Anda Mengalami Flare-Up PPOK? Begini Cara Menanganinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Gejala PPOK bisa memburuk secara tiba-tiba. Kondisi ini disebut dengan PPOK eksaserbasi akut. Beberapa gejala yang mungkin Anda rasakan bisa meliputi sulit bernapas, batuk lebih sering, atau memiliki dahak yang lebih banyak. Masalah eksaserbasi PPOK, atau disebut juga dengan flare-up PPOK, bahkan dapat membuat Anda merasa cemas dan kesulitan untuk tidur atau bahkan hanya untuk menjalankan aktvitas sehari-hari.

Lantas, apa saja penyebab munculnya PPOK eksaserbasi akut dan bagaimana cara menanganinya? Simak penjelasannya dalam halaman berikut.

Penyebab PPOK eksaserbasi akut

ppok eksaserbasi adalah

Penyakit tertentu, seperti pilek dan infeksi paru akibat virus atau bakteri dapat menyebabkan PPOK eksaserbasi akut. Saluran udara yang sudah mengalami gangguan pada orang dengan PPOK akan membuatnya bertambah buruk apabila ditambah dengan masalah pernapasan lainnya.

Beberapa penyebab lain yang juga dapat menyebabkan PPOK eksaserbasi akut antara lain:

  • Terpapar asap rokok atau polutan lainnya
  • Perubahan cuaca
  • Terlalu banyak beraktivitas
  • Kelelahan 
  • Merasa tertekan atau cemas

Sering kali, Anda bisa mengatasi flare-up PPOk dengan obat-obatan dan merawat diri sendiri. Untuk itu, bekerja samalah dengan dokter dan berdisuksilah dalam merancang action plan untuk mengatasi gejala PPOK eksaserbasi akut. Dengan begitu, Anda tahu apa yang harus Anda lakukan ketika PPOK Anda memburuk.

Penting juga untuk mengenali dan memahami gejala yang biasa Anda alami, pola tidur Anda, dan kapan Anda menjalani hari-hari yang baik ataupun buruk. Hal itu dapat membantu Anda mempelajari perbedaan antara gejala PPOK Anda yang biasa dan tanda-tanda flare-up PPOK.

Tanda-tanda peringatan dari flare-up PPOK

penyebab sakit kepala dan mata serta pusing

Tanda-tanda flare-up PPOK bisa bertahan selama 2 hari atau lebih. Ketika mengalami PPOK eksaserbasi akut, gejalanya juga biasanya lebih intens daripada yang Anda rasakan sehari-hari. Gejala ini bisa memburuk dan tidak kunjung sembuh. Jika Anda mengalami eksaserbasi total, Anda mungkin harus segera ke rumah sakit.

Tanda-tanda umum awal PPOK Anda mengalami flare-up, termasuk:

  • Sulit mengatur napas
  • Suara napas yang menimbulkan bunyi atau mengi
  • Batuk, terkadang disertai lebih banyak lendir daripada biasanya atau perubahan warna pada lendir

Kemungkinan tanda-tanda lain dari PPOK eksaserbasi akut meliputi:

  • Tidak mampu menarik napas dalam
  • Sulit tidur 
  • Sakit kepala di pagi hari
  • Nyeri perut
  • Kecemasan 
  • Sulit bicara
  • Pembengkakan tungkai atau pergelangan kaki
  • Kulit berwarna abu-abu atau pucat
  • Bibir atau ujung kuku berwarna biru atau ungu

Yang harus dilakukan pada tanda pertama dari flare-up PPOK

nebulizer adalah

  • Jangan panik. Anda mungkin bisa mencegah gejalanya semakin memburuk.
  • Gunakan obat sesuai petunjuk untuk flare-up. Ini bisa termasuk inhaler quick-relief, steroid atau antibiotik untuk diminum, atau obat dengan nebulizer.
  • Minum antibiotik sesuai petunjuk jika diresepkan oleh dokter.
  • Gunakan oksigen jika diresepkan.
  • Gunakan teknik pernapasan dengan mulut yang mengerucut untuk menghemat energi, pelankan napas, dan buat diri relaks.
  • Jika gejala tidak membaik dalam 48 jam, atau gejala tetap saja memburuk, hubungi dokter atau pergi ke rumah sakit.

Cara mencegah PPOK eksaserbasi akut

Penyakit Paru Obstruktif Kronis alias PPOK adalah penyakit yang tak bisa disembuhkan. Namun, Anda dapat mencegah penyakit ini memburuk. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah PPOK Anda memburuk, yaitu:

  • Berhenti merokok dan hindari asap rokok. Menghindari rokok adalah cara terbaik untuk memperlambat proses kerusakan paru. Tanyakan pada dokter mengenai program penghentian kebiasaan merokok dan pilihan lainnya, seperti terapi pengganti nikotin.
  • Gunakan obat sesuai petunjuk.
  • Tanyakan pada dokter mengenai rehabilitasi paru. Program ini termasuk olahraga, berlatih sistem pernapasan, dan tips gizi.
  • Kunjungi dokter 1 sampai 2 kali per tahun, atau sesuai petunjuk untuk check-up.

Karena orang dengan PPOK memiliki masalah pada saluran udaranya, maka menghindari orang yang memiliki virus atau bakteri yang berhubungan dengan saluran pernapasan (seperti flu dan pilek) sebaiknya dihindari. Beberapa tips yang mungkin dapat Anda ikuti, ialah:

cara membuat hand sanitizer

  • Sebisa mungkin hindari orang yang sedak pilek atau flu.
  • Seringlah mencuci tangan. Bawalah juga hand sanitizer untuk saat-saat di mana Anda tidak bisa mencuci tangan.
  • Dapatkan semua anjuran vaksin, termasuk suntikan flu setiap tahunnya.
  • Hindari udara yang sangat dingin.
  • Jauhkan polusi udara dari rumah, seperti asap perapian dan debu.

Menjalani gaya hidup sehat juga harus dilakukan untuk mencegah terjadinya PPOK eksaserbasi akut. Jalani gaya hidup sehat dengan cara:

  • Tetaplah aktif sebisa mungkin. Cobalah jalan kaki singkat dan latihan beban ringan. Konsultasikan pada dokter mengenai cara-cara olahraga yang tepat dan sesuai dengan kondisi PPOK Anda.
  • Seringlah beristirahat di sepanjang hari. Beristirahatlah di sela aktivitas harian untuk menghemat energi dan memberikan waktu bagi paru-paru untuk memulihkan diri.
  • Jalani diet sehat yang kaya akan protein tanpa lemak, ikan, buah-buahan, dan sayuran. Makanlah dalam porsi kecil beberapa kali dalam sehari.
  • Jangan minum terlalu banyak cairan saat makan. Dengan begitu Anda tidak akan merasa terlalu sesak kekenyangan.

Kapan harus menghubungi dokter?

Setelah menjalani semua penanganan PPOK eksaserbasi akut, Anda harus menghubungi dokter jika napas Anda:

  • Semakin sulit
  • Semakin cepat dibanding sebelumnnya
  • Pendek dan Anda tidak bisa menarik napas dalam

Selain itu, hubungi dokter jika:

  • Anda perlu bersandar ke depan saat duduk supaya dapat bernapas dengan mudah
  • Anda menggunakan otot di sekitar tulang rusuk untuk membantu Anda bernapas
  • Anda lebih sering mengalami sakit kepala
  • Anda merasa mengantuk atau linglung
  • Anda demam
  • Anda batuk dengan dahak yang berwarna pekat
  • Bibir, ujung jari, atau kulit di sekitar kuku berwarna biru
  • Anda mengalami nyeri atau ketidaknyamanan dada

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Waspada Komplikasi Akibat Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 8 menit
anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit