Waspada Gejala dan Bahaya Perdarahan Otak Akibat Cedera Kepala Berat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Cedera kepala adalah salah satu jenis cedera yang paling sering dialami oleh korban kecelakaan lalu lintas. Cedera kepala yang parah dapat mengakibatkan kerusakan otak, kecacatan, gangguan mental, bahkan kematian. Berdasarkan rilis media dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2015 lalu, Indonesia menduduki peringkat ketiga di Asia setelah Tiongkok dan India dengan total kematian akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 38.279 jiwa. Salah satu tanda cedera kepala berat adalah epidural hematoma. Apa itu epidural hematoma dan bagaimana cara mengatasinya sebelum terlambat? Berikut penjelasannya lebih lanjut.

Apa itu epidural hematoma?

Epidural hematoma adalah perdarahan yang terjadi di antara bagian dalam tengkorak dan dura (selaput tebal yang menutupi otak). Perdarahan dalam ini kemudian menyebabkan pembengkakan otak yang mengakibatkan otak mengalami pergeseran.

Apa penyebabnya?

Penyebab paling umum dari perdarahan dalam otak ini adalah cedera parah pada bagian kepala, berupa kecelakan mobil atau motor, terjatuh, kekerasan fisik (berupa pukulan tangan, dengan benda tumpul, atau tendangan langsung ke kepala), maupun kecelakaan ketika berolahraga.

Epidural hematoma lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja karena selaput yang menutupi otak tidak melekat erat pada tengkorak, tidak seperti orang tua dan anak-anak di bawah usia 2 tahun.

Apa saja risiko yang mungkin timbul dari epidural hematoma?

Epidural hematoma dapat mengakibatkan kerusakan jaringan otak yang bisa memengaruhi kemampuan penglihatan, ucapan, gerak dan koordinasi tubuh, serta kesadaran. Jika tidak segera ditangani, epidural hematoma dapat menyebabkan kerusakan otak secara menyeluruh hingga bahkan kematian.

Bagaimana gejalanya?

Gejala perdarahan dalam biasanya muncul beberapa menit atau beberapa jam setelah mengalami cedera kepala. Beberapa gejala yang bisa muncul, antara lain:

  • Kebingungan
  • Pusing
  • Sakit kepala amat sangat
  • Mengantuk dan tingkat kewaspadaan menurun
  • Mual atau muntah
  • Pupil di salah satu mata membesar
  • Hilang kesadaran, yang dapat terjadi beberapa kali
  • Merasakan lemah pada salah bagian tubuh yang berlawanan dengan sisi pupil mata yang membesar

Anda mungkin akan mengalami pingsan segera setelah kecelakaan. Namun kemudian Anda tersadar dan awas selama beberapa saat, sebelum akhirnya Anda kembali tak sadarkan diri. Anda bahkan bisa mengalami koma.

Apa saja pencegahan yang dapat dilakukan?

Hematoma epidural paling sering disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, langkah pencegahan yang paling utama adalah memastikan keselamatan berkendara Anda dengan mematuhi peraturan dan rambu lalu lintas serta gunakan atribut berkendara yang lengkap. Gunakan helm berstandar SNI yang sesuai dengan ukuran kepala Anda jika berkendara dengan motor, dan gunakan sabuk pengaman ketika berkendara dengan mobil.

Di luar itu, selalu pastikan kelengkapan atribut keamanan sesuai standar operasional prosedur di tempat kerja Anda dan pakailah perlindungan yang mumpuni ketika berolahraga untuk mencegah cedera.

Bagaimana pengobatannya?

Pengobatan epidural hematoma akan bergantung pada tingkat keparahan dan gejala yang Anda alami. Terapi yang mungkin diberikan di rumah sakit termasuk operasi pembedahan tengkorak kepala untuk menguras pendarahan dan mengurangi tekanan pada otak. Sebelum dibedah, langkah awal pengobatan dari dokter untuk mengurangi pembengkakan adalah meresepkan obat seperti manitol, gliserol, dan garam hipertonik. Setelah hematoma Anda diangkat, Anda akan diberikan obat yang mencegah kejang. Kemungkinan Anda akan mengonsumsi obat ini berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Jika perdarahan otak ini menyebabkan Anda mengalami cacat atau luka seperti lemah dan kesulitan berjalan; kelumpuhan; kehilangan kemampuan indera perasa, dokter akan merujuk Anda ke ahli terapi fisik, yang akan membantu latihan dan kemampuan fisik Anda.

Merawat pendarahan otak di rumah

Epidural hematoma dapat memakan waktu cukup lama untuk benar-benar pulih. Pasalanya, proses perawatannya itu sendiri dapat memakan waktu 6 bulan hingga mungkin dua tahun setelah Anda mengalami cedera tersebut.

Untuk mempercepat proses penyembuhan cedera kepala, pada umumnya Anda tidak diperbolehkan untuk melakukan pekerjaan berat yang dapat menyebabkan Anda kelelahan. Anda juga disarankan untuk memperbanyak beristirahat dan tidur yang cukup serta hindari alkohol.

Baca Juga:

Sumber