Apa Itu Kanker Testis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kanker testis?

Kanker testis adalah salah satu jenis kanker yang berkembang pada testis laki-laki. Dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, penyakit ini termasuk sangat langka.

Testis merupakan salah satu bagian dari organ reproduksi pria yang terletak di dalam skrotum. Skrotum adalah jaringan berbentuk kantung yang terletak tepat di bawah penis.

Fungsi dari testis sendiri adalah memproduksi hormon seks pria, seperti testosteron. Selain itu, organ ini juga berperan dalam menghasilkan dan menyimpan sperma.

Penyakit ini umumnya berbentuk tumor ganas yang berkembang di salah satu atau kedua testis. Penyakit ini tidak menular dan dapat disembuhkan secara total, meski penyebarannya telah mencapai bagian tubuh lainnya.

Kanker testis yang telah menyebar memiliki tingkat keberhasilan 73 hingga 99 persen untuk sembuh, tergantung pada stadium dan penyebarannya.

Seberapa umumkah kanker testis?

Penyakit ini termasuk jenis kanker yang tergolong sangat langka. Sebanyak 1 dari 250 laki-laki pernah terdiagnosis dengan penyakit ini satu kali seumur hidupnya.

Rata-rata usia penderita penyakit ini adalah di antara 15 hingga 35 tahun, dengan sebanyak 50% kasus ditemukan pada pria berusia 20-34 tahun. Namun, terkadang penyakit ini juga bisa menyerang anak laki-laki di bawah 10 tahun dan lansia di atas 60 tahun.

Penyakit ini dapat disembuhkan, dengan persentase kemungkinan selamat mencapai 95,1%. Gejala-gejalanya dapat ditangani dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter Anda.

Jenis

Apa saja jenis-jenis kanker testis?

Penyakit ini umumnya dibagi menjadi 2 kategori, yaitu seminoma dan non seminoma (atau sering disebut juga teratoma).

Kedua tipe tersebut berkembang di sel germinal yang terdapat pada testis. Itulah sebabnya kanker testis juga memiliki sebutan tumor sel germinal. Fungsi dari sel germinal sendiri adalah memproduksi sperma.

1. Seminoma

Sebanyak 40 hingga 45 kasus dari 100 penderita kanker testis tergolong dalam jenis seminoma. Terdapat 2 subtipe kanker seminoma yaitu

  • Seminoma Klasik. Lebih dari 95% kasus seminoma adalah tipe klasik. Biasanya terjadi pada pria berusia 25-45 tahun.
  • Seminoma Spermatositik. Jenis seminoma yang lebih langka dan terjadi pada pria yang lebih tua (sekitar 65 tahun). Tumor jenis ini cenderung tumbuh lambat dan menyebar ke bagian tubuh lain.

2. Non seminoma

Kanker testis lainnya merupakan subtipe atau varian dari non seminoma, yang meliputi:

  • Teratoma
  • Karsinoma embrional
  • Koriokarsinoma
  • Tumor yolk sac

Kanker testis yang Anda derita kemungkinan merupakan kombinasi dari subtipe-subtipe di atas, misalnya gabungan dari sel teratoma dan sel karsinoma embrional. Umumnya, prosedur penanganan untuk masing-masing subtipe tidak berbeda jauh.

3. Tumor kombinasi

Beberapa tumor yang muncul di testis mungkin juga berupa kombinasi dari sel seminoma dan non seminoma.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-­tanda dan gejala kanker testis?

Tanda-tanda dan gejala kanker testis yang paling umum ditemukan adalah pembengkakan di atas dan sekitar testis.

Berikut adalah gejala dan tanda-tandanya:

1. Benjolan atau bengkak di testis

Gejala ini termasuk yang paling umum ditemukan pada pasien kanker testis. Bentuknya bisa berupa benjolan sekecil kacang, namun terkadang bisa lebih besar.

Anda juga mungkin akan menyadari perbedaan ukuran antara kedua testis Anda.

2. Rasa tidak nyaman atau nyeri di skrotum

Walaupun umumnya kanker testis tidak menimbulkan rasa sakit, terkadang beberapa pasien mengeluhkan rasa nyeri yang tajam terasa di testis atau skrotum. Kondisi ini terjadi pada 1 dari 5 penderita.

Selain itu, tanda-tanda lain yang mungkin Anda alami adalah skrotum terasa lebih berat dari biasanya.

Gejala tambahan lainnya yang mungkin muncul adalah:

  • Cairan di dalam skrotum
  • Pembesaran atau nyeri pada payudara pria
  • Sakit punggung

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Kanker testis adalah penyakit yang bisa disembuhkan. Maka dari itu, Anda harus segera memeriksakan diri apabila Anda merasakan tanda-tanda atau gejala di atas.

Meskipun Anda tidak yakin apakah tanda-tanda dan gejala yang ada merupakan gejala kanker, Anda tetap harus periksa ke dokter. Gejala yang dapat terdeteksi sejak dini dapat meningkatkan efektivitas pengobatan serta peluang untuk sembuh.

Periksakan diri ke dokter apabila Anda:

  • Merasakan tumor pada testis.
  • Pembengkakan yang terasa sakit pada testis.
  • Mengalami demam setelah kemoterapi.
  • Cairan luka menjadi lebih banyak.

Tubuh masing-masing penderita akan menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling sesuai dan tepat dengan kondisi kesehatan Anda, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab kanker testis?

Sel kanker umumnya berkembang akibat adanya kesalahan pada DNA sel-sel tubuh. DNA berfungsi untuk mengatur sel-sel di tubuh kita.

DNA yang bermasalah dapat menyebabkan sel-sel yang sehat menjadi rusak. Sel-sel sehat seharusnya berkembang dan tumbuh dengan normal, kemudian mati dan digantikan dengan sel baru.

Namun, sel-sel yang rusak akan tumbuh secara tidak terkendali dan terus hidup. Pertumbuhan sel yang berlebihan ini dapat menyebabkan tumor ganas muncul di dalam testis. Sel-sel tersebut juga mungkin dapat menyerang bagian tubuh lainnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti dari berkembangnya sel kanker pada testis masih belum diketahui. Namun, para ahli meyakini bahwa beberapa faktor risiko tertentu dapat memicu terjadinya kerusakan sel-sel tersebut.

Sebagian besar kasus ini merupakan tumor yang berasal dari sel-sel benih, yang merupakan sel-sel di testis yang menghasilkan sperma yang belum matang.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena kanker testis?

Kanker testis merupakan penyakit yang dapat menyerang semua laki-laki dari berbagai golongan usia. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang memicu munculnya penyakit ini:

1. Usia

Sekitar setengah kasus kanker testis terjadi pada laki-laki berusia 20 hingga 34 tahun. Anak-anak dan orang berusia lanjut memiliki peluang lebih kecil terkena penyakit ini.

2. Ras dan etnis

Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, penyakit ini paling banyak ditemukan pada pria berkulit putih dibanding ras-ras lainnya.

3. Testis tidak turun

Salah satu faktor risiko utama penyakit ini adalah kondisi testis tidak turun, atau yang disebut dengan kriptokirdisme.

Kondisi ini terjadi ketika salah satu atau kedua testis tidak turun dari perut menuju skrotum. Hal ini umumnya terjadi saat bayi laki-laki masih di dalam kandungan.

4. Keturunan keluarga

Apabila Anda memiliki ayah atau saudara laki-laki dengan kanker testis, peluang Anda untuk diturunkan penyakit tersebut lebih besar.

5. Masalah pada kesuburan

Laki-laki yang memiliki masalah pada kesuburannya juga berisiko terkena penyakit ini. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan sperma berkonsentrasi rendah, sperma tidak bergerak seperti biasanya, dan banyaknya sperma yang bermasalah.

6. Menderita hipospadia

Jika Anda lahir dengan kondisi penis dan uretra yang bermasalah, atau hipospadia, Anda kemungkinan lebih rentan terkena kanker ini.

7. Menderita hernia inguinal

Hernia inguinal adalah benjolan yang muncul di bagian pangkal paha. Kondisi ini disebabkan oleh adanya bagian usus yang keluar dari jaringan perut.

Apabila Anda mengalami kondisi ini, risiko Anda menderita kanker testis lebih tinggi.

8. Menderita HIV atau AIDS

Laki-laki yang terinfeksi human immunodeficiency virus atau HIV, terutama yang menderita AIDS, berpotensi memiliki peluang lebih besar untuk terkena penyakit ini.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kanker testis didiagnosis?

Gejala dan tanda-tanda penyakit ini harus segera didiagnosis. Apabila penyakit ini telah terdeteksi sejak awal, kemungkinan untuk sembuh lebih tinggi.

Berikut adalah beberapa tes yang dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini:

1. Tes USG

Tes USG dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang detail dari skrotum dan testis. Selama tes berlangsung, Anda akan diminta untuk berbaring dan melebarkan kaki Anda. Dokter kemudian akan mengoleskan gel ke skrotum Anda dan menempelkan alat untuk membuat foto USG.

Tes ini dapat membantu dokter menentukan apakah benjolan di skrotum Anda berpotensi menjadi sel kanker atau tidak. Tes USG juga dapat menunjukkan apakah benjolan terletak di dalam atau luar testis.

2. Tes darah

Dokter mungkin juga akan melakukan tes darah untuk mengukur kadar zat tumor di dalam darah Anda. Zat yang menandakan adanya tumor ini akan meningkat apabila Anda menderita penyakit ini.

3. CT scan

CT scan bisa menangkap gambaran yang jelas dari perut, dada, dan pinggul Anda. Tes ini dilakukan agar dokter dapat mengetahui apakah sel kanker menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Pengobatan tergantung pada jenis kanker (tumor germline dan tumor non-germline) dan tingkat stadium kanker.

Pengangkatan testis tidak mempengaruhi tingkat libido atau kemampuan untuk memiliki anak.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kanker testis?

Sekitar 90% dari kasus penyakit ini dapat didiagnosis dan dengan cepat dapat disembuhkan. Bahkan, walaupun kanker sudah menyebar luas pun  masih dapat disembuhkan dengan peningkatan keberhasilan dari 70% menjadi 80%.

Berikut adalah pilihan pengobatan yang dilakukan untuk menangani penyakit ini:

1. Operasi

Operasi dilakukan dengan dua kemungkinan, yaitu operasi pengangkatan testis atau operasi pengangkatan seluruh jaringan testis, termasuk kelenjar limfa.

2. Terapi radiasi

Radioterapi atau terapi radiasi dilakukan dengan cahaya radiasi, seperti X-ray, untuk membunuh sel kanker. Terapi ini umumnya dilakukan untuk penderita kanker tipe seminoma.

Efek samping yang mungkin terasa adalah kulit kemerahan dan iritasi perut.

3. Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan dengan cara menyuntikkan atau meminumkan obat. Obat tersebut dapat membunuh sel-sel kanker, termasuk yang telah menyebar di bagian tubuh lain.

Efek samping dari kemoterapi tergantung pada jenis obat yang digunakan. Umumnya, Anda mungkin akan merasa mual, kelelahan, rambut rontok, dan berisiko terserang infeksi.

Untungnya, dokter dapat memberikan obat-obatan tertentu untuk mengurangi efek samping dari kemoterapi.

Pengobatan di rumah

Apa saja ­perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker testis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kanker testis:

  • Operasi kanker testis tidak akan mempengaruhi tingkat kesuburan Anda. Namun jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter apakah Anda akan butuh cadangan sperma di masa yang akan datang.
  • Pelajari cara melakukan pemeriksaan diri pada testis dan lakukan 2 kali setiap bulan.
  • Tanyakan mengenai grup dukungan dan pemantauan penyakit mental atas saran dokter.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Agustus 1, 2019

Yang juga perlu Anda baca