Apa itu disfagia (susah menelan)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu disfagia (susah menelan)?

Disfagia atau susah menelan adalah kondisi saat tubuh Anda memerlukan lebih banyak waktu dan usaha untuk memindahkan makanan atau cairan dari mulut ke lambung Anda. Kerongkongan adalah saluran berotot yang menyambungkan tenggorokan (faring) dengan lambung. Kerongkongan memiliki panjang sekitar 20 cm, dan dilapisi dengan jaringan lembap berwarna merah muda yang disebut mukosa. Kerongkongan terletak di belakang trakea dan jantung, dan di depan tulang belakang. Sebelum memasuki lambung, kerongkongan melalui diafragma. Disfagia biasanya adalah pertanda dari masalah pada tenggorokan atau kerongkongan, saat Anda makan terlalu cepat atau tidak mengunyah makanan dengan cukup. Ini bukanlah kondisi yang mengkhawatirkan. Namun, disfagia yang berkepanjangan dapat mengindikasi kondisi medis serius yang memerlukan perawatan.

Seberapa umumkah disfagia (susah menelan)?

Disfagia umum terjadi. Walau dapat terjadi pada siapa saja, disfagia paling sering ditemukan pada lansia, bayi, dan orang yang memiliki gangguan pada otak atau sistem saraf. Disfagia dapat ditangani dengan mengurangi fator-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala disfagia (susah menelan)?

Tanda-tanda dan gejala umum dari disfagia adalah:

  • Sakit saat menelan (odynophagia)
  • Tidak dapat menelan
  • Memiliki sensasi makanan tersangkut di tenggorokan atau dada atau di belakang tulang dada (sternum)
  • Mengeluarkan air liur
  • Serak
  • Makanan naik ke atas (regurgitasi)
  • Asam lambung naik
  • Berat badan turun secara tiba-tiba
  • Batuk atau ingin muntah saat menelan
  • Perlu memotong makanan menjadi bagian-bagian kecil atau menghindari makanan tertentu karena kesulitan menelan.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini: kesulitan menelan, kehilangan berat badan, regurgitasi atau muntah yang menyertai disfagia.

Penyebab

Apa penyebab disfagia (susah menelan)?

Disfagia merupakan sensasi makanan tersangkut pada dasar tenggorokan atau pada dada setelah Anda menelan. Beberapa penyebab disfagia meliputi:

  • Otot dan saraf yang membantu memindahkan makanan melalui tenggorokan dan kerongkongan tidak berfungsi dengan benar. Hal ini dapat terjadi apabila Anda memiliki:
    • Stroke, cedera pada otak atau saraf tulang belakang.
    • Masalah tertentu dengan sistem saraf, seperti post-polio syndrome, multiple sclerosis, muscular dystrophy, atau penyakit Parkinson.
    • Masalah dengan sistem imun yang menyebabkan pembengkakan (atau peradangan) dan kelemahan, seperti polymyositis or dermatomyositis.
    • Kejang pada kerongkongan. Otot pada kerongkongan tiba-tiba berkontraksi. Kadang hal ini dapat mencegah makanan sampai ke lambung.
    • Scleroderma. Jaringan pada kerongkongan menjadi keras dan sempit. Scleroderma juga dapat membuat otot bawah kerongkongan melemah, yang mengakibatkan makanan dan asam lambung kembali ke tenggorokan dan mulut Anda.
  • Sesuatu menghalangi tenggorokan atau kerongkongan Anda. Hal ini dapat terjadi apabila Anda memiliki:
    • Asam lambung (GERD). Apabila asam lambung sering naik ke kerongkongan, dapat mengakibatkan ulcer pada kerongkongan, yang menyebabkan luka-luka. Luka-luka tersebut dapat membuat kerongkongan menyempit.
    • Esofagitis. Peradangan pada kerongkongan dapat disebabkan beberapa faktor, seperti asam lambung, infeksi atau adanya pil yang tersangkut pada kerongkongan. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap makanan atau benda-benda di udara.
    • Divertikula. Kantung-kantung kecil pada dinding kerongkongan atau tenggorokan.
    • Tumor kerongkongan. Pertumbuhan tumor pada kerongkongan dapat menyebabkan atau tidak menyebabkan kanker.
    • Benkolan di luar kerongkongan, seperti kelenjar limfa, tumor, bone spurs pada tulang belakang yang menekan kerongkongan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk disfagia (susah menelan)?

Ada banyak faktor risiko untuk disfagia, yaitu:

  • Penuaan. Akibat penuaan alami, kerongkongan yang sudah tua, dan risiko terhadap beberapa kondisi tertentu seperti stroke atau penyakit Parkinson, lansia berisiko lebih tinggi mengalami kesulitan menelan.
  • Kondisi kesehatan tertentu. Orang-orang dengan gangguan neurologis atau sistem saraf lebih mudah mengalami kesulitan menelan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk disfagia (susah menelan)?

Penanganan untuk disfagia meliputi:

  • Mengganti makanan yang Anda konsumsi. Dokter dapat meminta Anda untuk mengonsumsi makanan dan cairan tertentu untuk mempermudah menelan.
  • Dilasi. Suatu alat diletakkan pada kerongkongan Anda untuk melebarkan area pada kerongkongan yang sempit. Anda mungkin memerlukan penanganan ini lebih dari sekali.
  • Operasi. Jika Anda memiliki sesuatu yang menyumbat kerongkongan Anda (seperti tumor atau divertikula), Anda mungkin memerlukan operasi untuk mengangkatnya. Operasi juga kadang digunakan pada orang yang memiliki masalah yang mengganggu otot kerongkongan bagian bawah (achalasia).
  • Obat-obatan. Jika Anda mengalami disfagia yang terkait dengan asam lambung, maag, atau esofagitis, obat-obatan yang diresepkan dokter dapat membantu mencegah asam lambung masuk ke dalam kerongkongan. Infeksi pada kerongkongan biasanya diobati dengan obat-obatan antibiotik.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk disfagia (susah menelan)?

Tes dapat meliputi:

  • X-ray dengan material kontras (barium x-ray). Dokter dapat melihat perubahan pada bentuk kerongkongan dan aktivitas otot.
  • Dynamic swallowing study. Gambar dapat menunjukan masalah pada koordinasi mulut dan otot tenggorokan saat Anda menelan dan melihat apakah makanan masuk ke saluran pernapasan.
  • Pemeriksaan visual pada kerongkongan (endoscopy) dengan alat yang tipis dan fleksibel.
  • Fiber-optic endoscopic swallowing evaluation (FEES) dengan kamera khusus (endoscope).
  • Tes otot kerongkongan (manometry)
  • Imaging scans. Meliputi CT scan, yang mengombinasikan rangkaian X-ray dan proses komputer.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi disfagia (susah menelan)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi disfagia:

  • Olahraga. Latihan olahraga tertentu dapat membantu mengkoordinasi otot untuk menelan atau menstimulasi saraf yang memicu refleks menelan.
  • Mempelajari teknik menelan. Anda juga dapat mempelajari cara untuk meletakkan makanan di mulut atau memposisikan tubuh dan kepala Anda untuk menelan.
  • Menghindari alkohol, tembakau dan kafein yang dapat memperburuk heartburn.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Yang juga perlu Anda baca