Apa Hubungannya Antara Pneumonia dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan pneumonia adalah dua kondisi yang berbeda. Namun, ada kaitan di antara kedua penyakit tersebut. Orang dengan PPOK tingkat lanjut memiliki risiko tinggi untuk terkena pneumonia. Anda yang mengidap PPOK  juga lebih berisiko untuk terkena gagal pernapasan terkait eksaserbasi PPOK (flare-up) dan pneumonia.

Apa hubungannya PPOK dan pneumonia?

jenis-jenis pneumonia

PPOK adalah kelompok penyakit yang merusak paru-paru dan membuat sulit untuk bernapas, yang mengurangi pasokan oksigen ke darah karena terblokirnya jalan napas akibat peradangan (bronkitis) dan rusaknya kantung udara (emfisema). 

Sementara itu, pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Orang yang mengidap pneumonia memiliki kantung udara meradang yang berisi cairan. Ini membuat Anda lebih sulit bernapas dan dapat mengurangi kadar oksigen dalam darah, sehingga berakibat fatal. 

Penelitian yang dipublikasikan Tuberculosis and Respiratory Diseases menyebutkan bahwa pasien dengan PPOK cenderung memiliki pneumonia yang lebih parah daripada mereka yang tidak mengidap PPOK. Pada tahun pertama setelah diagnosis PPOK, mereka memiliki risiko 16 kali lipat terkena pneumonia daripada orang yang tidak mengidap PPOK.

Sebuah makalah dalam American Family Physician di edisi 2002 menyatakan bahwa 70 sampai 75 persen eksaserbasi PPOK disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Streptococcus pneumonia and Haemophilus influenza.

Apa saja gejala PPOK dan pneumonia yang datang bersamaan?

Pada penderita PPOK, faktor lingkungan bisa menginfeksi paru-paru yang rusak dengan sangat mudah. Itulah mengapa para penderita PPOK sering membutuhkan vaksin tahunan untuk mencegah pneumonia.

Pada PPOK stadium lanjut, sulit untuk membedakan gejala PPOK yang memburuk dengan pneumonia karena keduanya seringkali sangat serupa. Gejala yang lebih umum terlihat pada eksaserbasi PPOK dan pneumonia adalah:

  • Ketidakmampuan untuk berbicara karena kekurangan udara
  • Perubahan warna lendir: hijau, coklat, kuning, atau berdarah
  • Demam tinggi
  • Tidak merasa lega seperti yang biasanya didapat setelah melakukan pengobatan PPOK

Mengapa PPOK dapat meningkatkan risiko terkena pneumonia?

cara meredakan batuk karena ppok

PPOK merupakan kondisi yang dapat melemahkan sistem pernapasan. Oleh karena itu, orang yang mengidap PPOK berisiko mengalami komplikasi PPOK berupa infeksi pernapasan, termasuk pneumonia. Hal ini karena orang dengan PPOK memiliki saluran udara yang lemah dan sistem kekebalan tubuh yang lebih buruk.

Penelitian yang disunting oleh jurnal Tuberculosis and Respiratory Diseases menyebutkan bahwa merokok pada meningkatkan risiko pneumonia dan PPOK secara bersamaan. Selain itu, penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa ada beberapa kondisi pada pasien PPOK yang dapat menyebabkan kenaikan risiko pengembangan pneumonia, yaitu:

  • Bronkitis kronis
  • Produksi lendir
  • Terdapat kumpulan bakteri
  • Ketidakseimbangan mikroba dalam tubuh
  • Peningkatan peradangan saluran napas
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh
  • Kerusakan struktural

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah pneumonia jika saya menderita PPOK?

Berikut adalah hal-hal yang bisa mengurangi risiko Anda terkena pneumonia jika tengah mengidap PPOK:

Berhenti merokok

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan jika ingin terhindar dan terlindung dari pneumonia ketika mengidap PPOK adalah berhenti merokok. Pasalnya, merokok merupakan penyebab PPOK yang paling utama. Ini juga termasuk menghirup asap rokok, serta uap atau gas lainnya yang dapat mengiritasi atau merusak paru-paru.

7 Tips Jitu Agar Tidak Tergoda Kembali Merokok Setelah Berhasil Berhenti

Vaksin

Jika Anda menderita PPOK, Anda harus bertanya pada dokter mengenai vaksin apa yang harus Anda terima. Selain vaksin pneumonia, dokter mungkin juga akan merekomendasikan vaksin flu.

Vaksin influenza tahunan direkomendasikan untuk semua orang dewasa, terutama mereka yang mengidap PPOK. Vaksin influenza terbukti menurunkan diagnosis pneumonia, serta rawat inap terkait pneumonia dan jantung.

Selain itu, vaksin pneumokokus juga penting untuk mencegah pneumonia pneumokokus jika Anda terkena PPOK. Penelitian yang dipublikasikan Tuberculosis and Respiratory Diseases, vaksin influenza dan pneumokokus dapat mencegah memburuknya kondisi PPOK yang berkaitan dengan pneumonia.

Pola hidup sehat

Tentu saja, Anda masih harus menghindari pemicu yang bisa membuat PPOK Anda memburuk dan meningkatkan risiko pneumonia. Bahkan dengan PPOK, Anda bisa berolahraga untuk menjaga kesehatan paru-paru. Mengikuti diet sehat untuk PPOK dapat membantu meredakan gejalanya.

Beri tahu dokter jika terjadi perubahan pada setiap gejala dan cari pengobatan darurat jika obat Anda tidak lagi membantu gejala Anda, atau jika gejala Anda bersifat parah dan sesak napas yang Anda rasakan membuat sulit untuk beraktivitas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Saat ini hampir semua tempat makanan atau minuman terbuat dari wadah plastik. Namun, sebelum menggunakannya, ketahui dulu kode dari masing-masing wadah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ada yang bilang kita sudah tak boleh minum air yang disimpan dalam botol plastik hangat. Misalnya karena ditinggal di mobil seharian. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Anda pasti tahu mengayuh sepeda tentunya lebih sehat dibanding naik mobil. Tapi, apa sebenarnya manfaat bersepeda bagi kesehatan tubuh kita?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tidak puas dengan pekerjaan berbahaya bagi kesehatan

Tidak Menikmati Pekerjaan di Masa Muda, Bisa Membahayakan Kesehatan di Masa Depan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
bercak darah saat tidak sedang haid

Ada Bercak Darah Saat Tidak Sedang Haid? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
foto orang yang merawat anggota keluarga yang terkena penyakit kronis; saat mengasuh, penting untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis

Tips Jaga Diri Saat Merawat Orang Sakit Kronis di Masa Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit
mengusir biang keringat

3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit