Orang Berbadan Gemuk Ternyata Lebih Sering Mendengkur, Ini Sebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin pernah melihat atau mengetahui orang bertubuh gemuk yang mendengkur saat tidur. Anda mungkin jadi bertanya-tanya, apakah orang berbadan gemuk cenderung mendengkur saat tidur? Simak jawabannya berikut ini.

Mengapa orang berbadan gemuk lebih sering mendengkur?

Mendengkur bisa dialami oleh siapa saja. Kondisi ini memang tidak berbahaya, tapi dapat menurunkan kualitas tidur

Seseorang akan mendengkur apabila udara tidak dapat mengalir dengan baik di dalam saluran pernapasannya. Orang dengan berat badan berlebih juga menjadi salah satu orang berisiko untuk mendengkur.

Ada sejumlah faktor yang membuat seseorang mendengkur. Faktor-faktor ini terbagi menjadi dua kategori, yakni faktor yang berkaitan langsung dengan masalah saluran pernapasan serta faktor terkait masalah kesehatan.

Faktor-faktor yang berkaitan langsung dengan masalah saluran pernapasan di antaranya:

  • Penyempitan saluran napas akibat reaksi alergi, kelainan struktur hidung, polip pada hidung, dan sebagainya
  • Langit-langit mulut terlalu lunak dan panjang
  • Otot-otot lidah dan tenggorokan terlalu rileks ketika tidur
  • Jaringan tenggorokan terlalu padat

Sementara itu, faktor-faktor pada kategori kedua berasal dari masalah kesehatan yang pernah atau sedang Anda alami. Misalnya, sakit kepala kronis, kurang tidur, sesak napas, kelainan fungsi jantung, serta yang paling umum obesitas.

Ya, orang obesitas yang memiliki tubuh gemuk juga menjadi salah satu orang yang berisiko mendengkur saat tidur. Ini disebabkan karena kedua kondisi ini saling berhubungan.

Beberapa hal yang menyebabkan orang gemuk dan obesitas mendengkur ketika tidur, antara lain:

1. Lemak pada leher menekan jalur pernapasan

Jaringan lemak akan didistribusikan ke seluruh tubuh, termasuk leher. Seiring waktu, timbunan lemak pada leher dapat menekan saluran pernapasan bagian atas sehingga jalur udara menjadi sempit.

Tekanan pada saluran pernapasan akan bertambah besar ketika Anda berbaring. Akibatnya, jalur pernapasan semakin menyempit, udara tidak bisa mengalir dengan baik, dan akhirnya Anda mendengkur sepanjang tidur.

2. Lemak pada perut menekan diafragma

Rongga dada dan rongga perut dibatasi oleh otot diafragma. Pada orang yang bertubuh gemuk, lemak di dalam perut dapat mendorong diafragma ke atas dan menekan tulang rusuk. Hal tersebut mengakibatkan berkurangnya kapasitas paru.

Jika kapasitas paru-paru menurun, aliran udara akan ikut berkurang. Akhirnya, aliran udara dari dan menuju paru-paru akan terganggu. Inilah yang membuat orang bertubuh gemuk lebih mudah mendengkur.

Cara mengatasi kebiasaan mendengkur melalui gaya hidup

melakukan diet

Mendengkur mungkin tidak berbahaya. Akan tetapi, kualitas tidur yang menurun akibat mendengkur bisa menimbulkan dampak jangka panjang bagi kesehatan, seperti:

Bagi orang bertubuh gemuk, cara terbaik untuk mencegah dampak tersebut adalah dengan mengurangi frekuensi tidur mendengkur lewat gaya hidup dan pola tidur.

Mengutip National Health Service, berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan guna mengurangi frekuensi mendengkur:

  • Memantau berat badan secara rutin
  • Membatasi konsumsi makanan tinggi lemak trans dan gula
  • Tidak mengonsumsi alkohol ataupun merokok
  • Aktif berolahraga
  • Tidur menghadap ke samping
  • Membersihkan hidung untuk memperlancar aliran udara

Orang bertubuh gemuk memang berisiko mendengkur, tapi bukan berarti kondisi ini tidak bisa diatasi. Dengan menurunkan berat badan sedikit demi sedikit, Anda dapat mengurangi tekanan pada saluran pernapasan secara perlahan.

Apabila Anda masih mendengkur walaupun telah memiliki berat badan proporsional, coba diskusikan hal ini dengan dokter. Pemeriksaan lebih lanjut dapat mendeteksi kemungkinan adanya masalah kesehatan lain yang membuat Anda mendengkur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Kunci Mengatur Pola Makan Saat Puasa Supaya Berat Badan Naik

Sering makan salah satu kunci untuk menaikkan berat badan sulit dilakukan saat puasa. Jadi, atur kembali pola makan saat puasa dengan cara berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Tips Berat Badan Naik, Nutrisi 27 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Obesitas Pada Anak Bisa Memengaruhi Perkembangan Otaknya

Obesitas bisa menimbulkan berbagai dampak jangka panjang bagi kesehatan, termasuk memengaruhi perkembangan otak anak. Apakah ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Anak, Parenting 22 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Selain Berisik, Ini 5 Bahaya yang Mengintai Jika Anda Sering Mendengkur

Mendengkur tidak hanya mengganggu tidur orang lain. Kebiasaan mendengkur ini bisa juga menimbulkan bahaya bagi kesehatan tubuh. Apa saja? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Pola Tidur Sehat, Sleep Apnea 5 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Ternyata, Mendengkur Bisa Dipengaruhi Oleh Faktor Genetik, Ini Dia Alasannya

Orang yang berasal dari keluarga pendengkur mungkin merasa akan terpengaruh oleh kebiasaan tersebut. Benarkah demikian ngorok termasuk penyakit keturunan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Pola Tidur Sehat, Sleep Apnea 19 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara melancarkan haid

Sederet Cara Melancarkan Jadwal Haid Agar Kembali Teratur

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
Mendengkur dan covid-19

Adakah Hubungan antara Mendengkur dan Infeksi COVID-19?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
kms

Kartu Menuju Sehat (KMS), Manfaat dan Cara Membacanya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 7 menit
dampak obesitas terhadap kesehatan mental anak

Obesitas pada Anak Berisiko Terhadap Depresi dan Stres Saat Dewasa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 9 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit