperti herpes genital, chlamydia, dan sipilis juga dapat menyebabkan balanitis.

Berapa Pengeluaran Rokok Anda Sehari?

Hitung dan coba alihkan uang itu untuk aktivitas lain yang membantu kesehatan Anda.

Cek Sekarang!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Jangan membiarkan kesepian terlalu lama menggerogoti Anda. Cari tahu cara mengatasi kesepian agar hidup Anda jauh lebih bahagia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Kalau muncul migrain atau sakit kepala setelah keramas, Anda mungkin bertanya-tanya apa artinya. Nah, ini dia berbagai penyebabnya. Simak baik-baik, ya!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat kayu secang

Sering Dijadikan Wedang, Jangan Lewatkan 4 Manfaat Hebat Kayu Secang

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penis terjepit

Pertolongan Pertama Saat Penis Terjepit Ritsleting

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit