home

Artikel Bersponsor

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Rekomendasi Obat Bekas Jerawat yang Tepat

Rekomendasi Obat Bekas Jerawat yang Tepat

Bekas jerawat dapat teratasi melalui pemakaian obat dengan kandungan tertentu. Ketika bekas jerawat dapat teratasi, pastinya Anda bisa tampil di muka umum secara optimal tanpa merasa malu.

Mungkin saja sulit untuk mencari obat bekas jerawat yang tepat. Termasuk bagaimana cara pemilihan kandungan skincare yang tepat untuk menuntaskannya. Ketahui beberapa kandungan yang wajib ada untuk menghilangkan noda jerawat.

Pemilihan tepat mengatasi obat bekas jerawat

Keinginan untuk mengembalikan kondisi wajah seperti semula setelah jerawat menyerang bisa diatasi dengan penanganan yang tepat. Pemilihan kandungan obat-obatan perlu dilakukan secara jeli agar masalah noda jerawat dapat teratasi.

Tak perlu lagi dilanda dilema, Anda bisa melakukan pengobatan mandiri agar noda jerawat bisa hilang segera. Ada beberapa pilihan obat untuk menyembuhkan bekas jerawat, kulik penjelasannya berikut ini.

1. Niacinamide

Niacinamide hadir dalam obat gel penghilang bekas jerawat yang membandel. Pada prosesnya, niacinamide secara efektif menyingkirkan bekas jerawat dengan cara menerangkan bagian kulit yang gelap akibat hiperpigmentasi.

Niacinamide bekerja optimal dengan tiga kandungan lainnya, yakni allium cepa, mucopolysaccharide (MPS), dan pionin. Secara keseluruhan, kandungan tersebut dapat memberikan perawatan menyeluruh pada bekas jerawat.

Selain membasmi kembalinya jerawat, gel penghilang bekas jerawat tersebut memelihara kulit dengan menyamarkan noda jerawat dan juga menyamarkan tekstur permukaan kulit.

Anda bisa memakai obat gel penghilang bekas jerawat pada pagi dan malam, 2-3 kali dalam sehari. Obat ini bisa digunakan sebelum Anda memakai makeup. Oleskan obat ini hingga bekas jerawat dapat tersamarkan dengan baik.

2. Asam hidroksi alfa (AHA)

Kandungan ini kerap ditemukan dalam obat jerawat. Selain itu, asam hidroksi alfa (AHA) juga membantu menghilangkan sel kulit mati dan mencegah pori-pori tersumbat.

Salah satu kondisi yang sering ditemui pada bekas jerawat adalah hiperpigmentasi pasca inflamasi, skar hipertrofik, serta keloid. AHA bekerja dengan mengikis lapisan luar kulit dan memicu pertumbuhan kulit baru.

Asam hidroksi alfa juga membantu menyamarkan bekas jerawat dengan meratakan permukaan dan warna kulit.

3. Asam laktat

Komponen asam laktat dalam obat bekas jerawat bekerja dengan cara mengangkat sel kulit mati. Sama seperti AHA, asam laktat juga mengurangi tampilan bekas luka dan menghaluskan tekstur kulit.

Kandungan ini dapat memperbaiki kondisi kulit bekas jerawat dengan meratakan warna kulit. Melansir laman Healthline, penggunaan asam laktat sekali tiap dua minggu dalam tiga bulan berturut-turut dapat mengoptimalkan penyembuhan bekas jerawat.

4. Retinoid

Kandungan retinoid hadir dalam obat bekas jerawat topikal. Retinoid dapat memblokade inflamasi, mengurangi lesi jerawat, serta mempercepat pertumbuhan regenerasi sel.

Selain itu, retinoid juga mencerahkan kulit hiperpigmentasi akibat jerawat. Penggunaan retinoid perlu diiringi dengan aplikasi sunscreen, karena kulit cenderung sensitif dengan paparan sinar matahari setelah pemakaian retinoid.

5. Asam azaleat

Obat bekas jerawat dengan kandungan asam azaleat bersifat antimikroba dan anti-inflamasi. Obat ini juga memberikan penanganan untuk kondisi kulit wajah berjerawat.

Asam azaleat dapat mencegah pertumbuhan bakteri dalam pori-pori yang menyebabkan jerawat. Biasanya, asam azaleat dikemas dalam bentuk gel, busa, ataupun krim.

Kandungan ini dapat mengatasi iritasi, inflamasi, serta meminimalkan bekas jerawat. Asam azaleat juga mendorong pergantian sel kulit untuk menyamakan warna kulit.

Anda bisa memilih kandungan obat untuk menyembuhkan bekas jerawat di atas. Penyembuhan bekas jerawat ini dapat dilengkapi dengan perawatan kulit wajah.

Jangan lupa untuk tetap menggunakan sunscreen saat Anda beraktivitas di luar ruangan. Sunscreen membantu melindungi kulit wajah dari sinar matahari dan mencegah kembali munculnya jerawat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to Best Treat Acne Scars. https://www.healthline.com/health/acne-scars#at–home-treatment. Diakses 3 Desember 2019.

How to Remove Dark Spots from Pimples. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/how-to-remove-dark-spots-caused-by-pimples#home-remedies. Diakses 3 Desember 2019.

The best ways to get rid of acne scars. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324784.php#medical-treatments. Diakses 3 Desember 2019.

Treating Acne with Azelaic Acid. https://www.healthline.com/health/azelaic-acid-acne#acne-scars. Diakses 3 Desember 2019.

Hakozaki, T., Minwalla, L., Zhuang, J., Chhoa, M., Matsubara, A., & Miyamoto, K. et al. (2002). The effect of niacinamide on reducing cutaneous pigmentation and suppression of melanosome transfer. British Journal Of Dermatology, 147(1), 20-31. doi: 10.1046/j.1365-2133.2002.04834.x. Diakses 3 Desember 2019.

CAMPANATI, A., SAVELLI, A., SANDRONI, L., MARCONI, B., GIULIANO, A., & GIULIODORI, K. et al. (2010). Effect of Allium Cepa-Allantoin-Pentaglycan Gel on Skin Hypertrophic Scars: Clinical and Video-Capillaroscopic Results of an Open-Label, Controlled, Nonrandomized Clinical Trial. Dermatologic Surgery, 36(9), 1439-1444. doi: 10.1111/j.1524-4725.2010.01654.x. Diakses 3 Desember 2019.

Wanitphakdeedecha, R., Eimpunth, S., & Manuskiatti, W. (2011). The Effects of Mucopolysaccharide Polysulphate on Hydration and Elasticity of Human Skin. Dermatology Research And Practice, 2011, 1-5. doi: 10.1155/2011/807906. Diakses 3 Desember 2019.

Pionin. https://cosmetics.specialchem.com/product/i-nagase-pionin. Diakses 3 Desember 2019.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 23/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto