Definisi

Apa itu hiperkalemia?

Hiperkalemia adalah kondisi di mana kadar kalium pada darah lebih tinggi dari kadar normal. Kadar kalium pada darah normalnya 3.6 hingga 5.2 milimol per liter (mmol/L). Apabila kadar kalium pada darah di atas 7.0 mmol/L, kondisi ini dapat sangat berbahaya dan memerlukan perawatan segera. Kalium penting untuk fungsi jantung dan memiliki peran penting dalam tulang, kontraksi otot, pencernaan dan fungsi otot.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hiperkalemia?

Karena peran yang penting dalam memastikan jantung Anda berkontraksi dengan mulus, hiperkalemia dapat menyebabkan gejala-gejala yang serius. Anda dapat merasakan:

  • Mual
  • Kelelahan
  • Kelemahan Otot
  • Sensasi Kesemutan

Selain gejala-gejala tersebut, hiperkalemia dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti perubahan ritme jantung yang membahayakan nyawa atau aritmia jantung. Hal ini dapat menyebabkan kondisi darurat yaitu fibrilasi ventrikel, di mana bagian bawah jantung berdetak dengan cepat dan tidak memompa darah. Kadar kalium yang ekstrem pada darah dapat membuat jantung berhenti berdetak, menyebabkan kematian.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab hiperkalemia?

Penyebab umum hiperkalemia terkait dengan malfungsi ginjal. Kondisi ini mungkin merupakan bawaan lahir atau disebabkan oleh kondisi lain, seperti:

  • Gagal ginjal akut
  • Gagal ginjal kronis

Beberapa obat diketahui memiliki efek terhadap kadar kalium pada darah. Obat-obatan yang terkait dengan hiperkalemia meliputi:

  • Antibiotik, seperti penicillin G dan trimethoprim.
  • Azole antifungal, untuk mengatasi infeksi jamur pada vagina dan infeksi jamur lainnya.
  • Obat-obatan tekanan darah yang disebut angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors.
  • Obat-obatan tekanan darah yang disebut angiotensin-receptor blockers (ARBs), walau tidak separah ACE inhibitors dalam meningkatkan kadar kalium.
  • Obat-obatan tekanan darah yang disebut beta-blockers.
  • Suplemen herbal, seperti milkweed, lily of the valley, Siberian ginseng, Hawthorn berries, hasil dari kulit katak yang dikeringkan atau bisa (Bufo, Chan Su, Senso).
  • Heparin, pengencer darah.
  • Obat-obatan nonsteroidal anti-inflammatory (NSAIDs).
  • Suplemen kalium.
  • Diuretik hemat kalium, seperti triamtereneamiloride(Midamor), dan spironolactone (Aldactone).

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk hiperkalemia?

Perawatan hiperkalemia harus disesuaikan berdasarkan penyebab, tingkat keparahan gejala atau perubahan pada EKG, dan status kesehatan menyeluruh pada pasien.

Penanganan dapat meliputi:

  • Pola makan rendah kalium yang mengandung 2.000-3.000 miligram kalium per hari
  • Berhenti atau mengubah obat-obatan yang berkontribusi terhadap hiperkalemia
  • Obat-obatan untuk menurunkan kadar kalium pada tubuh
  • Pil diuretik untuk mengeluarkan kalium melalui saluran kemih
  • Sodium polystyrene sulfonate (Kayexalate) untuk mengeluarkan kalium melalui saluran pencernaan
  • Patiromer (Veltassa) untuk mengurangi kadar kalium pada tubuh
  • Mengobati penyakit ginjal, yang melibatkan dialisis yang menyaring kalium dari darah
  • Perawatan lainnya tergantung pada penyebab hiperkalemia. Jika Anda memiliki kadar kalium yang sangat tinggi, Anda akan mendapatkan perawatan darurat seperti infus.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk hiperkalemia?

Dokter akan memeriksa dengan mendengarkan denyut jantung Anda. Anda akan diberikan pertanyaan mengenai sejarah medis, pola makan, dan penggunaan obat-obatan. Hiperkalemia mungkin akan sulit didiagnosis. Gejala-gejala mungkin terlihat ringan dan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan. Penting untuk memberi tahu dokter semua pengobatan yang Anda konsumsi, termasuk produk-produk yang dijual bebas, seperti herba dan suplemen lainnya.

Beberapa tes digunakan untuk mendiagnosis hiperkalemia, seperti:

  • Tes darah
  • Tes urin
  • Elektrocardiogram (EKG)

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hiperkalemia?

Kebanyakan penyebab hiperkalemia tidak dapat dicegah. Namun, menjaga gaya hidup yang sehat dan mengikuti petunjuk dokter untuk mengatasi kondisi kronis dapat membantu menghambat penyakit-penyakit yang terkait dengan hiperkalemia.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan