Apa Itu Pterigium?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu pterigium?

Pterigium, atau yang juga dikenal dengan istilah surfer’s eye, adalah kondisi di mana selaput pada bagian putih mata berubah menjadi keruh. Kondisi ini sering kali terjadi pada orang yang banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, terutama peselancar. Hal ini yang menyebabkan kondisi ini disebut dengan surfer’s eye.

Jaringan yang tumbuh memiliki warna merah muda dan bertekstur sedikit menonjol. Kemunculannya berada di konjungtiva, yaitu selaput bening yang melapisi kelopak dan bola mata.

Jaringan tersebut biasanya tumbuh di bagian mata yang dekat dengan hidung, dan menyebar ke arah tengah mata. Dalam beberapa kasus, pertumbuhan jaringan dapat mencapai kornea mata. Jika kondisi tersebut terjadi, penglihatan dapat terganggu karena jaringan menghalangi masuknya cahaya melalui pupil mata.

Pertumbuhan jaringan pada mata mungkin terlihat mengerikan, namun jaringan tersebut tidak berpotensi menjadi kanker. Jaringan tersebut mungkin akan berhenti tumbuh dalam satu waktu.

Masalah ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata. Apabila menyerang kedua mata, kondisi ini disebut bilateral pterigium. Meskipun kondisi ini tidak serius, tetapi dapat menimbulkan gejala yang cukup mengganggu.

Seberapa umum pterigium?

Pterigium adalah kondisi yang cukup umum terjadi. Kondisi ini lebih sering muncul pada orang-orang berusia 20 hingga 40 tahun ke atas.

Angka kejadian kasus penyakit ini sangat rendah pada kelompok usia anak-anak. Selain itu, kondisi ini ditemukan 2 kali lebih banyak pada pasien laki-laki dibanding dengan perempuan.

Secara keseluruhan, angka kejadiannya di daerah dataran tinggi mengalami penurunan. Sementara itu, angka kejadiannya justru semakin bertambah di daerah dataran rendah.

Kondisi ini dapat ditangani dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala pterigium?

Tanda-tanda dan gejala kondisi ini umumnya bervariasi. Bahkan, pada beberapa pasien, kondisi ini tidak menimbulkan gejala apapun.

Namun, sebagian besar pasien mengeluhkan gejala-gejala umum yang biasanya tergolong ringan, mulai dari mata merah hingga iritasi.

Pterigium umumnya tidak menyebabkan gejala-gejala yang serius. Mungkin akan terasa ada objek asing pada mata Anda. Gejala-gejala umum yang biasanya terasa dan terlihat adalah:

  • Mata merah
  • Pandangan kabur
  • Gatal
  • Iritasi mata
  • Terasa ada sesuatu pada mata.

Apabila pertumbuhan mencapai kornea mata Anda, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan gangguan pada penglihatan Anda.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas, mulai merasakan gangguan penglihatan yang memengaruhi aktivitas sehari-hari, atau punya pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu periksakan diri ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab pterigium?

Hingga saat ini, penyebab pasti dari pterigium masih belum diketahui. Namun, terdapat berbagai pemicu dan faktor risiko yang diduga dapat menyebabkan munculnya kondisi ini.

Beberapa peneliti meyakini bahwa posisi atau letak geografis berperan penting dalam kemunculan penyakit ini. Hal ini disebabkan karena angka kejadian penyakit ini cukup tinggi di negara-negara yang dekat dengan garis khatulistiwa.

Lebih lanjut lagi, terdapat kemungkinan bahwa sinar radiasi ultraviolet memiliki pengaruh pada munculnya kondisi ini, terkait dengan letak negara-negara yang dekat dengan garis khatulistiwa.

Para ahli mempercayai bahwa radiasi ultraviolet, khususnya UV-B, berpotensi menyebabkan terjadinya mutasi pada gen penekan tumor p53. Kondisi ini mengakibatkan perkembangbiakan sel-sel yang berlebihan pada mata, sehingga terjadi penumpukan dan pembentukan jaringan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk pterigium?

Pterigium adalah kondisi yang dapat menimpa semua orang dari berbagai golongan usia dan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.

Memiliki satu atau semua faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan terkena penyakit ini. Ada pula kemungkinan Anda tetap mengalaminya meskipun Anda tidak memiliki satupun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang memicu terjadinya pembentukan jaringan di lapisan bola mata:

1. Usia

Kasus kejadian pterigium lebih banyak ditemukan pada orang-orang berusia 20 hingga 40 tahun ke atas. Apabila Anda tergolong dalam kelompok usia tersebut, peluang Anda untuk mengalami kondisi ini lebih besar dibanding dengan anak-anak dan remaja.

2. Tinggal di negara tropis, atau yang dekat dengan khatulistiwa

Negara-negara yang terletak di dekat garis khatulistiwa mendapatkan paparan sinar matahari yang lebih banyak dibanding negara-negara lainnya. Apabila Anda tinggal di daerah tersebut, risiko Anda untuk terserang penyakit ini lebih tinggi.

3. Sering bekerja atau beraktivitas di luar ruangan

Beberapa jenis pekerjaan atau aktivitas mengharuskan Anda terpapar sinar matahari sepanjang hari, seperti peselancar atau bercocok tanam. Kondisi tersebut menyebabkan Anda lebih rentan mengalami kondisi ini.

4. Sering terpapar debu

Polutan yang terdapat di udara seperti debu dan asap dapat menyebabkan mata kering. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya iritasi mata dan munculnya pterigium.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh pterigium?

Apabila kondisi ini tidak segera ditangani, kemungkinan akan terjadi beberapa jenis komplikasi, seperti:

1. Diplopia

Pembentukan jaringan pada mata juga dapat memengaruhi otot mata dan menyebabkan kondisi diplopia atau penglihatan ganda. Diplopia terjadi akibat adanya jaringan parut pada otot rektus medial mata.

2. Penipisan kornea mata

Komplikasi lain yang perlu diwaspadai adalah terjadinya penipisan pada kornea mata. Tidak seperti diplopia, kondisi ini justru baru muncul beberapa tahun setelah pterigium diobati.

Selain kedua komplikasi di atas, beberapa masalah lain yang mungkin muncul adalah:

  • Terganggu dan berkurangnya penglihatan secara keseluruhan
  • Kemerahan pada mata
  • Iritasi mata
  • Luka kronis pada konjungtiva dan kornea mata

Persentase kemungkinan kondisi ini untuk kambuh lagi setelah operasi dilakukan adalah 50 hingga 80%.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana pterigium didiagnosis?

Pterigium adalah kondisi yang umumnya cukup mudah untuk didiagnosis. Dokter dapat memeriksa dengan melihat tampilan pertumbuhan jaringan pada mata. Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan pada kelopak mata.

Tes tambahan yang mungkin diperlukan untuk mendapatkan hasil diagnosis yang akurat adalah:

  • Tes ketajaman visual

Pada tes ini, dokter akan meminta Anda membaca huruf-huruf yang ada di papan. Ukuran huruf akan bervariasi dan menentukan seberapa tajam penglihatan Anda.

  • Tes topografi kornea

Tes ini dilakukan untuk mengukur perubahan lengkungan pada kornea mata.

  • Tes pengambilan gambar

Prosedur ini dilakukan dengan mengambil foto jaringan di mata. Foto akan diambil secara berkala untuk mengetahui kecepatan pertumbuhan jaringan.

Bagaimana mengobati pterigium?

Umumnya, kondisi ini tidak memerlukan penanganan khusus jika gejala-gejala yang muncul masih tergolong ringan. Namun, apabila keberadaan jaringan mulai mengganggu penglihatan Anda dan menimbulkan rasa tidak nyaman, Anda dapat meminta rekomendasi dokter untuk penanganan yang sesuai.

Biasanya, dokter akan memberikan penanganan seperti:

  • Obat tetes mata, air mata buatan, atau salep mata
  • Penggunaan obat tetes mata vasokonstriktor
  • Penggunaan obat tetes mata steroid dalam jangka pendek, untuk membantu meredakan peradangan

Pada kasus yang lebih serius, ketika jaringan semakin melebar dan mengganggu penglihatan, dokter akan merekomendasikan prosedur operasi pengangkatan pterigium.

Apabila ukuran jaringan melebihi 3,5 mm, ada kemungkinan penglihatan Anda telah terganggu dan terdapat risiko terjadinya astigmatisme atau mata silinder.

Namun, prosedur operasi hanya dapat mengangkat jaringan. Efektivitasnya dalam mengatasi mata silinder masih belum bisa dipastikan.

Selain itu, ada kemungkinan kondisi tersebut kembali lagi muncul sewaktu-waktu setelah operasi selesai dilakukan.

Anda harus berdiskusi dengan dokter tentang kemungkinan memilih operasi apabila perawatan medis lainnya tidak berhasil, dan Anda berisiko kehilangan penglihatan Anda. Berikut adalah jenis-jenis operasinya:

1. Teknik bare sclera

Prosedur ini dilakukan dengan cara mengangkat jaringan berlebih dari selaput mata. Namun, persentase kemungkinan jaringan tumbuh lagi cukup besar, yaitu sekitar 24 hingga 89 persen.

2. Teknik autograft konjungtiva

Teknik ini memiliki persentase kemungkinan kambuh yang jauh lebih rendah, yaitu 2%. Operasi dilakukan dengan cara transplantasi jaringan yang terdapat di tubuh Anda, umumnya diambil dari konjungtiva superotemporal pada mata. Kemudian, jaringan tersebut akan diletakkan di sklera setelah pterigium diangkat.

3. Amniotic membrane grafting

Teknik ini juga merupakan alternatif yang dilakukan agar kondisi ini tidak lagi muncul di lain waktu.

4. Terapi tambahan

Beberapa terapi tambahan akan diberikan oleh dokter untuk mengurangi risiko munculnya lagi penyakit ini. Beberapa di antaranya adalah terapi MMC dan beta irradiation.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi pterigium?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi pterigium:

1. Menggunakan kacamata hitam

Kacamata hitam adalah perlindungan yang wajib Anda miliki untuk mencegah terjadinya kondisi ini. Kacamata hitam ampuh melindungi mata dari radiasi sinar UV.

Pastikan Anda selalu mengenakan kacamata hitam saat berada di luar ruangan, bahkan saat cuaca mendung sekalipun. Hal ini disebabkan karena awan mendung tidak akan menghalangi radiasi UV.

Pilihlah kacamata hitam yang dapat menghalangi sinar ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB) sebanyak 99 hingga 100%.

2. Istirahatkan mata

Jangan paksakan mata Anda untuk bekerja terlalu keras. Sesekali beri jeda waktu untuk mata di sela-sela kesibukan Anda.

3. Gunakan obat tetes mata

Obat tetes mata dan air mata buatan dapat membantu melembapkan mata Anda, terutama jika Anda tinggal di daerah bercuaca panas dan cenderung kering.

4. Hindari polusi dan debu

Paparan polusi, debu, dan angin di luar ruangan dapat meningkatkan risiko Anda mengalami iritasi, sehingga masalah-masalah lainnya dapat terjadi di mata Anda.

Zat-zat yang terdapat di polusi udara, seperti karbon monoksida, arsenik, dan asbes, berbahaya bagi kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan, terutama mata.

Sebisa mungkin, hindari paparan polusi dan debu dengan menggunakan kacamata ketika Anda berada di luar ruangan.

5. Membersihkan mata

Apabila Anda memang terpaksa beraktivitas di luar ruangan dan sering terpapar polusi, segera bersihkan mata Anda dengan air bersih. Air dapat membantu menenangkan mata dan mengurangi risiko munculnya iritasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 8, 2016 | Terakhir Diedit: September 2, 2019

Yang juga perlu Anda baca