6 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Seputar Suntik Botox

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Seiring dengan perkembangan teknologi kecantikan yang semakin canggih, kini sudah banyak berbagai perawatan instan untuk menghilangkan garis-garis halus dan keriput di wajah. Salah satu tren perawatan wajah yang masih populer sampai saat ini adalah suntik botox. Tak hanya untuk wanita, kaum adam pun banyak melakukan perawatan ini guna meningkatkan penampilan dan kepercayaan dirinya. Melalui tulisan ini, saya akan mengulas serba-serbi suntik botox, serta pertimbangan manfaat dan risikonya dilihat dari kacamata medis.

Apa itu botox dan bagaimana cara kerjanya?

Botulinum toxin atau yang lebih dikenal dengan botox adalah protein yang dihasikan oleh bakteri Clostridium Botulinum. Saat ini botox secara luas digunakan dalam dunia dermatologi salah satunya untuk mengatasi kerutan yang muncul akibat ekspresi wajah seperti tersenyum, mengernyit, menangis, dan cemberut. Kerutan akibat ekspresi inilah yang lama kelamaan akan menyebabkan kulit mengendur dan berkerut.

Botox bekerja menghambat sinyal saraf asetilkolin yang ada dalam otot, membuatnya menjadi lebih rileks. Nah, ketika otot-otot wajah Anda rileks, permukaan kulit akan lebih halus dan mengencang. Hal ini membuat berbagai kerutan di wajah hilang.

Apa saja manfaat prosedur ini?

Seperti yang sudah disinggung di atas, botox bermanfaat untuk mengatasi kerutan yang muncul akibat ekspresi wajah Anda sehari-hari, ataupun akibat efek samping penuaan alami.

Selain digunakan untuk mengatasi kerutan di wajah, suntik botox juga dapat dilakukan untuk menangani berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti:

  • Mengatasi hyperhidrosis, yaitu keringat yang berlebihan pada ketiak, telapak tangan atau telapak kaki
  • Migrain kronis
  • Blefarospasme (mata kedutan)
  • Strabismus (mata juling)
  • Kontraksi atau kekakuan otot
  • Hemifacial spasm, kejang spontan di area wajah

Apakah prosedur ini aman untuk dilakukan?

Aman. Sebenarnya sejak 1989 suntik botox sudah disetujui untuk sejumlah prosedur medis tertentu. Namun, baru tahun 2001, FDA (Food and Drug Administration) Amerika menyetujui penggunaan botox untuk perawatan kecantikan kulit.

Prosedur ini juga aman dilakukan untuk remaja yang usianya di atas 18 tahun. Hanya saja, prosedurnya harus sesuai kebutuhannya, dan apakah benar-benar perlu untuk dilakukan saat itu. Kebanyakan remaja belum memiliki masalah terkait kerutan sehingga belum diperlukan penyuntikan botox. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Agar suntik botox Anda terjamin kemanannya, Anda harus cerdas dalam memilih dan menentukan tempat untuk melakukan prosedur ini. Suntik botox harus dilakukan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK) yang berkompeten di bidang dermatologi atau dokter lain yang telah tersertifikasi khusus. Dengan begitu, dokter Anda dapat menyusuaikan dosis yang cocok untuk kebutuhan Anda.

Apa saja efek samping yang harus diwaspadai?

Botox merupakan salah satu prosedur perawatan wajah yang minim sayatan, namun bukan berarti tidak ada sampingnya. Efek samping botox umumnya ringan dan mudah ditangani, seperti rasa nyeri, kemerahan, dan kebas di daerah suntikan. Selain itu, Anda juga mungkin akan mengalami sakit kepala, mual, lemah otot, serta reaksi alergi dari bahan tertentu yang terkandung dalam botox.

Jika suntik botox dilakukan oleh dokter yang bukan ahlinya, risiko efek sampingnya bisa meningkat dan menimbulkan keluhan seperti kelopak mata turun. Beberapa kasus suntik botox yang tidak terjamin bahkan membuat pasiennya tidak dapat membuka mata (ptosis), alis mata turun, hingga wajahnya jadi tidak simetris.

Apa saja yang harus diperhatikan sebelum suntik botox?

Perlu diketahui bahwa suntik botox tidak bersifat permanen. Hasil dari prosedur ini umumnya juga akan bertahan 4-6 bulan, dan perlu dilakukan suntikan ulang apabila pasien ingin mempertahankan hasilnya.

Meski begitu, bukan berarti suntik botox membuat ketergantungan. Hanya saja biasanya, pasien yang telah melakukan suntik botox dan merasa puas akan hasilnya, ingin mempertahankan hasil nya dengan cara suntik botox secara berkala. Pun jika Anda menghentikan perawatan ini, wajah tidak akan mengalami perubahan signifikan atau memperparah kondisi Anda.

Yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah suntik botoks

Selain itu, kerutan di wajah Anda tidak langsung saat itu juga hilang setelah prosedur selesai dilakukan. Pasalnya efek botox akan terlihat optimal 5-7 hari setelah penyuntikan.

Setelah suntik botox, dokter umumnya akan menganjurkan pasiennya agar:

  • Tidak memijat atau menyentuh area yang baru saja disuntikkan botox. Jika hal ini dilakukan maka dapat mengakibatkan botox menyebar ke area lain yang tak diinginkan
  • Tidak berbaring tengkurap , karena dapat menekan area yang baru saja disuntikkan botox
  • Menghindari aktivitas yang berat selama 1 minggu

Agar perawatan ini bertahan lama, Anda disarankan untuk tidak melakukan olahraga yang intens, sering melakukan sauna, dan perawatan dengan radiofrekuensi.

Apa perbedaan botox dan filler?

Banyak orang sulit membedakan antara suntik botox dan suntik filler. Meski sama-sama menawarkan perawatan kulit dengan hasil yang cepat dan minim sayatan, namun botox dan filler adalah adalah dua hal yang berbeda.

Botox berfungsi untuk mengatasi kerutan yang muncul akibat kerja otot ekspresi. Sementara filler digunakan untuk mengisi atau mengoreksi area wajah yang mengalami kekosongan atau ingin lebih ditonjolkan, misal pipi, hidung, bibir, dagu, pelipis, kantong mata.

 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?

Artikel dari ahli dr. Listya Paramita, Sp.KK

Mengulik Roaccutane, Obat yang Mujarab Atasi Jerawat

Salah satu obat jerawat minum yang populer adalah Roaccutane. Katanya, obat ini ampuh untuk menghilangkan jerawat yang membandel. Benarkah?

Ditulis oleh: dr. Listya Paramita, Sp.KK
obat jerawat roaccutane
Jerawat, Kesehatan Kulit 24 November 2020

Bekas Jerawat

Noda bekas jerawat merupakan keluhan dari sebagian besar orang. Ketahui cara untuk mengatasinya dan juga penyebabnya agar dapat dihindari.

Ditulis oleh: dr. Listya Paramita, Sp.KK
bekas jerawat hitam
Jerawat, Kesehatan Kulit 2 November 2020

Tips dan Trik Menghaluskan Tekstur Wajah yang Tidak Rata Akibat Bekas Jerawat

Memperbaiki tekstur kulit wajah yang tidak rata bekas jerawat merupakan impian semua yang memiliki masalah ini. Coba beberapa tips dari ahlinya berikut ini.

Ditulis oleh: dr. Listya Paramita, Sp.KK
memperbaiki tekstur kulit wajah
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 24 Januari 2020

Yang juga perlu Anda baca

Sampai Berapa Lama Hasil Laser Hair Removal Bisa Bertahan?

Usut punya usut, perawatan laser hair removal diklaim lebih tahan lama dibanding perawatan penghilang bulu lainnya, lho. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Apakah Benar Sering Pakai Makeup Bisa Bikin Jerawatan?

Pada beberapa orang, memakai makeup bikin jerawat makin mengganas di wajah, sementara pada yang lain tidak demikian. Apa sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Jerawat, Kesehatan Kulit 3 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Produk Skincare yang Ampuh untuk Merawat Kulit Remaja

Saat memasuki masa puber, Anda perlu memerhatikan kesehatan kulit anak. Agar terawat dengan baik, apa saja skincare untuk remaja yang ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Remaja, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Herbal Anti-Aging untuk Memperlambat Proses Penuaan dan Tampak Awet Muda

Banyak tanaman herbal memiliki manfaat anti-aging untuk memperlambat proses penuaan dan membuat awet muda. Apa saja?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 29 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit