Hiperkalemia

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu hiperkalemia?

Hiperkalemia adalah kondisi di mana kadar kalium pada darah lebih tinggi dari kadar normal. Kadar kalium pada darah normalnya 3.0 hingga 5.5 milimol per liter (mmol/L).

Apabila kadar kalium pada darah di atas 5.5 mmol/L, kondisi ini disebut sebagai hiperkalemia dan memerlukan perawatan segera. Kalium penting untuk fungsi jantung dan memiliki peran penting dalam tulang, kontraksi otot, pencernaan dan fungsi otot.

Apa peran kalium dalam tubuh? 

Kalium merupakan mineral yang dibutuhkan oleh sebagian besar bagian tubuh Anda, termasuk otak, saraf, jantung, dan otot, untuk bekerja dengan baik. Anda mungkin akan terkejut dengan fakta soal manfaatnya untuk Anda. 

Kalium merupakan elektrolit, seperti sodium,, kalsium, dan mineral lain. Zat itu mengatur seberapa banyak air dalam tubuh Anda dan membantu mempertahankan sistem kelistrikan dalam tubuh Anda. Kalium juga melakukan hal-hal di bawah ini: 

  • Menggerakkan nutrisi ke sel tubuh dan membuang sampah ke luar tubuh
  • Menghitung efek sodium yang bisa mengatur tekanan darah darah Anda

Ginjal mengontrol seberapa banyak kalium yang disaring dan dikeluarkan dari darah Anda. Kadar kalium harus seimbang, sehingga kelebihan atau kekurangan bisa menyebabkan kekacauan. 

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hiperkalemia?

Orang dengan kondisi hiperkalemia biasanya tidak mengalami gejala apapun. Kalau pun ada, gejala begitu halus dan tidak spesifik. Gejala tersebut biasanya berkembang dengan lambat selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. 

Karena peran yang penting dalam memastikan jantung Anda berkontraksi dengan mulus, hiperkalemia dapat menyebabkan gejala-gejala yang serius. Anda dapat merasakan:

  • Mual
  • Kelelahan
  • Kelemahan Otot
  • Sensasi Kesemutan

Selain gejala-gejala tersebut, hiperkalemia dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti perubahan ritme jantung yang membahayakan nyawa atau aritmia jantung. 

Hal ini dapat menyebabkan kondisi darurat yaitu fibrilasi ventrikel, di mana bagian bawah jantung berdetak dengan cepat dan tidak memompa darah. Kadar kalium yang ekstrem pada darah dapat membuat jantung berhenti berdetak hingga menyebabkan kematian.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Kelebihan kalium biasanya ditemukan dalam tes darah yang diminta dokter Anda saat memuat diagnosis. Tanya pada dokter soal hasilnya. Anda mungkin harus mengubah pengobatan yang memberi pengaruh pada kadar kalium. Anda juga mungkin membutuhkan perawatan untuk mengatasi penyakit yang menyebabkan dengan hiperkalemia. 

Penyebab

Apa penyebab hiperkalemia?

Penyakit Ginjal

Hiperkalemia bisa terjadi ketika ginjal tidak bekerja dengan baik, sehingga tidak bisa menyingkirkan kelebihan kalium dari tubuh Anda. Penyakit ginjal merupakan penyebab umum dari kondisi ini. 

Ginjal membantu Anda mengontrol keseimbangan kalium di tubuh Anda. Jika ginjal tidak bekerja dengan baik, ginjal tidak bisa menyaring kelebihan kalium dan menyingkirkannya dari dalam tubuh. 

Hormon bernama aldosteron memerintahkan ginjal kapan menyingkirkan kelebihan kalium dalam tubuh. Penyakit yang bisa menurunkan produktivitas hormon ini, seperti penyakit Addison, bisa menyebabkan hiperkalemia.

Dalam tahap pertama penyakit ginjal, ginjal bisa memperbaiki kelebihan kalium. Namun ketika fungsi ginjal semakin menurun, kadar kalium dalam tubuh Anda tak bisa disingkirkan lagi. 

Diet tinggi kalium

Mengonsumsi terlalu banyak kalium juga bisa menyebabkan hiperkalemia, khususnya pada orang dengan penyakit ginjal. Makanan tinggi kalium, yaitu pisang, melon, jus jeruk, dan blewah. 

Obat yang membuat mencegah ginjal menyingkirkan cukup kalium

Beberapa obat bisa membuat ginjal Anda tak cukup menyingkirkan kadar kalium dalam tubuh. Kondisi ini bisa membuat kadar kalium meningkat. Beberapa obat diketahui memiliki efek terhadap kadar kalium pada darah. Obat-obatan yang terkait dengan hiperkalemia meliputi:

  • Antibiotik, seperti penicillin G dan trimethoprim
  • Azole antifungal, untuk mengatasi infeksi jamur pada vagina dan infeksi jamur lainnya
  • Obat-obatan tekanan darah yang disebut angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors
  • Obat-obatan tekanan darah yang disebut angiotensin-receptor blockers (ARBs), walau tidak separah ACE inhibitors dalam meningkatkan kadar kalium
  • Obat-obatan tekanan darah yang disebut beta-blockers
  • Suplemen herbal, seperti milkweed, lily of the valley, Siberian ginseng, Hawthorn berries, hasil dari kulit katak yang dikeringkan atau bisa (Bufo, Chan Su, Senso)
  • Heparin, pengencer darah
  • Obat-obatan nonsteroidal anti-inflammatory (NSAIDs)
  • Suplemen kalium
  • Diuretik hemat kalium, seperti triamtereneamiloride(Midamor), dan spironolactone (Aldactone).

Penyebab lain

Ada beberapa penyebab lain kondisi hiperkalemia, di antaranya: 

  • Mengonsumsi suplemen kalium tambahan
  • Penyakit bernama Addison yang bisa muncul ketika tubuh Anda tidak memproduksi cukup hormon. Hormon merupakan bahan kimia yang memproduksi kelenjar dan organ, termasuk ginjal, untuk memicu respon tertentu di tubuh Anda. 
  • Diabetes yang tidak dikontrol dengan baik hingga mempengaruhi fungsi ginjal sebagai penanggung jawab keseimbangan kalium dalam tubuh. 

Diagnosis

Bagaimana hiperkalemia didiagnosis?

Dokter akan memeriksa dengan mendengarkan denyut jantung Anda. Anda akan diberikan pertanyaan mengenai sejarah medis, pola makan, dan penggunaan obat-obatan. Hiperkalemia mungkin akan sulit didiagnosis. 

Gejala-gejala mungkin terlihat ringan dan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan. Penting untuk memberi tahu dokter semua pengobatan yang Anda konsumsi, termasuk produk-produk yang dijual bebas, seperti herba dan suplemen lainnya.

Beberapa tes digunakan untuk mendiagnosis hiperkalemia, seperti:

  • Tes darah
  • Tes urin
  • Elektrocardiogram (EKG).

Anda akan mendapatkan hasil tes darah dan urin yang mengukur kadar kalium. Dokter Anda kemudian akan menerangkan hasilnya dengan spesifik. Banyak hal yang bisa mempengaruhi kadar kalium dalam tubuh Anda. Jika kadar kalium tinggi, dokter mungkin akan meminta tes darah ulang. 

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mengobati hiperkalemia?

Perawatan hiperkalemia harus disesuaikan berdasarkan penyebab, tingkat keparahan gejala atau perubahan pada EKG, dan status kesehatan menyeluruh pada pasien. Tujuan utama dari pengobatan ini adalah untuk membantu tubuh mengeluarkan kalium dengan cepat dan mestabilkan jantung. 

Berikut pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi hiperkalemia: 

Hemodialisis

Jika Anda mengalami hiperkalemia karena gagal ginjal, hemodialisis adalah pilihan perawatan yang tepat untuk Anda. Hemodialisis menggunakan mesin untuk menyingkirkan limbah dari darah Anda, termasuk kelebihan kalium, ketika ginjal Anda tak bisa menyaring darah dengan efektif. 

Obat

Dokter mungkin akan membuat resep obat untuk merawat kadar kalium dalam darah Anda. Obat-obatan tersebut termasuk: 

  • Kalsium glukonat

Kalsium glukonat bisa membantu mengurangi efek kelebihan kalium pada jantung Anda sampai kadarnya stabil. 

  • Diuretik

Dokter mungkin akan memberikan resep diuretik, yang menyebabkan Anda buang air kecil lebih sering. Beberapa diuretik bisa meningkatkan jumlah kalium yang dikeluarkan oleh ginjal, sedangkan beberapa lainnya tidak berefek sama. Dokter Anda mungkin akan merekomendasikan beberapa jenis diuretik, seperti loop diuretik, diuretik hemat kalium, dan diuretik thiazide. 

  • Resin

Dalam beberapa kasus, Anda mungkin akan diberikan obat bernama resin yang dikonsumsi melalui mulut. Resin mengikat kalium, sehingga bisa dikeluarkan bersamaan saat buang air besar. 

  • Perawatan lainnya 

Perawatan tergantung pada penyebab hiperkalemia. Jika Anda memiliki kadar kalium yang sangat tinggi, Anda akan mendapatkan perawatan darurat seperti infus.

Pengobatan di rumah

Apa yang dapat saya lakukan untuk mencegah hiperkalemia?

Jika Anda mengidap hiperkalemia parah, Anda membutuhkan penanganan segera. Namun, jika kelebihan kaliumnya ringan, Anda bisa melakukan perawatan di rumah. Pastikan ikuti instruksi dokter untuk merawat kadar kalium Anda dan diskusikan langkah-langkah di bawah ini terlebih dahulu sebelum melakukannya. 

Kurangi asupan kalium Anda

Cara yang paling mudah untuk mengurangi kadar kalium secara alami adalah dengan mengurangi asupan kalium. Ini berarti Anda harus mengurangi makanan dan suplemen tinggi kalium. Beberapa makanan tinggi kalium adalah: 

  • Pisang
  • Biji-bijian
  • Kacang-kacangan
  • Susu
  • Kentang
  • Aprikot

Bicarakan pada dokter soal rencana diet rendah kalium Anda. Anda juga bisa menanyakan hal yang sama pada ahli gizi. 

Konsumsi makanan rendah kalium

Makanan yang dianggap rendah kalium adalah yang mengandung kurang dari 200mg kalium per porsi. Makanan tersebut termasuk:

  • Buah berry, seperti stroberi dan blueberry
  • Apel
  • Anggur
  • Nanas
  • Cranberry atau jus cranberry
  • Kembang kol
  • Brokoli
  • Kacang hijau
  • Nasi putih
  • Pasta putih
  • Tepung putih
  • Salmon

Hindari makanan kalengan 

Kalau bisa, ganti makanan kalengan dengan makanan segar atau beku. Kalium dalam makanan kalengan larut dalam air dalam kaleng. Air tersebut bisa menyebabkan lonjakan kalium dalam tubuh Anda. 

Air dalam makanan kaleng mengandung garam yang tinggi, yang bisa menyebabkan tubuh menahan air. Ini bisa menyebabkan komplikasi pada ginjal Anda. 

Lepaskan kalium dari sayur yang Anda konsumsi

Jika Anda memasak sayuran yang tinggi kalium, Anda tidak perlu selalu menggantinya dengan sayuran lain. Anda cukup melepaskan sedikit kandungan kalium dalam sayuran tersebut. National Kidney Foundation memberikan saran di bawah ini untuk mengolah kentang, ubi, wortel, atau buah bit:

  • Kupas sayuran dan letakkan di air dingin supaya warnanya tidak menjadi gelap
  • Iris sayuran tipis-tipis
  • Cuci sayuran pada air hangat selama beberapa detik
  • Rendam irisan sayur di air hangat paling tidak dua jam. Gunakan 10 kali lebih banyak air dibandingkan dengan sayurannya. Jika Anda merendam sayur lebih lama, pastikan mengganti airnya setiap empat jam. 
  • Cuci sayuran di dalam air hangat 
  • Masak dengan lima kali lebih banyak air dibandingkan dengan sayurannya

Periksa pengganti garam

Beberapa pengganti garam juga mengandung banyak kalium. Ketika membeli pengganti garam, pastikan Anda menghindari kalium klorida dalam daftar bahan makanan. Makanan dengan bahan-bahan tambahan, seperti  minuman olahraga juga dikenal tinggi kalium. 

Minum lebih banyak air

Dehidrasi bisa menyebabkan hiperkalemia makin parah. Pastikan Anda minum cukup air putih setiap hari. 

Hindari beberapa rempah

Jika Anda mengonsumsi rempah-rempah untuk alasan apapun, pastikan rempah yang Anda konsumsi tidak mengandung tinggi kalium. 

Batasi kopi

Hati-hati saat mengonsumsi kopi setiap hari. National Kidney Foundation merekomendasikan orang dengan kondisi hiperkalemia harus membatasi kopi dengan meminum hanya satu cangkir per hari. 

Jangan berlebihan mengurangi asupan kalium 

Sama  dengan mengurangi asupan kalium, memastikan asupan yang cukup juga tak kalah penting untuk orang dengan penyakit ginjal. Pastikan Anda mengonsumsi sedikit kalium dalam diet. Untungnya, mudah mendapatkan kalium dalam makanan dengan zat seimbang. 

Direview tanggal: Januari 8, 2016 | Terakhir Diedit: November 12, 2019

Sumber