Apa Kata Para Ahli Soal Tren Masker Magnet untuk Wajah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagi Anda para penikmat masker, Anda mungkin sudah pernah mencoba berbagai jenis masker wajah. Masker lembaran, berbentuk bubuk, berbentuk clay, apa lagi? Bagaimana dengan masker magnet? Perkembangan masker wajah memang semakin banyak dan beragam jenisnya. Sebenarnya apa perbedaan masker magnet ini dan bagaimana efeknya terhadap kulit? Yuk, cari tahu di sini seputar masker magnet.

Apa bedanya masker magnet dengan masker wajah lainnya?

Masker ini relatif mudah digunakan. Cara penggunaan awalnya sama dengan masker kebanyakan. Anda bisa mengoleskan krim hitam keabu-abuan ini di wajah. Ratakan masker ke seluruh bagian wajah yang Anda inginkan. Setelah itu, tunggu 3-10 menit. Namun, penggunaannya mungkin berbeda-beda, tergantung instruksi yang tertera pada kemasan tiap produk.

Setelah itu, ketika masker sudah ingin diangkat, Anda tidak menggunakan air hangat atau air biasa di sini. Inilah yang membedakan masker magnetik dengan masker lainnya.

Di dalam bungkus masker magnetik, terdapat magnet sebagai alat pengangkat maskernya. Sebelum digunakan untuk mengangkat, magnet dibungkus dahulu dengan tisu.

Setelah magnet siap, dekatkan magnet yang sudah dibungkus itu ke masker yang Anda oleskan di wajah. Masker itu lalu akan tertarik dan menempel pada tisu pembungkus magnet. Anda tidak perlu menekan-nekan permukaan wajah Anda, masker sudah dapat ditarik oleh magnet.

Masker magnet menurut para ahli

Dr. Whitney Dowe, seorang spesialis kulit (dermatolog) dan juga dewan penasehat produk kecantikan mengomentari metode magnetik ini. Dr. Bowe mengatakan teknologi magnet ini menjadi perbincangan yang sedang naik daun di dunia perawatan kulit dan wajah. Meskipun sebenarnya metode magnet ini sudah digunakan sejak zaman kuno, belakangan ini semakin banyak produk yang memasarkannya. Magnet sebenarnya diduga memiliki peran dalam penyembuhan luka dan bahkan membantu mengobati peradangan. Namun, dugaan ini belum terbukti secara ilmiah.

Menurut dr. Joshua Zeichner, peneliti sekaligus dermatolog di Mount Sinai Hospital, Amerika Serikat (AS), masker ini mengandung partikel seperti logam besi. Adanya logam besi itu membuat masker bisa diangkat menggunakan magnet.

Saat proses pengangkatan masker, magnet menciptakan arus elektromagnetik yang rendah pada kulit wajah. Arus tersebut dapat membantu meremajakan kulit. Selain itu, maskernya juga mengandung campuran ramuan hidrasi yang bisa menenangkan sekaligus sebagai antiradang untuk kulit.

Waktu penggunaan masker ini mirip dengan masker pada umumnya. Ia merekomendasikan penggunaan masker ini 1-2 minggu sekali.

Seorang pakar lainnya, dr. Gary Goldenberg dari Icahn School of Medicine di AS, mengatakan bahwa secara teori masker magnet ini memang seharusnya bisa melembapkan dan merawat kulit dari kerusakan atau penuaan. Akan tetapi, dr. Gary mengingatkan bahwa belum ada penelitian atau uji klinis yang bisa membuktikan efek masker tersebut bagi kulit. Karena itu, Anda harus berhati-hati sebelum melakukan perawatan dengan masker magnet ini.

Efek jangka pendek dan panjang

Menurut Dr. Whitney Dowe, untuk efek jangka pendek, masker ini meninggalkan campuran antioksidan dan peptida untuk membantu menguatkan jaringan kulit. Masker ini juga meninggalkan minyak esensial yang melembabkan kulit. Seperti pada masker kebanyakan, masker ini juga memberikan efek halus dan tampak cerah sesaat setelah dilepaskan.

Untuk efek jangka panjang masker ini belum dapat diketahui. Penelitian tentang arus elektromagnetik yang dihasilkan magnet terhadap kesehatan tubuh masih jarang dibuktikan, apalagi penelitian spesifik tentang efek jangka panjang masker magnetik terhadap kulit manusia. 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Operasi Memperbesar Payudara: Biaya, Risiko, dan Prosesnya

Berapa biaya melakukan operasi pembesaran payudara? Kemudian, apakah ada risiko dan efek sampingnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Selain digunakan sebagai bumbu masak rica-rica, daun basil juga bisa diekstrak menjadi minyak yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Herbal A-Z 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Sakit perut merupakan gejala dari masalah pencernaan yang sering muncul. Namun, apa bedanya sakit perut karena gas dan karena penyakit lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Banyak jenis multivitamin yang ada di pasaran. Tapi yang manakah yang sesuai dengan Anda? Berikut cara memilih multivitamin yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit



Direkomendasikan untuk Anda

tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara menghilangkan nyeri haid

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit