backup og meta

10 Minyak Esensial untuk Rambut Tumbuh Sehat secara Alami

10 Minyak Esensial untuk Rambut Tumbuh Sehat secara Alami

Masalah rambut terkadang menjadi tantangan tersendiri karena sulit menemukan perawatan yang tepat. Sebelum menyerah karena tak kunjung menemukan produk yang cocok untuk masalah rambut, sudahkah Anda mencoba minyak esensial?

Jenis minyak esensial untuk rambut

minyak esensial untuk rambut

Berbagai tips jitu menumbuhkan rambut sering dicoba untuk mendapatkan rambut yang sehat dan indah, termasuk menggunakan minyak esensial. 

Ada banyak minyak esensial yang bisa digunakan untuk rambut terutama dengan fungsi menebalkan. Biasanya, minyak ini juga terkandung dalam berbagai produk perawatan rambut

Di bawah ini beberapa contoh minyak esensial untuk kulit kepala yang bisa Anda coba.

1. Lavender oil

Minyak esensial untuk rambut yang satu ini memang dikenal dapat mempercepat pertumbuhan rambut.

Minyak lavender untuk rambut lebih indah dan sehat bekerja dengan mendukung pertumbuhan sel-sel kulit kepala.

Jika kulit kepala sehat, tak heran helai-helai rambut tumbuh menjadi lebih cepat serta kuat. 

Selain itu, lavender oil yang sering digunakan sebagai minyak esensial untuk rambut ini bersifat antimikroba dan antibakteri. 

2. Rosemary oil

Jika ingin mendapatkan volume rambut yang tebal, Anda perlu untuk mencoba minyak esensial yang satu ini.

Rosemary oil dapat membantu merangsang folikel (kantung rambut) untuk menghasilkan helai-helai rambut baru.

Kandungan dalam minyak ini juga memperkuat pembentukan sel pada rambut. Inilah yang menyebabkan rambut jadi tebal dan tidak mudah rontok.

Meski begitu, Anda juga perlu berhati-hati karena rosemary oil dapat menimbulkan reaksi alergi bagi yang tidak cocok dengan kandungan minyaknya.

3. Peppermint oil

Peppermint oil berfungsi memperbesar pembuluh darah di bawah kulit sehingga meningkatkan ketebalan kulit kepala dan jumlah folikel rambut.

Saat memakai jenis minyak esensial ini, Anda mungkin akan merasakan sensasi dingin dan menggelitik di kulit kepala. Ini karena sirkulasi darah di area yang diolesi minyak meningkat.

Jika Anda memiliki jenis rambut berminyak atau lepek, cobalah gunakan peppermint oil secara rutin. Namun, peppermint oil tidak dianjurkan digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.

4. Bergamot oil

Selain meningkatkan pertumbuhan rambut, minyak esensial untuk rambut jenis ini dapat melindungi kulit kepala agar tetap sehat.

Diekstrak dari kulit buah bergamot, minyak esensial untuk rambut ini telah lama digunakan sebagai obat tradisional Cina untuk kesehatan kulit, termasuk kulit kepala.

Bergamot oil bekerja dengan cara mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan luka pada kulit kepala.

5. Jojoba oil

Selain lavender oil, Anda mungkin tidak asing dengan jojoba oil sebagai essential oil untuk rambut.

Jojoba oil dipercaya ampuh meningkatkan pertumbuhan rambut lebih cepat. Kandungan jojoba oil banyak ditemukan pada produk perawatan kulit dan rambut seperti sampo dan kondisioner.

Selain menggunakan vitamin untuk rambut kering, jojoba oil bisa jadi solusi untuk masalah kulit kepala lainnya. 

6. Chamomile oil

Anda sedang bingung mencari essential oil untuk rambut berketombe dan susah diatur? Chamomile oil bisa jadi pilihan untuk kondisi rambut Anda.

Kandungan chamomile oil dapat menutrisi rambut dan kulit kepala. Hasilnya, rambut jadi lebih lembut dan mudah diatur.

Selain itu, chamomile yang sering dikenal dengan tehnya, bersifat menenangkan dan meringankan stres.

7. Cedarwood oil

Cedarwood oil bekerja dengan mengendalikan kelenjar penghasil minyak di kulit kepala.

Sebagai hasilnya, minyak esensial rambut ini dapat menjaga kelembapan kulit kepala dan rambut, serta mempercepat pertumbuhan rambut.

Tidak hanya itu, cedarwood oil bersifat antijamur dan antibakteri, sehingga dapat membantu mengatasi masalah ketombe dan kondisi yang menyebabkan rambut rontok.

8. Lemongrass oil

Memiliki kulit kepala yang sehat dan bebas ketombe bukan lagi sekadar mimpi. Anda bisa mewujudkannya dengan menggunakan minyak esensial rambut ini secara rutin.

Sebuah studi dari jurnal yang diterbitkan Karger Publisher (2015) menyebutkan bahwa lemongrass oil bisa membantu mengurangi ketombe.

Anda dapat mencampurkan beberapa tetes minyak serai ini ke sampo atau kondisioner saat keramas dan pijat dengan lembut.

9. Almond oil

Manfaat kacang almon untuk perawatan kecantikan memang sudah tidak diragukan lagi.

Minyak dari ekstrak biji kacang almon ini mengandung asam lemak oleat, linoleat, vitamin E, serta antioksidan.

Almond oil bermanfaat untuk memperkuat rambut, mengatasi masalah rambut bercabang, hingga melembutkan rambut agar lebih mudah diatur.

10. Tea tree oil

Minyak pohon teh atau tea tree oil ini mengandung antiseptik, antimikroba, dan antibakteri.

Jenis essential oil untuk rambut ini dapat menghilangkan folikel rambut sehingga pertumbuhan rambut dapat meningkat cepat.

Studi terbitan International Journal of Cosmetics Science (2015) menjelaskan bahwa minyak pohon teh digunakan sebagai bahan antiketombe dalam berbagai merek perawatan rambut.

Namun, minyak pohon teh memiliki konsentrasi yang cukup beragam, sehingga Anda perlu berhati-hati. Pakailah mengikuti petunjuk penggunaan yang tersedia.

Cara memakai minyak esensial untuk rambut

minyak esensial untuk rambut

Setelah mengetahui beragam jenis minyak esensial rambut, saatnya memahami cara yang tepat dalam memakainya. 

1. Pilih minyak esensial dan pelarut yang akan digunakan

Pertama, Anda pilih minyak esensial yang tepat sesuai dengan kondisi rambut Anda. Kemudian, pilih minyak pelarutnya. 

Minyak esensial sangat kental sehingga Anda perlu 2 – 3 tetes saja untuk sekali perawatan rambut alami.

Jadi, encerkan minyak esensial dengan minyak pelarut atsiri sebelum dioleskan ke kepala.

Melarutkan minyak esensial menggunakan minyak pelarut juga bertujuan untuk mengurangi risiko efek samping alergi atau masalah kulit lainnya.

2. Campurkan minyak esensial

Setelah Anda menemukan kombinasi minyak esensial dan minyak pelarut yang sesuai dengan kondisi Anda, encerkan minyak tersebut.

Caranya, tuang 15 tetes minyak esensial per 2 sendok makan minyak pelarut dalam wadah yang kedap udara. Aduk hingga rata dan encer.

Gunakan sarung tangan plastik sebelum Anda mengencerkan minyak esensial untuk menjamin kesterilannya. Simpan produk akhirnya di tempat yang sejuk dan gelap.

3. Pijat kulit kepala

Ketika akan digunakan untuk menumbuhkan rambut, celupkan ujung jari ke dalam minyak campuran atau tuang beberapa tetes langsung ke telapak tangan Anda.

Gosokkan pada kedua tangan Anda dan kemudian pijat kulit kepala perlahan selama 2 – 3 menit.

Pijat merata ke seluruh bagian rambut di kepala, mulai dari depan samping, tengah, depan, dan belakang.

4. Bilas atau biarkan semalam

Anda bisa langsung bilas dengan air bersih dan keramas seperti biasa setelah mendiamkan rambut selama 15 – 20 menit sampai minyak meresap.

Jika ingin dibiarkan semalaman, lilitkan handuk kecil bersih pada kepala untuk mencegah minyak merembes ke bantal Anda.

Pagi harinya, bilas bersih dan lanjutkan dengan keramas yang benar seperti biasa.

Tes alergi pada minyak esensial untuk rambut

Tidak semua minyak esensial aman untuk dioleskan langsung ke rambut atau kulit kepala.

Efek samping yang paling umum dari penggunaan minyak esensial yakni reaksi alergi pada kulit yang meliputi ruam, gatal-gatal, bengkak, dan kemerahan.

Untuk mengurangi efek samping ini, tes minyak esensial untuk rambut pada kulit punggung tangan terlebih dahulu. 

Caranya cukup oleskan sedikit minyak pada kulit tangan dan tunggu selama 24 jam untuk melihat apakah ada reaksi yang timbul.

Jika muncul reaksi, segera bilas kulit dengan sabun dan air mengalir, lalu hentikan pemakaian.

Apabila reaksi yang muncul sampai menyebabkan Anda kesulitan bernapas, pusing, hingga ingin pingsan, secepatnya temui dokter.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Oh, J., Park, M., & Kim, Y. (2014). Peppermint Oil Promotes Hair Growth without Toxic Signs. Toxicological Research, 30(4), 297-304. doi: 10.5487/tr.2014.30.4.297

Y, P., M, T., ET, M., & A, S. (2015). Rosemary oil vs minoxidil 2% for the treatment of androgenetic alopecia: a randomized comparative trial. Skinmed, 13(1). Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25842469/

Hay, I., Jamieson, M., & Ormerod, A. (1998). Randomized Trial of Aromatherapy. Archives Of Dermatology, 134(11). doi: 10.1001/archderm.134.11.1349

Farouk Sakr, F., Gado, A., Mohammed, H., & Ismail, A. (2013). Preparation and evaluation of a multimodal minoxidil microemulsion versus minoxidil alone in the treatment of androgenic alopecia of mixed etiology: a pilot study. Drug Design, Development And Therapy, 413. doi: 10.2147/dddt.s4348

Versi Terbaru

07/09/2023

Ditulis oleh Aprinda Puji

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.

Diperbarui oleh: Angelin Putri Syah


Artikel Terkait

Pakai Minyak Kelapa untuk Rambut Indah dan Berkilau!

Apa Saja Manfaat Minyak Peppermint untuk Rambut?


Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.

Magister Kesehatan · None


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 07/09/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan