Menggunakan Penutup Telinga untuk Tidur, Aman Tidak, Ya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Suara bising bisa mengganggu tidur Anda. Itulah sebabnya, Anda mungkin menggunakan penutup telinga alias earplug untuk dapat tidur dengan nyaman. Namun, apakah tidur pakai sumbatan telinga itu aman? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Amankah pakai penutup telinga untuk tidur?

Earplug memang sangat umum dan aman digunakan saat tidur. Alat ini dapat memblokir suara-suara di sekitar, terutama suara berisik yang mengganggu.

Bagi Anda yang tinggal di kawasan dekat pabrik, jalan besar, atau bandara, earplug sangatlah memberikan manfaat.

Tidur lebih nyenyak pakai sumbatan telinga, tentu memberikan dampak pada kualitas hidup. Contohnya, Anda jadi tidak mengantuk di siang hari, tetap produktif, suasana hati terjaga, dan tentunya terhindar dari stres.

Selain untuk tidur nyenyak, memakai penutup telinga juga memberikan banyak manfaat. Sebuah studi yang diterbitkan Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research menunjukkan bahwa earplug dan masker mata dapat merangsang hormon melatonin. Hormon inilah yang memerintahkan tubuh untuk beristirahat dan tertidur.

Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya peningkatan tidur REM (rapid eye movement). Tidur REM adalah bentuk tidur yang meningkatkan aktivitas di otak dengan bermimpi. Tidur ini memengaruhi peningkatan daya ingat seseorang.

Meski aman, kebiasaan tidur pakai earplug tetap berisiko

membersihkan kotoran telinga

Meskipun banyak manfaatnya dan terbilang aman, pakai penutup telinga untuk dapat tidur nyenyak juga bisa menimbulkan dampak buruk. Terutama jika Anda sangat sering menggunakannya .

Penggunaan earplug dapat menyebabkan penyumbatan telinga. Earplug mendorong kotoran telinga yang seharusnya keluar. Akibatnya, kotoran telinga akan kembali masuk, menumpuk, dan menimbulkan penyumbatan.

Nah, dalam jangka panjang, penyumbatan kotoran telinga ini bisa menyebabkan telinga gatal, pusing, susah mendengar, dan tinnitus (telinga berdenging).

Jika Anda rutin pakai earplug saat tidur dan mengalami rasa tidak nyaman pada telinga, segera periksa ke dokter.

Tips aman pakai penutup telinga untuk tidur

leher sakit

Jika Anda ingin terus pakai penutup telinga untuk tidur tanpa menimbulkan masalah, cara menggunakannya harus tepat.

Hal yang paling utama, pastikan bahwa Anda memang benar-benar membutuhkan alat ini untuk dapat tidur.

Misalnya, gunakanlah earplug saat suasana tidur Anda memang terganggu dengan suara bising. Usahakan untuk tidak menggunakannya setiap tidur malam.

Kedua, cara Anda pakai earplug untuk tidur juga harus benar. Perhatikan, langkah-langkah menggunakan earplug yang aman menurut CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat) berikut ini.

  • Bersihkan tangan sebelum memasang earplug ke telinga sebelum tidur.
  • Masukkan earplug ke telinga dengan lembut. Jika sudah terpasang dengan baik, jangan lagi berusaha mendorongnya atau memaksakan masuk lebih dalam.
  • Jika earplug yang Anda gunakan dilengkapi bantalan berbusa, jangan lupa membersihkannya dan menggantinya secara berkala. Pastikan busanya kering sebelum digunakan.

Ketiga, pastikan earplug yang Anda pilih berkualitas baik, terutama dari segi bahannya. Penyumbat telinga dengan bantalan lilin dibuat sesuai dengan ukuran telinga sehingga nyaman digunakan saat tidur.

Begitu juga dengan bantalan earplug dari busa, bantalan ini juga empuk digunakan pada telinga. Sayangnya, permukaan yang berpori bisa menjadi lingkungan yang disukai bakteri jika tidak dibersihkan secara rutin.

Hindari pakai penutup telinga dengan bantalan silikon untuk tidur. Batalan ini kadang membuat telinga sakit jika Anda tidur dengan posisi menyamping.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Serba Serbi Obat Tidur yang Perlu Anda Ketahui (Plus Penyebab Kenapa Susah Tidur)

Anda susah tidur? Mungkin Anda bisa menggunakan obat tidur apotek atau obat tidur alami. Namun sebelumnya, ketahui juga apa saja efek obat tidur pada tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 23 November 2020 . Waktu baca 14 menit

8 Hal yang Membuat Anda Sering Terbangun Tengah Malam

Terkadang kita terbangun di tengah malam meski tak ada bunyi alarm atau hal lainnya. Kondisi itu ternyata dipengaruhi kesehatan fisik atau mental. Apa saja?

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Malam Begadang, Bolehkah ‘Balas Dendam’ Bayar Utang Tidur di Siang Hari?

Begadang di malam hari atau insomnia membuat Anda tidak cukup tidur. Lantas, bolehkah membayar utang tidur karena begadang di malam hari dengan tidur siang?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 16 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Selalu Mengantuk di Siang Hari? Mungkin Anda Mengidap Hypersomnia

Bahkan jika Anda sudah tidur cukup setiap malam, Anda selalu saja mengantuk di siang hari. Waspada, bisa jadi gejala hypersomnia. Penyakit apa ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 9 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mitos tentang tidur

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
gangguan tidur berat badan

Kenapa Gangguan Cemas Seringkali Berkaitan dengan Gangguan Tidur?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
perubahan pola tidur

Mengubah Jam Tidur Ternyata Berpengaruh Pada Kesehatan

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit