Konjungtivitis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 November 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu konjungtivitis?

Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva yang menyebabkan mata bengkak, mata merah dan nyeri. Konjungtiva sendiri merupakan membran (lapisan) transparan yang terletak antara kelopak dan sklera (bagian putih mata). Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu atau di kedua mata. 

Meskipun menimbulkan rasa tidak nyaman dan tidak enak dipandang, kondisi ini jarang memengaruhi ketajaman penglihatan Anda.

Konjungtivitis adalah infeksi sehingga Anda harus dirawat sedini mungkin untuk menghindari penularan ke orang lain.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Konjungtivitis adalah penyakit yang umum terjadi dan bisa sembuh tanpa pengobatan. Setiap orang segala usia bisa mengalaminya. Biasanya sakit mata menular ini terjadi di musim hujan atau musim gugur pada negara yang memiliki empat musim.

Gejala

Apa saja tanda dan gejala konjungtivitis?

Berikut ini adalah tanda-tanda dan gejala yang disebabkan oleh konjungtivitis:

  • Bagian putih mata Anda akan memerah karena pembuluh darah konjungtiva meradang.
  • Mata Anda akan merasa gatal. 
  • Dalam kasus sakit mata karena infeksi virus, mata akan bengkak dan kering sehingga banyak air mata mengalir
  • Jika konjungtivitas disebabkan oleh infeksi bakteri, Anda akan merasa sakit dan iritasi, mata merah dan terasa sakit dari dalam. 
  • Mata juga akan mengeluarkan kotoran yang lengket.

Mungkin ada gejala lain yang tidak disebutkan. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang tanda-tandanya silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan sebaiknya ke dokter?

Anda perlu bertemu dokter ketika mengalami tanda-tanda atau gejala di atas yang Anda yakini disebabkan oleh kondisi ini.

Konjungtivitis adalah penyakit yang dapat sangat menular selama waktu dua minggu setelah gejala pertama muncul, kecuali jika disebabkan oleh alergi. Oleh karena itu, pengobatan dini tidak hanya membantu Anda cepat sembuh, tapi juga melindungi orang tersayang dari infeksi sakit mata menular.

Sebaiknya, Anda jangan coba-coba mengobati sendiri secara sembarangan atau menunda ke rumah sakit. Pasalnya, bisa saja Anda mengalami penyakit mata lainnya yang memiliki gejala mirip, tapi lebih serius.

Penyebab

Apa penyebab konjungtivitis?

Dikutip dari American Optometric Association, kondisi ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu alergi, infeksi, dan kimia. Penyebab tergantung dari jenisnya. 

Konjungtivitis alergi

Penyebab konjungtivitis alergi  merupakan jenis non-infeksi. Gejala yang timbul berupa rasa gatal disertai dengan mata berair. Mata dapat berwarna kemerahan, tapi biasanya tidak semerah seperti jenis peradangan lain. 

Keluhan akan dialami pada kedua mata secara bersamaan. Konjungtivitis jenis ini tidak menular. 

Kondisi ini dibedakan menjadi dua bagian, yaitu: 

1. Konjungtivitis alergi 

Ini adalah kondisi yang muncul umumnya pada orang yang mengidap alergi musiman. Kondisi tersebut muncul ketika mereka melakukan kontak dengan benda yang memicu reaksi alergi pada mata. 

Konjungtivitis alergi yang menyebabkan pembengkakan janga panjang (kronis) pada lapisan luar mata disebut dengan konjungtivitis vernal.

Konjungtivitis vernal sering terjadi pada orang dengan riwayat alergi yang kuat, seperti rinitis alergi, asma, dan eksim.

2. Konjungtivitis papiler raksasa

Ini adalah jenis yang disebabkan oleh kehadiran benda asing di mata. Jika Anda kerap mengenakan lensa kontak yang tidak diganti dengan rutin, Anda lebih mungkin mengalami kondisi tersebut. 

Konjungtivitis infeksi

Kondisi ini dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu:

1. Konjungtivitis bakteri

Konjungtivitis ini adalah infeksi yang sering kali disebabkan oleh bakteri stafilokokus atau streptokokus dari kulit atau sistem pernapasan Anda sendiri. Serangga, kontak fisik dengan orang lain, tidak menjaga kebersihan, atau menggunakan riasan mata dan losion wajah yang terkontaminasi adalah hal yang dapat menyebabkan konjungtivitis akibat infeksi bakteri. 

Selain itu, saling pinjam make up dan memakai lensa kontak yang bukan milik Anda sendiri atau tidak dibersihkan juga dapat menyebabkan kondisi ini. 

2. Konjungtivitis virus

Penyebab konjungtivitis yang paling umum adalah adenovirus yang bersifat swa-pulih (dapat pulih tanpa pengobatan) dalam 2-4 minggu. Kotoran mata yang ada umumnya berwarna bening.

Pada jenis virus herpes pada mata, kondisi dapat disertai dengan timbulnya penonjolan pada kulit kelopak mata dengan ukuran < 1 mm dan berisi cairan. Tidak jarang infeksi disertai dengan gangguan pernapasan atas, demam, ataupun pembesaran kelenjar getah bening.

Proses penularan konjungtivitis viral dapat terjadi karena kontak langsung pada kotoran mata ataupun lendir saluran napas. Selain itu, penularan konjungtivitis viral juga dapat terjadi secara tidak langsung melalui handuk dan air kolam renang yang terinfeksi.

3. Ophthalmia neonatorum

Ini adalah bentuk yang parah dari konjungtivitis yang muncul pada bayi baru lahir. Ini adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan kerusakan mata permanen jika tidak diatasi dengan cepat. 

Ophthalmia neonatorum merupakan konjungtivitis yang muncul ketika bayi terpapar klamidia atau gonore saat melewati jalan lahir. 

Konjungtivitis kimia

Kondisi ini dapat disebabkan oleh iritasi dari polusi udara, klorin di kolam renang, dan paparan zat kimia berbahaya. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko kondisi ini?

Faktor-faktor berikut ini meningkatkan risiko mata merah akibat konjungtivitis, yaitu:

  • Kontak langsung dengan air mata,  jari, atau sapu tangan orang yang sakit 
  • Terpapar alergen (zat pencetus alergi)
  • Memakai lensa kontak tanpa dilepas, terutama pemakaian selama seminggu (biasanya tipe yang bisa digunakan terus selama 7 hari dan tidak dilepas sebelum tidur)

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan konjungtivitis?

Pengobatan kondisi ini tergantung penyebabnya. Perawatan tersebut bertujuan untuk:

  • Meredakan gejala supaya Anda merasa lebih nyaman
  • Mengurangi jalannya infeksi atau peradangan
  • Mencegah penyebaran infeksi pada kondisi yang menular

Berdasarkan penyebabnya, berikut cara mengobati kondisi ini:

Konjungtivitis akibat alergi

Langkah pertama adalah menghilangkan atau menghindari iritan, jika memungkinkan. Kompres dingin akan membantu Anda mengurangi gatal. Kondisi ini juga bisa terjadi musiman.

Dalam kasus yang lebih parah, dokter Anda akan memberi tetes mata dan antihistamin untuk mengurangi peradangan, dan dekongestan hidung untuk meringankan gejala alergi. 

Konjungtivitis akibat infeksi

Jika konjungtivitis yang Anda alami disebabkan oleh bakteri, dokter akan memberikan resep obat tetes mata atau salep antibiotik. Anda bisa mengurangi bengkak mata dengan kompres hangat.

Mata merah karena bakteri biasanya jadi lebih baik dalam 48 jam setelah pengobatan dan biasanya hilang dalam seminggu.

Jika penyebabnya adalah virus, obat tetes mata atau salep antibiotik tidak akan mempan. Dokter Anda akan memberi tetes mata untuk membantu meningkatkan kelembapan mata digabung dengan kompres hangat untuk mengurangi bengkak. 

Konjungtivitis akibat zat kimia

Pengobatan standar untuk kondisi ini adalah membilas mata dengan larutan garam secara hati-hati. Orang dengan konjungtivitis akibat zat kimia mungkin juga memerlukan steroid topikal. 

Dalam kasus yang lebih serius, seperti luka bakar, Anda dapat membilas mata Anda selama beberapa menit dengan banyak air sebelum menemui dokter. Kondisi ini termasuk keadaan darurat yang membutuhkan perawatan segera. 

Pengguna lensa kontak mungkin perlu berhenti mengenakan lensa untuk sementara. Jika kondisi ini disebabkan oleh penggunaan lensa kontak, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda mengganti jenis lensa kontak atau larutan desinfeksi. 

Apa tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

Cara dokter mendiagnosis kondisi ini adalah dengan pemeriksaan klinis dan menanyakan Anda untuk mencari penyebab mata merah. Jika Anda tidak menemukan penyebabnya, dokter Anda bisa melakukan tes untuk mendiagnosis penyebab umum gejalanya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang bisa membantu mengatasi kondisi ini?

Kebiasaan gaya hidup yang baik adalah cara terbaik untuk mencegah mata merah akibat konjungtivitis. Meski Anda sakit, tetap jaga kebersihan dan kebiasaan untuk membantu mata merah hilang dan tidak menular ke badan.

Cara mencegah kondisi ini adalah dengan melakukan beberapa hal beriku:

  • Hindari kontak langsung dengan siapa pun jika Anda menderita mata merah. Gunakan sapu tangan atau tisu untuk membersihkan kotoran mata
  • Sering cuci tangan
  • Gunakan handuk, lap, dan bantal yang terpisah dari keluarga Anda di rumah
  • Buang kosmetik mata yang sudah lama dan jangan berbagi kosmetik mata dengan orang lain
  • Hindari penyebab alergi, jika bisa
  • Gunakan pengobatan sesuai yang diinstruksikan
  • Jangan sentuh area yang terinfeksi atau mengucek mata Anda
  • Jangan gunakan lensa kontak sampai pengobatan selesai. Anda mungkin juga harus mengganti lensa kontak Anda atau kotak penyimpanannya.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Bolehkah Menggunakan CTM Sebagai Obat Tidur?

    Efek samping CTM yang dapat menyebabkan kantuk membuat banyak orang memanfaatkan CTM sebagai obat tidur. Namun, apakah aman digunakan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Tinea Cruris

    Tinea cruris adalah infeksi jamur pada kulit di pangkal paha, area genital, paha bagian dalam atas atau bokong. Bagaimana mengatasi kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 6 menit

    Kurap (Kadas)

    Kurap (kadas) adalah penyakit kulit akibat infeksi jamur yang menyerang permukaan kulit. Penyakit ini sangat menular dan ditandai dengan ruam.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 11 menit

    Apa yang Terjadi Bila Kadar Limfosit Tinggi?

    Kadar limfosit tinggi bisa menjadi tanda bahwa Anda terkena penyakit tertentu, lho. Apa saja penyakit yang bisa sebabkan kadar limfosit melonjak?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 10 November 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    glaukoma kongenital

    Glaukoma Kongenital

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    glaukoma

    Glaukoma

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 10 menit
    infeksi gusi periodontitis

    Periodontitis

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 15 menit
    kebotakan alias alopecia

    Alopecia (Kebotakan)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 10 menit