backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

12

Tanya Dokter
Simpan

Penis Keluar Darah? Ini 10 Masalah yang Perlu Anda Waspadai

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 02/11/2023

Penis Keluar Darah? Ini 10 Masalah yang Perlu Anda Waspadai

Salah satu kondisi yang sering menyebabkan keresahan pada pria yakni saat penis mengeluarkan darah. Lantas, apa penyebab penis keluar darah? Apakah ini berbahaya atau tidak? Simak penjelasan selengkapnya dalam pembahasan di bawah ini.

Beragam penyebab penis keluar darah

mengobati kulit penis kering

Memperhatikan kondisi penis secara rutin adalah kunci utama dalam merawat penis. Keluarnya darah dari penis tentu menjadi salah satu kondisi yang perlu Anda waspadai.

Tidak hanya perdarahan yang terjadi pada batang atau kepala penis, kondisi ini juga bisa terjadi saat darah keluar bersama dengan urine maupun air mani.

Berikut ini adalah penjelasan tentang penyebab penis keluar darah yang perlu Anda waspadai.

1. Terlalu bersemangat saat berhubungan

Berhubungan intim yang terlalu bersemangat bisa menyebabkan penis keluar darah. Kondisi ini biasanya terjadi akibat pecahnya pembuluh darah pada kelenjar prostat.

Ejakulasi ketika seks membuat prostat berkontraksi. Terkadang, hal ini menyebabkan robekan pada pembuluh darah dalam prostat sehingga darah bercampur dengan air mani.

Kondisi bercampurnya darah dalam air mani dan sperma ini dikenal sebagai hematospermia.

2. Infeksi saluran kemih

Bakteri Escherichia coli (E. coli) dapat masuk serta menginfeksi uretra, kandung kemih, hingga ginjal. Kondisi ini dikenal sebagai infeksi saluran kemih (ISK).

Infeksi menyebabkan kerusakan, bengkak, serta perdarahan pada bagian-bagian tertentu pada sistem perkemihan.

Hal ini dapat menjadi alasan mengapa urine yang dikeluarkan melalui penis mengandung darah atau yang dalam dunia medis disebut hematuria.

3. Prostatitis

organ prostat

Prostatitis merujuk pada pembengkakan prostat akibat peradangan atau infeksi bakteri. Kondisi yang memengaruhi kelenjar prostat bisa meningkatkan risiko perdarahan.

Konsumsi alkohol secara berlebihan serta trauma panggul yang terjadi akibat cedera bersepeda bisa meningkatkan kemungkinan Anda terkena prostatitis.

Selain menyebabkan penis keluar darah, kondisi ini juga dapat ditandai dengan kesulitan buang air kecil dan nyeri pada area antara anus dan skrotum (perineum).

4. Pembesaran prostat jinak

Pembesaran prostat jinak atau benign prostate hyperplasia (BPH) bisa menjadi penyebab penis keluar darah. Ini lantaran prostat yang membesar dapat menekan uretra atau saluran kemih.

Tekanan dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan perdarahan. BPH juga bisa menimbulkan gejala lain, seperti kesulitan buang air kecil atau justru sering buang air kecil. 

5. Kanker prostat

Sel-sel kanker juga bisa tumbuh pada prostat. Kanker prostat berisiko merusak pembuluh darah sehingga menyebabkan keluarnya darah bersama urine atau air mani.

Jenis kanker ini cenderung tidak menyebabkan tanda dan gejala pada stadium awal. Umumnya, gejala baru muncul bila sel-sel kanker sudah berkembang.

Beberapa gejala kanker prostat termasuk kesulitan buang air kecil, buang air kecil terasa tidak tuntas, dan disfungsi ereksi.

Tahukah Anda?

Menurut The Global Cancer Observatory (Globocan), tercatat ada 13.563 kasus kanker prostat pada pria di Indonesia sepanjang tahun 2020. Dari jumlah tersebut, terdapat 4.863 kematian yang disebabkan oleh jenis kanker ini.

6. Kanker kandung kemih

pemicu dan risiko kanker kandung kemih

Kandung kemih merupakan organ berongga yang berfungsi menyimpan cairan urine. Organ ini terletak pada panggul bawah yang akan berkontraksi saat Anda buang air kecil.

Gejala kanker kandung kemih terkadang mirip dengan kondisi yang tidak begitu serius, contohnya ISK.

Selain urine berdarah, jenis kanker ini juga bisa membuat kebiasaan buang air berubah, seperti lebih sering buang air kecil dan rasa terbakar saat buang air kecil.

7. Penyakit menular seksual

Kondisi penis yang berdarah setelah berhubungan bisa menandakan penyakit menular seksual, seperti gonore, klamidia, dan herpes genital.

Beberapa penyakit tersebut bisa menyebabkan penis mengeluarkan cairan yang disertai darah. Gejala lain dapat berupa nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil.

Penyakit infeksi ini dapat menular lewat hubungan seks yang tidak aman, seperti berhubungan tanpa pengaman atau kebiasaan bergonta-ganti pasangan.

8. Batu ginjal

Batu ginjal atau dalam istilah medis disebut nefrolitiasis terjadi ketika mineral dan garam dalam cairan urine membentuk endapan keras dalam organ ginjal.

Umumnya batu berukuran kecil akan keluar dari tubuh lewat saluran kemih tanpa Anda sadari.

Namun, batu yang berukuran besar dapat menimbulkan gejala berupa darah dalam urine, sensasi terbakar saat buang air kecil, dan nyeri hebat pada perut bagian bawah.

9. Cedera penis

Penis dan kepuasan seksual

Meski relatif jarang terjadi, darah pada penis bisa muncul akibat lecet, goresan, gigitan hewan, luka bakar, atau cedera yang melibatkan mesin.

Adapun, jenis cedera penis yang sering terjadi adalah penis patah. Kondisi yang menyebabkan darah keluar dari penis ini kerap disebabkan oleh hubungan seksual yang terlalu bersemangat.

Penis patah termasuk dalam kondisi darurat medis. Segera hubungi dokter atau kunjungi IGD rumah sakit terdekat bila Anda mengalaminya.

10. Vasektomi

Keluarnya darah dari penis saat ejakulasi bisa disebabkan oleh efek samping vasektomi. Kondisi ini umumnya berlangsung dalam beberapa minggu pertama setelah operasi.

Studi dalam jurnal Translational Andrology and Urology (2017) juga menyebutkan sekitar 1–2% pria yang menjalani vasektomi berisiko mengalami post-vasectomy pain syndrome.

Mereka mungkin mengalami nyeri testis yang berlangsung selama tiga bulan. Rasa sakit pada testis ini dapat berlangsung terus-menerus atau sesekali.

Perlu diingat, keluarnya darah dari penis dapat menandakan gangguan kesehatan yang serius.

Saat mengalami gejala ini, sebaiknya segera hubungi dokter Anda. Diagnosis dan penanganan yang tepat akan membantu Anda menghindari komplikasi yang tidak diinginkan.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 02/11/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan