Apa itu varikokel?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu varikokel?

Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah vena dalam buah zakar (skrotum). Kondisinya mirip dengan varises pada kaki. Vena membawa darah dari sel dan jaringan kembali ke jantung, untuk kemudian ditukar dengan sel darah baru yang beroksigen.

Varikokel dapat terjadi pada salah satu sisi atau kedua sisi buah zakar. Penyakit yang sering juga disebut dengan varises testis ini biasanya terjadi pada sisi kiri. Kondisi ini dapat menyebabkan buah zakar jadi bengkak meregang.

Seberapa umumkah varikokel?

Varikokel sangat sering terjadi pada remaja dan lansia, namun varikokel juga dapat terjadi saat masa kanak-kanak. Penyakit ini tidak memengaruhi aktivitas harian namun dapat menyebabkan tidak subur. Kira-kira sampai saat ini ada sekitar 40 persen laki-laki yang mengalami masalah kesuburan akibat mengalami varikokel.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala varikokel?

Varikokel tidak memiliki gejala yang langsung bisa dikenali. Laki-laki biasanya tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit ini hingga dokter melakukan pemeriksaan testis.

Kadang, seseorang bisa merasa skrotumnya membesar namun tidak nyeri, atau merasa testisnya jadi lebih berat sebelah atau terasa panas. Varikokel dapat menyebabkan testis mengecil akibat tekanan.

Namun, bila mengalami beberapa tanda-tanda varises di testis, Anda mungkin mengalami hal berikut:

  • Muncul benjolan tiba-tiba pada salah satu buah zakar.
  • Skrotum membengkak dan terasa sakit bila ditekan.
  • Garis pembuluh darah di bagian testis membesar atau bahkan garisnya terpelintir.
  • Mengalami nyeri yang timbul-hilang atau bahkan berulang dalam waktu lama.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Varikokel sering tidak menunjukkan gejala serius yang sampai membuat Anda langsung segera pergi berobat ke dokter. Meski begitu jika Anda merasa nyeri, bengkak pada skrotum, melihat ukuran penis tidak normal, atau memperhatikan jika anak Anda menderita varikokel, Anda harus segera konsultasi ke dokter.

Dan juga, jika Anda mengalami gejala di atas, masih mungkin Anda tidak menderita varikokel. Anda dapat menderita penyakit yang lebih serius namun memiliki gejala yang sama.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda gejalanya. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab varikokel?

Sebetulnya penyebab kondisi varises pada testis tidak diketahui secara pasti. Mulanya diduga bahwa katup pembuluh darah di testis kadang suka tidak berfungsi dengan baik, atau bahkan menghilang. Jadi, aliran darah melambat karena tidak mengalir dengan lancar.

Jika aliran darah melambat, darah mungkin tersumbat di pembuluh darah. Padahal pembuluh darah ini tugasnya membawa dasar dari sel dan jaringan kembali ke jantung. Pada kasus varikokel,  benjolan ini biasanya terjadi pada sisi kiri karena vena di sisi itu lebih sering mendapat tekanan besar daripada sisi kanan.  

Bila aliran darah di testis dan skrotum tidak bekerja dengan baik, darah akan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan. Hal inilah yang akan menyebabkan pembuluh darah di kantong testis Anda membengkak.

Mengapa varikokel sering dianggap bikin pria jadi tidak subur?

Subur tidaknya seorang pria terutama dipengaruhi oleh kualitas sperma yang diproduksi oleh testis di dalam buah zakar. Aliran darah dari jantung menuju penis ketika pria mendapatkan rangsangan seksual akan menciptakan ereksi. Di saat yang bersamaan, skrotum (buah zakar) tertarik ke dalam tubuh untuk mempersiapkan air mani.

Adanya pembengkakan pembuluh darah vena akibat varises di testis ini dapat menyebabkan katup pembuluh vena tidak bisa berfungsi optimal untuk mengembalikan darah ke jantung. Darah yang terjebak di area intim ini semakin lama akan meningkatkan suhu di sekitar testis dari seharusnya.

Padahal, agar testis dapat memproduksi kloter sperma yang sehat dan berkualitas, suhu di sekitarnya tak boleh melebihi dari 4 derajat di atas suhu tubuh normal. Suhu panas akan sangat memengaruhi kualitas sperma. Peningkatan suhu satu derajat saja akan mengurangi jumlah sperma sebanyak 40 persen.

Ada satu saja kelainan pada sperma (baik itu bentuk yang rusak, jumlah sperma yang kurang, dan motilitas atau gerak sperma yang lambat) dapat meningkatkan risiko pria menjadi tidak subur.

Inilah alasan mengapa testis berada di luar tubuh pria, di dalam lindungan skrotum: Sperma akan berada pada kondisi paling prima ketika berada di lingkungan dingin, di bawah suhu tubuh normal.

Lalu, apakah semua pria yang memiliki penyakit varikokel akan mengalami gangguan kesuburan? Belum tentu. Kesuburan pria tergantung dari banyak faktor. Termasuk di antaranya adalah sudah berapa lama Anda memiliki varikokel, tingkat keparahannya, dan lokasi (di salah satu atau kedua sisi skrotum). Diagnosis dan pengobatan dini juga dapat memperbaiki peluang kesuburan Anda. Untuk memastikannya, sebaiknya Anda berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis bedah urologi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk varikokel?

Tidak ada kondisi tertentu yang meningkatkan risiko varikokel secara signifikan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk varikokel?

Sebetulnya varises pada testis ini tidak memerlukan penanganan khusus, kecuali bila Anda merasakan adanya rasa sakit dan tidak nyaman di bagian kantung penis.  Selain itu, penanganan medis mungkin dibutuhkan apabila varikokel ini menyebabkan masalah infertilitas atau ketidaksuburan bagi pria.

Nantinya, dokter akan menyarankan pembedahan atau operasi untuk mengatasi varises pada penis Anda ini.  Pembedahan dilakukan dengan cara mengangkat pembuluh darah, lalu dijepit ke aliran darah lewat jalur lain. Operasi reseksi pembuluh darah merupakan operasi minor dan membutuhkan 1-7 hari waktu istirahat.

Biasanya sehabis operasi, ini akan membuat bagian kelamin pria jadi memar dan tidak nyaman karena nyeri.  Meski demikian, sekitar 15 persen pasien varikokle yang menjalani operasi biasanya jarang ada yang kambuh lagi.  Bila kambuh, dokter biasanya akan menganjurkan operasi kembali.

Beberapa jenis operasi untuk mengatasi varikokel:

1. Varikoselektomi

Operasi ini dilakukan di bawah pengaruh anestesi lokal atau umum. Dokter bedah nantinya akan membedah lewat jalur melalui selangkangan, atau lebih jarang, melalui perut atau paha atas. Dokter akan menggunakan ultrasound dan mikroskop bedah guna menutup vena yang terkena penumpukan aliran darah. Lalu, dokter akan mengubah rute darah melalui pembuluh darah lain yang lebih sehat. Nyeri pasca operasi biasanya akan muncul, dan selang beberapa minggu, pasien sehabis operasi varikoselektomi dapat segera kembali beraktivitas normal.

2. Embolisasi

Pada operasi pembedahan ini, seorang radiologi akan memasukkan selang atau kateter ke dalam tubuh melalui leher atau selangkangan. Nantinya, alat bedah akan dibawa melalui tabung, dan ahli bedah menggunakan bersamaan dengan bahan kimia khusus untuk memblokir pembuluh darah yang tersumbat oleh jaringan parut itu. Ini adalah operasi kecil yang dapat dilakukan dengan rawat jalan. Pemulihan sehabis operasi ini juga umumnya tidak memerlukan waktu lama-lama.

Anda tidak harus melakukan pembedahan atau operasi jika mengalami varises di testis. Namun, Anda mungkin ingin mempertimbangkan perawatan jika varikokel sampai menyebabkan:

  • Testis menyusut (atrofi testis).
  • Rasa sakit.
  • Infertilitas atau ketidaksuburan..

Varises testis dapat menyebabkan masalah fungsi testis pada beberapa orang. Semakin dini Anda konsultasi dan mendapat perawatan, semakin baik peluang Anda untuk meningkatkan produksi sperma. Perawatan tambahan, seperti gabungan dari prosedur varikoselektomi dan embolisasi varikokel, mungkin diperlukan jika gejala Anda memburuk.

Efek samping operasi

Kedua prosedur pembedahan varises di testis di atas umumnya relatif aman. Namun, tetap saja ada peluang efek samping dari operasi ini. Berikut efek samping yang bisa terjadi.

  • Arteri pada bagian testis atau buah zakar rusak.
  • Anda akan mengalami atrofi testis lebih lanjut.
  • Bagian testis berisiko mengalami infeksi.
  • Testis jadi memar, bengkak, atau terdapat penumpukan cairan di area tersebut.
  • Anda mengalami sakit perut.
  • Kondisi trombosis vena ginjal dapat terjadi. Ini dapat mempengaruhi ginjal dan mungkin perlu operasi lebih lanjut. Efek samping ini termasuk jarang, namun mungkin tetap bisa terjadi.
  • Kadang-kadang, pembuluh darah baru di mana darah lewat setelah operasi juga membesar. Perawatan lebih lanjut mungkin diperlukan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendeteksi varikokel?

Dokter Anda akan mendiagnosis dengan pemeriksaan skrotum. Jika diagnosis kurang jelas, dokter Anda akan meminta pemeriksaan ultrasound untuk mengambil gambaran vena di skrotum dan menyingkirkan penyebab pembengkakan skrotum yang tidak disebabkan varikokel.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi varikokel?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi varikokel:

  • Gunakan celana dalam yang tidak terlalu ketat.
  • Gunakan obat antinyeri seperti paracetamol jika nyeri berlangsung lama.
  • Pergi ke dokter jika Anda mengalami gejala sakit di testis, dan gejalanya berlangsung lama dan serta bertambah buruk.
  • Hubungi dokter Anda jika Anda memiliki masalah pada kesuburan.

Berikut adalah hal yang TIDAK boleh Anda lakukan untuk membatasi perkembangan varikokel:

  • Mengabaikan rasa nyeri atau kondisi bengkak di skrotum.

Pencegahan

Anda bisa melakukan pencegahan dengan 6 langkah penting ini untuk  menjaga testis tetap sehat

Berbeda dengan penis, kebanyakan testis laki-laki berukuran sama. Namun, tidak menutup kemungkinan, seseorang memiliki testis yang lebih besar dari yang lain. Mungkin juga jika testis seseorang menggantung lebih rendah dibandingkan dengan yang lain.

Testis seharusnya terasa lembut, tanpa gumpalan atau benjolan. Terasa kokoh tapi tidak keras. Saat Anda memegangnya, Anda bisa merasakan pembuluh lembut di belakang testis, biasanya disebut dengan epididimis. Jika Anda sudah memahaminya, begini cara memeriksa testis sendiri:

1. Rasakan bentuknya saat memeriksa

Periksa masing-masing testis di waktu yang berbeda. Coba rasakan seperti apa ‘bentuknya’. Artinya Anda harus mengingat bentuknya saat memegangnya, sehingga Anda tahu benar jika ada perbedaan saat memeriksanya lagi. Kenapa harus memeriksanya secara satu per satu dan terpisah dengan bagian penis lain? Alasannya agar Anda benar-benar bisa membedakan bentuknya masing-masing testis dan mengenali tanda-tanda yang tidak biasa.

2. Periksa sehabis mandi

Anda bisa memeriksanya pada malam hari, sehabis mandi air hangat. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan skrotum dalam keadaan rileks dan lembut. Sehingga Anda bisa merasakannya dengan baik. Cobalah memegang testis sedikit lebih ketat, namun tetap santai. Bayangkan seperti Anda sedang memegang anak ayam, tidak terlalu kendur, tidak terlalu kencang.

3. Lakukan di depan kaca

Hal ini memungkinkan Anda untuk melihat dan mengingat lebih jelas, jika ada masalah pada testis. Saat Anda merasakan yang tidak beres, Anda bisa langsung melihat bagaimana tampilannya di kaca. Jika memang ada yang tidak wajar, Anda bisa segera untuk berkonsultasi dengan dokter.

4. Lakukan gerakan melingkar

Gunakan jari-jari atau ibu jari kedua tangan Anda, lalu lakukan gerakan memutar pada satu testis. Kenali apakah ada benjolan atau bengkak yang seperti butiran beras yang tertanam pada testis Anda. Jika ada, ingat atau tuliskan secara rinci masalah tersebut untuk memantau perubahan yang terjadi.  Perubahan tersebut dapat berupa benjolan yang membesar, sensasi geli, atau malah ada benjolan baru. Penting juga untuk mengingat seberapa besar dan jelas benjolan tersebut. Segera temui dokter untuk berkonsultasi.

5. Perhatikan bila ada sensasi aneh

Jika Anda merasakan nyeri, gatal, berat, atau geli, Anda harus mulai waspada dan berkonsultasi pada dokter. Beberapa laki-laki memang ada yang memiliki sensitivitas tinggi pada testis mereka. Baik sensitivitas karena sentuhan, maupun karena temperatur. Anda dapat mengenali tubuh sendiri, jika memang sensasi tersebut berbeda dari biasanya. Jangan ragu untuk segera berkonsultasi pada dokter.

Perlu diperhatikan juga saat Anda merasakan rasa sakit ketika buang air kecil, berjalan, tidur, bahkan saat berhubungan seks. Diagnosis dokter diperlukan untuk masalah tersebut.

6. Periksa juga skrotum

Skrotum mungkin lebih terlihat seperti kulit bagian badan yang lain, ada sedikit kerutan dan berambut. Arahkan tangan Anda pada skrotum dan lihat apakah ada sensasi kasar, bersisik, perubahan warna, ruam, kemerahan, atau keanehan lainnya yang tidak biasa.

Tidak ada cara untuk mencegah varikokel. Tapi Anda bisa menurunkan risiko Anda terhadap masalah kesehatan satu ini. Pria disarankan untuk menjaga kesehatan organ vitalnya dengan memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung antioksidan, terutama sayur dan buah yang kaya vitamin A, C, E, dan zink. Hindari juga paparan zat kimia, listrik, radiasi terus menerus, berendam air panas, dan pemakaian celana yang terlalu ketat untuk melindungi suhu ideal buah zakar.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Agustus 13, 2018 | Terakhir Diedit: Agustus 13, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan