Definisi radang tenggorokan

Apa itu radang tenggorokan (faringitis)?

Radang tenggorokan atau faringitis adalah kondisi saat bagian belakang tenggorokan (faring) mengalami peradangan. Di Indonesia, radang tenggorokan sering kali disebut dengan istilah panas dalam.

Faringitis akan membuat tenggorokan terasa tidak nyaman. Biasanya kondisi ini menimbulkan sensasi rasa sakit atau panas, sehingga membuat Anda sulit untuk makan dan menelan.

Biasanya radang tenggorokan menjadi salah satu gejala umum dari beberapa penyakit yang berbeda. Bisa juga, kondisi ini terjadi akibat penyakit lain, seperti flu, demam, dan mononukleosis (demam kelenjar). Kondisi ini biasanya akan mereda tanpa obat dalam waktu kurang dari seminggu.

Seberapa umumkah radang tenggorokan (faringitis)?

Kondisi ini bisa menyerang siapa pun tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Semua orang bisa mengalami radang tenggorokan baik anak-anak, orang dewasa, atau orang lanjut usia. Namun anak-anak berusia antara 5 sampai 15 tahun cenderung paling sering mengalami masalah yang satu ini.

Pada orang dewasa, 10% sakit tenggorokan yang mereka alami disebabkan oleh infeksi bakteri streptococcus. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor risikonya. Untuk informasi lebih lanjut, diskusikan dengan dokter.

Tanda dan gejala

Tanda dan gejala radang tenggorokan (faringitis)

Saat mengalami faringitis, biasanya Anda akan merasakan sensasi tidak nyaman di tenggorokan. Gejala lain yang muncul biasanya bergantung pada penyebabnya. Adapun berbagai gejala umum yang paling sering muncul saat terserang radang tenggorokan, yaitu:

  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi dan nyeri otot
  • Ruam kulit
  • Membengkaknya kelenjar getah bening di leher

Oleh karena penyebabnya bisa berbeda, gejala yang ditimbulkan pun dapat bervariasi. Umumnya, gejala faringitis yang disebabkan oleh demam, yaitu:

  • Bersin
  • Batuk
  • Demam dengan suhu 38 derajat celsius
  • Sakit kepala ringan

Sementara itu, gejala radang tenggorokan yang disebabkan oleh flu adalah:

  • Kelelahan
  • Pegal-pegal
  • Panas dingin
  • Demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celsius

Adapun gejala radang tenggorokan yang disebabkan oleh mononukleosis atau demam kelenjar adalah:

  • Pembesaran kelenjar getah bening di leher dan ketiak
  • Amandel membengkak
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan
  • Pembengkakan limpa
  • Peradangan hati

Jika Anda merasa bahwa gejala radang tenggorokan yang dialami mengganggu aktivitas harian, segera konsultasikan ke dokter. Biasanya dokter akan mengobati keluhan Anda sesuai dengan penyebabnya.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Biasanya radang tenggorokan akan sembuh dalam waktu satu minggu tanpa perlu minum obat. Namun, jika rasa sakit dan demamnya tidak kunjung sembuh walau sudah minum obat, segera periksakan ke dokter.

Segera bawa anak Anda ke dokter untuk mendapatkan obat radang tenggorokan yang tepat. Apalagi jika anak mengalami berbagai gejala yang cukup parah seperti:

  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan menelan
  • Ada darah di dalam air liur

Untuk orang dewasa, segera temui dokter apabila Anda mengalami sakit tenggorokan dengan gejala berikut:

  • Sakit yang parah dan berlangsung lebih dari 7 hari
  • Sakit saat menelan
  • Sulit bernapas
  • Sulit membuka mulut
  • Nyeri sendi
  • Sakit telinga
  • Demam lebih tinggi dari 38 derajat Celsius
  • Darah dalam air liur
  • Sakit tenggorokan yang terus berulang
  • Benjolan di leher
  • Suara serak yang berlangsung lebih dari 2 minggu

Selain itu, demam yang menyertai radang sebaiknya segera diperiksakan. Pasalnya hal ini bisa menjadi gejala untuk kondisi-kondisi lebih serius, seperti:

Abses peritonsil

Abses peritonsil adalah pembengkakan disertai nanah antara langit-langit tenggorokan dan bagian belakang tonsil (amandel). 

Epiglotitis

Epiglotitis adalah peradangan pada epiglotis, yaitu katup berbentuk daun yang terletak di belakang pangkal lidah. Kondisi ini bisa menghambat pernapasan jika tidak ditangani dengan baik.

Infeksi mononukleosis

Infeksi virus Epstein Barr yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening, demam, dan sakit tenggorokan.

Penyebab

Apa penyebab radang tenggorokan (faringitis)?

Penyebab radang tenggorokan yang paling sering adalah virus dan bakteri. Virus dan bakteri yang menyebabkan pilek dan influenza-lah yang biasanya membuat seseorang mengalami faringitis. Selain itu, terdapat berbagai  virus yang biasanya menyebabkan radang pada tenggorokan, yaitu:

  • Mononukleosis (demam kelenjar)
  • Campak
  • Cacar air
  • Virus penyebab croup seperti parainfluenza RSV, campak, adenovirus, dan influenza.

Sementara itu, infeksi bakteri yang bisa menyebabkan sakit tenggorokan adalah Streptococcus pyogenes dan Streptococcus kelompok A.

Selain virus dan bakteri, radang tenggorokan juga bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti:

Alergi

Alergi pada bulu binatang peliharaan, jamur, debu, dan serbuk sari bunga bisa menyebabkan Anda sakit tenggorokan. Postnasal drip adalah penyebab utama dalam kasus alergi yang disebabkan radang tenggorokan.

Postnasal drip terjadi ketika mampet pada sinus mengalir ke tenggorokan, menyebabkan rasa menggelitik atau rasa sakit dan gatal.

Udara

Udara yang pengap dan panas di dalam sebuah ruangan bisa membuat tenggorokan Anda terasa kasar dan gatal, terutama di pagi hari saat Anda bangun tidur. Selain itu, terlalu sering bernapas melalui mulut karena hidung tersumbat juga bisa menyebabkan radang.

Iritan (bahan kimia)

Polusi udara di luar bisa menyebabkan iritasi tenggorokan yang terus-menerus. Selain itu, polusi udara di dalam ruangan karena rokok atau bahan kimia juga bisa menyebabkan radang tenggorokan. Mengunyah tembakau, minum alkohol, dan makan makanan pedas juga bisa membuat tenggorokan Anda sakit.

Otot tegang pada tenggorokan

Otot di tenggorokan bisa menegang. Kondisi ini biasanya muncul karena Anda sering berteriak, seperti pada acara olahraga, berbicara keras, atau berbicara dalam waktu lama tanpa jeda.

Penyakit gastroesophageal reflux (GERD)

GERD adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju esofagus.

Esofagus yang juga dikenal sebagai kerongkongan adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung. Saat Anda mengalami GERD, tenggorokan biasanya terasa tidak nyaman. Kondisi ini bisa memicu faringitis.

Infeksi HIV

Faringitis dan gejala flu lainnya terkadang muncul lebih awal pada seseorang yang terinfeksi HIV. Seseorang yang positif HIV, mungkin akan mengalami sakit tenggorokan kronis atau berulang karena infeksi. Infeksi ini lebih sering terjadi karena orang dengan HIV memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Tumor

Tumor kanker tenggorokan, lidah, dan laring sering kali ditandai dengan radang tenggorokan. Tanda atau gejala lain yang menyertainya yaitu suara serak, sulit menelan, sesak napas, benjolan di leher, dan darah dalam air liur.

Siapa yang berisiko terkena radang tenggorokan (faringitis)?

Setiap orang memiliki kemungkinan untuk terkena radang tenggorokan. Namun ada beberapa hal yang membuat Anda lebih rentan terkena masalah kesehatan yang satu ini, yaitu:

Usia

Anak-anak dan remaja memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami faringitis. Faringitis atau radang tenggorokan pada anak-anak biasanya banyak disebabkan oleh infeksi bakteri.

Asap rokok

Merokok dan asap rokok bisa mengiritasi tenggorokan Anda hingga membuatnya meradang. Tak hanya itu, penggunaan produk tembakau juga bisa meningkatkan risiko kanker mulut, tenggorokan dan laring (kotak suara).

Alergi

Jika Anda memiliki alergi terhadap debu, jamur, atau bulu hewan peliharaan, risiko Anda untuk terkena faringitis jauh lebih besar. Pasalnya, alergi bisa memicu dan membuat radang tenggorokan lebih parah dari orang yang tak memiliki alergi.

Paparan iritan kimia

Polusi udara yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil dan bahan kimia rumah tangga bisa mengiritasi tenggorokan. Jika Anda tinggal atau bekerja di lingkungan yang terpapar bahan kimia, risiko untuk terkena faringitis cukup tinggi.

Infeksi sinus parah

Lendir atau mukus yang dihasilkan oleh sinus berfungsi membantu mengendalikan suhu dan kelembapan udara yang masuk ke paru-paru.

Lendir ini mengalir ke hidung melalui saluran-saluran kecil. Namun, saluran ini bisa terhalang jika sinus terinfeksi atau mengalami peradangan hingga menyebabkan faringitis.

Berada di ruangan ramai dan tertutup

Infeksi virus dan bakteri bisa menyebar dengan mudah di tempat yang ramai dan tertutup. Untuk Anda yang sering berada pusat penitipan anak, ruang kelas, atau kerap bepergian dengan pesawat terbang, jagalah kesehatan tubuh agar tak mudah terinfeksi virus dan bakteri.

Sistem imun lemah

Anda akan lebih rentan terhadap infeksi jika daya tahan tubuh Anda lemah. Sistem imun yang lemah ini biasanya disebabkan oleh berbagai penyakit seperti HIV/AIDS, diabetes, pengobatan dengan steroid, kemoterapi, lupus, dan masalah kesehatan serius lainnya.

Jika Anda tidak termasuk salah satu dari golongan orang yang berisiko, bukan berarti bahwa Anda tidak bisa terkena. Konsultasikan selalu kondisi kesehatan kepada dokter jika Anda merasakan ada perubahan tidak normal pada tubuh Anda.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja obat radang tenggorokan (faringitis) yang sering digunakan?

Obat-obatan pereda nyeri

Radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus biasanya tidak membutuhkan pengobatan. Pasalnya, kondisi pengidapnya biasanya akan membaik dalam waktu 5 sampai 7 hari.

Walau demikian, obat radang tenggorokan terkadang tetap diperlukan untuk membantu meringankan gejala yang muncul. Analgesik atau obat-obatan pereda rasa nyeri, seperti ibuprofen dan paracetamol, umumnya direkomendasikan untuk meringankan radang tenggorokan. Terutama jika kondisinya disertai demam dan terjadi pada anak.

Berikut ini adalah panduan untuk mengonsumsinya:

  • Selalu baca petunjuk penggunaan obat agar tidak kelebihan dosis.
  • Paracetamol merupakan alternatif terapi bagi anak-anak dan orang yang tidak bisa minum ibuprofen.
  • Aspirin tidak boleh dikonsumsi anak berusia di bawah 16 tahun.

Antibiotik

Antibiotik menjadi pengobatan untuk radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri. Biasanya dokter selalu meminta agar antibiotik yang diresepkan harus dihabiskan meski gejalanya sudah membaik. 

Diagnosis radang tenggorokan (faringitis)

Pemeriksaan fisik

Dokter akan membuat diagnosis dari riwayat pengobatan atau pemeriksaan fisik di sekitar telinga dan tenggorokan. Dengan menggunakan senter kecil, tenggorokan Anda akan diperiksa untuk melihat tanda-tanda infeksi berupa kemerahan atau bercak putih.

Dokter juga akan meraba leher untuk memeriksa apakah terjadi pembengkakan kelenjar getah bening dan mendengarkan suara napas menggunakan stetoskop.

Pemeriksaan cairan tenggorokan

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, dokter akan mengambil sedikit sampel cairan di belakang tenggorokan. Sampel ini nantinya akan dites dan dilihat keberadaan bakteri streptococcus di dalamnya. Tujuannya untuk mengetahui secara pasti penyebab radang.

Jika hasil tes menunjukkan tanda positif, tandanya Anda memang mengalami radang karena infeksi bakteri. Namun, jika hasil tes negatif bisa jadi Anda terinfeksi virus.

Tes darah

Tes darah juga akan dilakukan bila dokter mencurigai bahwa ada penyakit lainnya, seperti demam kelenjar (demam karena jumlah sel darah putih meningkat).  Selain itu, tes darah mungkin akan dilakukan untuk mengetahui apakah penyebab radang yang Anda alami disebabkan oleh virus atau bakteri.

Mencegah radang tenggorokan (faringitis)

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengobati radang tenggorokan (faringitis)?

Umumnya sakit tenggorokan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang dari satu minggu. Obat radang tenggorokan yang diresepkan dokter biasanya dapat membantu meringankan gejala yang Anda alami.

Selain itu, dilansir dari American Osteopathic Association, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut saat mengalami radang tenggorokan:

  • Konsumsi minuman hangat dan makanan yang lunak
  • Hindari merokok atau menghirup asap rokok
  • Berkumur dengan air garam atau obat kumur antiseptik
  • Perbanyak minum air, terutama air putih
  • Mengisap permen biasa atau permen pelega tenggorokan (lozenges) untuk meningkatkan produksi air liur
  • Tidak minum minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin karena dapat menyebabkan iritasi
  • Istirahat yang cukup, termasuk membatasi berbicara untuk sementara
  • Menciptakan udara yang nyaman di rumah dengan humidifier agar tidak terlalu kering sehingga memicu iritasi

Bagaimana cara mencegah radang tenggorokan (faringitis)?

Meskipun kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal, terdapat beberapa cara untuk mencegah timbulnya radang tenggorokan (faringitis). Berikut berbagai hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi:

  • Selalu cuci tangan dengan teratur, terutama setelah menggunakan fasilitas umum.
  • Gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol 60 persen jika tidak bisa mencuci tangan dengan air.
  • Bersihkan barang-barang yang sering digunakan bersama di rumah atau tempat kerja, seperti gagang telepon, gagang pintu, dan remote televisi.
  • Hindari berbagi-bagi makanan, minuman, serta peralatan makan dan minum.
  • Hindari asap rokok.
  • Hindari sumber alergi atau iritasi lain yang dapat menjadi pemicu sakit tenggorokan, misalnya debu dan serbuk sari.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Definisi radang tenggorokan (faringitis)

Apa itu radang tenggorokan (faringitis)?

Radang tenggorokan atau faringitis adalah kondisi saat bagian belakang tenggorokan (faring) mengalami peradangan. Di Indonesia, radang tenggorokan sering kali disebut dengan istilah panas dalam.

Faringitis akan membuat tenggorokan terasa tidak nyaman. Biasanya kondisi ini menimbulkan sensasi rasa sakit atau panas, sehingga membuat Anda sulit untuk makan dan menelan.

Biasanya radang tenggorokan menjadi salah satu gejala umum dari beberapa penyakit yang berbeda. Bisa juga, kondisi ini terjadi akibat penyakit lain, seperti flu, demam, dan mononukleosis (demam kelenjar). Kondisi ini biasanya akan mereda tanpa obat dalam waktu kurang dari seminggu.

Seberapa umumkah radang tenggorokan (faringitis)?

Kondisi ini bisa menyerang siapa pun tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Semua orang bisa mengalami radang tenggorokan baik anak-anak, orang dewasa, atau orang lanjut usia. Namun anak-anak berusia antara 5 sampai 15 tahun cenderung paling sering mengalami masalah yang satu ini.

Pada orang dewasa, 10% sakit tenggorokan yang mereka alami disebabkan oleh infeksi bakteri streptococcus. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor risikonya. Untuk informasi lebih lanjut, diskusikan dengan dokter.

Tanda dan gejala

Tanda dan gejala radang tenggorokan (faringitis)

Saat mengalami faringitis, biasanya Anda akan merasakan sensasi tidak nyaman di tenggorokan. Gejala lain yang muncul biasanya bergantung pada penyebabnya. Adapun berbagai gejala umum yang paling sering muncul saat terserang radang tenggorokan, yaitu:

  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi dan nyeri otot
  • Ruam kulit
  • Membengkaknya kelenjar getah bening di leher

Oleh karena penyebabnya bisa berbeda, gejala yang ditimbulkan pun dapat bervariasi. Umumnya, gejala faringitis yang disebabkan oleh demam, yaitu:

  • Bersin
  • Batuk
  • Demam dengan suhu 38 derajat celsius
  • Sakit kepala ringan

Sementara itu, gejala radang tenggorokan yang disebabkan oleh flu adalah:

  • Kelelahan
  • Pegal-pegal
  • Panas dingin
  • Demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celsius

Adapun gejala radang tenggorokan yang disebabkan oleh mononukleosis atau demam kelenjar adalah:

  • Pembesaran kelenjar getah bening di leher dan ketiak
  • Amandel membengkak
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan
  • Pembengkakan limpa
  • Peradangan hati

Jika Anda merasa bahwa gejala radang tenggorokan yang dialami mengganggu aktivitas harian, segera konsultasikan ke dokter. Biasanya dokter akan mengobati keluhan Anda sesuai dengan penyebabnya.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Biasanya radang tenggorokan akan sembuh dalam waktu satu minggu tanpa perlu minum obat. Namun, jika rasa sakit dan demamnya tidak kunjung sembuh walau sudah minum obat, segera periksakan ke dokter.

Segera bawa anak Anda ke dokter untuk mendapatkan obat radang tenggorokan yang tepat. Apalagi jika anak mengalami berbagai gejala yang cukup parah seperti:

  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan menelan
  • Ada darah di dalam air liur

Untuk orang dewasa, segera temui dokter apabila Anda mengalami sakit tenggorokan dengan gejala berikut:

  • Sakit yang parah dan berlangsung lebih dari 7 hari
  • Sakit saat menelan
  • Sulit bernapas
  • Sulit membuka mulut
  • Nyeri sendi
  • Sakit telinga
  • Demam lebih tinggi dari 38 derajat Celsius
  • Darah dalam air liur
  • Sakit tenggorokan yang terus berulang
  • Benjolan di leher
  • Suara serak yang berlangsung lebih dari 2 minggu

Selain itu, demam yang menyertai radang sebaiknya segera diperiksakan. Pasalnya hal ini bisa menjadi gejala untuk kondisi-kondisi lebih serius, seperti:

Abses peritonsil

Abses peritonsil adalah pembengkakan disertai nanah antara langit-langit tenggorokan dan bagian belakang tonsil (amandel). 

Epiglotitis

Epiglotitis adalah peradangan pada epiglotis, yaitu katup berbentuk daun yang terletak di belakang pangkal lidah. Kondisi ini bisa menghambat pernapasan jika tidak ditangani dengan baik.

Infeksi mononukleosis

Infeksi virus Epstein Barr yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening, demam, dan sakit tenggorokan.

Penyebab

Apa penyebab radang tenggorokan (faringitis)?

Penyebab radang tenggorokan yang paling sering adalah virus dan bakteri. Virus dan bakteri yang menyebabkan pilek dan influenza-lah yang biasanya membuat seseorang mengalami faringitis. Selain itu, terdapat berbagai  virus yang biasanya menyebabkan radang pada tenggorokan, yaitu:

  • Mononukleosis (demam kelenjar)
  • Campak
  • Cacar air
  • Virus penyebab croup seperti parainfluenza RSV, campak, adenovirus, dan influenza.

Sementara itu, infeksi bakteri yang bisa menyebabkan sakit tenggorokan adalah Streptococcus pyogenes dan Streptococcus kelompok A.

Selain virus dan bakteri, radang tenggorokan juga bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti:

Alergi

Alergi pada bulu binatang peliharaan, jamur, debu, dan serbuk sari bunga bisa menyebabkan Anda sakit tenggorokan. Postnasal drip adalah penyebab utama dalam kasus alergi yang disebabkan radang tenggorokan.

Postnasal drip terjadi ketika mampet pada sinus mengalir ke tenggorokan, menyebabkan rasa menggelitik atau rasa sakit dan gatal.

Udara

Udara yang pengap dan panas di dalam sebuah ruangan bisa membuat tenggorokan Anda terasa kasar dan gatal, terutama di pagi hari saat Anda bangun tidur. Selain itu, terlalu sering bernapas melalui mulut karena hidung tersumbat juga bisa menyebabkan radang.

Iritan (bahan kimia)

Polusi udara di luar bisa menyebabkan iritasi tenggorokan yang terus-menerus. Selain itu, polusi udara di dalam ruangan karena rokok atau bahan kimia juga bisa menyebabkan radang tenggorokan. Mengunyah tembakau, minum alkohol, dan makan makanan pedas juga bisa membuat tenggorokan Anda sakit.

Otot tegang pada tenggorokan

Otot di tenggorokan bisa menegang. Kondisi ini biasanya muncul karena Anda sering berteriak, seperti pada acara olahraga, berbicara keras, atau berbicara dalam waktu lama tanpa jeda.

Penyakit gastroesophageal reflux (GERD)

GERD adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju esofagus.

Esofagus yang juga dikenal sebagai kerongkongan adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung. Saat Anda mengalami GERD, tenggorokan biasanya terasa tidak nyaman. Kondisi ini bisa memicu faringitis.

Infeksi HIV

Faringitis dan gejala flu lainnya terkadang muncul lebih awal pada seseorang yang terinfeksi HIV. Seseorang yang positif HIV, mungkin akan mengalami sakit tenggorokan kronis atau berulang karena infeksi. Infeksi ini lebih sering terjadi karena orang dengan HIV memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Tumor

Tumor kanker tenggorokan, lidah, dan laring sering kali ditandai dengan radang tenggorokan. Tanda atau gejala lain yang menyertainya yaitu suara serak, sulit menelan, sesak napas, benjolan di leher, dan darah dalam air liur.

Faktor risiko

Siapa yang berisiko terkena radang tenggorokan (faringitis)?

Setiap orang memiliki kemungkinan untuk terkena radang tenggorokan. Namun ada beberapa hal yang membuat Anda lebih rentan terkena masalah kesehatan yang satu ini, yaitu:

Usia

Anak-anak dan remaja memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami faringitis. Faringitis atau radang tenggorokan pada anak-anak biasanya banyak disebabkan oleh infeksi bakteri.

Asap rokok

Merokok dan asap rokok bisa mengiritasi tenggorokan Anda hingga membuatnya meradang. Tak hanya itu, penggunaan produk tembakau juga bisa meningkatkan risiko kanker mulut, tenggorokan dan laring (kotak suara).

Alergi

Jika Anda memiliki alergi terhadap debu, jamur, atau bulu hewan peliharaan, risiko Anda untuk terkena faringitis jauh lebih besar. Pasalnya, alergi bisa memicu dan membuat radang tenggorokan lebih parah dari orang yang tak memiliki alergi.

Paparan iritan kimia

Polusi udara yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil dan bahan kimia rumah tangga bisa mengiritasi tenggorokan. Jika Anda tinggal atau bekerja di lingkungan yang terpapar bahan kimia, risiko untuk terkena faringitis cukup tinggi.

Infeksi sinus parah

Lendir atau mukus yang dihasilkan oleh sinus berfungsi membantu mengendalikan suhu dan kelembapan udara yang masuk ke paru-paru.

Lendir ini mengalir ke hidung melalui saluran-saluran kecil. Namun, saluran ini bisa terhalang jika sinus terinfeksi atau mengalami peradangan hingga menyebabkan faringitis.

Berada di ruangan ramai dan tertutup

Infeksi virus dan bakteri bisa menyebar dengan mudah di tempat yang ramai dan tertutup. Untuk Anda yang sering berada pusat penitipan anak, ruang kelas, atau kerap bepergian dengan pesawat terbang, jagalah kesehatan tubuh agar tak mudah terinfeksi virus dan bakteri.

Sistem imun lemah

Anda akan lebih rentan terhadap infeksi jika daya tahan tubuh Anda lemah. Sistem imun yang lemah ini biasanya disebabkan oleh berbagai penyakit seperti HIV/AIDS, diabetes, pengobatan dengan steroid, kemoterapi, lupus, dan masalah kesehatan serius lainnya.

Jika Anda tidak termasuk salah satu dari golongan orang yang berisiko, bukan berarti bahwa Anda tidak bisa terkena. Konsultasikan selalu kondisi kesehatan kepada dokter jika Anda merasakan ada perubahan tidak normal pada tubuh Anda.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja obat radang tenggorokan (faringitis) yang sering digunakan?

Obat-obatan pereda nyeri

Radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus biasanya tidak membutuhkan pengobatan. Pasalnya, kondisi pengidapnya biasanya akan membaik dalam waktu 5 sampai 7 hari.

Walau demikian, obat radang tenggorokan terkadang tetap diperlukan untuk membantu meringankan gejala yang muncul. Analgesik atau obat-obatan pereda rasa nyeri, seperti ibuprofen dan paracetamol, umumnya direkomendasikan untuk meringankan radang tenggorokan. Terutama jika kondisinya disertai demam dan terjadi pada anak.

Berikut ini adalah panduan untuk mengonsumsinya:

  • Selalu baca petunjuk penggunaan obat agar tidak kelebihan dosis.
  • Paracetamol merupakan alternatif terapi bagi anak-anak dan orang yang tidak bisa minum ibuprofen.
  • Aspirin tidak boleh dikonsumsi anak berusia di bawah 16 tahun.

Antibiotik

Antibiotik menjadi pengobatan untuk radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri. Biasanya dokter selalu meminta agar antibiotik yang diresepkan harus dihabiskan meski gejalanya sudah membaik. 

Diagnosis radang tenggorokan (faringitis)

Pemeriksaan fisik

Dokter akan membuat diagnosis dari riwayat pengobatan atau pemeriksaan fisik di sekitar telinga dan tenggorokan. Dengan menggunakan senter kecil, tenggorokan Anda akan diperiksa untuk melihat tanda-tanda infeksi berupa kemerahan atau bercak putih.

Dokter juga akan meraba leher untuk memeriksa apakah terjadi pembengkakan kelenjar getah bening dan mendengarkan suara napas menggunakan stetoskop.

Pemeriksaan cairan tenggorokan

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, dokter akan mengambil sedikit sampel cairan di belakang tenggorokan. Sampel ini nantinya akan dites dan dilihat keberadaan bakteri streptococcus di dalamnya. Tujuannya untuk mengetahui secara pasti penyebab radang.

Jika hasil tes menunjukkan tanda positif, tandanya Anda memang mengalami radang karena infeksi bakteri. Namun, jika hasil tes negatif bisa jadi Anda terinfeksi virus.

Tes darah

Tes darah juga akan dilakukan bila dokter mencurigai bahwa ada penyakit lainnya, seperti demam kelenjar (demam karena jumlah sel darah putih meningkat).  Selain itu, tes darah mungkin akan dilakukan untuk mengetahui apakah penyebab radang yang Anda alami disebabkan oleh virus atau bakteri.

Pengobatan radang tenggorokan di rumah

Apa saja yang dapat saya lakukan di rumah untuk mengobati radang tenggorokan (faringitis)?

Umumnya sakit tenggorokan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang dari satu minggu. Obat radang tenggorokan yang diresepkan dokter biasanya dapat membantu meringankan gejala yang Anda alami.

Selain itu, dilansir dari American Osteopathic Association, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut saat mengalami radang tenggorokan:

  • Konsumsi minuman hangat dan makanan yang lunak
  • Hindari merokok atau menghirup asap rokok
  • Berkumur dengan air garam atau obat kumur antiseptik
  • Perbanyak minum air, terutama air putih
  • Mengisap permen biasa atau permen pelega tenggorokan (lozenges) untuk meningkatkan produksi air liur
  • Tidak minum minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin karena dapat menyebabkan iritasi
  • Istirahat yang cukup, termasuk membatasi berbicara untuk sementara
  • Menciptakan udara yang nyaman di rumah dengan humidifier agar tidak terlalu kering sehingga memicu iritasi

Pencegahan

Mencegah radang tenggorokan (faringitis)?

Meskipun kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal, terdapat beberapa cara untuk mencegah timbulnya radang tenggorokan (faringitis). Berikut berbagai hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi:

  • Selalu cuci tangan dengan teratur, terutama setelah menggunakan fasilitas umum.
  • Gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol 60 persen jika tidak bisa mencuci tangan dengan air.
  • Bersihkan barang-barang yang sering digunakan bersama di rumah atau tempat kerja, seperti gagang telepon, gagang pintu, dan remote televisi.
  • Hindari berbagi-bagi makanan, minuman, serta peralatan makan dan minum.
  • Hindari asap rokok.
  • Hindari sumber alergi atau iritasi lain yang dapat menjadi pemicu sakit tenggorokan, misalnya debu dan serbuk sari.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: April 11, 2019 | Terakhir Diedit: April 11, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan