Epidural Hematoma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu epidural hematoma?

Epidural hematoma adalah perdarahan yang terjadi di antara bagian dalam tengkorak dan dura (selaput tebal yang menutupi otak). Perdarahan dalam ini kemudian menyebabkan pembengkakan otak yang mengakibatkan otak mengalami pergeseran.

Perdarahan ini yang disebut dengan hematoma. Jika volume darahnya sangat besar, atau kejadiannya akut (tiba-tiba dan langsung), kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan dalam otak. Tekanan tinggi di dalam otak berisiko mengakibatkan kerusakan jaringan otak, serta membahayakan nyawa jika tidak cepat ditangani.

Epidural hematoma dapat mengakibatkan kerusakan jaringan otak yang bisa memengaruhi kemampuan penglihatan, ucapan, gerak dan koordinasi tubuh, serta kesadaran. Jika tidak segera ditangani, epidural hematoma dapat menyebabkan kerusakan otak secara menyeluruh hingga bahkan kematian.

Perdarahan otak epidural seringnya diakibatkan oleh cedera kepala, baik dari kontak fisik olahraga, kecelakaan bermotor, maupun terjatuh.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala epidural hematoma?

Gejala perdarahan dalam biasanya muncul beberapa menit atau beberapa jam setelah mengalami cedera kepala. Beberapa gejala yang bisa muncul, antara lain:

  • Kebingungan
  • Pusing
  • Sakit kepala amat sangat
  • Mengantuk dan tingkat kewaspadaan menurun
  • Mual atau muntah
  • Pupil di salah satu mata membesar
  • Hilang kesadaran, yang dapat terjadi beberapa kali
  • Merasakan lemah pada salah bagian tubuh yang berlawanan dengan sisi pupil mata yang membesar

Anda mungkin akan mengalami pingsan segera setelah kecelakaan. Namun kemudian Anda tersadar dan awas selama beberapa saat, sebelum akhirnya Anda kembali tak sadarkan diri. Anda bahkan bisa mengalami koma.

Penyebab

Apa saja penyebab epidural hematoma?

Perdarahan epidural sering kali disebabkan oleh tengkorak yang retak pada anak-anak atau remaja. Hal ini dikarenakan selaput yang menutupi otak belum menempel dengan sempurna pada anak-anak, tidak seperti pada otak orang yang lebih tua. Namun, tidak menutup kemungkinan kondisi ini juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Penyebab paling umum dari perdarahan dalam otak ini adalah cedera parah pada bagian kepala, berupa kecelakan mobil atau motor, terjatuh, kekerasan fisik (berupa pukulan tangan, dengan benda tumpul, atau tendangan langsung ke kepala), maupun kecelakaan ketika berolahraga.

Jika Anda atau anak Anda memiliki salah satu atau beberapa faktor di bawah, risiko untuk mengalami epidural hematoma cukup tinggi:

  • melakukan aktivitas fisik yang ekstrem, terlebih jika tidak mengenakan helm
  • memiliki kesulitan berjalan karena situasi dan kondisi tertentu
  • pernah mengalami trauma atau cedera di kepala
  • mengonsumsi obat antikoagulan atau pengencer darah
  • mengonsumsi alkohol
  • tidak memasang sabuk pengaman saat berkendara
  • mengidap gangguan pembekuan darah, misalnya kelainan pada trombosit

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Menurut situs MedlinePlus, dokter dan tim medis mungkin akan melakukan pemeriksaan pada otak dan sistem saraf Anda dengan CT scan atau MRI. Hasil pemeriksaan akan menunjukkan apakah ada bagian otak Anda yang tidak bekerja dengan normal.

Selain itu, pemeriksaan tersebut juga dapat mendeteksi adanya tanda-tanda peningkatan tekanan pada otak, seperti sakit kepala, muntah, serta kondisi mental yang kebingungan.

Jika terdapat tanda-anda tersebut, tim medis mungkin akan segera mengambil tindakan darurat berupa operasi untuk mencegah kerusakan otak yang semakin parah.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk epidural hematoma?

Pengobatan epidural hematoma akan bergantung pada tingkat keparahan dan gejala yang Anda alami. 

Operasi

Pada kebanyakan kasus, epidural hematoma harus ditangani dengan prosedur operasi yang disebut dengan kraniotomi. Pada prosedur ini, dokter bedah akan membuka tengkorak kepala untuk menguras pendarahan dan mengurangi tekanan pada otak. 

Sebelum dibedah, langkah awal pengobatan dari dokter untuk mengurangi pembengkakan adalah meresepkan obat seperti manitol, gliserol, dan garam hipertonik. Setelah hematoma Anda diangkat, Anda akan diberikan obat yang mencegah kejang. Kemungkinan Anda akan mengonsumsi obat ini berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Pemulihan pascaoperasi

Epidural hematoma dapat memakan waktu cukup lama untuk benar-benar pulih. Pasalnya, proses perawatannya itu sendiri dapat memakan waktu 6 bulan hingga mungkin dua tahun setelah Anda mengalami cedera tersebut.

Untuk mempercepat proses penyembuhan cedera kepala, pada umumnya Anda tidak diperbolehkan untuk melakukan pekerjaan berat yang dapat menyebabkan Anda kelelahan. Anda juga disarankan untuk memperbanyak beristirahat dan tidur yang cukup serta hindari alkohol.

Jika perdarahan otak ini menyebabkan Anda mengalami cacat atau luka seperti lemah dan kesulitan berjalan; kelumpuhan; kehilangan kemampuan indera perasa, dokter akan merujuk Anda ke ahli terapi fisik, yang akan membantu latihan dan kemampuan fisik Anda.

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup atau yang dapat dilakukan untuk mencegah epidural hematoma?

Epidural hematoma paling sering disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, langkah pencegahan yang paling utama adalah memastikan keselamatan berkendara Anda dengan mematuhi peraturan dan rambu lalu lintas serta gunakan atribut berkendara yang lengkap. Gunakan helm berstandar SNI yang sesuai dengan ukuran kepala Anda jika berkendara dengan motor, dan gunakan sabuk pengaman ketika berkendara dengan mobil.

Di luar itu, selalu pastikan kelengkapan atribut keamanan sesuai standar operasional prosedur di tempat kerja Anda dan pakailah perlindungan yang mumpuni ketika berolahraga untuk mencegah cedera.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cedera Lutut ACL Bisa Jadi Permanen, Cegah dengan 4 Cara Ini

Orang yang aktif berolahraga lebih berisiko mengalami cedera ACL, tetapi ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan guna mencegah kondisi ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kebugaran, Hidup Sehat 12 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Ada Darah di Air Liur Setelah Operasi Amandel, Wajar Atau Tidak, Ya?

Operasi amandel (tonsilektomi) dilakukan jika amandel mengalami peradangan kronis. Namun, wajarkah jika terjadi perdarahan setelah operasi amandel?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 26 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Glasgow Coma Scale (GCS), Penilaian Tingkat Kesadaran Manusia

Meski Glasgow Coma Scale (GCS) terbilang sederhana, namun metode ini efektif untuk merekam tingkat kesadaran seseorang setelah mengalami cedera kepala.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 Oktober 2018 . Waktu baca 6 menit

Apakah Saya Tetap Boleh Olahraga Meski Sedang Cedera?

Mengalami cedera membuat Anda harus meliburkan diri dari melakukan aktivitas berat. Namun, bolehkah seseorang tetap olahraga saat cedera? Simak disini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kebugaran, Hidup Sehat 17 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepala bayi terbentur

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
pasien koma masih sadar atau tidak

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
yoga untuk pria

Tidak Hanya Wanita, Inilah 7 Manfaat Yoga untuk Pria

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit
pertolongan pertama pada perdarahan

Pertolongan Pertama pada Orang yang Mengalami Perdarahan Dalam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 11 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit