Apa Itu Rabies (Penyakit Anjing Gila)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu rabies?

Rabies, atau yang juga dikenal dengan sebutan penyakit anjing gila, adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus rabies. Seseorang dapat terkena penyakit ini apabila tergigit oleh binatang yang terinfeksi virus tersebut.

Umumnya, virus rabies ditemukan di hewan liar. Beberapa hewan liar yang menyebarkan virus tersebut adalah sigung, rakun, kelelawar, dan rubah. Namun, di beberapa negara, masih banyak binatang peliharaan yang membawa virus tersebut, termasuk kucing dan anjing.

Ketika seseorang yang terpapar virus ini mulai menunjukkan tanda-tanda dan gejala, kemungkinan telah terjadi kerusakan pada sistem saraf pusat dan otaknya. Kondisi ini dapat berakibat fatal, bahkan tidak jarang berujung pada kematian.

Oleh karena itu, untuk mencegah penyebaran penyakit ini, Anda dan binatang peliharaan Anda harus divaksin. Selain itu, apabila Anda digigit binatang yang berpotensi terinfeksi virus, segera periksakan diri ke dokter sebelum muncul gejala apapun.

Seberapa umumkah rabies?

Rabies adalah penyakit yang cukup umum terjadi di beberapa negara. Setiap tahunnya, penyakit ini menjadi penyebab sekitar 59.000 kematian.

Meskipun telah banyak dilakukan program vaksin rabies, terutama untuk anjing-anjing liar, masih banyak sekali kasus yang terjadi akibat gigitan anjing. Sebanyak 90 hingga 99% kasus rabies terjadi karena gigitan anjing yang terinfeksi virus.

Angka kematian akibat penyakit ini terjadi paling banyak di negara-negara yang tidak memiliki fasilitas kesehatan memadai, terutama di Asia dan Afrika. Selain itu, kurangnya sosialisasi akan bahaya rabies serta pencegahannya juga memengaruhi tingginya angka kasus penyakit ini.

Penyakit ini dapat terjadi pada semua usia, namun kasus kejadiannya paling banyak ditemukan pada anak-anak berusia 15 tahun ke bawah. Persentase kejadiannya adalah sekitar 40%.

Di samping itu, yang termasuk dalam kelompok dengan risiko tinggi yaitu anak-anak yang tinggal di daerah yang rawan terhadap infeksi gigitan binatang, dan orang yang bepergian ke daerah-daerah terpencil di mana kondisi kesehatan masih belum berkembang.

Penyakit ini dapat dicegah dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang dapat dihindari. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala rabies?

Pada umumnya, tanda-tanda dan gejala rabies muncul secara bertahap. Proses perkembangan penyakit ini dapat dibagi menjadi empat tahap:

1. Masa inkubasi

Ini adalah masa sebelum gejala-gejala muncul, yaitu ketika tubuh mulai terinfeksi oleh virus. Jangka waktu dari infeksi virus hingga munculnya gejala-gejala pertama rata-rata berlangsung selama 35 hingga 65 hari.

Semakin dekat posisi gigitan dengan otak, maka semakin cepat gejala akan muncul. Ketika gejala telah muncul, biasanya rabies sudah tergolong fatal. Oleh karena itu, segera cari pertolongan medis apabila tergigit binatang tanpa perlu menunggu munculnya gejala.

2. Prodrome

Ketika memasuki masa ini, penderita akan merasakan gejala-gejala awal seperti:

  • Demam mencapai 38 derajat Celcius atau lebih
  • Sakit kepala
  • Kecemasan
  • Merasa tubuh tidak sehat secara keseluruhan
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Mual, disertai muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Rasa sakit atau mati rasa di area yang digigit

Kondisi ini dapat berlangsung selama 2 hingga 10 hari. Seiring dengan berjalannya waktu, gejala-gejala akan bertambah parah.

3. Gangguan neurologis akut

Pada tahap berikutnya, penderita mulai merasakan gangguan sistem saraf yang akut, seperti:

  • Merasa kebingungan, resah, dan gelisah
  • Lebih agresif dan hiperaktif
  • Terkadang melewati masa tenang
  • Kejang otot dan kelumpuhan mungkin terjadi
  • Bernapas berlebihan (hiperventilasi), terkadang kesulitan bernapas
  • Memproduksi lebih banyak air liur
  • Takut dengan air (hydrophobia)
  • Kesulitan menelan
  • Berhalusinasi, bermimpi buruk, dan insomnia
  • Ereksi permanen pada pria
  • Takut cahaya (photophobia)

Seiring dengan berjalannya waktu, penderita akan mengalami kesulitan bernapas yang cukup parah.

4. Koma dan kematian

Apabila penyakit ini tidak segera diobati setelah digigit, penderita hampir selalu akan memasuki fase koma.

Sayangnya, koma akibat rabies seringkali berujung pada kematian hanya dalam hitungan jam, kecuali penderitanya terhubung dengan alat bantu pernapasan (ventilator). Kematian biasanya terjadi dari hari ke-4 hingga hari ke-7 setelah pertama kali muncul gejala..

Kemungkinan ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus menemui dokter?

Segeralah cari pertolongan medis apabila Anda digigit oleh hewan apapun, termasuk hewan peliharaan. Tergantung dari cedera dan situasi saat gigitan terjadi, Anda dan dokter Anda dapat memutuskan apabila Anda harus menerima pengobatan untuk mencegah penyakit ini.

Meskipun Anda tidak yakin Anda telah tergigit, carilah pertolongan medis. Tubuh setiap penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, segera cari pertolongan medis terdekat.

Penyebab

Apa yang menyebabkan rabies?

Penyebab rabies adalah virus yang bernama rhadovirus pada air liur hewan yang telah terinfeksi. Hewan yang telah terinfeksi dapat menyebarkan virus dengan menggigit hewan lain atau manusia.

Pada kasus yang jarang terjadi, penyakit ini dapat menyebar saat air liur yang terinfeksi masuk ke dalam luka terbuka atau membran mukosa, seperti mulut atau mata. Ini dapat terjadi apabila hewan yang terinfeksi menjilat luka terbuka Anda.

Apa saja binatang yang membawa virus rabies?

Umumnya, virus penyakit ini dibawa oleh hewan mamalia atau menyusui. Binatang-binatang tersebut meliputi:

1. Hewan peliharaan dan ternak

Berikut adalah binatang-binatang peliharaan dan ternak yang mungkin membawa virus rabies:

  • Kucing
  • Anjing
  • Sapi
  • Kambing
  • Kuda

2. Hewan liar

Beberapa jenis hewan liar juga dapat menularkan virus ini, seperti:

  • Kelelawar
  • Monyet
  • Rakun
  • Rubah
  • Berang-berang
  • Sigung

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, virus dapat tersebar dari proses transplantasi organ, apabila organ yang digunakan telah terinfeksi virus.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena rabies?

Rabies adalah penyakit yang dapat menyerang semua orang dari berbagai kelompok usia dan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.

Memiliki satu atau semua faktor risiko bukan berarti Anda dapat dipastikan akan terserang penyakit ini. Ada pula kemungkinan kecil seseorang terkena penyakit ini meskipun tidak memiliki faktor risiko satupun.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu munculnya penyakit ini:

1. Tinggal di negara-negara berkembang

Apabila Anda berdomisili di negara-negara berkembang, terutama di daerah dengan fasilitas kesehatan serta pemahaman yang kurang memadai, risiko Anda untuk terserang penyakit ini lebih tinggi.

2. Bepergian ke daerah dengan kasus kejadian yang tinggi

Jika Anda bepergian atau mengunjungi negara-negara dengan angka kejadian penyakit yang cukup besar, seperti negara di Afrika dan Asia Tenggara, peluang Anda untuk tertular virus lebih besar.

3. Melakukan kegiatan outdoor

Melakukan kegiatan yang memungkinkan Anda berhubungan dengan hewan liar, seperti menjelajah gua yang terdapat banyak kelelawar, atau berkemah tanpa melakukan pencegahan masuknya hewan liar, dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

4. Bekerja sebagai dokter hewan atau sering menangani hewan

Jika Anda adalah dokter hewan, atau Anda memiliki pekerjaan yang memungkinkan Anda melakukan kontak dengan hewan seperti penjaga kebun binatang, peluang Anda untuk terinfeksi virus lebih besar.

5. Bekerja di laboratorium untuk meneliti virus rabies

Apabila Anda pekerja laboratorium yang sedang melakukan penelitian pada rhadovirus, risiko Anda untuk terinfeksi lebih tinggi.

6. Memiliki binatang peliharaan atau ternak yang belum divaksin

Apabila Anda mempunyai hewan peliharaan seperti anjing dan kucing, atau hewan ternak seperti sapi dan kambing, pastikan Anda sudah memberikan vaksin pada hewan-hewan tersebut.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang tersedia bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang umum dilakukan untuk mendiagnosis rabies?

Hewan yang menggigit Anda harus ditangkap untuk diuji apakah hewan tersebut memiliki rabies atau tidak. Saat hewan menggigit Anda, tidak ada cara untuk mengetahui apakah hewan tersebut telah menyebarkan virus kepada Anda.

Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter apabila Anda digigit oleh binatang yang berpotensi membawa virus. Jangan tunda hingga gejala-gejalanya muncul.

Pengobatan untuk mencegah infeksi virus akan dilakukan apabila dokter berpikir bahwa ada kemungkinan Anda telah terpapar oleh virus.

Apa saja pilihan pengobatan untuk rabies?

Ketika Anda telah terinfeksi virus, sulit untuk mendapatkan pengobatan yang efektif. Meskipun terdapat beberapa penderita yang berhasil selamat, penyakit ini umumnya bersifat fatal dam sulit diatasi.

Namun, apabila Anda segera memeriksakan diri ke dokter sebelum gejala-gejala muncul, kemungkinan Anda untuk selamat akan lebih besar.

1. Yang harus dilakukan setelah tergigit binatang dengan rabies

Apabila Anda telah tergigit atau dicakar binatang yang berisiko membawa virus, lakukan hal-hal di bawah ini:

  • Bersihkan luka dengan air mengalir dan sabun selama beberapa menit
  • Bersihkan luka dengan alkohol atau disinfektan berbahan dasar iodium
  • Tutup luka dengan perban sederhana
  • Pergi ke pusat layanan medis, rumah sakit, atau dokter umum terdekat

2. Pengobatan untuk orang yang tergigit

Jika Anda digigit oleh binatang yang berpotensi membawa virus, Anda akan segera diberi beberapa suntikan untuk mencegah terjadinya infeksi virus.

Suntikan rabies yang digunakan adalah:

  • Suntikan dengan reaksi cepat (imunoglobulin)

Suntikan ini berguna untuk mencegah terjadinya infeksi virus. Tim medis akan menyuntik di area yang terluka secepat mungkin setelah Anda tergigit.

  • Suntikan vaksinasi

Suntikan vaksinasi membantu tubuh untuk mengenal dan melawan infeksi virus. Vaksinasi akan diberikan sebanyak 4 kali selama 2 minggu.

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat membantu mencegah rabies?

Anda dapat mengurangi risiko terkena penyakit ini dengan melakukan langkah-langkah di bawah ini:

1. Berikan vaksinasi pada hewan peliharaan Anda

Kucing dan anjing peliharaan Anda harus dijaga dari kemungkinan terinfeksi virus. Maka dari itu, pastikan Anda membawa peliharaan Anda ke dokter hewan dan mintalah dokter untuk memberikan suntik vaksinasi.

2. Jaga binatang peliharaan Anda dari lingkungan luar

Usahakan untuk menjaga hewan peliharaan Anda agar tidak terlalu sering memiliki kontak dengan dunia luar. Hal ini dapat mencegah peliharaan Anda terpapar virus dari hewan liar.

3. Laporkan keberadaan hewan liar ke pihak berwajib

Apabila Anda melihat adanya hewan liar di daerah Anda, laporkan ke pihak yang berwajib. Biasanya akan ada lembaga atau pihak yang akan menampung hewan-hewan liar tersebut dan memberikan vaksinasi.

4. Lakukan vaksinasi sebelum bepergian ke luar negeri

Jika Anda akan bepergian ke negara atau daerah dengan potensi terjadinya penularan penyakit ini, sebaiknya Anda melakukan pencegahan dengan suntik vaksinasi.

Apabila anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah ke dokter Anda untuk memahami solusi yang terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasehat medis, diagnosis, ataupun pengobatan

Sumber

Direview tanggal: Agustus 6, 2019 | Terakhir Diedit: Agustus 6, 2019

Yang juga perlu Anda baca