home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Pria Dengan Hipospadia Bisa Punya Keturunan?

Apakah Pria Dengan Hipospadia Bisa Punya Keturunan?

Lubang kencing (uretra) pria normalnya ada di ujung penis. Pada beberapa pria, muara uretranya bisa terletak di bawah batang penis. Kondisi ini disebut dengan hipospadia. Hipospadia adalah kondisi bawaan lahir. Hipospadia diduga kuat dapat menyebabkan pria mandul jika tidak ditangani dengan benar. Berikut ulasannya.

Komplikasi hipospadia adalah kemandulan

Hipospadia adalah kondisi bawaan lahir yang membuat lubang kencing terletak di sisi bawah batang penis, bukannya di ujung kepala penis pada umumnya. Beberapa kasus hipospodia juga menemukan lubang uretra yang terletak di pertemuan antara batang penis dengan kantong buah zakar (pojok pangkal penis).

Kelainan pada lubang uretra ini terbentuk saat usia kehamilan sekitar 8 sampai 14 minggu. Selain lubang kencing yang tidak berada di ujung penis, pasien biasanya memiliki penis yang melengkung. Ini menyebabkan pria kesulitan untuk kencing sehingga harus buang air dengan posisi jongkok atau duduk.

Hipospodia diatasi dengan operasi untuk membetulkan letak lubang uretra tersebut. kondisi ini pada dasarnya tidak mengganggu fungsi seksual pria. Jika kadar hormon normal dan kualitas sperma normal, maka Anda tetap bisa mencoba memiliki keturunan. Namun, peluang ini akan lebih tinggi pada laki-laki yang sudah menjalankan operasi korektif, sehingga lubang kencing berada di tempat yang seharusnya. Sebab, sel sperma yang diperlukan untuk membuahi sel telur harus keluar melalui ujung kepala penis agar bisa masuk ke dalam vagina ketika melakukan hubungan seksual.

Operasi korektif untuk mengatasi hipospodia dilaporkan tidak menimbulkan efek samping pada fungsi ereksi dan ejakulasi, tingkat libido, tingkat kepuasan seksual, kualitas sperma, dan peluang kesuburan.

Risiko efek samping yang mungkin terjadi dari operasi hipospadia

NCBI merekomendasikan operasi korektif dilakukan secepat mungkin begitu bayi terdiagnosis dengan hipospadia, yaitu saat bayi berusia 6 sampai 12 bulan.

Dalam beberapa kasus operasi dilakukan secara bertahap, meliputi pemindahan lubang kencing di tempat yang tepat, mengoreksi arah ereksi penis, dan memperbaiki kulit di lubang kencing sebelumnya. Dalam proses tersebut dokter mungkin akan menggunakan kulup, yaitu kulit yang menutupi ujung kemaluan laki-laki sebelum disunat. Oleh karena itu, bayi laki-laki dengan hipospadia tidak boleh disunat.

Perbedaannya hanya pada ukuran penis. Laki-laki yang menjalani operasi korektif untuk hipospadia saat masa anak-anak memiliki penis yang lebih pendek dibanding dengan yang melakukan operasi saat dewasa.

Pasien hipospadia yang ingin memiliki anak tetap harus menerapkan hidup sehat

Meski dilaporkan tidak mengganggu kesuburan, pria yang memiliki hipospadia tetap harus menerapkan pola hidup sehat untuk meningkatkan dan menjaga kesuburannya agar memiliki sperma yang sehat. Ini bisa dilakukan dengan rutin berolahraga, mencukupi asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, cukup beritirahat, tidak merokok, dan mengurangi stres. Konsultasikan kepada dokter dan bicarakan dengan pasangan bila Anda berencana untuk memiliki anak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Facts about Hypospadias. https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/hypospadias.html. Diakses pada 17 Maret 2018.

Effect of hypospadias on sexual function and reproduction. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2684263/. Diakses pada 17 Maret 2018.

Hypospadias: Psychosocial, Sexual, and Reproductive Consequences in Adult Life. http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/j.1939-4640.2005.tb01078.x/full. Diakses pada 17 Maret 2018.

Fertility Potential in Adult Hypospadias. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5028481/. Diakses pada 17 Maret 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 26/11/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x