Kenali Perbedaan Penyakit TBC Pada Anak dan Orang Dewasa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

WHO memperkirakan sekitar 550.000 anak terjangkit penyakit tuberkulosis (TBC) setiap tahun. Kendati tidak jauh berbeda dengan TBC pada orang dewasa, TBC pada anak dinilai lebih berbahaya karena dapat muncul dengan cepat setelah bakteri menginfeksi.

Perbedaan TBC pada anak dan orang dewasa

Meski sama-sama TBC, terdapat beberapa perbedaan antara bakteri yang menginfeksi anak-anak dan dewasa. Perbedaan tersebut antara lain:

1. Cara penularan

Penularan TBC pada anak-anak memang tidak berbeda dengan orang dewasa, yakni dengan menghirup bakteri tuberkulosis di udara yang berasal dari penderita TBC. Bakteri dapat tersebar saat penderita batuk, bersin, berbicara, bahkan tertawa.

Penyakit TBC sangat mudah menular lewat udara. Namun, biasanya, anak-anak yang menderita infeksi bakteri ini tidak tertular dari anak lain yang juga terinfeksi.

Sumber penularan utama TBC pada anak-anak justru adalah lingkungan tempat tinggal yang terdapat orang dewasa pengidap TBC.

2. Tahap perkembangan penyakit

Penyakit TBC pada anak dan orang dewasa sama-sama terbagi menjadi tiga tahap, yakni:

  • Infeksi bakteri. Seseorang mengalami kontak dengan penderita, lalu terinfeksi bakteri tuberkulosis. Gejala belum timbul dan pemeriksaan menunjukkan hasil negatif.
  • TBC laten. Bakteri TBC ada di dalam tubuh, tapi gejala belum muncul karena sistem kekebalan tubuh cukup kuat untuk menghentikan perkembangan penyakit. Pemeriksaan menunjukkan hasil positif, tapi orang tersebut tidak bisa menyebarkan infeksi ke orang lain.
  • TBC aktif/penyakit TBC. Bakteri TBC aktif dan menimbulkan gejala. Pemeriksaan menunjukkan hasil positif dan penderita bisa menularkan penyakitnya.

Perbedaan antara TBC pada anak dan dewasa di tahap ini adalah perkembangan penyakitnya itu sendiri. Anak-anak biasanya akan mencapai tahap TBC aktif pada beberapa minggu atau bulan setelah terinfeksi, sedangkan orang dewasa mungkin baru mengalami tahap ini bertahun-tahun kemudian.

mitos TBC

3. Gejala

Gejala penyakit TBC pada anak dapat bervariasi tergantung usia. Namun, gejala yang paling sering muncul di antaranya:

  • Demam dan menggigil
  • Batuk-batuk
  • Tubuh lesu
  • Pembengkakan kelenjar
  • Pertumbuhan tubuh terhambat
  • Penurunan berat badan

Kumpulan gejala ini dapat menyerupai penyakit lain pada sistem pernapasan. Maka dari itu, orangtua perlu mengawasi kondisi anak dan segera membawanya ke dokter untuk memastikan diagnosis.

Remaja dan orang dewasa juga mengalami tanda-tanda yang sama dengan gejala TBC pada anak. Akan tetapi, gejala tersebut juga disertai dengan kondisi berikut:

  • Batuk lebih dari 3 minggu
  • Batuk dengan dahak bercampur darah
  • Nyeri dada
  • Mudah lelah
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan
  • Demam yang tidak kunjung turun
  • Berkeringat pada malam hari

4. Diagnosis

Penyakit TBC pada anak dapat didiagnosis melalui tes Mantoux. Tes ini dilakukan dalam dua kali kunjungan.

Pada kunjungan pertama, dokter akan menyuntikkan cairan tuberkulin pada kulit lengan bawah. Hasilnya diamati pada kunjungan berikutnya.

Seseorang dikatakan positif terinfeksi TBC bila muncul benjolan pada area suntikan setelah 48-72 jam. Dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan lanjutan yang terdiri atas rontgen dada, pemeriksaan dahak, dan tes darah.

Diagnosis penyakit TBC pada anak lebih sulit dibandingkan orang dewasa. Pasalnya, gejala penyakit ini mirip dengan gangguan kesehatan lain yang umum menimpa anak-anak seperti pneumonia, infeksi bakteri dan virus umum, serta kurang gizi.

Penyakit tuberkulosis dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan jiwa, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Oleh sebab itu, orangtua perlu mengantisipasinya dengan memahami seluk-beluk penyakit ini.

Anda juga bisa mencegah penularan dengan mengurangi risiko penyakit. Awasi pula tanda-tanda penyakit TBC pada anggota keluarga di rumah. Saat gejala TBC muncul, segera periksakan diri untuk mendeteksi penyakit sedini mungkin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyakit TBC Bisa Kambuh, Ini Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Penyakit tuberkulosis (TBC) tidak hanya sulit diobati, tapi juga berisiko muncul kembali. Lalu, bagaimana cara mencegah agar TBC tidak kambuh?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Pernapasan, TBC 4 Januari 2020 . Waktu baca 6 menit

TB MDR (TBC Resistan Obat)

TB MDR adalah kondisi di mana seseorang dengan TB bisa menjadi kebal obat sehingga sulit sembuh. Apa penyebab seseorang mengalami resistansi obat TBC?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Pernapasan, TBC 9 Mei 2019 . Waktu baca 12 menit

Daftar Tes Laboratorium yang Mesti Dilakukan Jika Demam Tak Kunjung Reda

Demam dapat menjadi gejala dari berbagai macam penyakit. Inilah sebabnya pemeriksaan laboratorium diperlukan. Apa saja komponen yang perlu diperiksa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 4 April 2019 . Waktu baca 4 menit

5 Penyakit Terbanyak di Indonesia, Menurut Data Klaim BPJS

Dulu Indonesia terkenal dengan penyakit infeksi yang kerap menyebabkan diare. Lalu, saat ini apa saja penyakit terbanyak di Indonesia? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 Oktober 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat alami tbc herbal atau tradisional

Berbagai Macam Pengobatan Alami untuk Mengatasi Gejala TBC

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 10 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit
olahraga untuk pasien tuberkulosis

Bantu Masa Penyembuhan, Berikut Pilihan Olahraga Aman untuk Pasien TBC

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24 April 2020 . Waktu baca 7 menit
mencegah tbc

Tips Sederhana Terhindar dari Penyebaran dan Penularan TBC

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 24 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
perawatan pasien tbc di rumah

Panduan Merawat Orang yang Menderita Tuberkulosis di Rumah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit