Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/06/2020 . 12 mins read
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu PPOK?

Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK adalah penyakit pernapasan yang menyebabkan seseorang sulit karena tersumbatnya saluran udara di paru-paru. PPOK merupakan penyakit progresif, artinya penyakit ini akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu.

Pada tahun 2012, lebih dari tiga juta orang yang meninggal akibat PPOK. Angka itu setara dengan 6 persen jumlah kematian di seluruh dunia pada tahun itu. Dikutip dari Badan Kesehatan Dunia, PPOK sendiri terdiri atas dua jenis utama, yaitu bronkitis dan emfisema.

Beberapa bisa hanya memiliki salah satunya, sedangkan yang lainnya memiliki keduanya. Dua jenis Penyakit Paru Obstruktif Kronis yang terjadi, yaitu:

Bronkitis kronis

Bronkitis adalah peradangan dinding saluran bronkus (cabang tenggorok). Penyakit ini menyebabkan dinding pada saluran bronkus di paru-paru menjadi merah, bengkak, dan dipenuhi lendir. Lendir inilah yang kemudian menyumbat saluran napad dan membuat bernapas menjadi lebih sulit.

Emfisema

Emfisema secara bertahap merusak kantung udara (alveolus) di paru-paru sehingga membuat Anda semakin sesak napas. Rusaknya kantung udara, akan membuat jumlah alveolus dalam paru-paru Anda semakin sedikit.

Akibatnya, oksigen akan kesulitan untuk masuk dan karbon dioksida juga sulit keluar. Kondisi ini juga menjadi penyebab membuang napas menjadi lebih sulit.

Selama proses pernapasan, terdapat bagian-bagian utama paru yang ikut bekerja, yaitu saluran bronkus (cabang tenggorok atau disebut juga saluran udara), alveolus (kantung-kantung udara), dan trakea (batang tenggorok).

Saat menarik napas, udara bergerak dari batang tenggorok melewati bronkus untuk kemudian menuju ke alveolus. Dari alveolus, oksigen bergerak masuk ke darah sementara karbon dioksida keluar dari darah.

Begitulah pernapasan normal seharusnya. Namun, pada orang PPOK prosesnya tak berjalan lancar. Gangguan yang muncul akibat penyakit ini dapat menyebabkan sesak napas.

Hal ini menyebabkan paru-paru kekurangan oksigen, begitu juga organ tubuh lainnya. Bila ini yang terjadi, Anda harus segera mencari bantuan medis sedini mungkin.

Tanda-tanda dan gejala

Apa gejala dari PPOK?

PPOK memengaruhi sistem pernapasan sehingga dapat menimbulkan banyak tanda-tanda dan gejala yang menyebabkan masalah pernapasan. PPOK dapat menyebabkan tanda-tanda dan gejala berikut:

  • batuk kronis (berkepanjangan)
  • batuk dengan produksi lendir yang bisa berwarna bening, putih, abu kekuningan atau hijau—meskipun jarang, lendir bisa terdapat bercak darah
  • peningkatan infeksi pernapasan (seperti flu dan pilek)
  • sesak napas, terutama saat beraktivitas fisik
  • perasaan sesak di dada
  • mengi
  • kelelahan 
  • demam ringan dan panas-dingin

Pada awalnya, Anda mungkin tidak merasakan gejala apa pun. Atau, kalaupun gejalanya muncul Anda hanya mengalami gejala yang ringan sehingga tidak menyadari bahwa Anda memiliki PPOK. Penyakit ini merupakan penyakit progresif, artinya gejalanya baru benar-benar mengganggu apabila penyakit ini sudah cukup lama bersarang dalam tubuh Anda.

Saat gejala PPOK Anda telah mengalami perkembangan selama bertahun-tahun lamanya, pada akhirnya gejala itu mulai memengaruhi tingkat aktivitas dan kualitas hidup Anda. Pada saat inilah mungkin Anda baru benar-benar sadar bahwa ada masalah dalam paru-paru Anda.

Eksaserbasi

Gejala PPOK bisa memburuk secara tiba-tiba. Kondisi ini disebut dengan PPOK eksaserbasi akut. Ketika tidak diobati, kondisi PPOK bisa saja memburuk. Beberapa gejala berat mungkin sampai mengharuskan Anda melakukan perawatan di rumah sakit.

Eksaserbasi PPOK, atau disebut juga dengan flare-up PPOK, bahkan dapat membuat Anda merasa cemas dan kesulitan untuk tidur atau bahkan hanya untuk menjalankan aktvitas sehari-hari.

Banyak pemicu yang bisa menimbulkan flare-up. Pemicu paling umum sering kali adalah infeksi. Menurut sebuah artikel di American Family Physician pada tahun 2001, infeksi bakteri merupakan faktor yang berkontribusi hingga 70 sampai 75 persen eksaserbasi PPOK. Sedangkan 25 sampai 30 persen penyebab orang PPOK mengalami eksaserbasi adalah virus.

Polusi udara dan iritan lingkungan lainnya juga bisa memicu flare-up PPOK. Memahami pemicu apa saja yang berpotensi menyebabkan perburukan gejala, serta berupaya mengindarinya dapat sangat membantu mengurangi jumlah episode flare-up dan kunjungan ke rumah sakit.

Kapan sebaiknya ke dokter?

Beberapa gejala berat mungkin memerlukan pengobatan di rumah sakit. Anda harus mencari pengobatan darurat jika Anda mengalami masalah berikut:

  • Kesulitan mengatur napas atau berbicara.
  • Bibir atau kuku Anda berubah biru atau abu-abu (ini adalah tanda rendahnya kadar oksigen dalam darah).
  • Anda tidak waspada secara mental.
  • Jantung Anda berdetak sangat cepat.
  • Anjuran pengobatan untuk gejala yang memburuk tidak bekerja.

Mungkin saja ada gejala yang belum disebutkan. Akan tetapi, jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala-gejala lain, berkonsultasi ke dokter adalah pilihan tepat untuk menjawab keraguan Anda.

Penyebab

Apa penyebab dari PPOK?

Penyebab PPOK adalah penyumbatan atau kerusakan jaringan paru-paru. Jenis kerusakan ini biasanya terjadi saat Anda secara rutin menghirup iritan untuk jangka waktu lama. Iritan yang umum dapat meliputi:

  • Asap rokok (baik mereka yang merokok aktif ataupun perokok pasif)—merokok jangka panjang merupakan penyebab dari 80 sampai 90 persen kasus PPOK
  • Asap, gas, uap, atau bahan kimia
  • Debu
  • Polusi dalam ruangan (seperti bahan bakar padat yang digunakan untuk memasak dan pemanasan)
  • Polusi luar ruangan
  • Debu dan zat kimia okupasi (uap, iritan, dan asap)
  • Infeksi pernapasan bawah yang sering terjadi selama masa kanak-kanak

Faktor risiko

Siapa yang berisiko terkena PPOK?

Risiko utama PPOK adalah merokok. Selain merokok, ada iritan lain dan polutan yang dapat merusak paru-paru.

Anda bisa menemukan lebih banyak polutan di negara-negara berkembang. Berikut faktor risiko lainnya yang dapat meningkatkan resiko PPOK:

  • Orang berusia 65-74 tahun
  • Ras kulit putih non-Hispanik
  • Orang yang menganggur, pensiun, atau tidak mampu bekerja
  • Orang dengan pendidikan di bawah SMA
  • Orang dengan pendapatan rendah
  • Orang yang bercerai, ditinggal mati, atau berpisah
  • Perokok yang masih aktif ataupun mantan perokok
  • Orang dengan riwayat asma

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang dapat terjadi?

PPOK adalah salah satu penyakit yang berisiko menimbulkan komplikasi. Terdapat beberapa komplikasi yang mungkin saja berisiko Anda dapatkan jika memiliki PPOK, antara lain:

  • Masalah jantung: PPOK dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur dan mengalami perubahan. Kondisi ini disebut dengan aritmia. Masalah jantung lain yang juga mungkin berisiko pada orang dengan PPOK adalah gagal jantung.
  • Tekanan darah tinggi: PPOK dapat menyebabkan tekanan darah tinggi pada pembuluh darah yang memasok darah ke paru-paru. Kondisi ini disebut dengan hipertensi paru.
  • Infeksi pernapasan: Ketika memiliki PPOK, Anda mungkin akan lebih sering untuk terkena pilek, flu, atau bahkan pneumonia (infeksi paru serius yang disebabkan oleh virus atau jamur). Infeksi ini dapat membuat gejala Anda memburuk atau menyebabkan kerusakan paru lebih lanjut. 

Diagnosis

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

PPOK adalah penyakit yang terjadi secara perlahan. Penyakit ini biasanya sering terdiagnosis pada orang dengan usia di atas 40 tahun. Dokter akan mendiagnosis PPOK berdasarkan tanda-tanda dan gejala, riwayat medis dan keluarga, serta hasil tes Anda.

Dokter mungkin akan menanyakan apakah Anda merokok atau pernah mengalami kontak dengan iritan paru, seperti asap rokok, polusi udara, asap zat kimia, atau debu. Dokter juga akan memeriksa Anda dan stetoskop untuk mendengarkan mengi atau suara abnormal lainnya pada dada.

Berikut adalah beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis PPOK:

Tes fungsi paru

Tes fungsi paru akan mengukur berapa sebanyak udara yang dapat Anda hirup dan embuskan. Tes ini juga dapat mengetahui seberapa cepat Anda dapat membuang napas, dan seberapa baik paru-paru Anda mengantarkan oksigen ke darah.

Spirometri

Spirometri yang satu ini digunakan untuk mengukur kemampuan Anda untuk bernapas. Diagnosis PPOK melalui tes ini dilakukan dengan cara menarik napas dalam dan mengembuskannya sekencang mungkin pada alat yang disebut dengan spirometer. Alat ini mengukur seberapa banyak udara yang Anda embuskan dan seberapa cepat Anda dapat membuang napas.

Rontgen dada atau CT scan

Tes ini memberikan gambaran struktur dalam dada, seperti jantung, paru-paru, dan pembuluh darah. Gambaran ini bisa memberikan informasi mengenai adanya tanda-tanda PPOK atau tidak.

Tes darah

Tes darah dilakukan untuk mengukur kadar oksigen dalam darah. Darah yang diperksa menggunakan sampel darah yang diambil dari arteri. Hasil tes ini dapat menunjukkan seberapa parah PPOK Anda dan apakah Anda membutuhkan pengobatan.

Pengobatan

Apa saja pengobatan untuk meringankan gejala PPOK?

Sayangnya, tidak ada penyembuh untuk PPOK. Metode terbaik untuk mengatasi PPOK adalah dengan pencegahan dan pengendalian. Artinya, yang dapat kita lakukan terhadap penyakit PPOK adalah mencegah kerusakan dan gejalanya tidak memburuk. Tujuan pengobatan PPOK meliputi:

  • Meredakan gejala
  • Memperlambat perkembangan penyakit
  • Meningkatkan kemampuan untuk tetap aktif
  • Mencegah dan mengobati komplikasi

Obat-obatan

  • Bronkodilator: obat ini membuat Anda dapat bernapas lebih mudah dengan mengendurkan otot di paru-paru dan memperlebar saluran udara
  • Kombinasi bronkodilator dengan kortikosteroid inhalasi: obat jenis steroid diberikan dengan tujuan mengurangi peradangan paru

Vaksin

Mendapatkan vaksin secara rutin setiap tahunnya juga menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah memburuknya kondisi dan gejala PPOK. Beberapa vaksin yang dapat mencegah pneumonia adalah:

  • Vaksin flu
  • Vaksin pneumococcal, yang berfungsi mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Streptococcus pneumoniae atau pneumococcus). Vaksin ini berguna mencegah penyakit pneumonia

Terapi oksigen

Salah satu terapi yang perlu dilakukan adalah terapi oksigen, terutama jika kondisinya sudah cukup parah. Penyakit PPOK adalah penyakit yang menyebabkan seseorang kesulitan mengambil oksigen. Dalam kondisi parah, seseorang terkadang membutuhkan tambahan oksigen melalui terapi oksigen secara rutin.

Operasi

Operasi biasanya merupakan pilihan terakhir bagi orang yang menderita gejala parah yang tidak membaik dengan minum obat. Operasi paling sering berkaitan dengan emfisema, termasuk bullectomy dan operasi pengurangan volume paru (LVRS). Transplantasi paru bisa menjadi pilihan bagi orang yang menderita PPOK sangat parah.

  • Bullectomy, yaitu pengangkatan gelembung pada kantung udara (bullae) di paru-paru
  • Operasi pengurangan volume paru
  • Transplantasi paru

Bagaimana cara mencegah PPOK kambuh?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan dapat membuat Anda merasa lebih baik, tetap aktif, dan memperlambat perkembangan PPOK. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah PPOK kambuh adalah sebagai berikut:

Berhenti merokok dan hindari iritan paru

Jika Anda merokok, berhentilah. Selain sebagai penyebab utama PPOK, merokok juga berdampak buruk untuk perkembangan penyakit ini. Konsultasikan pada dokter mengenai program dan produk yang dapat membantu Anda berhenti merokok.

Cobalah untuk menghindari iritan paru yang dapat berkontribusi pada PPOK. Iritan yang berkontribusi pada PPOK adalah asap rokok, polusi udara, asap kimia, dan debu. Jauhkan iritan ini dari rumah Anda. Jika Anda sedang melakukan renovasi rumah, menyingkirlah untuk sementara waktu sampai kegiatan itu selesai.

Tutup jendela dan jika memungkinkan tinggallah di rumah saat ada banyak polusi udara atau debu di luar.

Dapatkan bantuan medis yang konstan

Sangat penting untuk mendapatkan perawatan medis yang tak terputus, terutama jika dokter mengharuskan Anda meminum obat tertentu di sepanjang hidup Anda.

Minum semua obat sesuai resep dokter. Pastikan untuk membeli ulang sebelum kehabisan. Bawa daftar semua obat yang Anda gunakan saat menjalani pemeriksaan medis.

Konsultasikan pada dokter mengenai apakah Anda harus mendapatkan vaksin flu (influenza) dan vaksin pneumonia. Selain itu, tanyakan padanya mengenai penyakit lain yang risiko terjadinya bisa meningkat karena PPOK, seperti penyakit jantung, kanker paru, dan pneumonia.

Atasi penyakit dan gejalanya

Jalani program makan untuk mendapatkan cukup kalori dan gizi yang diperlukan tubuh, karena saat menderita PPOK, Anda bisa mengalami kesulitan makan.

Tetaplah aktif dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Aktivitas fisik dapat memperkuat otot-otot yang membantu Anda bernapas dan meningkatkan kesehatan Anda secara menyeluruh. Namun, Anda harus berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu mengenai jenis aktivitas apa yang aman bagi Anda.

Letakkan benda-benda yang sering Anda butuhkan di satu tempat agar mudah meraihnya. Cari cara yang sangat sederhana untuk memasak, bersih-bersih, dan melakukan pekerjaan rumah lainnya.

Misalnya, Anda mungkin perlu menggunakan meja kecil atau nampan beroda untuk memindahkan barang dan tonggak atau jepitan bergagang panjang untuk meraih benda-benda.

Mintalah bantuan untuk memindahkan barang di rumah ke tempat yang mudah dijangkau sehingga Anda tidak perlu sering menaiki tangga.

Pilih pakaian yang longgar dan kenakan pakaian dan sepatu yang mudah untuk dipakai dan dilepas. Bergantung pada tingkat keparahan penyakit, Anda mungkin perlu meminta bantuan dari keluarga dan teman dalam melakukan pekerjaan sehari-hari.

Bersiaplah untuk keadaan darurat

Catat dan simpan nomor telepon dokter, rumah sakit, dan seseorang yang bisa membawa Anda ke rumah sakit di tempat yang mudah diraih. Hubungi dokter jika Anda merasa bahwa gejala Anda memburuk atau jika Anda mengalami tanda-tanda infeksi, seperti demam.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . 5 mins read

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . 5 mins read

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 mins read

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

Waspada Komplikasi Akibat Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 8 mins read
anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 4 mins read
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 mins read
mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 mins read