Apa Hubungannya Antara Pneumonia dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/06/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan pneumonia adalah dua kondisi yang berbeda. Namun, ada kaitan di antara kedua penyakit tersebut. Orang dengan PPOK tingkat lanjut memiliki risiko tinggi untuk terkena pneumonia. Anda yang mengidap PPOK  juga lebih berisiko untuk terkena gagal pernapasan terkait eksaserbasi PPOK (flare-up) dan pneumonia.

Apa hubungannya PPOK dan pneumonia?

jenis-jenis pneumonia

PPOK adalah kelompok penyakit yang merusak paru-paru dan membuat sulit untuk bernapas, yang mengurangi pasokan oksigen ke darah karena terblokirnya jalan napas akibat peradangan (bronkitis) dan rusaknya kantung udara (emfisema). 

Sementara itu, pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Orang yang mengidap pneumonia memiliki kantung udara meradang yang berisi cairan. Ini membuat Anda lebih sulit bernapas dan dapat mengurangi kadar oksigen dalam darah, sehingga berakibat fatal. 

Penelitian yang dipublikasikan Tuberculosis and Respiratory Diseases menyebutkan bahwa pasien dengan PPOK cenderung memiliki pneumonia yang lebih parah daripada mereka yang tidak mengidap PPOK. Pada tahun pertama setelah diagnosis PPOK, mereka memiliki risiko 16 kali lipat terkena  pneumonia daripada orang yang tidak mengidap PPOK.

Sebuah makalah dalam American Family Physician di edisi 2002 menyatakan bahwa 70 sampai 75 persen eksaserbasi PPOK disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Streptococcus pneumonia and Haemophilus influenza.

Apa saja gejala PPOK dan pneumonia yang datang bersamaan?

Pada penderita PPOK, faktor lingkungan bisa menginfeksi paru-paru yang rusak dengan sangat mudah. Itulah mengapa para penderita PPOK sering membutuhkan vaksin tahunan untuk mencegah pneumonia.

Pada PPOK stadium lanjut, sulit untuk membedakan gejala PPOK yang memburuk dengan pneumonia karena keduanya seringkali sangat serupa. Gejala yang lebih umum terlihat pada eksaserbasi PPOK dan pneumonia adalah:

  • Ketidakmampuan untuk berbicara karena kekurangan udara
  • Perubahan warna lendir: hijau, coklat, kuning, atau berdarah
  • Demam tinggi
  • Tidak merasa lega seperti yang biasanya didapat setelah melakukan pengobatan PPOK

Mengapa PPOK dapat meningkatkan risiko terkena pneumonia?

cara meredakan batuk karena ppok

PPOK merupakan kondisi yang dapat melemahkan sistem pernapasan, sehingga meningkatkan risiko Anda terkena pneumonia. Hal ini karena orang dengan PPOK memiliki saluran udara yang lemah dan sistem kekebalan tubuh yang lebih buruk.

Penelitian yang disunting oleh jurnal Tuberculosis and Respiratory Diseases menyebutkan bahwa merokok pada meningkatkan risiko pneumonia dan PPOK secara bersamaan. Selain itu, penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa ada beberapa kondisi pada pasien PPOK yang dapat menyebabkan kenaikan risiko pengembangan pneumonia, yaitu:

  • Bronkitis kronis
  • Produksi lendir
  • Terdapat kumpulan bakteri
  • Ketidakseimbangan mikroba dalam tubuh
  • Peningkatan peradangan saluran napas
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh
  • Kerusakan struktural

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah pneumonia jika saya menderita PPOK?

Berikut adalah hal-hal yang bisa mengurangi risiko Anda terkena pneumonia jika tengah mengidap PPOK:

Berhenti merokok

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan jika ingin terhindar dan terlindung dari pneumonia ketika mengidap PPOK adalah berhenti merokok. Pasalnya, merokok merupakan penyebab PPOK yang paling utama. Ini juga termasuk menghirup asap rokok, serta uap atau gas lainnya yang dapat mengiritasi atau merusak paru-paru.

7 Tips Jitu Agar Tidak Tergoda Kembali Merokok Setelah Berhasil Berhenti

Vaksin

Jika Anda menderita PPOK, Anda harus bertanya pada dokter mengenai vaksin apa yang harus Anda terima. Selain vaksin pneumonia, dokter mungkin juga akan merekomendasikan vaksin flu.

Vaksin influenza tahunan direkomendasikan untuk semua orang dewasa, terutama mereka yang mengidap PPOK. Vaksin influenza terbukti menurunkan diagnosis pneumonia, serta rawat inap terkait pneumonia dan jantung.

Selain itu, vaksin pneumokokus juga penting untuk mencegah pneumonia pneumokokus jika Anda terkena PPOK. Penelitian yang dipublikasikan Tuberculosis and Respiratory Diseases, vaksin influenza dan pneumokokus dapat mencegah memburuknya kondisi PPOK yang berkaitan dengan pneumonia.

Pola hidup sehat

Tentu saja, Anda masih harus menghindari pemicu yang bisa membuat PPOK Anda memburuk dan meningkatkan risiko pneumonia. Bahkan dengan PPOK, Anda bisa berolahraga untuk menjaga kesehatan paru-paru. Mengikuti diet sehat untuk PPOK dapat membantu meredakan gejalanya.

Beri tahu dokter jika terjadi perubahan pada setiap gejala dan cari pengobatan darurat jika obat Anda tidak lagi membantu gejala Anda, atau jika gejala Anda bersifat parah dan sesak napas yang Anda rasakan membuat sulit untuk beraktivitas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 menit baca

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2020 . 6 menit baca

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca