Pilihan Pengobatan Disfagia (Susah Menelan), Sesuai Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat Anda mengalami susah menelan akibat disfagia, makan atau minum menjadi hal yang mungkin tak lagi menyenangkan. Pasalnya, rasa sakit yang Anda rasakan saat menelan cukup mengganggu dan membuat Anda meringis kesakitan. Jika hal ini terjadi, jangan dibiarkan terlalu lama. Segera cari tahu cara mengatasi susah menelan akibat disfagia.

Cara mengatasi susah menelan akibat disfagia

Disfagia adalah kondisi saat Anda butuh waktu lebih lama untuk menelan makanan karena muncul rasa sakit. Bahkan, bagi sebagian orang disfagia membuatnya menjadi tidak bisa menelan sama sekali. Disfagia adalah kondisi serius yang disebabkan oleh adanya masalah kesehatan yang membutuhkan perawatan.

Pengobatan disfagia biasanya disesuaikan dengan lokasi masalahnya. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi disfagia berdasarkan penyebabnya:

Disfagia orofaringeal

Disfagia orofaring cukup sulit diobati karena umumnya disebabkan akibat masalah pada saraf. Oleh karena itu , umumnya kondisi ini tidak bisa diatasi dengan obat atau operasi. Untuk membantu meredakan rasa sakit saat menelan akibat disfagia yang satu ini dokter akan melakukan beberapa hal, seperti:

1. Perubahan pola makan

Memilih makan makanan yang lebih mudah ditelan menjadi cara efektif  mengatasi disfagia. Namun tak asal makan, dokter biasanya akan menentukan makanan dengan gizi seimbang agar pasien disfagia tidak kekurangan nutrisi. Berbagai makanan dengan tekstur yang lembut dan cair biasanya menjadi makanan yang sering direkomendasikan.

2. Terapi menelan

Terapi menelan biasanya dilakukan oleh ahli terapi bicara dan bahasa. Pasien akan belajar cara menelan dengan teknik yang baru. Latihan ini membantu meningkatkan fungsi otot dan bagaimana tubuh meresponnya.

3. Memberi makan melalui tabung

Jika Anda berisiko mengalami pneumonia, kurang gizi, atau dehidrasi akibat disfagia yang parah dokter biasanya akan memberi makan melalui tabung. Tabung yang digunakan ada dua jenis, yaitu:

  • Nasogastrik yang dimasukkan ke hidung dan turun hingga ke perut.
  • Gastrostomi endoskopi perkutan, tabung yang ditanam langsung ke perut.

Tabung nasogastrik biasanya perlu diganti dan ditukar ke lubang hidung yang satunya setelah sekitar satu bulan. Sementara tabung gastrotomi endoskopi perkutan biasanya dirancang untuk penggunaan jangka panjang dan bisa bertahan selama beberapa bulan sebelum akhirnya harus diganti.

Disfagia esofagus

Disfagia esofagus adalah kondisi saat Anda mengalami susah menelan karena adanya masalah dengan kerongkongan. Untuk mengatasinya, berikut beberapa tindakan yang bisa dilakukan:

1. Obat

Disofagia yang berhubungan dengan penyakit GERD (refluks asam lambung) biasanya diobati dengan obat-obatan. Obat yang biasa digunakan yaitu proton pump inhibitor (PPI). Obat ini bisa membantu menurunkan produksi asam lambung.

2. Botox

Botox biasanya digunakan untuk pengobatan saat otot-otot di kerongkongan terlalu kaku sehingga menyulitkan makanan dan cairan untuk masuk ke dalam perut. Nah racun botolinum termasuk racun kuat yang bisa melumpuhkan otot yang kaku sehingga mengurangi penyempitan. Namun, efek botox hanya bertahan selama enam bulan.

3. Dilatasi endoskopi

Teknik ini biasanya dipakai untuk mengobati disfagia esofagus yang disebabkan karena adanya penyumbatan di kerongkongan. Selain itu, cara ini juga dilakukan menggunakan endoskop dengan balon khusus untuk mereganggakan kerongkongan.

4. Memasukkan stent

Jika Anda memiliki kanker esofagus yang tidak bisa diangkat, dokter akan menyarankan Anda untuk memasang stent (tabung logam) sebagai pengganti dilatasi endoskopi. Pasalnya, risikonya jauh lebih tinggi jika memaksakan untuk melakukan dilatasi endoskopi.

Secara bertahap, stent akan membuat semacam lorong yang cukup lebar agar kerongkongan bisa dilewati makanan. Agar stent tetap bisa terbuka tanpa sumbatan, biasanya Anda dianjurkan untuk mengikuti diet khusus.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Kondisi yang Menyebabkan Sakit Saat Menelan Selain Radang Tenggorokan

Selain radang tenggorokan, ada beberapa kondisi lain yang membuat sakit menelan.Yuk cari tahu penyebabnya agar pengobatan yang diambil bisa disesuaikan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 3 Maret 2019 . Waktu baca 3 menit

Suntik Botox Bisa Jadi Cara Ampuh Buat Mengatasi Keringat Berlebih

Suntik botox bukan hanya untuk membuat wajah tampak lebih awet muda dan bebas keriput. Botox juga bisa menjadi cara mengurangi keringat berlebih, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Kecantikan 18 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

Bagaimana Cara Tubuh Mencerna Makanan Berlemak?

Meski sering dicap buruk, lemak sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh. Namun memang, cara tubuh mencerna makanan berlemak lebih rumit daripada makanan biasa.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Nutrisi, Hidup Sehat 25 Desember 2018 . Waktu baca 4 menit

Agar Tidak Keliru, Yuk Kenali Perbedaan Suntik Botox dan Filler

Ada banyak cara untuk mempercantik tampilan diri, di antaranya botox dan filler. Sebelum melakukannya, yuk cari tahu apa saja beda filler dan botox.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Kecantikan 28 September 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

atresia esofagus adalah esophageal atresia

Atresia Esofagus

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
penyakit GERD adalah

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 April 2020 . Waktu baca 13 menit

Mengatasi Ejakulasi Dini dengan Botox, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
jenis suntik botox

Ingin Terlihat Awet Muda? Ini 4 Jenis Botox yang Bisa Cegah Kerutan Wajah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit