Konjungtivitis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu konjungtivitis?

Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva yang menyebabkan mata bengkak,  mata merah dan nyeri. Konjungtiva sendiri merupakan membran (lapisan) transparan yang terletak antara kelopak dan sklera (bagian putih mata). Konjungtivitis dapat terjadi pada salah satu atau di kedua mata. 

Meskipun menimbulkan rasa tidak nyaman dan tidak enak dipandang, kondisi ini jarang memengaruhi ketajaman penglihatan Anda.

Konjungtivitis adalah infeksi sehingga Anda harus dirawat sedini mungkin untuk menghindari penularan ke orang lain.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Konjungtivitis adalah penyakit yang umum terjadi dan bisa sembuh tanpa pengobatan. Setiap orang segala usia bisa mengalaminya. Biasanya sakit mata menular ini terjadi di musim hujan atau musim gugur pada negara yang memiliki empat musim.

Gejala

Apa saja tanda dan gejala konjungtivitis?

Keluhan utama konjungtivis adalah mata merah. Bagian putih mata Anda akan memerah karena pembuluh darah konjungtiva meradang. Beberapa penyebab konjungtivitis adalah alergi, infeksi bakteri, atau virus.

Bila konjungtivitis terjadi karena alergi, Anda akan merasa gatal pada mata. Penyebab alergi termasuk serbuk sari, bulu hewan peliharaan, dan debu dalam rumah.

Jika pemicu konjungtivitis adalah infeksi virus, mata akan bengkak dan kering sehingga banyak air mata mengalir.

Sementara itu, konjungivitis akibat infeksi bakteri akan membuat Anda merasa sakit dan iritasi, mata merah, dan terasa sakit dari dalam. Mata juga akan mengeluarkan banyak kotoran yang lengket.

Mungkin ada gejala lain yang tidak disebutkan. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang tanda-tandanya silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan sebaiknya ke dokter?

Anda perlu bertemu dokter ketika mengalami tanda-tanda atau gejala di atas yang Anda yakini disebabkan konjungtivitis.

Konjungtivitis adalah penyakit yang sangat menular selama waktu dua minggu setelah gejala pertama muncul, kecuali jika disebabkan oleh alergi. Oleh karena itu, pengobatan dini tidak hanya membantu Anda cepat sembuh, tapi juga melindungi orang tersayang dari infeksi sakit mata menular.

Sebaiknya, Anda jangan coba-coba mengobati sendiri secara sembarangan atau menunda ke rumah sakit. Pasalnya, bisa saja Anda mengalami penyakit mata lainnya yang memiliki gejala mirip, tapi lebih serius.

Penyebab

Apa penyebab konjungtivitis?

Dikutip dari American Optometric Association, ada tiga jenis konjungtivitis, yaitu alergi, infeksi, dan kimia. Penyebab kondisi ini tergantung dari jenisnya. 

Konjungtivitis alergi 

Kondisi ini dibedakan menjadi dua bagian, yaitu: 

Konjungtivitis alergi 

Konjungtivitis ini adalah kondisi yang muncul umumnya pada orang yang mengidap alergi musiman. Kondisi tersebut muncul ketika mereka melakukan kontak dengan benda yang memicu reaksi alergi pada mata. 

Konjungtivitis papiler raksasa

Ini adalah jenis yang disebabkan oleh kehadiran benda asing di mata. Jika Anda kerap mengenakan lensa kontak yang tidak diganti dengan rutin, Anda lebih mungkin mengalami kondisi tersebut. 

Konjungtivitis infeksi

Kondisi ini dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu:

Konjungtivitis bakteri

Ini adalah infeksi yang sering kali disebabkan oleh bakteri stafilokokus atau streptokokus dari kulit atau sistem pernapasan Anda sendiri. Serangga, kontak fisik dengan orang lain, tidak menjaga kebersihan, atau menggunakan riasan mata dan losion wajah yang terkontaminasi adalah hal yang dapat menyebabkan konjungtivitis akibat infeksi bakteri. 

Selain itu, saling pinjam make up dan memakai lensa kontak yang bukan milik Anda sendiri atau tidak dibersihkan juga dapat menyebabkan kondisi ini. 

Konjungtivitis virus

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh virus menular yang terkait dengan flu biasa. Hal ini dapat berkembang karena paparan orang dengan infeksi saluran pernapasan atas yang sedang batuk atau bersin. 

Kondisi ini juga dapat terjadi ketika virus menyebar di sepanjang selaput lendir pada tubuh Anda, yang menghubungkan paru-paru, tenggorokan, hidung, saluran air mata dan konjungtiva. Air mata mengalir ke atas hidung. Embusan yang kuat pada hidung menyebabkan virus berpindah dari sistem pernapasan ke mata. 

Ophthalmia neonatorum

Ini adalah bentuk yang parah dari konjungtivitis yang muncul pada bayi baru lahir. Ini adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan kerusakan mata permanen jika tidak diatasi dengan cepat. 

Ophthalmia neonatorum muncul ketika bayi terpapar klamidia atau gonore saat melewati jalan lahir. 

Konjungtivitis kimia

Kondisi ini dapat disebabkan oleh iritasi dari polusi udara, klorin di kolam renang, dan paparan zat kimia berbahaya. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko kondisi ini?

Faktor-faktor berikut ini meningkatkan risiko mata merah akibat konjungtivitis, yaitu:

  • Kontak langsung dengan air mata,  jari, atau sapu tangan orang yang sakit konjungtivitis
  • Terpapar alergen (zat pencetus alergi)
  • Memakai lensa kontak tanpa dilepas, terutama pemakaian selama seminggu (biasanya tipe yang bisa digunakan terus selama 7 hari dan tidak dilepas sebelum tidur)

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan konjungtivitis?

Jika konjungtivitis yang Anda alami disebabkan oleh bakteri, dokter akan memberikan resep obat tetes mata atau salep antibiotik. Anda bisa mengurangi bengkak mata dengan kompres hangat.

Mata merah karena bakteri biasanya jadi lebih baik dalam 48 jam setelah pengobatan dan biasanya hilang dalam seminggu.

Jika penyebab konjungtivitis adalah virus, obat tetes mata atau salep antibiotik tidak akan mempan. Dokter Anda akan memberi tetes mata untuk membantu meningkatkan kelembapan mata digabung dengan kompres hangat untuk mengurangi bengkak. Mata merah karena virus biasanya hilang dalam satu minggu, tapi bisa lebih lama.

Jika Anda alergi, dokter Anda akan memberi tetes mata dan antihistamin untuk mengurangi peradangan, dan dekongestan hidung untuk meringankan gejala alergi. Es akan membantu Anda mengurangi gatal. Alergi mata merah bisa terjadi musiman.

Apa tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

Cara dokter mendiagnosis konjungtivitis adalah dengan pemeriksaan klinis dan menanyakan Anda untuk mencari penyebab mata merah. Jika Anda tidak menemukan penyebabnya, dokter Anda bisa melakukan tes untuk mendiagnosis penyebab umum gejalanya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang bisa membantu mengatasi kondisi ini?

Kebiasaan gaya hidup yang baik adalah cara terbaik untuk mencegah mata merah akibat konjungtivitis. Meski Anda sakit, tetap jaga kebersihan dan kebiasaan untuk membantu mata merah hilang dan tidak menular ke badan.

Dikutip dari WebMD, cara mencegah kondisi ini adalah dengan melakukan beberapa hal beriku:

  • Hindari kontak langsung dengan siapa pun jika Anda menderita mata merah. Gunakan sapu tangan atau tisu untuk membersihkan kotoran mata
  • Sering cuci tangan
  • Gunakan handuk, lap, dan bantal yang terpisah dari keluarga Anda di rumah
  • Buang kosmetik mata yang sudah lama dan jangan berbagi kosmetik mata dengan orang lain
  • Hindari penyebab alergi, jika bisa
  • Gunakan pengobatan sesuai yang diinstruksikan
  • Jangan sentuh area yang terinfeksi atau mengucek mata Anda
  • Jangan gunakan lensa kontak sampai pengobatan selesai. Anda mungkin juga harus mengganti lensa kontak Anda atau kotak penyimpanannya.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 13, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca