home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Memilih Lipstik yang Baik untuk Kesehatan Anda

Tips Memilih Lipstik yang Baik untuk Kesehatan Anda

Penasarankah Anda dari apa lipstik Anda terbuat? Kebanyakan wanita nampaknya hampir tidak pernah tahu bahwa lipstik yang sering mereka pakai mengandung banyak zat kimia berbahaya, khususnya timah. Meski begitu, Anda jangan khawatir. Pasalnya Anda bisa melindungi diri dengan memilih lipstik yang aman untuk digunakan sehari-hari. Bagaimana caranya? Simak tips memilih lipstik yang baik untuk kesehatan dalam artikel ini.

Waspada kandungan zat kimia dalam lipstik

Sebelum menjabarkan tentang bagaimana cara memilih lipstik, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu kandungan zat kimia dalam lipstik. Tidak semua lipstik mengandung zat kimia berbahaya. Namun hasil studi dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan bahwa penggunaan logam sebagai komposisi lipstik adalah sesuatu yang lazim.

Pada tahun 2007, Campaign for Safe Cosmetics mengadakan tes terhadap 33 produk lipstik berbeda untuk mengidentifikasi kandungan bahan berbahaya. Hasilnya, 61% produk lipstik yang diteliti terdeteksi mengandung timah dengan kadar bervariasi antara 0.03 ppm sampai 0.65 ppm. Walaupun kandungannya masih relatif kecil, namun timah tetaplah zat kimia yang berbahaya.

Para peneliti memperkirakan bahwa rata-rata penggunaan lipstik oleh wanita adalah 2 kali per hari. Bahkan, pada sebagian wanita, frekuensinya dapat mencapai 10 kali per hari. Satu kali pemakaian lipstik akan menyebarkan 10 miligram produk pada bibir, dan sebagian besar akan tertelan. Sementara wanita yang menggunakan lipstik atau lip gloss berkali-kali dapat menelan hingga 87 miligram produk per hari. Ini menunjukkan beberapa wanita umumnya telah melampaui batas normal konsumsi aluminum, cadmium, chromium dan mangan hingga 100% hanya dari penggunaan lipstik yang mereka gunakan sehari-hari.

Lantas, bagaimana cara memilih lipstik yang baik untuk kesehatan?

Dengan begitu banyak pilihan jenis, tekstur, dan warna, pada dasarnya, semua lipstik terbuat dari lilin, minyak, zat tambahan lainnya, serta pigmen yang mewarnai dan melembapkan bibir. Zat-zat tambahan inilah yang harus Anda mulai perhatikan sebelum memutuskan membeli lipstik baru.

Kandungan tidak sehat dalam lipstik yang harus Anda hindari

  • Pelembab berbahan dasar petroleum, seperti minyak tanah.
  • Pewangi buatan, yang biasanya tertera di bagian komposisi sebagai “aroma”, “aroma natural”, atau “parfum”.
  • Lilin buatan dan berbahan dasar petroleum yang membentuk lipstik. Jenis lilin yang harus dihindari termasuk paraffin dan ozokerite.
  • Pengawet sintetis seperti formaldehyde, BHT dan parabens.
  • Pewarna buatan. Di AS, pewarna-pewarna tersebut biasanya tertera di label dengan kode FC&C atau D&C, atau nama warna diikuti dengan angka. Contohnya: D&C Merah 21 atau Merah 21.
  • Hindari pula kandungan mineral yang telah di-“mikronisasi” menjadi partikel nano.

Sebaiknya, Anda mencari bahan-bahan alami, seperti…

  • Pelembap berbahan dasar tanaman, seperti shea butter, coklat, minyak alpukat, dan lidah buaya.
  • Minyak nabati sehat seperti minyak castor, minyak chamomile, minyak jojoba, minyak zaitun, dan minyak bunga matahari.
  • Bahan lilin alami seperti candelilla, carnauba, atau beeswax.
  • Aroma atau perasa alami, seperti ekstrak vanila dan peppermint.
  • Pengawet alami, seperti vitamin E, minyak daun teh, minyak neem, dan kayu manis.
  • Warna bibir natural yang dihasilkan dari ekstrak buah-buahan, sayuran dan bahan nabati lainnya, seperti kunyit, bit, wortel ungu, buah beri, pomegranate dan calendula.
  • Titanium dioksida, oksida besi dan mika tergolong pewarna mineral yang aman. Cari kata-kata seperti “non-nanopartikel” atau “tidak dimikronisasi menjadi partikel nano” di label.

Yang harus diperhatikan saat memilih lipstik

Anda harus mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi diri dari paparan berlebihan dari produk pewarna bibir. Jika ternyata Anda menggunakan lipstik hingga 14 kali sehari, sebaiknya kurangi pemakaian atau cari alternatif lain. Beberapa lipstik organik seperti yang sudah disebutkan di atas terbuat dari bahan dasar beeswax dan minyak tumbuhan. Jika Anda tidak ingin menggunakan lipstik berbahan dasar hewani, carilah kata-kata “vegan”, cruelty-free” atau “no animal testing” pada label kemasan lipstik.

Ingat, jangan tertipu dengan kata “organik”. Lipstik organik masih mungkin memiliki kandungan sintetis di dalamnya, kecuali mereka dilabeli 100% organik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How To Determine The Best Lipstick Color For Your Exact Skin Tone – https://www.huffingtonpost.com/entry/lipstick-color-skin-tone_us_57f280c4e4b082aad9bc491c accessed February 2oth, 2018

The Makeup of Makeup: Decoding Lipstick – http://www.webmd.com/beauty/features/makeup-decoding-lipstick  accessed February 20th, 2018

Concentrations and Potential Health Risks of Metals in Lip Products.https://ehp.niehs.nih.gov/1205518/ accessed February 2oth, 2018

Best Lipstick for Your Skin Tone – http://www.byrdie.com/best-lipstick-for-skin-tone accessed February 2oth, 2018

 

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 26/01/2021
x