Apa Itu Polip Rahim?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu polip rahim?

Polip rahim atau polip endometri adalah munculnya benjolan yang terjadi akibat jaringan lapisan rahim (endometrium) tumbuh terlalu banyak atau berlebihan.

Oleh karena berbentuk benjolan, polip juga terkadang di sebut daging tumbuh. Umumnya, polip rahim berwarna merah, bertekstur lunak, berbentuk bulat atau oval, dan menempel di dinding-dinding rahim.

Ukuran polip pun bervariasi, mulai dari beberapa milimeter (seukuran biji wijen) hingga beberapa sentimeter (seukuran bola golf). Anda mungkin memiliki hanya satu polip atau beberapa dalam satu waktu.

Polip rahim
Sumber: Mayo Clinic

Polip yang muncul di dalam rahim ini bersifat jinak dan tidak akan berkembang menjadi kanker. Namun, pertumbuhannya terkadang dapat memengaruhi kesuburan dan siklus menstruasi wanita.

Pada kebanyakan kasus, polip pada rahim tidak akan menunjukkan gejala apapun dan tidak membutuhkan penanganan sesegera mungkin. Tetapi, terdapat beberapa pengecualian yang mengharuskan polip untuk segera ditangani oleh dokter.

Seberapa umumkah polip rahim?

Polip rahim dapat menyerang setiap wanita dari golongan usia berapa pun. Namun, kasus polip pada rahim lebih banyak ditemukan pada wanita di usia 40 tahun ke atas. Kasus pada wanita yang berusia di bawah 20 tahun lebih jarang ditemukan.

Jenis polip ini biasanya akan muncul pada masa sebelum atau sesudah menopause. Selain itu, wanita dengan berat badan berlebih, menderita tekanan darah tinggi, dan sedang menjalani pengobatan kanker payudara lebih rentan terkena kondisi ini.

Polip pada rahim dapat ditangani dengan cara mengurangi faktor-faktor risiko yang ada. Anda dapat berdiskusi dengan dokter untuk mengetahui informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala polip rahim?

Apabila polip yang muncul di rahim berukuran kecil, kemungkinan Anda tidak akan merasakan tanda-tanda atau gejala apapun. Namun, polip dengan ukuran lebih besar dapat mengakibatkan munculnya gejala tertentu. Gejala-gejala dari polip rahim yang umum terjadi meliputi:

  • Periode menstruasi yang tidak teratur, entah itu semakin lama, lebih sering, atau tidak terprediksi
  • Perdarahan abnormal di antara periode menstruasi
  • Darah menstruasi sangat banyak
  • Bercak darah atau perdarahan setelah berhubungan seksual
  • Muncul keputihan yang tidak wajar
  • Perdarahan vagina setelah menopause
  • Kemandulan

Salah satu tanda-tanda dan gejala polip rahim yang paling sering ditemukan adalah siklus menstruasi yang tidak teratur atau sulit diprediksi.

Kebanyakan perempuan mengalami menstruasi selama empat hingga tujuh hari. Siklus menstruasi normal wanita biasanya berlangsung selama 21 hingga 35 hari. Perempuan dengan polip di rahim cenderung mengalami siklus dan periode menstruasi yang tidak teratur.

Gejala lain yang biasanya ditemukan pada penderita polip rahim adalah menstruasi dengan darah berlebihan atau menorrhagia. Darah juga terkadang dapat muncul ketika menstruasi sudah berakhir, atau sehabis berhubungan seksual.

Kemungkinan terdapat tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Apabila Anda mengalami salah satu dari gejala-gejala berikut ini, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter terdekat:

  • Vagina terus berdarah setelah menopause
  • Adanya bercak merah atau pendarahan, padahal menstruasi telah berakhir
  • Ketidaknormalan lainnya selama siklus menstruasi berlangsung

Penanganan dini dapat mencegah terjadinya komplikasi akibat penyakit ini. Tubuh masing-masing orang mungkin dapat menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Maka dari itu, selalu konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab polip rahim?

Hingga saat ini, masih belum diketahui secara pasti apa penyebab tumbuhnya polip di dalam rahim. Namun, beberapa ahli meyakini bahwa perubahan hormon di dalam tubuh dapat memengaruhi terjadinya kondisi ini.

Polip yang muncul pada rahim dipercaya memiliki sifat estrogen-sensitif. Itu artinya, polip yang muncul diduga sebagai respon dari perubahan kadar hormon estrogen di dalam tubuh.

Dalam setiap siklus menstruasi, kadar hormon estrogen di dalam tubuh akan meningkat dan menurun. Kondisi ini menyebabkan dinding rahim menebal dan luruh selama menstruasi berlangsung. Apabila jaringan pada dinding ini tumbuh terlalu panjang atau besar, polip dapat terbentuk.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena polip rahim?

Polip pada rahim adalah kondisi kesehatan yang dapat menyerang semua wanita dari berbagai kelompok usia. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kemunculan polip di dalam rahim.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang memicu seseorang terkena penyakit ini:

1. Usia

Polip pada rahim lebih banyak ditemukan pada wanita yang sudah berusia 40 atau 50 tahun ke atas. Hal ini mungkin dipicu oleh terjadinya perubahan hormon estrogen yang drastis, ditambah dengan mendekati masa menopause.

2. Menopause

Saat seseorang semakin mendekati masa menopause, kadar hormon estrogen di dalam tubuhnya akan mengalami perubahan yang cukup besar. Kondisi tersebut diyakini dapat memengaruhi munculnya polip.

3. Memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi)

Meskipun kaitannya belum diketahui secara pasti, penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi dinilai dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini.

Sebuah studi yang terdapat di The Journal of Minimally Invasive Gynecology melakukan penelitian terhadap 353 kasus hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 38% penderita hipertensi memiliki polip di dalam rahimnya.

4. Memiliki berat badan berlebih atau obesitas

Wanita dengan berat badan yang melebihi batas wajar atau obesitas juga diyakini memiliki peluang lebih besar untuk terserang kondisi ini.

5. Menjalani pengobatan kanker payudara

Penderita kanker payudara yang mengonsumsi tamoxifen cenderung lebih rentan memiliki kondisi ini. Obat ini diduga berpotensi menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh polip rahim?

Polip rahim dengan gejala yang tergolong ringan dan berukuran kecil umumnya tidak berbahaya bagi kesehatan.

Namun, penderita polip perlu waspada jika benjolan mulai mengganggu siklus menstruasi dan muncul gejala-gejala yang lebih serius. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan mandul atau ketidaksuburan.

Mandul akibat polip mungkin dapat diatasi dengan melakukan operasi pengangkatan polip, tetapi hal ini belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana polip rahim didiagnosis?

Apabila Anda mengalami gejala-gejala yang mungkin menandakan adanya polip di dalam rahim, periksakan diri ke dokter terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Pada saat mendiagnosis, dokter akan mulai dengan menanyakan beberapa pertanyaan. Dokter biasanya ingin mengetahui seputar siklus menstruasi Anda, berapa lama menstruasi berlangsung, dan apakah rentang waktu tersebut terjadi secara rutin atau tidak.

Apabila Anda memiliki keluhan sulit hamil atau vagina Anda sering mengeluarkan cairan keputihan yang tidak wajar, Anda harus memberi tahu kondisi ini ke dokter Anda.

Jika dokter menduga Anda memiliki polip di dalam rahim, dokter akan meminta Anda menjalani beberapa tes tambahan. Berikut adalah beberapa jenis tes yang mungkin akan dilakukan oleh dokter:

1. Ultrasound (USG) transvaginal

Tes USG transvaginal bertujuan untuk mengetahui bagian dalam rahim, termasuk masalah-masalah yang mungkin terdapat di dinding rahim.

Pada prosedur ini, transduser USG atau perangkat tipis dimasukan ke dalam vagina dan mengeluarkan gelombang suara. Gelombang tersebut dapat menghasilkan gambar dari bagian dalam rahim, termasuk ketidaknormalan yang muncul.

2. Sonohisterografi

Prosedur ini dilakukan untuk membantu mengambil gambaran bagian dalam rahim secara lebih jelas, terutama jika prosedur USG transvaginal dirasa kurang memberi gambaran yang detail.

Dokter akan memasukkan selang tipis atau kateter ke dalam rahim Anda. Kateter ini mengandung cairan saline. Cairan ini akan memperbesar rongga rahim, sehingga dokter bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai dinding rahim Anda.

3. Histerokopi

Dalam tes ini, dokter akan memasukkan teleskop tipis, fleksibel, dan kecil yang dilengkapi dengan senter ke dalam rahim Anda melalui vagina. Selain digunakan untuk mendiagnosis adanya benjolan di dalam rahim, prosedur ini biasanya juga dikombinasikan dengan operasi untuk mengangkat polip.

4. Biopsi endometri

Selain beberapa tes di atas, dokter juga mungkin akan mengambil sampel dari dinding rahim Anda. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan kateter hisap. Sampel yang telah diambil akan diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi adanya masalah pada dinding rahim.

5. Kuretase

Prosedur ini hanya bisa dilakukan di ruang operasi. Dokter akan menggunakan alat metal panjang yang disebut dengan kuret. Kuret digunakan untuk mengambil jaringan dari dinding dalam rahim. Setelah itu, jaringan ini akan diperiksa di laboratorium.

Kebanyakan polip tidak akan berkembang menjadi kanker atau tumor. Namun, beberapa kasus kanker dan tumor di dalam rahim biasanya memiliki tanda-tanda dan gejala berupa polip yang tumbuh di dalam rahim.

Apabila dokter mencurigai adanya kemungkinan kanker berkembang, dokter akan merekomendasikan prosedur operasi pengangkatan polip.

Bagaimana mengobati polip rahim?

Umumnya, polip rahim yang tidak menyebabkan gejala dan tanda apapun tidak memerlukan penanganan secara khusus.

Namun, apabila polip menyebabkan perdarahan yang tidak wajar selama menstruasi berlangsung, polip sebaiknya segera diangkat.

Selain itu, jika polip diduga berpotensi berkembang menjadi kanker atau tumor, satu-satunya jalan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan pengangkatan polip.

Polip yang menyebabkan masalah kehamilan seperti keguguran, menyebabkan mandul, atau terjadi setelah menopause juga harus segera ditangani lebih lanjut.

Berikut adalah beberapa macam pengobatan dan penanganan yang diberikan untuk mengatasi kondisi ini:

1. Konsumsi obat-obatan

Beberapa obat-obatan hormonal tertentu biasanya akan diresepkan oleh dokter sebagai perawatan sementara. Pengobatan ini dapat membantu mengurangi munculnya gejala polip. Obat-obatan tersebut meliputi progestin atau obat hormon pelepas gonadotropin.

2. Operasi pengangkatan

Beberapa jenis prosedur bedah yang menjadi pilihan adalah kuretase, polipektomi, dan histerektomi.

Pada kuretase dan polipektomi, dokter hanya akan mengangkat polip. Sementara itu, apabila polip telah menyebabkan komplikasi atau kerusakan pada rahim, prosedur histerektomi atau pengangkatan rahim secara menyeluruh mungkin perlu dilakukan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi polip rahim?

Untuk memaksimalkan kesehatan Anda dan mencegah polip pada rahim, Anda sebaiknya memiliki pola makan yang seimbang berdasarkan kebutuhan gizi wanita. Selain itu, Anda juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan ginekologis secara rutin.

Selain itu, Anda memerlukan asupan nutrisi yang baik untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh. Hal ini bermanfaat untuk Anda yang kehilangan banyak darah saat menstruasi. Tidak hanya itu, asupan nutrisi yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan janin selama masa kehamilan, meskipun Anda memiliki polip pada rahim.

Pola makan yang sehat dan seimbang meliputi variasi buah dan sayuran segar serta gandum utuh, idealnya pada setiap porsi makan. Menghindari lemak jenuh pada daging merah, gorengan dan makanan olahan adalah kebiasaan yang sehat. Sebaliknya, ayam panggang, ikan panggang dan produk susu rendah lemak akan membantu mengurangi risiko komplikasi masalah kesehatan.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 25, 2019

Yang juga perlu Anda baca