Apa Itu Hematoma?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Definisi

Apa itu hematoma?

Hematoma adalah penumpukan darah tidak normal di luar pembuluh darah. Kondisi ini terjadi karena ada dinding pembuluh darah yang rusak sehingga darah bocor ke jaringan lain yang tidak semestinya. Kumpulan darah ini bisa berukuran setitik kecil, tapi bisa juga berukuran besar dan menyebabkan pembengkakan.

Orang awam mengenal kondisi ini sebagai lebam, memar, atau biru pada kulit. Namun, sebenarnya hematoma digunakan untuk menggambarkan kondisi yang lebih serius saat penumpukan darah meliputi area yang lebih besar, bahkan menimbulkan bengkak. Sedangkan lebam, memar, atau biru pada kulit cenderung mengarah pada kondisi yang lebih ringan.

Cedera pembuluh darah yang mengakibatkan pengumpulan darah ini biasanya tidak serius dan dapat diperbaiki. Namun, apabila Anda memiliki tekanan darah tinggi pada salah satu arteri, darah akan terus bisa bocor melalui dinding yang rusak sehingga penumpukan darah yang terjadi akan semakin membesar.

Darah yang keluar dari pembuluh darah dapat mengiritasi jaringan sekitar dan menyebabkan peradangan yang mengakibatkan nyeri, pembengkakan, dan kemerahan. Memar akibat kondisi ini dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja.

Seberapa umum kondisi ini dapat terjadi?

Hematoma lebih umum terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. Namun, kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hematoma?

Hematoma dapat menyebabkan iritasi dan peradangan. Gejalanya bisa bervariasi bergantung pada lokasi dan ukuran, pembengkakan, serta inflamasi yang terkait memengaruhi struktur sekitar.

Gejala-gejala umum dari peradangan akibat hematoma, meliputi:

  • Kemerahan
  • Sensitivitas
  • Rasa hangat
  • Nyeri
  • Pembengkakan

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan perawatan dini dapat menghentikan kondisi ini memburuk dan mencegah kondisi medis darurat lainnya. Bicarakanlah pada dokter Anda segera untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab hematoma?

Trauma merupakan penyebab utama dari hematoma. Saat orang berpikir tentang trauma, kebanyakan berpikir tentang kecelakaan mobil, jatuh, cedera pada kepala, patah tulang, dan luka serius lain. Padahal, trauma pada jaringan juga dapat disebabkan oleh bersin yang terlalu keras atau lengan/kaki yang terpelintir secara tiba-tiba.

Apabila pembuluh darah rusak, darah cenderung berkoagulasi atau membeku. Semakin besar jumlah perdarahan yang terjadi, semakin besar jumlah gumpalan darah yang dapat terbentuk.

Faktor pemicu

Apa yang membuat saya lebih berisiko mengalami hematoma?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda mengalami hematoma, yaitu:

1. Aneurisma

2. Pengobatan

Pengencer darah atau obat antikoagulasi, termasuk warfarin (Coumadin), aspirin, clopidogrel (Plavix), prasugrel (Effient), rivaroxaban (Xarelto), dan apixaban (Eliquis) juga dapat meningkatkan potensi perdarahan tiba-tiba dan pembesaran hematoma karena tubuh tidak dapat memperbaiki pembuluh darah secara efisien. Hal ini menyebabkan darah terus bocor melalui area yang rusak.

3. Penyakit atau kondisi tertentu

Hal ini dapat menurunkan jumlah platelet pada aliran darah (thrombocytopenia) atau membatasi fungsi. Infeksi virus seperti (rubella, cacar air, HIV, dan hepatitis C), anemia aplastik, kanker pada organ lain, penyalahgunaan alkohol jangka panjang dan defisiensi vitamin D dapat terkait dengan kondisi ini.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Apabila dokter menduga Anda memiliki kondisi ini, pemeriksaan fisik dan beberapa tes akan direkomendasikan. Dokter kemudian dapat melakukan uji tempel pada kulit, di mana berbagai zat dalam jumlah kecil dioleskan pada kulit di bawah perekat.

Saat Anda kembali dalam beberapa hari, dokter akan memeriksa kulit untuk melihat apakah Anda mengalami reaksi terhadap zat tersebut. Jenis tes ini paling baik dilakukan setidaknya 2 minggu setelah hematoma menghilang dan paling berguna untuk melihat apakah Anda memiliki alergi kontak.

Bagaimana cara menghilangkan memar akibat kondisi ini?

Hematoma pada kulit dan jaringan lunak sering kali dapat diatasi dengan beristirahat, es, mengompres, dan memosisikan bagian tubuh yang terkena menadi lebih tinggi.

Beberapa dokter dapat menyarankan panas sebagai alternatif perawatan. Nyeri dari lebam yang muncul biasanya disebabkan oleh peradangan di sekitar darah dan dapat diatasi dengan penawar rasa sakit yang dijual bebas. Pilihan pengobatan tergantung pada kondisi kesehatan pasien.

Untuk pasien yang menggunakan pengobatan antikoagulasi, ibuprofen tidak direkomendasikan karena risiko perdarahan saluran pencernaan. Pasien dengan penyakit hati tidak boleh menggunakan acetaminophen yang dijual bebas. Apabila Anda tidak yakin, tanyakan pada dokter atau apoteker untuk rekomendasi.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah hematoma?

Kecelakaan selalu terjadi di sekitar kita dan kondisi ini tidak dapat dicegah begitu trauma terjadi.

Untuk pasien yang menggunakan obat antikoagulasi, sebaiknya menghindari aktivitas yang berisiko tinggi terhadap cedera. Untuk pasien yang menggunakan warfarin (Coumadin), penting untuk memastikan dosis tepat dan darah tidak diencerkan secara berlebih.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: November 30, 2018 | Terakhir Diedit: November 30, 2018

Yang juga perlu Anda baca