Rutin Berlari Bagi Pria Dapat Mencegah Disfungsi Ereksi (Impotensi)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ada begitu banyak manfaat olahraga lari — mulai dari membakar lemak dan membentuk bentuk tubuh ideal, sampai memelihara kesehatan jantung dan pembuluh darah. Namun, tidak banyak orang yang tahu bahwa lari menyembunyikan manfaat untuk meningkatkan performa seks Anda di ranjang. Begini penjelasannya.

Kenapa perfoma seks bisa menjadi salah satu manfaat olahraga lari?

1. Lari meningkatkan daya tahan jantung dan paru

Aktivitas seksual, apapun bentuknya, bisa sangat menguras tenaga. Tapi tidak ada yang lebih memalukan daripada “KO” duluan, terengah-engah kelelahan saat babak pertama baru saja dimulai.

Jika daya tahan jantung dan paru Anda terlalu rendah, atau lebih rendah daripada daya tahan milik pasangan, Anda tidak akan bisa mengimbangi gairah dan intensitasnya ketika di ranjang. Lari bisa mencegah rasa malu tersebut. Sama seperti bentuk latihan kardio lainnya, lari merangsang jantung Anda untuk bekerja dengan lebih keras, sehingga menghasilkan daya tahan jantung yang lebih kuat dari waktu ke waktu. Semakin tinggi tingkat ketahanan jantung dan paru Anda, semakin tinggi pula performa seks Anda di ranjang.

2. Lari mencegah disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi adalah kondisi yang umum ditemukan pada pria, dan ini tidak selalu diakibatkan oleh sebuah penyakit kronis seperti diabetes. Bahkan pria muda yang sehat sekalipun berisiko untuk terkena disfungsi ereksi. Penyebab utama kondisi ini dipercaya sebagai gangguan sistem sirkulasi darah (seperti penyumbatan arteri atau tekanan darah tinggi), sehingga menghambat aliran darah maksimal menuju penis. Tanpa pasokan darah yang cukup, Anda tidak akan bisa mendapatkan ereksi.

Lari melatih kekuatan arteri dan jantung sehingga mengurangi kemungkinan Anda untuk mengalami disfungsi ereksi. Selain itu, manfaat olahraga lari lainnya adalah meningkatkan rasa percaya diri. Orang yang percaya diri akan bentuk tubuhnya akan mendapatkan pengalaman seks yang terbaik.

Eits, tapi jangan terlalu “nafsu” untuk berlari. Terlalu banyak lari justru tidak baik

Jika Anda belum puas dengan performa seksual Anda, membaca penjelasan di atas mungkin akan membuat Anda tergoda untuk lari sepanjang hari dengan harapan akan memberikan kepuasan seks yang tiada banding bagi pasangan. Sayangnya, terlalu banyak lari justru akan menyia-nyiakan manfaat olahraga lari yang satu ini.

Lari berlebihan dipercaya mengurangi testosteron, hormon yang bertanggung jawab atas fungsi alat kelamin pria. Kadar testosteron rendah menyebabkan berkurangnya gairah dan performa seks yang buruk. Selain itu, ketidakseimbangan hormon bisa merugikan fungsi banyak organ tubuh, yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Dua atau tiga sesi lari per minggunya sudah cukup untuk membantu Anda memperbaiki performa seksual yang Anda impi-impikan selama ini. Untuk mendapatkan manfaat terbaik dari sesi lari Anda, disarankan bagi Anda untuk banyak beristirahat setelah lari dan jangan memaksakan diri.

Perlu diingat juga bahwa kondisi tubuh masing-masing orang berbeda, sehingga tidak ada patokan untuk berapa kali harus berlari supaya mendapatkan kehidupan seksual yang lebih baik. Tergantung pada tingkat kebugaran dan kondisi kesehatan Anda, rancang sendiri rencana lari milik Anda. Lari haruslah menyenangkan dan membuat Anda santai. Jika Anda merasa terlalu kelelahan dan pegal setelah lari, mungkin Anda lari dengan cara yang salah.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Berapa Pengeluaran Rokok Anda Sehari?

Hitung dan coba alihkan uang itu untuk aktivitas lain yang membantu kesehatan Anda.

Cek Sekarang!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Masalah Pada Kaki yang Umum Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Penyakit kaki merupakan masalah kesehatan yang banyak dikeluhkan oleh lansia. Selain nyeri telapak kaki karena asam urat, ini dia penyebab lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat kuat alami

11 Pilihan Obat Kuat Alami yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama di Ranjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menelan sperma

Apakah Bisa Hamil Jika Kita Menelan Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
gerakan olahraga melatih kelenturan tubuh

10 Gerakan Olahraga Untuk Meraih Kelenturan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit